
" Kau takut sekarang...??" tanya Erden... mata keduanya bertatapan, Erden baru menyadari warna mata bocah di depannya ini begitu indah....sedang sang bocah menatap tanpa berkedip pada Erden
" takut...?? no way !! hiattt !!" gadis muda itu menginjak salah satu kaki Erden lalu dengan cepat memutar tubuhnya sambil memegang kuat salah satu tangan Erden dan dalam sekejap mata
Buk.... Erden terbanting ke tanah
" sekarang kau tak perlu meminta maaf pak tua.. satu sama !!" ucap gadis muda itu dengan begitu puas, Erden dengan cepat langsung berdiri... ia sungguh tak percaya dirinya baru saja di banting oleh seorang bocah ??? OMG... jika ada yang melihat mau di taruh di mana wajah dan martabat nya sebagai seorang raja
" kau..... berhenti !!" panggil Erden , sang gadis muda pun berbalik sambil melipat tangannya di atas perutnya
" Apa lagi ??" tanyanya sambil melotot
" berani sekali kau melakukannya padaku... apa kau tidak tau siapa aku hah 😡😡!" cecar Erden
" tidak... dan aku tidak mau tau, lagi pula untuk apa kau marah-marah pak tua ?? kita sudah satu sama !!" tanya gadis muda itu ....Erden terdiam, ia bingung harus berkata apa lagi... bocah itu sungguh bermulut tajam dan tak kenal takut
Akhirnya Erden pun mengalah... mengapa juga harus berkelahi dengan seorang bocah , seperti tak ada kerjaan saja lagipula hari mulai gelap... Erden pun mengumpulkan kayu bakar dan membuat api. Ia berjalan ke tepi danau lalu mengambil sebuah alat untuk menombak ikan. Setelah membuka pakaiannya Erden terjun ke danau dan menombak banyak ikan... ia sangat suka ikan segar yang langsung di bakar .
Tanpa menghiraukan keberadaan bocah tadi, Erden kini sedang asik membakar semua ikan yang baru saja di tangkapnya.
" ahhh akhirnya masak juga !!" ucap Erden lalu mengangkat semua ikannya dan menaruhnya di atas daun
" Wah enak sekali... boleh aku minta satu pak tua ??" tiba-tiba saja gadis muda itu sudah duduk di depan Erden tanpa dosa
" Tidak !!" sahut Erden keky
" Ikanmu begitu banyak.... mengapa kau begitu pelit pak tua ??" celotehnya lagi
" Karena kau memanggilku pak tua... "
" kau keberatan kupanggil pak tua ??"
" Sangat....sangat...!!😡😡" desis Erden sambil memakan ikannya lagi membuat air liur gadis muda itu menetes
" Baiklah.. aku janji akan mengubah panggilanku, kau mau di panggil apa ?? " tanyanya lagi
" emmm panggil aku kakak tampan !!" titah Erden
" Apa kakak...?? tampan ?? yang benar saja ????" ucap gadis itu membuat Erden kesal... ia menarik ikannya menjauhi gadis muda itu
" tidak mau ?? terserah.... pergi sana , jangan ganggu aku !!" omel Erden , gadis itu tak beranjak....matanya melihat Erden yang sedang memakan ikan dengan begitu lahapnya...
glek..glek...glek... ia menelan air liurnya berkali-kali
" Kakak tampan.....bagi dong ikannya !!" akhirnya kata-kata yang di nanti Erden pun keluar membuat Erden tersenyum lebar
" Ulangi... kurang jelas !!" pinta Erden lagi
" Mana ikanku kakak tampannnn??? kalau masih belum jelas juga berarti kuping kakak perlu di bersihkan " ucap gadis muda itu sambil memajukan wajahnya hingga berhadapan dengan wajah Erden, Erden segera mengambil seekor ikan dan menempelkannya ke bibir sang bocah
__ADS_1
" Ini dan jaga perkataanmu mulai sekarang !!" ucap Erden , gadis itu segera mengambil ikan itu dan memakannya dengan cepat..
" lagi kak....!!" pintanya lagi sambil mengulurkan kedua telapak tangannya, Erden kembali memberikan seekor ikan ke tangan bocah itu
" Terimakasih... he he, ohh lezat sekali ikan ini !!" celotehnya sambil terus mengunyah
" siapa namamu ??" tanya Erden
" Sarah...."
" Sarah...?? dimana rumahmu ??" tanya Erden lagi
" di sana !!" tunjuk Sarah pada sebuah gunung... Erden menaikkan sebelah alisnya
" di gunung itu ??" tanyanya lagi ....Sarah mengangguk...
" Bukannya di sana itu hanya ada hutan belantara ??" cicit Erden dalam hati
" lalu kau mau ke mana ??" lanjut Erden lagi
" Rahasia ...!!" ucap Sarah....Sarah lalu mencuci tangannya melempar buntelan pakaiannya di depan api lalu berebah seenaknya
" terimakasih kakak tampan, aku tidur duluan ya....sudah ngantuk woahhhh !!" ucap Sarah
" hei siapa yang mengizinkanmu tidur di sini ?? " protes Erden
Akhirnya lagi-lagi Erden hanya bisa mengalah...
" Dasar bocah aneh...!! " desis Erden
" aku mendengarnya ....!!" ucap Sarah lagi
" Lalu kenapa ?? kau mau protes ??"
" besok saja... aku sudah sangat mengantuk !!" Sarah kembali menyahut tanpa membuka matanya
Erden berebah di seberang Sarah, ia memandangi bintang di langit yang begitu indah... pemandangan yang begitu disukainya dan tak lama Erden juga terlelap
🌹🌹🌹🌹
Hari mulai terang... namun Erden masih betah bermalas-malasan, ia mengeratkan pelukannya untuk mempertahankan kehangatan....malam tadi memang sungguhlah dingin
Mengeratkan pelukan...??? tunggu dulu ???, Erden segera membuka kedua matanya dan benar saja... ia kini sedang memeluk seseorang dan orang itu adalah Sarah...???
bagaimana mungkin bocah itu bisa berada di pelukannya?? bukankah mereka tidur di halangi api unggun ??
Posisiku tidak berubah, tetap di sini...berarti??
" hei bocah bangun... mengapa kau pindah ke tempatku ???" tegur Erden marah... Sarah membuka kedua matanya berlahan, ia kemudia merenggangkan tubuhnya sambil menguap....
__ADS_1
" Pagi kakak.....ahhh enaknya tidurku sangat nyenyak!!" ucapnya tanpa menghiraukan pertanyaan Erden, Sarah langsung berdiri ... ia membuka bajunya di depan Erden tanpa sungkan lalu berjalan menuju kenarah danau...
" what the hell ???" cicit Erden dengan mata melotot
" ayo mandi kak.... airnya pasti sangat segar !!" ucap Sarah dan langsung meloncat ke dalam danau
" apakah gadis itu memang gila ?? bisa-bisanya ia membuka pakaiannya di depan ku setelah tidur di pelukanku tanpa malu ??? omg....sungguh gadis yang aneh " Erden tak habis pikir melihat kelakuan Sarah
Tak lama terdengar gelak tawa Sarah dari dalam danau, seolah ia tengah bercengkrama dengan seseorang.... karena penasaran Erden berjalan ke arah danau untuk melihat...
Mata Erden langsung melotot melihat Sarah sedang berhadapan dengan seekor buaya, tanpa berfikir lagi Erden segera menarik pedangnya dan masuk ke dalam air...
" Awas bocah !!!"
Tangannya segera menarik Sarah agar menjauh dari buaya itu dan ia segera menebaskan pedangnya ke arah buaya
" jangan kak....!!!" pekik Sarah, Sarah menarik tangan Erden dengan keras hingga Erden tertarik dan menimpa tubuh mungil Sarah karena hilang keseimbangan, membuat keduanya masuk ke dalam air dalam keadaan berpelukan
Erden segera melepaskan tubuh Sarah dan berdiri
" apa kau sudah gila bocah, mengapa kau menarikku hah 😡😡!!kau lebih senang di santap oleh buaya itu ?? " habis sudah kesabaran Erden
" buaya itu tidak jahat kak... dia temanku !!" ucap Sarah membuat Erden melepak kepalanya... Erden pun segera berjalan keluar dari danau
" what...??? teman ??? dasar bocah aneh , terserah.... jangan meminta tolong padaku, aku tak akan menolongmu !!!" omel Erden sudah tak bisa berkata-kata lagi dengan kelakuan Sarah
Sesampainya di depan api unggun... Erden segera Menganti melepas pakaiannya yang basah dan menjemurnya di dekat api agar cepat kering
" Mati ... mati saja kau, dasar bocah aneh !!buaya di bilang teman ?" omel Erden , ia tak mau mengurus keberadaan Sarah lagi.. Erden berjalan menuju pohon apel kemaren dan memetik beberapa apel tersebut lalu memakannya sambil terus mengomel, tak terasa sudah 10 biji apel di makannya ludes dan gadis itu belum juga terlihat
" Apakah kau sudah menjadi sarapan buaya itu bocah ??" tanya Erden dalam hati
" kakak ..... mengapa kau sarapan tanpa menungguku ???" terdengar suara Sarah membuat Erden tersedak apel....
" kau masih hi......" ucapan Erden terputus melihat penampakan Sarah yang sungguh berbeda dari semalam....
pagi ini ia nampak bersinar dengan baju merahnya dan rambut hitam panjangnya yang terurai begitu indah...
Glek.....Erden ternganga...
Secantik apa sih si Sarah yang bisa membuat Erden ternganga ...??
ow ow ow.. ternyata secantik ini ??
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya
__ADS_1