
Sista sekalian.....jendre novel ini memang termehek ya, jadi jangan marah jika ada beberapa part yang akan menguras air mata dan meremas hati pembaca.. ok ok ok
Pantasan saja semalam... Saga bercinta dengannya begitu berbeda, suaminya melakukannya dengan begitu lembut dan begitu penuh kasih sayang... rupanya karena mereka akan berpisah.
Amara sangat terkejut begitu mendengar suaminya memintanya segera kembali ke vila, Amara tak bisa membantah walaupun ia begitu berat berpisah dengan suaminya di saat lagi sayang-sayangnya begini .Di saat mereka sedang begitu menikmati akan menjadi orang tua. Semalaman Amara tidak memejamkan matanya... ia hanya memandangi Saga, memeluknya dan menciuminya di saat Saga tertidur sehabis percintaan panas mereka.
" Amara....sudah jangan terlalu sedih, tidak baik untuk kandunganmu. Jendral Saga tidak akan kenapa-kenapa!!" hibur Isla mengagetkan Amara dari lamunannya
" Mengapa kakak begitu yakin, aku takut kak... aku takut suamiku akan terluka " sahut Amara
" Aku yakin.. karena ada Aflan di sisinya, Aflan akan melindungi suamimu melebihi nyawanya sendiri... jadi sebelum kau menjadi janda pasti aku duluan yang menjanda... ha ha ha " gelak Isla membuat Amara ikut terkekeh
" Terimakasih kak... sudah menghiburku !!"
" Ya....sekarang tenanglah, bukannya kau merindukan bibi... di vila aku akan menemanimu , bersama bibi kita bertiga pasti sangat menyenangkan ... bukankah begitu ??" ucap Isla lagi yang membuat senyum Amara segera menghiasi wajah cantiknya.
" Anakku sayang.. kau masih begitu kecil , baru 12 minggu. Ibu akan kuat anakku... ibu akan menjagamu sampai waktumu tiba untuk menatap bumi yang indah ini, ibu berjanji akan melindunginya dengan segenap jiwa raga ibu karena kau adalah bukti cinta ibu dan ayahmu... apa kau tau anakku ?? kau memiliki seorang ayah yang luar biasa.. seorang jendral perang yang sangat tampan... kuat dan sangat mencintai kita, jadi berbanggalah nanti saat kau keluar melihat dunia ini karena kau memiliki seorang ayah idaman walaupun ibumu hanya lah wanita biasa " ucap Amara sambil terus mengusap perutnya yang masih lah rata itu
Sementara Amara dan Isla sudah di amankan, kini Saga bertempur habis habisan. Pihak musuh benar-benar mendapatkan bantuan yang luar biasa besar entah dari kerajaan mana.
Sambil terus bertahan dari gempuran, Aflan pun menyusup ke pihak lawan dan berusaha mencari tau dari mana bantuan misterius itu berasal.
Selama 2 minggu lamanya Aflan menyusup di pihak lawan , akhirnya ia melihat sesuatu yang membuatnya membelalakkan matanya tak percaya.
" Apa....bagaimana mungkin raja Sobaria berkunjung ke mari, apakah bantuan ini berasal dari kerajaan Sobaria ?? tetapi bagaimana mungkin kerajaan Sobaria malah membantu pihak musuh ?? " tanya Aflan dalam hati
__ADS_1
Aflan pun tinggal lebih lama untuk lebih memastikan hal tersebut, ia tak mau ceroboh dan membawa berita yang tidak akurat untuk jendral Saga. Aflan kembali menguping sana sini.... dan setelah yakin, ia pun bergegas kembali ke perbatasan dan melapor pada jendral Saga.
Saga mengumpulkan semua tangan kanannya untuk mendengarkan laporan dari Aflan.
" Silahkan menyampaikan laporan mu Aflan !!" titah Saga
" Ada yang aneh jendral... itulah alasannya saya lama baru kembali untuk lebih menyakinkan laporan saya " sahut Aflan yang terlihat agak bingung
" Katakan saja apa yang kau dapatkan Aflan... mengapa kau terlihat bingung ??"
" Begini jendral... ternyata kerajaan yang sedang kita ekspansi mendapat bantuan dari kerajaan Sobaria !!" lapor Aflan membuat semua terkaget-kaget
" Apa...?? Sobaria ?? apa kau yakin ??" tanya Saga berulang kali
" Aku sangat yakin Jendral...aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kehadiran raja Max di sana. itulah yang membuatku bingung, mengapa Sobaria malah membantu musuh kita bukan kita, apakah maksud dari kerajaan Sobaria dengan membuat kita sibuk setengah mati seperti ini ??" tanya Aflan ....Saga termenung sejenak, otaknya sedang berfikir... memikirkan seribu kemungkinan dari perbuatan raja Sobaria .
" Jangan bilang 😱😱... ya dewa, Aflan ikut denganku....kalian sisanya bertahanlah selama aku dan Aflan pergi, lakukan apa yang perlu kalian lakukan untuk bertahan !!" titah Saga panik
" Tapi jelaskan dulu jendral.. mengapa jendral pergi dengan Aflan ??" tanya salah satunya
" Satu kemungkinan yang terfikir olehku...." ucap Saga
" Apa jendral??" tanya Aflan tak kalah bingung
" Raja Sobaria membuat kita sibuk setengah mati karena ia mengincar istriku Amara, kemungkinan mereka sudah tau Amara tengah mengandung dan Sofia tak terima !!" jelas Saga
__ADS_1
" Jadi ... mereka akan menyakiti Amara ?? ya dewa... jika benar itu terjadi, berarti Isla juga dalam bahaya 😱😱!!" teriak Aflan , keduanya langsung naik ke kuda masing-masing dan bergegas menuju ke vila Saga. Rasa cemas sangat menyelimuti keduanya... apakah benar yang mereka takutkan ?? apakah mereka akan datang tepat waktu ?? ataukan sudah sangat terlambat saat mereka menyadarinya ?????
Secepat apapun mereka memacu kuda , mereka tak akan datang dengan cepat... perlu beberapa hari untuk sampai ke vila bahkan jika mereka tak berhenti satu detik pun
" Bertahanlah sayangku... bertahanlah Amara, aku datang.. !!!" ucap Saga sepanjang perjalanan, begitupun Aflan
👹👹👹👹
" Tidak Ayah... aku harus ikut ke vila itu, aku harus menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri kehancuran wanita murahan itu ayah !!" tolak Sofia saat ayahnya memintanya menunggu saja di kerajaan Mongun, biar anak buahnya saja yang membereskan Amara
" Sofia... kau tak boleh terlibat, hal itu akan berbahaya untuk hubunganmu dengan Saga jika ia mengetahuinya !!" larang Max lagi
" Tidak Ayah... aku tidak puas jika tidak menghancurkan wanita itu dengan tanganku sendiri, beri Sofia kesempatan Ayah...!!" rayu Sofia
Sora hanya diam menyaksikan keduanya bersilang pendapat. Sora akan mengambil keuntungan dari apa yang akan di lakukan Sofia, ia akan menikmati kehancuran Astina tanpa mengotori kedua tangannya.
Akhirnya Sofia berangkat ke vila Saga dengan ratusan prajurit terbaik yang di sediakan oleh ayahnya tak lupa ia membawa penyihir andalannya. Diam-diam Sora memanggil Roxana
" Roxana... ikutlah dengan Sofia, dan lakukan satu misi untukku... ini imbalanmu !!" titah Sora lalu meletakkan setumpuk emas di depan Roxana
" Apa misinya Permaisuri ??" tanya Roxana
" Bunuh Amara dengan pedangmu itu....jika misi berhasil aku akan menambah upahmu lagi , ini hanya uang muka....kau sanggup kan ??" jawab Sora , Roxana terdiam... ia menelaah perintah Sora, ada dendam apa Sora dengan selir nya jendral Saga ?? hingga ingin menghabisi selir jendral ?? tanya Sora dalam hati, tapi Roxana setuju sekali dengan perintah itu karena iapun tak menyukai wanita manapun yang di cintai oleh jendral Saga. Rasa sakit hatinya karena telah di tolak sang jendral membuatnya menyimpan sedikit dendam.
" Bagaimana Roxana... ??" tanya Sora lagi
__ADS_1
" Baik permaisuri....hamba bersedia !!" jawab Roxana... kedua wanita itu sama-sama tersenyum karena puas dengan pembicaraan mereka .
Saga..... cepatlah datang !!ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜