Deep Heart

Deep Heart
234. Kangen


__ADS_3

Selesai dengan urusan berkebunnya, Saga dan Amara bersantai di atas ranjang ....seperti biasanya mereka berbincang apapun yang perlu di selesaikan setelah selesai berkebun.


" Suamiku.. apakah kau pernah bertemu dengan kakekmu yang dari Sobaria ?? bukankah ia mencarimu ? mengapa kau tidak mencarinya juga ??" tanya Amara sambil membelai bulu-bulu halus di dada suaminya


" Aku pernah diam-diam ke Sobaria dan menyamar agar bisa melihat kakek, itulah yang pertama kali kulakukan setelah ibu suri memberitahu tentang asal-usul ku ..Saat itu aku baru berumur 17 tahun.


Aku pergi ke Sobaria dengan rasa marah dan galau di hati...aku menyamar menjadi buruh begitu mendengar kakek akan mengunjungi rakyatnya ke perkebunan.... tapi aku hanya ingin melihatnya saja, aku tak ada keinginan untuk berkenalan ataupun menjadi bagian dari Sobaria ataupun membalas dendam. Hanya rasa penasaran saja yang membuatku ingin melihatnya " jawab Saga


" Lalu setelah melihatnya bagaimana perasaanmu ?? apakah kau senang atau lega atau bagaimana ??"


" setelah aku melihat nya ... perasaanku kaget, wajahku ternyata lumayan mirip dengan wajahnya namun tak ada rasa keterikatan....


Tak sengaja aku bertatap dengan kakek....anehnya dalam sekejap ia bisa mengenaliku..Ia mendekat dan memegang tanganku dengan gemetar, ia berbisik dengan terbata-bata


pulanglah cucuku maafkan kelakuan ayahmu... kakek membutuhkanmu !! ucapnya padaku " lanjut Saga


" Lalu....??"


" Aku terdiam tak bisa berkata-kata, untung saja pengawalnya segera menarik tangan kakek dariku dan menyuruhku menjauh... katanya kakekku sedang tidak sehat dan sering berkhayal bertemu dengan cucunya setiap melihat pria yang seumuran dengan cucunya yang tak pernah di temukan.... aku segera berlari secepat mungkin setelah melihat nya. aku segera kembali ke Mongun , tak lama setelah itu kudengar kakek meninggal " sahut Saga


" Aku tak pernah lupa dengan tatapan kakekku saat itu, matanya begitu teduh....begitu merasa kesepian, kehilangan ....karena tatapan itulah aku bisa berdamai dengan masa laluku. Aku bisa melupakan rasa marah atas perlakuan ayahku pada ibuku... namun semenjak itu hatiku jadi begitu dingin, hanya satu niat yang terpatri di dadaku yaitu membalas budi pada ibu suri dan raja Mongun yang sudah membesarkan aku "


" jadi itulah sebabnya kau tak juga mau menikah hingga umur mu 35 tahun??" tanya Amara lagi


" Mungkin... aku tidak pernah memikirkan hal lain selain memperluas Mongun bahkan termasuk wanita... sampai aku bertemu denganmu cantik " jawab Saga


" masa ?? kan waktu bertemu aku... aku masihlah anak-anak?"


" Tentu saja bukan pada pandangan pertama...walau kau kubawa ke vila dan mengobatimu mata birumu dulu terus terang telah membiusku..."

__ADS_1


" Mata biruku dulu ??.apa itu yang membuatmu jatuh cinta padaku jendral ??" selidik Amara


" Ya sayangku...mata birumu bagaikan air terjun yang begitu kukagumi sedari kecil. Mata indahmu membuat sejuk jiwaku yang kering kerontang , membasahinya dan membuatnya hidup kembali " ucap Saga sambil memandangi netra mata Amara begitu dalam


" tapi mataku kemudian tak biru lagi, namun mengapa kau tetap menikahiku jendral....??" tanya Amara sedih....matanya mulai berkaca-kaca karena merasa memiliki kekurangan setelah matanya berubah warna


" Karena aku mencintai dirimu Amara secara keseluruhan.. bukan hanya matamu cup cup cup , dan cintaku makin hari semakin besar padamu tak sedikitpun memudar " ucap Saga lalu mengecup kedua mata Amara dan hidung bangirnya. Amara tersenyum bahagia... betapa lega hatinya mendengar perkataan suaminya itu


" Jadi masa lalumu ditutup sampai di situ saja ?? " tanya Amara lagi


" Ya... sampai disitu saja, itulah sebabnya aku tak mau Erden mengetahui masalah itu ... jika ia mengetahuinya hanya akan memperumit permasalahan , biarkan saja Sobaria menjadi milik Max dan Sora .... aku sudah sangat bahagia di pulau kecil ini bersama keluargaku dan terutama bersamamu Amara " ucap Saga


" Lalu bagaimana dengan tawaran Erden yang meminta kita kembali ke Mongun... apakah kau mau suamiku ??"


" Entahlah Amara... bagaimana denganmu , apakah kau tidak trauma kembali ke vila kita setelah apa yang terjadi di rumah tebing dulu ?? "


" Kurasa rasa itu sudah tidak ada ... aku hanya masih mengingat bibi yang meninggal karena melindungi aku dari cucunya sendiri....jendral jika aku ingin kita kembali ke vila apa kah kau akan mengabulkannya ??" tanya Amara lagi


" Anak ke dua dan ke tiga kita sudah saatnya sekolah... selama ini mereka hanya belajar dari kita, kurasa sebaiknya jika mereka di masukkan ke sekolah di mana mereka bisa bersosialisasi dengan anak seumur mereka... aku tau di Mongun begitu banyak sekolah yang bagus , mereka harus belajar sayang... aku tak mau mereka akan menjadi seperti ku dulu yang putus sekolah dan baru belajar lagi setelah bibi menyekolahkan aku " jabar Amara


" Baiklah jika itu yang kau inginkan... kita akan kembali ke Mongun dan tinggal di vila setelah putri kita nanti di sahkan menjadi permaisuri Mongun , tapi rahasiakan dulu hal ini dari siapapun... aku tak mau terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan, kita tak mau apa yang akan terjadi nanti... siapa tau keputusan ini bisa berubah lagi nanti " jawab Saga...


" baiklah suamiku.... terimakasih, nanti jika kita akan ke Mongun bolehkan kita menemui ibuku... ibu belum pernah melihat cucu mereka sekalipun " pinta Amara lagi, mendengar itu Saga langsung terhenyak... ya benar betapa ia sangat egois selama ini mengurung istrinya di pulau. Ia lupa Amara masih memiliki seorang ibu ... begitu lama mereka terpisah dan setelah bertemu mereka bahkan tak pernah mengunjungi ibu Amara sekalipun 🤦🤦


" Tentu sayang... tentu saja, maafkan aku begitu egois tak pernah bertanya apa maumu selama ini, tentu kau juga sangat rindu dengan ibumu... sekali lagi maafkan aku " jawab Saga sambil memeluk Amara dengan erat. Saga mencium bibir Mata dengan penuh kasih sayang... kasih sayang yang tak pernah luntur bahkan semakin membara setiap harinya... Amara pun mencium Saga dengan bahagia. Ciuman berlanjut ke tahap berikutnya... sepertinya keduanya akan kembali berkebun....


tok..tok..tok..


" Ayahhhh.... ibu..... !!!" terdengar ketukan dan teriakan anak-anak mereka dari luar kamar membuat momen romantis yang mulai panas itupun langsung bubar-bar-bar 🤭🤭

__ADS_1


Amara segera memperbaiki pakaiannya dan membukakan pintu, ketiga anaknya langsung berlarian naik ke atas ranjang menyerbu ayahnya yang masih terbaring menahan hasrat....


" Ayah... katanya kita mau berkuda hari ini, mengapa ayah menghilang ??


" Ayah... adek mau naik kuda sama ayah... ayah ngapain di sini ??" tanya si bungsu , Amara tersenyum melihat ketiga anak mereka begitu lengket dengan ayahnya


" Ayah sedang membuatkan adek kalian... bukankah kalian ingin tambah adek ??" sahut Saga membuat Amara terbatuk


" Jaga bicaramu suamiku... mereka masih anak-anak !!" protes Amara yang bergabung di ranjang


" Tidak apa-apa ibu... adek mau adek !! iya ayah buatkan adek yang banyak !!" sahut si bungsu bersemangat


" Tentu saja... ayah akan buatkan yang banyak ha ha ha !!!" gelak Saga sambil melihat wajah istrinya


" Tidak ibu sudah tua... ibu tidak mau melahirkan lagi " cicit Amara


" Ibu masih cantik ibu... belum tua , iya kan ayah ?? " sahut si bungsu yang memang sangat pandai berbicara itu


" Ya itu betul ....ayo kita berkuda lalu mandi di kolam air panas setelahnya !!" ajak Saga lalu mengendong si bungsu


" Horeee... hore...." teriak ketiganya begitu gembira mengikuti ayahnya , Amara memandangi keempatnya sampai bayangan mereka menghilang dari matanya


" Ibu.... Amara baik-baik saja, sabarlah Amara akan mengunjungi ibu tak lama lagi " ucapnya dalam hati


Jiahhh ada yang kangen Ama ibunya 😭😭


Siapa yang kangen juga sama ibunya kirim bunga ya buat onel ...🤭🤭🤭


See you next eps

__ADS_1


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya


Insha Allah hari ini kita double up lagi


__ADS_2