Deep Heart

Deep Heart
262. Gawat


__ADS_3

Ketiganya segera berlari ke kamar Erden mendengar teriakan bercampur tangisan dari Sarah, apalagi Xoga wajahnya begitu pucat... sungguh ia tak menyangka betapa kejam Sora mantan istrinya hingga menyebabkan anak mereka sendiri terluka begitu parah


Begitu sampai di kamar terlihat bibir Erden begitu biru dan tubuhnya bergetar membuat Sarah dan Amara kalang kabut


" Isla tolong Erden, ada apa dengan Erden ??" pinta Amara , Isla segera memeriksa Erden dan matanya membulat seketika ketika ia tak merasakan sedikitpun denyut nadi dari Erden lagi


" Apa...?? tidak mungkin, racun apa ini ??" tanyanya tak percaya


" kakak....bangun kakak, jangan tinggalkan Sarah ... kakakkkkk hik hik hik !!" Sarah menangis tak berhenti


" Ada apa Isla ??" tanya Saga berbisik


" Sepertinya raja Erden tak akan bertahan..."


" Apa...?? tidak mungkin??" potong Saga


" Tapi aku sudah tak bisa merasakan denyut nya lagi " sahut Isla membuat Saga juga kaget , Isla lalu meletakkan kupingnya ke dada Erden


" Sepertinya masih ada tanda kehidupan tapi begitu lemah...seandainya ada mutiara naga mungkin bisa membantu raja Erden untuk bertahan, tapi gua para naga begitu jauh ... raja Erden tak akan bisa menunggu selama itu " jelas Isla


" Apa mutiara naga ?? aku memilikinya... aku akan mengeluarkannya !!" sahut Saga cepat


" Aku juga punya kan.. keluarkan juga milikku suamiku !!" timpal Amara


" Maaf Jendral....Amara, milik kalian sudah lama di tubuh kalian, kekuatannya sudah tak seperti dulu..Raja Erden harus mendapatkan yang baru " potong Isla


" Walau tak sehebat dulu setidaknya kan bisa menolong walau sedikit " kekeh Saga dan Saga pun bersila untuk mulai mengeluarkan mutiara naga di tubuhnya


" Tunggu... Sarah apa kau tidak bisa memanggil kakek naga ke sini ??" tanya Amara pada Sarah yang masih menangis


" Kakek naga ?? " beo nya yang tak terlalu memperhatikan obrolan sekitarnya


" Iya.. bisakah kau memanggil kakek naga ke sini karena suamimu memerlukan mutiara naga dari kakekmu !!" ulang Amara ... Sarah segera menghapus air matanya , ia lalu mengeluarkan kalung yang selalu melekat di lehernya semenjak bayi lalu menekan mata kalungnya yang berwarna hijau itu sambil memanggil kakek naganya


" Kakek... datanglah, Sarah memerlukan bantuan kakek !!" ucapnya sambil terisak

__ADS_1


Hening sesaat karena semua orang menanti apakah raja naga akan datang setelah Sarah memanggilnya


" Kakek hik hik hik...kakek " panggil Sarah lagi, tak lama jendela terbuka dan hembusan angin terasa memasuki kamar membuat suhu di kamar menjadi begitu dingin. Tiba-tiba saja raja naga sudah berada di antara mereka


" Kau memanggilku Sarah ? ada apa cucuku ....kau menangis ??" tanya raja naga mengagetkan semua yang berada di kamar , Sarah berlari memeluk kepala kakek naganya sambil terisak


" Kakek... tolong suamiku kek hik hik kakak terluka " rengeknya begitu manja


Aflan dan Xoga yang baru kali ini melihat penampakan raja naga secara langsung merinding betapa menakutkannya sang raja naga namun Sarah terlihat tak ada takut-takut nya pada naga itu .


Raja naga mendekati Erden yang sudah memburu wajahnya... ia mengendus tubuh Erden beberapa kali


" Siapa yang melukainya ? ini bukan sembarang racun.... " tanyanya


" Sora... ibu kandungnya namun tujuannya bukan Erden namun putriku Sarah !!" sahut Saga


" Apa...? cucuku ingin di musnahkan ? Sora ...siapa dia ? aku akan membuat perhitungan dengannya !!" terdengar gelegar kemarahan sang raja naga


" Kakek....tolong kakak dulu hik hik , berilah kakak mutiara naga milik kakek " pinta Sarah sambil menangis membuat kemarahan raja naga segera turun, raja naga memeluk Sarah dengan penuh kasih sayang


" Kau sudah mengandung Sarah ??" tanyanya....Sarah pun mengangguk


" Sarah... kakek tak bisa memberikan mutiara naga terakhir ini untuk suamimu karena itu jatah anakmu, jika tidak anakmu tidak akan bisa hidup di dunia manusia " ucap raja naga


" Tapi kakek... suamiku , dia bisa meninggal jika kakek tak menolongnya ...jika kakak tidak ada Sarah juga tak mau hidup lagi hik hik hik " ucapnya membuat semua terdiam termasuk raja naga yang kini begitu galau


Sementara itu di kamar Juan........


Juan akhirnya bisa beristirahat setelah meminum ramuan dari Isla....ia merasa rasa sakit di tubuhnya sedikit berkurang. Sungguh jika ia mengingat apa yang telah di laluinya , ia rasa sangatlah beruntung ia masih hidup saat ini. Mungkin ia adalah satu-satunya manusia yang beruntung masih hidup setelah terjun ke jurang yang begitu dalam , tak ada yang lain yang di bayangkan olehnya saat terbang di udara sebelum menyentuh air dan bebatuan kecuali wajah cantik istrinya, Milea .... namun....


" Apakah aku kembali ke Sobaria ataukah tidak ?? kurasa aku tak sempurna lagi sebagai seorang pria...aku tak bisa merasakan salah satu kakiku, kurasa kakiku patah atau apalah ... aku tak sempurna lagi sebagai seorang pria, aku sudah tak pantas mendampingi mu Milea..." ucapnya dalam hati ....setetes air mata terlihat menetes saat Juan menutup kedua matanya


" Biarkan aku bertemu suamiku... aku istri Juan, namaku Milea !!" terdengar suara Milea dari luar kamar.


Begitu suaminya pergi ke Mongun, Milea berkeras menyusul... ia mengamuk saat kedua orang tuanya melarangnya. Saat malam ia nekat kabur dan menyusul Juan ke Mongun, begitu sampai di Mongun ia segera mencari suaminya ke istana Mongun dan betapa kagetnya ia mendengar suaminya terluka parah.

__ADS_1


Milea segera berlari mencari keberadaan Juan namun begitu sampai di depan kamar di mana Juan di rawat ia tak di perkenankan masuk.


" Maaf nona ... Juan tidak memperkenankan siapapun masuk !!" larang penjaga pintu


" Tapi aku istrinya hik hik !! tak mungkin kan Juan tak mau bertemu aku " sahut Milea lagi


" Hanya tabib Isla yang di perkenankan masuk karena luka Juan sangatlah parah "


" Tolonglah tuan aku tidak akan menyentuh Juan aku hanya ingin melihat dan menjaganya ...please !!"


" Maaf nona ... kembalilah , ini adalah permintaan Juan ..Juan tak mau bertemu siapapun selain tabib "


" Walaupun itu aku ... istri nya dan anak kami ??" tanya Milea sambil mengelus perutnya


" Maaf nona , silahkan anda pergi " tolak penjaga pintu tetap pada perintah , Milea mendekati pintu dan berusaha mendobraknya


" Juan... ini aku Milea, Izinkan aku masuk... Juan Juan !!" teriaknya sambil memukuli pintu dengan kedua tangannya


" nona ayolah jangan membuat keributan !!" tegur penjaga


" aku akan tetap ribut sampai aku bisa bertemu Juan ... Juan... ini aku Milea Juan !!" Milea tambah berteriak , saat penjaga menahan tangannya kembali kakinya yang menendang-nendang pintu


Juan bukannya tak mendengar namun ia sudah bertekad tidak akan kembali pada istri dan keluarga istrinya lagi, ia tak mau hanya menjadi beban kelak


" Tuan mengapa anda tak mau menemui istri anda , apakah anda tidak kasihan mendengar ia menangis seperti itu ??" tanya tabib yang menjaganya


" Bisakah aku meminta tolong pada anda tabib ??"


" Apa tuan ?? anda mau saya membawa istri anda ke sini ??" tanya tabib


" Tidak... katakan padanya bahwa saya sudah meninggal, suruh dia pulang saja ke Sobaria !!" pinta Juan


" Apaaa... tuan apa tuan sudah gila ??"


Nah lho gimana sudah ini ???

__ADS_1


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya


__ADS_2