Deep Heart

Deep Heart
39. Ya ya ya


__ADS_3

" Jangan coba menyentuhku jika kau masih mau makan di sini 😤😤 " ucap Isla sambil mengangkat centong di tangannya membuat Aflan mau tak mau mundur berlahan, bukannya ia takut dengan centong itu tapi ia takut jika Isla tak mau merawatnya lagi


" Baiklah cantik... jangan galak-galak dong, nanti.."


" Nanti apa...🙄🙄??" sambung Isla sambil berkacak pinggang


" Nanti aku tambah jatuh cinta " sahut Aflan sambil tersenyum manis membuat Isla jadi terdiam, ia bingung mau ngomong apa lagi menghadapi si duda di depannya ini


" Sudah makan sana, aku mau mandi !!" titahnya lalu masuk ke kamarnya ... namun Aflan tak makan ia menunggu sampai Isla keluar, ia ingin makan bersama Isla... Aflan ke dapur dan mengambil peralatan makan untuk Isla. Tak sengaja matanya melihat kantung uang milik Isla... ada sebagian uang yang keluar dari kantung itu....Aflan pun merapikannya, namun ia mengenali uang yang berada di kantung uang itu


" Bukankah ini adalah uang yang ku kemas untuk Jendral Saga dari perbatasan kemarin ?? mengapa Isla bisa memiliki uang ini ?? apakah ia bertemu Jendral Saga ataukah Jendral Saga berada di vila selama ini ??" tanya Aflan dalam hati.


Ingin ia bertanya pada Isla namun Aflan tau Isla akan menutup rapat mulutnya jika jendral Saga sudah memintanya..Satu satunya cara adalah memeriksanya sendiri ke vila.


Sebenarnya Aflan tak ingin mencari Jendral Saga, ia tau Jendralnya itu ingin beristirahat dengan tenang dari segala hiruk pikuk dunia, namun ia mencemaskan Erden yang sekarang terjun ke lapangan mengantikan Jendral Saga... ia takut jika penerus kerajaan itu akan terluka apalagi terbunuh, bisa kacau masa depan kerajaan.


Mendengar pintu kamar Isla terbuka, Aflan segera kembali ke meja makan


" Kau belum makan ??" tanya Isla melihat piring Aflan yang masih bersih....Aflan duduk tersenyum melihat Isla yang terlihat begitu cantik dan segar dengan pakaian barunya


" Aku ada permintaan cantik... temani aku makan, aku tak tau apakah kita akan bertemu lagi atau tidak... namun jika aku mati di Medan perang setidaknya aku sudah pernah merasakan bahagia bisa makan bersamamu " rayu Aflan membuat bibir Isla sedikit manyun


" Dasar perayu !!" omelnya ... namun Isla pun duduk dan melayani Aflan makan membuat Aflan senang bukan main, senyum lebarnya tak hilang selama mereka makan


" Berhentilah tersenyum seperti itu 😤😤 " omel Isla


" Maaf cantik aku tak bisa mengabulkan permintaan mu itu, ini senyum langsung dari hati ... karena hatiku sangat bahagia saat ini " sahut Aflan sambil menyorongkan mangkuknya lagi minta tambah sip daging buatan Isla yang begitu lezat

__ADS_1


" Apa perutmu tak apa-apa? ini mangkuk ke tiga mu " tanya Isla


" Sudah begitu lama aku tidak makan makanan seenak ini, terimakasih Isla mau mengurusi duda kesepian seperti aku ini.... kuharap aku bisa membalasnya suatu hari nanti !!" ucap Aflan tulus... Isla hanya bisa diam, ia tak bisa menjawab apapun dari pernyataan Aflan tadi


" Kau sudah sehat... setelah makan pergilah dari rumahku !!" ucapnya kemudian tanpa berani menatap Aflan


" Baiklah cantik... aku akan pergi, terimakasih atas semua kebaikanmu ... aku akan berkunjung lagi kapan-kapan " pamit Aflan setelah selesai makan.. Isla berdiri mengantar Aflan sampai ke depan pintu, namun tiba-tiba Aflan berhenti dan berbalik membuat keduanya bertabrakan... Isla hampir terjatuh membuat Aflan reflek menarik pinggang Isla hingga menempel dengannya


Aflan terpana melihat wajah cantik Isla dari dekat, ia tak bisa lagi menahan dirinya kini... sebuah ciuman pun di layangkan Aflan ke bibir Isla, Aflan menyesap dengan penuh perasaan... ia menumpahkan segenap perasaannya pada ciuman itu, ia berharap Isla dapat merasakan apa yang ia rasakan semenjak dulu. Isla yang tak bisa bergerak karena kukungan kedua tangan Aflan hanya bisa pasrah, ia hanya bisa menerima ciuman mesra itu walaupun tak membalasnya... dada Isla berdetak begitu hebat, seakan dadanya di jepit oleh batu besar membuatnya tak bisa bernafas. Merasa sudah cukup akhirnya Aflan pun melepaskan bibir manis itu, Isla pun segera menarik nafas panjang....


Tok..... sebuah ketokan keras di layangkan Isla ke kening Aflan... entah kok bisa di tangan Isla ada centong kayu membuatnya reflek memukulkannya ke kening Aflan


" Aduh.... Isla sakit..." rengek Aflan


" Rasain... sudah kubilang jangan coba menyentuhku lagi dan kau masih saja melakukannya 😤😤🤬 pergi sana !!" omel Isla sambil berkacak pinggang wajahnya sampai memerah perpaduan marah dan malu . Tanpa menunggu Aflan keluar dari rumahnya Isla masuk ke kamarnya dengan kesal


Sementara Aflan hanya terkekeh sambil meraba keningnya yang rada benjol


" Kalau hanya benjol begini aku akan tetap menciumku lagi nanti cantik he he he ... apa kau ?? sudah tidur lagi, kita belum bisa masuk kandang !!" bentak Aflan pada tornadonya yang sempat celingukan hendak bangun 🤭🤭🤣🤣 akhirnya ia pun kembali letoi mendapat bentakan dari tuannya 😂😂😂


" Sabar.... tornadoku, kau tak bisa sembarangan masuk kandang... hanya wanita berkualitas yang bisa bertemu denganmu he he , sekarang aku ada misi jangan berfikir masuk kandang dulu !!" ucapnya berceloteh sendiri sudah macam orang gila 🤭🤭


Ngak pake lama Aflan sudah sampai ke vila, kedatangannya di sambut oleh bibi dengan ramah


" Selamat datang tuan Aflan, apa kabar ?!" sambut bibi


" Baik bi... ehhh bi aku langsung saja, aku mau bertemu dengan Jendral. Ada masalah penting yang harus kusampaikan pada nya !!" pinta Aflan

__ADS_1


" Maaf tuan Aflan... tapi Jendral tak ada disini, ia bahkan belum pulang sama sekali " sahut bibi


" Bibi tak usah berbohong, aku mendapat uang ini dari rumah Isla... aku tau ini uang yang kukemas untuk Jendral Saga saat terakhir kami bertemu di perbatasan... Jendral membawa 2 karung koin ini sendiri. Tak mungkin Isla bisa memilikinya jika bukan dari vila ini..Apakah Jendral berada di tebing selama ini ??" sejak Aflan membuat bibi terdiam


Kembalilah 10 hari lagi tuan Aflan, aku akan memberitahumu di mana jendral berada... biarkan dia menikmati masa cutinya dengan tenang dulu !!" pinta bibi, akhirnya Aflanpun setuju... ia pun akhirnya memilih pulang ke kampung halamannya sejenak untuk menengok anak dan kedua orangtuanya sembari menunggu waktu cuti jendral Saga selesai.


Sementara itu di rumah tebing...


Kedekatan Amara dan Saga semakin erat, keduanya sudah satu hati dan satu pemikiran setelah bersama selama 3 bulan ini. Saga sangat bahagia dengan kehidupan yang di jalaninya ini. Hidup di alam bebas ...hanya dengan Amara tak ada yang menganggu, Saga bahkan kini berkebun menanam beberapa buah dan bumbu dapur.


Saga tersenyum melihat Amara yang sedang merajuk. Ia tidur membelakangi Saga sambil menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Gimana ngak meraju....Saga suka sekali mengigitnya jika sudah gemasnya datang. Dan tadi malam Saga kembali kumat ... ia mengigit lengan Amara dengan gemas membuat Amara meraju karena kesakitan. Lagipula tubuhnya jadi kayak papan tulis aja ngak mulus lagi ... sana sini bekas kissmark dan juga bekas gigitan Saga , gimana ngak kesal coba 😤😭😭.


" Amara... kau masih tidur ??" tanya Saga lembut sambil mengusap rambut panjang Amara, Amara tak menyahut...ia diam saja sambil memejamkan kedua matanya.


" Sayang sekali... padahal rencananya pagi ini aku mau mengajakmu berenang di air terjun... ya sudah aku pergi sendiri saja ya !!" pancing Saga dan pura-pura berdiri hendak keluar kamar...


Pancingannya berhasil... Amara langsung bangun


" Jendrallll...... Amara ikut !!" pintanya membuat Saga tersenyum penuh kemenangan....


" Ah betapa mudah membuat Amaranya senang kembali ha ha ha , bisa lagi minta jatah ini di air terjun he he he 🤤🤤🤤" ucap Saga dalam hati


Ya ya ya ya... terserah anda Jendral


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya

__ADS_1


__ADS_2