Deep Heart

Deep Heart
98. Memegang Rahasia


__ADS_3

" Hamba menghadap tuanku !!" ucap seorang bawahan Saga yang datang menyusulnya ke Hadon


" Katakan ... apa yang perlu kuketahui ??"


" Begini jendral... istri anda menyusul anda ke Mongun dan saat ini ia dan ayahnya raja Sobaria sedang menunggu anda di kerajaan anda, mereka sudah mengetahui pernikahan kedua anda dan seperti nya putri Sofia dan ayahnya ingin bertemu dengan nona Amara !!" lapor mata-mata yang begitu setia pada Saga.


Hanya Amer satu-satunya mata-mata yang mengetahui di mana Saga berada bahkan seorang Aflan saja tidak di perkenankan Saga untuk mengetahui keberadaannya. Amer adalah seorang mata-mata yang sangat terlatih dan begitu setia pada Saga.


" Jadi mereka sudah menunggu aku di Mongun ?? apakah mereka marah ?? apa Sofia ingin bercerai dariku ??" tanya Saga


" Raja Max sempat marah karena anda tidak meminta izin dulu saat akan menikah lagi , putri Sofia tidak menceraikan anda ... ia malah bertekad akan mengikuti kemanapun anda tinggal walaupun ke Medan perang sekalipun " jelas Amer


" Jadi Sofia tidak mau menyerah padaku ?! sungguh keras kepala dia , mengikuti ku tinggal di Medan perang hah.... paling seminggu dan ia akan menangis minta pulang !!" omel Saga mendapati betapa Sofia begitu keras kepala


" Apa ada hal lain yang perlu kuketahui ??" tanya Saga lagi


" Raja Xoga baru saja pulang dari lawatannya ke luar daerah dan raja Xoga membawa nyonya Astina bersama nya " jelas Amer


" Biarkan saja bukan urusanku !!" sahut Saga


" Tapi berita ini ada kelanjutannya tuanku !!" ucap Amer ragu-ragu


" Katakan !!" titah Saga


" Sepertinya raja Max dan permaisuri Sora jadi dekat jendral... dari pengamatan saya sepertinya raja Max mempunyai perhatian lebih pada permaisuri Sora !!" jelas Amer....Saga terdiam, jelas ia sedang berfikir keras saat ini


" Lalu Aflan ??"


" Menurut kaki tangan saya... tuan Aflan baik-baik saja di kampungnya , anak dan istrinya sangat dekat " lapor Amer lagi


" Yah... setidaknya ada berita bahagia di antara semua beritamu Amer, baiklah aku akan kembali ke Mongun beberapa hari lagi....setelah aku kembali kau beristirahatlah selama sebulan dan nanti bisa bergabung lagi dengan kami " titah Saga sambil memberikan sekantung emas pada Amer


" Terimakasih jendral... hamba akan kembali ke Mongun lebih dulu !!" pamit nya namun belum lagi mendekati pintu Amer pun berbalik

__ADS_1


" Maafkan kelancangan hamba jendral... bolehkan hamba berpendapat ??" tanyanya sambil membungkuk


" Tentu saja Amer... duduklah jangan seperti itu, katakan apa yang ingin kau sampaikan ?!"


" Begini jendral....menurut hamba sebaiknya jendral tidak membawa nona Amara ke Mongun, hamba takut jika identitas nona Amara di ketahui nona Amara bisa berada dalam bahaya... anda kan tau jendral, bagaimana sifat orang Sobaria... mereka sangat kejam jika sudah membenci seseorang " ucap Amer sambil menunduk... Amer sangatlah memuja jendral Saga... melihat jendralnya itu kini bahagia dengan Amara, ia tak ingin kebahagiaan itu terganggu


" Aku akan memikirkannya Amer, terimakasih atas saranmu !!" ucap Saga


Setelah Amer pergi Saga terdiam cukup lama... otaknya sedang berfikir keras menelaah semua laporan dari Amer. Kepalanya sedang menyusun rencana dan strategi terbaik untuknya dan Amara, lamunannya segera berakhir begitu Amara terlihat datang bersama Ratia. Ratia kini sedang mengunjungi mereka di vila...


" Saga... kapan kalian akan menginap kembali ke tempatku, kata Amara kalian akan kembali beberapa hari lagi, jangan lupa dengan janjimu !!" todong Ratia begitu sampai


" Aku tidak lupa Ratia... kami akan datang nanti, tenang saja !!" sahut Saga, sepulangnya Ratia....Saga mengajak Amara mandi bersama dan makan malam yang begitu romantis.


Amara sangat bahagia....melihat bagaimana Saga memperlakukannya dengan begitu baik bahkan sangat baik, Saga selalu romantis dan perhatian padanya juga memperlakukannya layaknya seorang ratu


Selesai makan dan beristirahat....seperti biasa Saga menggendongnya ke ranjang dan menyelesaikan malam mereka dengan penuh cinta.


" Amara... kau tinggallah di Hadon bersama Ratia dulu, aku belum bisa membawamu bersamaku ke Mongun ... bukan karena malu dan tak bisa mengakuimu namun karena menjaga keselamatanmu, kau bisa mengerti kan sayang ?? " tanya Saga setelah percintaan panas mereka


" Aku belum bisa memastikan, tapi segera setelah aku bisa membereskan Sofia, aku akan segera menjemputmu " ucap Saga sambil memeluk erat Amara


" Jika bukan karena janjiku yang belum tuntas pada ibu suri.. aku tak akan kembali ke kerajaan , aku akan mengajakmu tinggal di rumah puncak air terjun ... rumah yang sudah kupersiapkan untuk ku tinggal menghabiskan masa tuaku bersamamu " ucap Saga lagi, sungguh sangat berat rasanya berpisah dengan Amara kali ini


Beberapa hari kemudian...


Saga pun mengantar Amara ke kerajaan Hadon dan menitipkannya pada Ratia dan suaminya. Ratia senang sekali karena ia bisa berlama-lama bersama dengan adik angkatnya... Amara


" Jangan khawatir Saga... Amara aman bersama kami " ucap Hendrik yang di angguki oleh istrinya


Saga mencium Amara begitu mesra dan lama... ia benar-benar menikmati rasa nikmat bibir Amara yang akan menjadi kenangan yang menemani hari-hari nya entah sampai kapan


" I love you Amara...!!"

__ADS_1


" I love you more jendral Saga !!" balas Amara


Saga lalu menaiki kudanya dan segera menuju kerajaan Mongun .


Setelah hampir satu Minggu lamanya di perjalanan akhirnya Saga pun tiba di istana kerajaan Mongun.


Sofia nampak sudah menantinya di depan pintu masuk istana... ia sudah tak sabar lagi memeluk suaminya, sang jendral Saga


Baru saja Saga turun dari kudanya... Sofia segera berlari dan memeluk Saga tak lupa sambil.mencium bibir suaminya itu dengan penuh rasa rindu. Saga tak bisa berkutik selain meladeni kemanjaan Sofia karena banyak mata memandang ke arahnya termasuk kakak dan mertuanya.


" Ayo masuk suamiku... aku sudah menyiapkan air mandi untukmu !!" ajak Sofia dengan manisnya, tanpa suara Saga mengikuti saja tarikan tangan Sofia.


" Selamat datang adikku... apa kau baik-baik saja ??" sapa Xoga


" Aku baik Kak... terimakasih atas perhatianmu !!" sahut Saga


" Mana selirmu Saga...?? jangan bilang kau menyembunyikan nya dari kami !!kau sungguh tak tau adat, seenaknya saja menikah tanpa meminta izin dulu pada kami " tanya Max sambil berkacak pinggang menghadang Saga


Saga diam saja... ia hanya menatap mertuanya itu lalu tersenyum setelah melihat sedikit bekas kissmark di dada Max , Saga lalu mendekat dan berbisik pelan di kuping mertuanya


" Setidaknya aku tidak menaiki ranjang istri orang mertuaku sayang...!!"


Deg.... Max melotot tak percaya mendengar jawaban menantunya itu, bukannya meminta maaf ia malah mengajak perang padanya dengan sindiran itu...


Saga pun melangkah melewati Sora begitu saja tanpa menyapanya....


" Adikmu itu sungguh tak sopan Xoga !!" omel Sora lalu masuk ke dalam sambil menghentakkan kakinya tanda ia sedang sangat marah


Wajah Max memerah...


Bagaimana mungkin Saga tau masalah ini ?? apakah Saga juga memegang rahasiaku sebagaimana aku memegang rahasia kakaknya ???


See you next eps sista

__ADS_1


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya


__ADS_2