Deep Heart

Deep Heart
223. Senjata Rahasia


__ADS_3

" Apa kau merindukan suamimu Sarah ?? " tanya Amara membuat Sarah kaget luar biasa


" A....apa ???" cicitnya tak percaya


" Dari mana ibu tau Sarah sudah menikah ?? apakah ayah yang memberitahu ibu ?? tapi bukannya ayah berpesan agar Sarah tidak mengatakannya pada ibu karena .....ayah tidak menyukai kakak tampan...🥹🥹" tanya Sarah bingung


" Kau memanggil Erden kakak tampan ?? ha ha lucu sekali , ya ibu tau putriku namun bukan dari ayahmu... ibu juga berpura-pura tidak tau kalau suamimu sekarang berada di rumah tamu " sahut Amara terkekeh


" lalu ibu tau dari mana ??"


" Pagi pertama kedatanganmu ibu tidak mendapati ayahmu di samping ibu, lalu ibu mendengar suara bising dari rumah tamu seperti suara orang yang sedang berduel pedang ... ibupun melihat dan ternyata benar ayahmu sedang berduel dengan Erden... keponakannya sendiri, ...." Jabar Amara... mata Sarah langsung saja melotot dengan tangan menutupi mulutnya sendiri


" A... apa... mereka berduel ?? apakah kakak tampan terluka ?? siapa yang kalah ??" tanya Sarah lagi... air matanya menetes tak bisa di rem lagi


" Mereka sama kuat tak ada yang kalah atau yang menang dan keduanya sama-sama terluka, awalnya ibu bingung ada apa dengan keduanya namun akhirnya setelah ibu mendengarkan lagi dengan seksama betapa kagetnya ibu ternyata kalian sudah menikah " lanjut Amara


" Lalu....apa ibu sependapat dengan ayah ?? ibu ingin Sarah berpisah dengan kakak tampan ??😥😥" tanya Sarah lagi dengan wajah begitu sedih, Amara membingkai wajah putrinya itu... di halusnya air mata yang menghiasi wajah cantik itu dengan penuh kasih sayang


" Katakan Sarah... kau mencintai Erden atau tidak dan kau mau berpisah dengannya atau tidak... jawablah dengan jujur nak !!??" tanya Amara , Sarah membalas pandangan ibunya... air matanya kembali menetes mengingat bagaimana kakak tampannya itu dulu malah menyukai ibunya... ia jadi galau


" Apa ada yang ingin kau tanyakan Sarah ??" selidik Amara melihat tingkah aneh Sarah


" ada Bu....berjanjilah ibu tak akan marah !!"


" Baik ibu berjanji..."


" kata ayah dulu kakak tampan juga menyukai ibu, ayah sampai bertarung dengan kakak tampan untuk memperebutkan ibu... apakah itu benar Bu ?? lalu...."


" Lalu....??"


" Lalu... apakah ibu pernah walau sedikit juga menyukai kakak tampan ??" tanya Sarah akhirnya ... Amara tersenyum bijak, ia paham rupanya putrinya cemburu dengan kisah masa lalu


" sayangku....saat itu Erden masihlah muda dan ia tak tau bahwa ibu adalah milik ayahmu... itu hanya cinta monyetnya... sedangkan ibu tentu kau sudah tau hati ibu hanya untuk ayahmu semenjak ibu pertamakali mengenal pria...ok, jauhkan perasaan ragu itu dari dalam hatimu " jawab Amara membuat Sarah bisa bernafas lega kini, Sarah memeluk Amara dan menangis di dada ibunya itu


" Sarah sangat mencintai kakak tampan ibu....Sarah tak ingin berpisah namun Sarah tak berani melawan ayah hik hik hik !!" jawab Sarah dengan derai air mata


Amara memeluk putrinya dengan penuh kasih sayang


" Ibu akan membantu memenuhi keinginamu Sarah, bersabarlah... beri ibu sedikit waktu ok !!" bisiknya

__ADS_1


" Terimakasih ibu... terimakasih hik hik hik " akhirnya Sarah tertidur juga di pelukan Amara setelah lelah menangis... tinggallah Amara seorang diri memandangi langit malam, otaknya sedang berfikir keras bagaimana caranya bisa mempertemukan Erden dan Sarah terlebih dahulu.


Sebuah senyum kecil muncul di bibir Amara setelah ia menemukan sebuah cara untuk menolong putrinya.


Pagi-pagi sekali Amara sudah bangun dan mencari bibi untuk menanyakan keadaan Erden


Bibi melaporkan Erden sudah mau di obati , demamnya berkurang namun masih susah makan.


" kau bawakan sarapan ini...dibawah piring ini ada surat untuk Erden, pastikan ia membacanya dan bakarlah setelah ia selesai membacanya... jangan sampai jendral tau akan surat ini !!" bisik Amara....bibi mengangguk paham lalu membawakan sarapan untuk Erden


Lagi-lagi malam ini Erden tak bisa tidur, ia sangat merindukan istrinya.... jika benar-benar tak ada jalan baginya bersama Sarah lagi, lebih baik ia mati saja


" Tuan... bangun dan makanlah sarapan ini !!" panggil bibi yang baru saja sampai


" Tinggalkan saja di situ bi... nanti aku akan memakannya " sahut Erden tak bergerak


" tuan Erden... sarapan ini nyonya Amara yang membuatkannya khusus untuk anda, setidaknya makanlah sup nya dulu sebelum dingin !!" ucap bibi namun kembali Erden tak merespon


" apa tuan yakin tak mau membaca surat dari nyonya Amara ???" sentil bibi lagi membuat Erden langsung meloncat


" surat...?? mana ??" kejar Erden membuat bibi terkekeh


" Apakah surat itu dari Sarah bi ??" tanya nya sambil mengunyah


" tidak tuan....dari nyonya Amara, tapi bibi rasa ada hubungannya dengan nona Sarah !!" sahut bibi


Secepat kilat Erden menghabiskan semuanya... jika bisa tak di kunyah pasti tak di kunyahnya makanan itu 🤭🤭


" Mana bi ??" kejar Erden sudah tak sabaran


" Suratnya di balik piring tuan... ingat sehabis membacanya tuan harus segera melenyapkannya agar tak ketahuan tuan !!" lanjut bibi, Erden segera mengambil surat tersebut dan membacanya dengan dada berdebar


" Sembuhkan dirimu dalam 3 hari, jika kau sembuh aku akan mempertemukan dirimu dengan Sarah !!" isi surat Amara begitu singkat dan padat namun berhasil membuat wajah mendung Erden langsung tersenyum lebar


"'Yes... yes... yes... terimakasih bi...ha ha ha !!" Erden begitu bahagia, Amara mau membantunya... ia bahkan sampai mengangkat bibi dan memutar bibi saking bahagianya


" Turunkan bibi tuan...bibi sudah tua nanti jantungan !!" teriak bibi


" A....aduh sakit !!" luka Erden pun terbuka kembali akibat ulahnya

__ADS_1


" Tuh kan tuan sih....!!"


" Panggilkan tabib bi... aku harus cepat sembuh untuk bertemu pujaan hatiku !!" pinta Erden sambil duduk kesakitan, bibi segera membakar surat dari Amara dan bergegas memanggil tabib kembali


❤️‍🔥❤️‍🔥❤️‍🔥❤️‍🔥


Tiga hari berlalu... keadaan masih sama saja, perbedaan hanya terjadi pada Erden karena ia benar-benar telah sembuh dalam 3 hari. Ia sangat menanti-nanti janji Amara untuk mempertemukannya dengan Sarah, setiap ada yang datang ia langsung menoleh difikirnya Sarah namun bukan ... bahkan hari sudah sore Sarah belum juga nampak


" Apakah Amara berbohong ??" tanya Erden dalam hati, tiba-tiba seseorang datang lagi....Erden langsung terlonjak senang namun ternyata....


" Salam tuan, saya tukang cukur... saya diboerintahkan untuk memotong rambut dan mencukur semua bulu di wajah anda !!" ucap Seorang pria membuat Erden hanya bisa melepak kepalanya... demi Sarah mau tak mau iyapun duduk diam seribu bahasa 😡😡🤦


Sementara itu di kamar Saga...


Setelah makan malam Amara kembali bergabung ke kamar Sarah...


" Sayang sampai kapan kau membuatku menunggu ??" tanya Saga prustasi


" Sabarlah sayang... mandilah yang bersih malam ini , mana tau kau beruntung !!" jawab Amara ambigu, Amara lalu ke kamar Sarah sambil membawa sebuah bungkusan


" Apa itu ibu ??" tanya Sarah


" Ini....senjata rahasia kita untuk malam ini he he he " jawab Amara sambil membuka bungkusan yang di bawanya ...


" senjata rahasia ?? " beo Sarah tak mengerti


" Taraaaaa .... kau pilih yang mana ??" tanya Amara sambil memegang kedua gaun tidur yang begitu sexy dan menggoda hanya warnanya saja yang berbeda membuat mata Sarah melotot...


" I.... ini yang namanya senjata rahasia ?? oh ibu ternyata ibu sangat nakal hi hi hi " keduanya cekikikan membayangkan bagaimana reaksi suami mereka masing-masing melihat mereka mengenakan gaun tidur yang kurang bahan itu


Kayaknya bakalan ada gempa bumi di pulau Saga malam ini 🤣🤣🤣


Yang mau ikutan tunggu episode berikutnya ya


Jangan lupa kasih bunda vote yang buanyakkkkkk 🥰🥰❤️


Karena kemaren libur hari ini bunda bonusin foto Erden yang sudah ngak gondrong dan ngak bejabek Yo


Cakep banget kan ❤️‍🔥❤️‍🔥

__ADS_1



__ADS_2