
" Kakak....??" tanya ketiganya sambil saling pandang
" Ya ... di mana kakak kalian Sarah ?? jangan bilang ia tidak ikut dengan kalian ??" tanya Saga dengan suara sudah mulai meninggi....
Jika Sarah sampai berani melanggar perintahnya... ia akan menghukumnya dengan berat....
Wajah Amara sudah seputih kapas.....
" Bagaimana ini...?? mengapa Sarah belum juga kembali dari rumah tamu, bukannya ini sudah siang ??oh Sarah...... " cicit Amara dalam hati
tiba-tiba saja...
" Duar.......!!" Sarah keluar dari dalam kolam sambil mengagetkan Saga dengan menyemburkan air ke tubuh Saga membuat semua anak-anak nya tertawa karena Saga yang begitu kaget
" Ayah tertipu.... ayah tertipu ha ha ha ha !!!" olok ke empatnya membuat Saga yang semula hendak marah besar langsung terkekeh bahagia
" ayah... ibu ... ayo bergabung bersama kami !!" panggil Sarah, salah seorang anak Saga keluar dari kolam dan menarik Saga membuat Saga pun mau tak mau bergabung.... ketiga anaknya langsung mengerubuti ayah mereka dengan suka cita
Amara pun bergabung setelah bisa bernafas lega... ia mendatangi Sarah dan mencubit pipinya dengan gemas
" Hampir saja ibu jantungan kau buat putriku !!" omelnya... Sarah hanya tertawa saja
" Ibu... kata adik ibu paling kuat menyelam di air....bagaimana jika kita berlomba !!" ajak Sarah
" kau bisa juga....??"
" Ya iyalah ibu.... seumur hidup tinggal dengan para naga bagaimana mungkin Sarah lemah di air .. bagaimana ??" tantang Sarah
" Ayooo... siapa takut ??.. anak-anak ibu akan bertanding dengan kakakmu... kalian jurinya ya !!" teriak Amara membuat adik-adik Sarah bertepuk tangan dengan semangat
" Ibu pasti menang !!" teriak mereka
" Tidak... kakak juga pintar !!" teriak yang satu
" baiklah... ayah yang akan menjadi juri ya... satu.... dua... tiga .....!!" keduanya langsung menarik nafas panjang sebelum merendamkan seluruh tubuh mereka ke dalam air....
Sudah cukup lama Amara tak melakukannya.... ia jadi tak terlalu terbiasa lagi ,
Amara segera keluar dari air setelah sudah merasa tak kuat lagi dan ternyata keduanya keluar bersamaan
__ADS_1
" Ternyata keduanya sama-sama kuat.... hebat, ayah akan memberikan hadiah untuk keduanya berupa ciuman dan pelukan !!" ucap Saga yang merasa sangat bahagia kini ... ia bisa berkumpul dan bercengkrama lengkap dengan semua anggota keluarga rasanya sangat indah.
Amara dan Sarahpun mendekati Saga , keduanya memeluk Saga dengan penuh rasa kasih sayang....
Erden menonton semua kejadian bahagia itu dari atas pohon tanpa di ketahui siapapun kecuali Saga yang bisa merasakan ada pergerakan dari tempat di mana Erden berada, namun Saga tak menggubrisnya saat ini selama Erden tak menganggu... ia tak mau waktu quality time nya terganggu.
Erden menghela nafas panjang... ia begitu iri rasanya melihat bagaimana bahagianya pamannya kini.
Apakah ia juga bisa mengalami hal bahagia seperti itu dengan Sarah kelak ?? atau ia akan menderita selama sisa hidupnya kelak karena harus berpisah dengan pujaan hatinya itu ??? tapi ia tak sanggup untuk berpisah dengan Sarah.. jika sampai ujungnya nanti paman nya tak juga memberi restu... ia tak punya pilihan lain selain menggunakan caranya sendiri agar bisa bersama Sarah... apapun caranya itu !!
" Aku harus segera mencari jalan agar bisa kembali bersama Sarah.... apa yang harus kulakukan agar paman memberikan restunya pada kami ?? benarkah aku harus membuang ibu yang telah melahirkan aku untuk Sarah ?? apakah itu benar ?? " kepala Erden terus berputar mencari jalan
❤️🔥❤️🔥❤️🔥❤️🔥
Seminggu kembali berlalu, malam ini kembali Amara akan membantu Sarah untuk bertemu suaminya... sebenarnya karena hampir ketahuan, Amara sudah tak punya nyali untuk membantu Sarah namun Sarah yang setiap malam memohon padanya karena begitu merindukan kakak tampannya membuat Amara akhirnya luluh
" Jika kali ini ketahuan... mau tak mau aku harus memasang badan dan melawan suamiku untuk yang pertama kalinya , namun demi kebahagiaan Sarah... aku rela !!" ucap Amara dalam hati....dengan tekad di hati Amara berjalan menuju ke kamar mereka.
" Ibu.....!!" panggil Sarah membuat Amara berbalik... Sarah berlari menuju ibunya dan memeluknya dengan erat
" Terimakasih ibu... ibu yang terbaik , Sarah sayaaaang ibu !!" bisiknya bahagia
" Apapun untuk kebahagiaanmu putriku sayang muah muah.... berbahagialah sayang !!" sahut Amara sambil menciumi pipi Sarah
💐💐💐💐
" Bagaimana Sarah , kita ke Mongun yah !!" pinta Erden lagi usai kegiatan berkebun mereka
" Sayang.....jika kita pergi begitu saja , kasihan ibu. Ibu sudah menolong kita dan jika ayah tau ibu pasti akan di marahi ayah " jawab Sarah
" Jadi kita ini bagaimana....tak mungkin kan begini terus, apa kau tak kasihan padaku yang harus merana selama seminggu untuk menunggu bertemu denganmu sayang "
" Entahlah ... kakak sendiri bagaimana apa tidak bisa mengusahakan apapun agar ayah merestui kita ??" tanya Sarah membuat Erden terdiam
Semalaman Erden termenung, pertanyaan singkat Sarah tadi terus membuatnya berfikir....
Sarah benar, ia seorang pria... ia yang harus bertindak jika ingin mendapatkan sesuatu, ia yang harus berkorban untuk mendapatkan keinginannya
Saat Sarah tertidur pulas, Erden bangun dan menulis sesuatu ... cukup lama ia terdiam di depan suratnya sebelum akhirnya ia pun memberikan cap kerajaan Mongun di surat tersebut. Selesai dengan kegiatan itu baru Erden bergabung kembali di ranjang dan memeluk Sarah dengan segenap jiwanya
__ADS_1
Pagi menjelang....
Pagi ini Saga bangun lebih pagi dari Minggu lalu, ia ingin memastikan sesuatu....
Dan ternyata benar, putrinya tidak berada di kamarnya juga di kamar anak-anaknya yang lain. Kemana Sarah ?? apakah benar kecurigaannya selama ini , Sarah diam-diam menemui Erden di belakangnya ???
" Ini tak bisa di biarkan ... aku akan segera mengusirnya dari sini !!" ucap Saga dan masuk kembali ke kamarnya lalu mengambil pedangnya.
Namun saat Saga hendak keluar nampak Amara berdiri di depan pintu menghalanginya keluar
" Apa maksudmu Amara ??" tanya Saga
" Jangan...jangan melakukan itu suamiku, kasihan anak kita . Sarah sangat mencintai suaminya !!" pinta Amara membuat kaget Saga
" Jadi kau tau jika Sarah menemui suaminya dan kau tidak melarangnya Amara ?? " tanya Saga kesal
Amara hanya mengangguk
" Kau sudah tidak menganggap aku suamimu ?? kau berani melawan perintahku hah 😡🤬??" cecar Saga lagi
" Maafkan aku suamiku, namun aku tidak tahan melihat air mata putriku... walau bagaimanapun aku adalah ibunya, air matanya bagai sembilu yang menusuk dadaku " ucap Amara membuat Saga tak bisa berkata-kata lagi, sungguh ia kecewa sangat kecewa dengan sikap Amara
" Menyingkir lah Amara !!" titah Saga... Amara hanya menggeleng tak mau bergeser
" Amara !!" seru Saga lagi , Amara tetap diam
" Kau sungguh tak menganggap ku Amara !!" untuk kedua kalinya Saga begitu marah...
Amara duduk bersujud di kaki Saga
" Untuk pertama kali dalam pernikahan kita aku memohon padamu suamiku, izinkan putri kita bahagia " mohon Amara
" Kau fikir Sarah akan bahagia jika bersama Erden hah ?? apa kau mau Sarah akan berhasil sama denganmu karena Sora ??itu yang kau inginkan ?? tak mungkin Erden mau menjauh dari ibunya ..Apa kau senang jika putrimu di jahati oleh Sora ??" cecar Saga marah bukan kepalang
" aku yakin Erden akan melindungi Sarah dengan nyawanya , seperti kau melindungi aku selama ini suamiku " jawab Amara
" Dari mana kau tau ?? apa kau ada bertemu dan berbincang dengan Erden di belakangku hah 😡😡??" tambah esmosi jiwa lah si Saga mendengar jawaban Amara
waduh kayaknya bakalan tambah ambyar ini ....
__ADS_1
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya