Deep Heart

Deep Heart
53. Tulus


__ADS_3

Semua kaget melihat botol minuman yang berhamburan di kamar Saga, belum lagi isi kamar yang berantakan seakan ruangan sehabis terkena gempa . Saga nampak sedang berdiri di depan jendela sambil memegang pedangnya... tubuhnya bergetar hebat namun tak ada suara yang terdengar darinya


" Kalian keluarlah semua !!" titah Erden, Erden kemudian mendekati pamannya dan menyentuh pundak Saga dari belakang


" Paman.... !!" ucapnya terhenti mendapati baju Saga yang bergetar seolah sedang menangi... bergegas Erden membalik tubuh pamannya dan memang pamannya itu sedang menangis...


" Pa...paman...paman menangis ?? apakah aku bermimpi?? bagaimana mungkin orang sekuat paman bisa menangis ??.ada apa paman ?? " tanya Erden tak percaya dengan apa yang di lihatnya


" Tanyakanlah pada ayah dan ibumu tercinta.. pergilah aku sedang ingin sendirian !!" usir Saga


" Aku tau paman... ini masalah pernikahan paman kan, jika paman tak setuju mengapa tak menolak... bukannya lama sudah memiliki kekasih ??" lanjut Erden membuat Saga semakin meradang


" Sudah kukatakan tanyakan pada mereka .. keluar!!!" teriak Saga , namun Erden bukannya keluar... ia malah duduk di kursi dan meminum sisa minuman yang masih tersisa


" Aku sudah tau kelakuan keduanya paman... katakan apa yang bisa kubantu , aku akan membantu paman dengan senang hati... apakah paman mau kawin lari dengan kekasih paman... aku akan membantu paman, sungguh !!" ucap Erden serius


Saga terkekeh...


" Jika aku ingin melakukan itu aku tak memerlukan bantuan mu Erden, aku bisa menghilang dengan mudah " sahut Saga


" Jadi mengapa paman sampai seperti ini...?? mengapa paman tak memperjuangkan cinta paman??"


" Karena ini...!!" ucap Saga sambil menyerahkan surat dari ibunda suri.. Erden membacanya dan ikut menghela nafas


" Jadi ... apa yang akan paman lakukan ??" tanyanya lagi dan kembali menegak minuman keras di tangannya...


" Aku tak bisa melakukan apapun Erden... aku hanya bisa melihat dan menikmati hatiku yang patah dan hancur berkeping-keping, pergilah Erden !!" untuk ke sekian kalinya Saga mengusir Erden....saat ini hanya ketenangan yang di carinya


" Baiklah paman... tapi aku serius jika ada yang bisa kubantu.. katakan saja, paman bisa percaya padaku !!" ucap Erden sebelum keluar meninggalkan kamar Saga


Saga memandangi bulan yang sedang bersinar terang di langit...


" Amara... maafkan aku sayang, aku tau kau pasti sangat menderita begitu mendengar berita ini... maafkan aku maafkan aku " ucap Saga sepanjang malam sampai ia lelah

__ADS_1


🐲🐲🐲🐲


Keesokan harinya....


Semalaman istana tak tidur karena mempersiapkan pernikahan dadakan yang spektakuler. Berita pernikahan Jendral yang sangat di puja itu mengegerkan seluruh warga. Banyak yang senang namun tak sedikit yang patah hati.


Putri Sofia sangat bahagia... ia begitu cepat terbangun karena sudah tak sabar untuk melakukan janji suci dengan pria yang sangat di sukainya. Senyum indahnya tak berhenti membuat kedua orang tuanya turut bahagia.


Saga pun mau tak mau sudah bersiap di kamarnya... pagi buta Sora sudah mengetuk kamarnya dan memaksanya melakukan ini itu . Tak lama Erden masuk ke kamar Saga....ia menghela nafas panjang melihat pamannya yang sudah terlihat begitu tampan dengan pakaian nya.


" Jadi paman akan tetap melaksanakan perintah ayah ??" tanya Erden


" Bukan perintah ayahmu tapi perintah ibusuri yang sudah membesarkan aku apapun itu, aku berhutang kasih sayang yang begitu besar di masa lalu yang harus ku bayar di masa depan " sahut Saga


Saga mengeluarkan sebuah surat dari laci mejanya dan memberikannya pada Erden


" Setelah acara pernikahanku selesai... tolong kau pergi ke vila dan berikan surat ini pada bibi, ingat Erden rahasiakan surat ini dari siapapun... hanya bibi yang boleh membacanya !!" pinta Saga


" Baik paman... paman bisa percaya padaku, jadi setelah menikah apakah paman akan tinggal di kerajaan Sobaria ??" tanya Erden


" Maksud paman ??"


" Aku hanya berkewajiban untuk menikah dengan putri Sobaria... selebihnya tidak !!" jawab Saga.. Erden hanya bisa diam, entah apa yang di rencanakan pamannya itu... ia tak berani bertanya melihat wajah Saga yang mengeras


🌹🌹🌹🌹


Akhirnya waktu pernikahan pun tiba... kerajaan sudah di hias sedemikian rupa berubah menjadi sangat indah, ribuan bunga segar di sematkan di setiap sudut istana .


Semua pihak yang bersangkutan sudah hadir di tempat pernikahan. Hanya Saga yang belum datang, Sora pun masuk ke kamar Saga untuk menjemputnya.


" Saga... mengapa kau tak segera ke tempat pernikahanmu ??" tanya Sora begitu membuka kamar Saga


" Aku sengaja menunggu mu kakak ipar !!" sahut Saga mengagetkan Sora

__ADS_1


" Mengapa..?? ada yang ingin kau sampaikan padaku ??" tanya Sora


" Ya... "


" Baik... katakanlah !!" ucap Sora


" Saat ini mungkin kau menang karena berhasil menghancurkan hatiku namun suatu saat hatimu akan jauh lebih hancur dariku....di saat itulah kau akan meminta maaf padaku Sora !!" ucap Saga lalu melangkah keluar kamarnya tanpa suara lagi


Sora bingung mendengar perkataan Saga itu


" Ada apa dengannya... mengapa ia malah menyumpahi aku padahal aku sudah susah payah mencarikan istri yang begitu cantik dan ia akan memiliki masa depan yang begitu cerah dengan menikahinya !!" omel Sora dalam hati


Setelah Saga datang... acara pun di mulai, pemimpin pernikahan menikahkan keduanya di saksikan seluruh penduduk kerajaan yang di perbolehkan melihat dari kejauhan. Penduduk meng-elu-elukan nama jendral yang begitu mereka kagumi dan sayangi itu.


Wajah bahagia Sofia berbanding kontras dengan wajah membeku Saga. Nampak sekali Saga tak bahagia namun tak ada yang perduli kecuali Erden. Erden turut bersedih melihat keadaan pamannya itu


" Paman.. aku berjanji akan membantu paman untuk bersatu dengan kekasih paman kelak, jika nanti aku sudah menjadi raja aku berjanji tak ada seorangpun yang boleh menindas paman seperti sekarang ini !!" ucap Erden dalam hati


Selesai mengucao janji suci... Sofia segera mengandeng lengan Saga untuk menerima ucapan selamat dari para tamu. Wajahnya begitu bahagia membuat ayah dan ibunya juga begitu bahagia..


Acara pun berlanjut dengan pesta rakyat yang akan di gelar selama 3 hari 3 malam.


Merasa lelah Saga segera masuk ke kamarnya, namun belum juga membuka pintu kamar.. Sora kembali mengganggunya, ia menarik Saga menjauh dari kamarnya


" Saga kau sudah menikah, kau tak bisa kembali lagi ke kamarmu.. mulai malam ini kau tidur dikamar istrimu !!" ucap Sora dan membuka pintu kamar Sofia dan mendorong Saga ke dalam kamar.


Saga berjalan masuk ke dalam kamar yang nampak remang-remang dan begitu wangi. Seluruh lantai kamar penuh dengan taburan kelopak bunga berwarna merah hingga memenuhi ranjang.


Betapa kaget Saga melihat di atas ranjang Putri Sofia sudah menunggunya dengan memakai pakaian dalam yang begitu sexy.......


Apakah yang akan terjadi sista...??


Tunggu kelanjutannya besok ya...🥰🥰🥰

__ADS_1


Ini ya penampakan putri Sofia di atas ranjang menanti Saga....



__ADS_2