Deep Heart

Deep Heart
66. Tak Berkutik


__ADS_3

" Oh begitu... jadi selama ini kau rupanya otak di balik kelakuan Sofia !!" ucap Saga yang rupanya sedang berada di balik pintu mengagetkan keduanya


" Ee... tidak suamiku, tabib Maya hanya bercanda ..iya hanya bercanda !!" sahut Sofia bergetar


Saga masuk dan menutup pintu kamar lalu menguncinya dari dalam, ia berjalan mendekati keduanya.... Maya dan Sofia termundur hingga menyentuh dinding


" Suamiku jangan marah ya, aku tidak bermaksud melakukannya itu hanya usulan dari tabib Maya ...jangan marah ya !!" rayu Sofia dengan wajah memelas


Saga tersenyum miring , tangannya dengan cepat merebut botol obat dan melihat isinya yang penuh dengan pil berwarna putih.


" Jadi kalian ingin memberiku pil ini ?? kau sudah berjanji padaku Sofia... kau sudah tau apa yang tak bisa kuberikan bukan ??" tanya Saga membuat Sofia mengangguk cepat


Saga lalu berjalan ke meja dan menuang segelas air putih lalu memasukkan sebutir pil tersebut ke dalam gelas... pil tersebut segera larut tanpa bekas, Saga lalu mencium gelas itu.... tak berbau


" Ternyata kau tabib yang sangat hebat... Maya....!!" ucap Saga lalu memasukkan 2 butir pil lagi di gelas yang sama. Saga membawanya ke hadapan keduanya


" Jika kalian tak ingin aku marah dan mengorok leher kalian, silahkan minum air ini dengan sepenuh hati !!" titahnya sambil menyorongkan gelas tadi di depan keduanya


" Si....siapa yang harus meminumnya suamiku ??" tanya Sofia


" Terserah saja... kau boleh, dia boleh... berdua juga boleh , kalian harus memetik apa yang kalian tanam !!" sahut Saga dengan pandangan mata yang begitu tajam membuat takut siapapun yang melihatnya


Glek...


Keduanya saling pandang...


" Kau saja yang meminumnya Maya ...!!" titah Sofia


" Tapi saya tak punya suami, saya tidak bisa melakukan hal itu putri ... ilmu saya bisa hilang " tolak Maya


" Tapi itukan obatmu!!"

__ADS_1


" Bagaimana ?? masih bingung...bagaimana jika aku buatkan segelas lagi jadi adil, kalian tak perlu berebut... obatnya masih banyak " ucap Saga membuat Sofia langsung mengambil gelas di tangan Saga dan meletakkannya di tangan Maya


" Minum Maya... !!" titah Sofia membuat Maya menjadi pucat


" Tapi tuan putri......" ucapnya begitu memelas


" Minum Maya.... aku akan menyediakan lelaki untukmu nanti !!, atau kau lebih senang suamiku menebas lehermu " bisik Sofia membuat Maya mau tak mau meminum air di gelas sambil bergetar sampai habis


Dalam hitungan detik... tubuh Maya merasa panas, ia merasa sangat tidak nyaman... Maya terduduk di lantai , peluh sudah mulai keluar memenuhi keningnya


" Putri... tolong aku cepat...!!!" cicit Maya sudah merasa sangat prustasi, bagaimana tidak.. satu saja pil itu akan membuat lelaki kuat seperti kuda... apalagi sampai 3 pil...sedangkan umurnya tak lagi muda 🤭🤭


Sofia bergegas ke depan pintu...


" Prajurit....bawa Maya ke kamarnya, bawakan 5 budak lelaki yang kuat dan kurung bersama maya !!" titah Sofia dan 2 orang prajurit langsung menggotong Maya keluar dari kamar Sofia. Tangan Maya meraba-raba tubuh prajurit yang menggotongnya.... ia benar-benar seperti cacing kepanasan


Tinggal Sofia dan Saga di dalam kamar... Saga diam membeku sambil melihat ke luar jendela


" Aku sangat mencintai kekasihku Sofia... sampai kapanpun tak akan ada wanita lain yang bisa menggantikannya " ucap Saga


Deg.... dada Sofia serasa di hantam gada yang begitu berat...


" Jadi sampai kapanpun... aku tak akan bisa memperlakukanmu seperti layaknya pasangan suami istri, jadi yang hanya bisa kusarankan hanyalah pertemanan ... itupun jika kau mau. Jika kau tak mau kita bisa bercerai secepatnya " ucap Saga lagi


" Tidak.... tidak.... aku akan bersabar, aku tak akan mengulanginya lagi Saga... please aku tak mau bercerai. Kita akan berteman ..... selama yang kau inginkan suamiku , namun jika aku hamil apakah kau tetap tak mau memperlakukan aku sebagai istrimu yang sesungguhnya ??" tanya Sofia


" Kita lihat saja nanti " ucap Saga lalu berjalan keluar dari kamar... Saga berjalan menuju sasana latihan dan kembali berlatih tanding dengan banyak prajurit Sobaria namun tak satupun yang bisa mengalahkannya.


Selama seminggu Saga berada di Sobaria, Sofia tak berani berkutik apalagi mendapati Maya yang sakit setelah menghadapi 5 pria untuk bisa menghilangkan efek ramuannya sendiri... hari ini ia pun menghadap pada mertuanya ... Raja Sobaria


" Salam raja... Saga menghadap !!" ucap Saga dengan hormat

__ADS_1


" Salam menantuku... ada perlu apa kau menghadap ? " tanya raja


" Saya ingin pamit kembali ke perbatasan, pertempuran kemarin belumlah selesai "


" Kau sekarang sudah bagian dari kerajaan Sobaria, kau tak perlu kembali lagi ke kerajaan asalmu Saga....aku akan mengangkatmu menjadi jendral kerajaan Sobaria dan kau akan mengantikan aku menjadi raja saat aku pensiun nanti " tolak raja


" Maaf raja... hamba belum bisa tinggal di Sobaria, saya masih punya banyak tanggung jawab . Ini juga salah satu perjanjian saya dengan Sofia sebelum kami menikah "


" Tapi Saga... kami juga memerlukan mu "


" Kalian sudah memiliki seorang putra mahkota " sahut Saga


" Perlu kau ketahui Saga....Kenan sengaja menikahi kedua putri kerajaan tetangga untuk memperbesar kekuasaan kami dan Kenan sudah menjadi raja dari 2 kerajaan jajahan kami, jadi siapapun suami Sofia.. dialah yang akan menjadi raja kelak... kau paham Saga ??!!" jelas raja dengan nada sedikit tinggi


Saga menghela nafas panjang....


" Saya tidak tau hal itu, namun saya tidak tertarik untuk menjadi seorang raja. Saya akan tetap kembali ke perbatasan... setidaknya sampai Erden sudah menjadi raja, baru saya bisa meninggalkan kerajaan . Hingga saat itu tiba mohon pengertiannya untuk membiarkan saya berada di kerajaan Mongun " pinta Saga


Semua aparat kerajaan kaget mendengar bahwa seorang Saga tak tertarik untuk menjadi raja... adakah orang yang tak ingin menjadi raja ?? sungguh tak ada yang percaya


" Ayah biarkan saja dulu suamiku pergi... kan dia berjanji akan kembali jika saatnya tiba " bisik Sofia


" Baiklah Saga... aku mengizinkanmu pergi, namun Sofia biar di sini dulu... aku masih rindu pada anakku !!" akhirnya Raja Sobaria mengalah


" Terimakasih Raja... Saga permisi !!" pamit Saga, Sofia pun segera mengikuti Saga dan mengantarnya sampai di halaman kerajaan


" Suamiku... aku akan menyusul mu nanti jika ayah sudah mengizinkan " ucap Sofia


" Tidak perlu Sofia... aku tak akan pulang dari perbatasan setidaknya sampai 6 bulan ke depan, kau bersantai saja di sini... jika kau ingin kembali kau bisa kembali bersama Erden nanti " ucap Saga yang di angguki Sofia, Saga pun hendak naik ke kudanya namun Sofia menarik lengan Saga


" Tak bisakah kau setidaknya memberiku ciuman perpisahan suamiku...!" pinta Sofia sambil tersenyum manis, melihat begitu banyak mata yang melihat ke arah mereka termasuk raja dan permaisuri Sobaria... akhirnya Saga pun mengecup kening Sofia, Sofia yang melihat celah langsung menarik leher Saga dan mencium bibir Saga begitu mesra membuat mata Saga melotot 😳😳😳

__ADS_1


See you next eps sista


__ADS_2