Deep Heart

Deep Heart
42. Baik-baik saja


__ADS_3

Ketiganya kaget melihat warna mata Amara ... kedua matanya berwarna putih.


" Tabib Isla ...apa yang terjadi ??" tanya Bibi


" Amara... apa kau bisa melihat kami ??" tanya Saga sambil memegang tangan Amara, Amara memejamkan matanya kembali namun Isla melarangnya


" Jangan pejamkan matamu...lihat mataku Amara !!" titah Isla membuat Amara pun melihat mata Isla berlahan warna bola mata Amara berubah mengikuti warna mata Isla... seolah-olah warna mata Isla memantul mewarnai warna mata Amara yang semula berwarna putih


Amara terbatuk hebat... tak lama ia pun muntah darah dan pingsan kembali. Saga kembali panik... ia sangat bingung melihat apa yang terjadi pada Amara


" Isla.... jawab aku !!" bentaknya pada Isla


" Tenanglah jendral... semua racun sudah keluar dari tubuh Amara, ia akan baik-baik saja ... hanya saja warna bola mata Amara akan berubah karena pengaruh mantra penyihir jahat itu... apakah tidak apa-apa Jendral ??" jelas Isla


Saga kembali bisa menarik nafas panjang mendengarnya... ia terduduk di lantai sambil bersender pada bak mandi Amara


" Yang penting Amara tidak apa-apa, warna bola mata bukanlah masalah kini... karena aku mencintai semua yang ada pada dirinya bukan sekedar bola matanya " ucap Saga tanpa sadar


" Jadi Jendral mencintai Amara ??" tanya bibi... Saga mengangguk


" Ya bi.... walau aku tak pernah mengungkapkan nya pada Amara, dan kurasa aku akan menyesal jika tak mengungkapkannya segera " sahut Saga membuat bibi tersenyum senang


" Bibi ayo kita angkat Amara ke kamar... sudah cukup ia di sini " ajak Isla


" Biar aku yang mengangkatnya Isla !!" cegah Saga....Saga pun mengangkat tubuh polos Amara dan membawanya ke kamarnya... ia memakaikan pakaian dengan telaten lalu menyelimutinya


" Sekarang apa yang harus kita lakukan Isla ??" tanya Saga


" Kita hanya bisa menunggu Amara siuman Jendral.. kurasa ia akan baik-baik saja " jawab Isla


" Ee .. jendral apakah Jendral melihat wajah penyihir itu ?? apakah jendral mengenalnya ??" tanya Isla


" Aku melihatnya namun aku tak mengenalnya.. ia sudah agak tua... rambutnya hitam ikal dengan hidung mancung dan mata panjang " jawab Saga


" Apakah ia memakai ikat kepala berwarna merah ??" tanya Isla


" Ya....bagaimana kau bisa tau Isla??"

__ADS_1


" Berarti tebakanku benar... penyihir itu bernama Maya, ia adalah penyihir dari kerajaan Sobaria " ucap Isla membuat Saga terkejut


" Dari Sobaria...?? mengapa penyihir dari kerajaan Sobaria ingin melukai Amara...apa salah Amara , Amara bahkan tak pernah bertemu mereka ??" tanya Saga ... Isla pun terdiam sesaat


" Apa ini ada hubungannya dengan lamaran putri Sobaria pada anda Jendral ??" tanya bibi


" Apa hubungannya lamaran mereka dengan Amara ?? tidak ada bi !!" elak Saga


" Ada jendral... Maya selain seorang penyihir juga seorang peramal, jadi walaupun Jendral menyembunyikan hubungan jendral dengan Amara... Maya bisa melihatnya..Saya sarankan anda menyelesaikan permasalahan dengan kerajaan Sobaria jika ingin Amara aman " ucap Isla membuat Saga terdiam


" Benarkah semua ini...?? mengapa Amara yang mereka serang bukannya Aku ??" tanya Saga lagi


" Karena Amara menjadi penghalang keinginan kerajaan Sobaria " jawab Isla membuat Saga terhenyak


" Jadi aku penyebab semua petaka ini ??"


" Bukan Jendral... bukan anda maupun Amara tetapi keserakahan dari kerajaan Sobaria. Anda kan tau Jendral... raja Sobaria hanya memiliki 2 anak. Anak tertua mereka laki-laki sudah memiliki 2 permaisuri dari kerajaan di sekitarnya dari penaklukan mereka hingga kini pangeran Sobaria memimpin 2 kerajaan sekaligus. " jelas Isla


" Lalu... apa hubungannya dengan Jendral Saga ??" tanya bibi


" Mereka ingin Jendral Saga menikah dengan putri Sobaria agar bisa mengantikan Raja Sobaria... mereka memerlukan seorang pria yang bisa di andalkan untuk memimpin kerajaan dan tentunya Jendral Saga adalah calon yang sempurna " lanjut Isla


" Baiklah... kita bicarakan lagi besok, kalian istirahatlah aku akan menjaga Amara " titah Saga... keduanya pun keluar, Isla beristirahat di kamar bibi sedangkan bibi duduk di depan kamar Saga . Ia ingin menjadi orang pertama yang datang jika jendral Saga memanggil.


Saga mendatangi Amara... ia pun masuk ke dalam selimut yang sama dengan Amara ... di rengkuhnya gadis cantik yang telah menemani harinya selama 100 hari ini. Gadis yang telah masuk begitu dalam ke hatinya kini.


Saga memeluk Amara dengan erat... ia tak ingin kehilangan Amara, Amara adalah gadis yang begitu sempurna untuknya... Saga tak akan menukarnya dengan apapun walaupun itu dengan kekuasaan sebesar kerajaan Sobaria sekalipun.


Saga akhirnya tertidur sambil memeluk Amara, ia hanya bisa tidur nyenyak jika bersentuhan dengan kulit mulus Amara... apalagi jika mencium wangi tubuh Amara, ia semakin cepat terlelap.


🌸🌸🌸🌸


Amara mengeluarkan tubuhnya yang terasa begitu kaku... ia pun membuka kedua matanya dan mendapati Saga yang tengah memeluknya begitu erat. Amara tersenyum melihat jendralnya yang terlelap seperti seorang bayi. Di elusnya wajah tampan itu berlahan.... merasa wajahnya ada yang mengelus wajahnya Saga pun segera membuka matanya.


Wajah cantik Amara yang sedang tersenyum langsung terlihat ... membuat hatinya langsung menghangat.


" Kau baik-baik saja ? bagaimana perasaanmu ??" tanya Saga

__ADS_1


" Amara baik-baik saja... memangnya kenapa ?? apakah ada yang terjadi ??" tanya Amara bingung


" Kau tak ingat apa yang terjadi semalam ??"


" Emmm... semalam anda sangat kuat, tentu saja Amara ingat " sahut Amara, Saga terdiam... rupanya Amara tak ingat apa yang terjadi semalam.....


" Jendral... kita berada di vila ?? kapan kita ke sini ??" tanya Amara begitu menyadari di mana mereka berada


" Semalam saat kau tertidur begitu nyenyak... kemarilah, aku ingin menciummu !!" titah Saga lalu menarik Amara kembali ke pelukannya... di ciumnya Amara dengan penuh perasaan... Amara meladeni ciuman Saga, ia selalu berusaha menyenangkan Jendralnya kapanpun di manapun.


Ciuman berangsur menjadi cumbuan , rasa takut kehilangan membuat Saga menggila pagi ini... ia menumpahkan kembali hasrat membaranya pada Amara


" Aahhhhhhh.... aku mencintaimu Amara... aku mencintaimu !!" ucap Saga di sela erangan tandanya ia mencapai kepuasannya.


Amara yang mendengar pernyataan Saga merasa begitu bahagia...akhirnya ia mendengar juga perasaan jendral Saga padanya.


" Amara juga sangat mencintai anda Jendral ah ah ah " bisik Amara sambil meremas rambut Saga yang tengah merasakan nikmat yang tiada tara itu.


" Tok...tok...tok... Jendral Saga apakah anda sudah bangun ??apakah Amara baik-baik saja ?? " terdengar ketukan bibi dari luar kamar yang merasa cemas karena tak terdengar pergerakan apapun dari kamar jendral Saga padahal hari sudah hampir siang


Saga pun mengakhiri kegiatannya... ia berebah sambil mengatur nafasnya yang masih menderu


" Tok..tok..Jend..."


" Kamu baik-baik saja Bi, siapkan saja sarapan kami !!" titah Saga


" Maaf Jendral... kata tabib Isla, Amara jangan mandi dulu ... tabib Isla akan memeriksanya dulu " pesan bibi


" Mengapa tabib Isla mau memeriksa Amara ?? Amara kan tidak sakit " tanya Amara pada Saga


" Hanya pemeriksaan rutin saja, pakai pakaianmu aku akan memanggil tabib Isla masuk !!" titahnya...Amara pun menuruti perintah Saga


Tabib Isla masuk ke kamar Saga bersama bibi. Keduanya terkejut melihat ranjang yang berhamburan akibat pergulatan keduanya...


" Jendral....jangan bilang kalian...yang benar saja !!." ucap bibi keceplosan membuat wajah Amara memerah seketika


See you next eps

__ADS_1


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya


__ADS_2