Deep Heart

Deep Heart
139. Rindu


__ADS_3

" Bertemu kekasihmu ?? rupanya kau sangat menyukainya Ha ha ha " gelak Saga


" Tentu saja paman... ya paman ikut aku sebentar ke vila ... please !!" pinta Erden


" Baiklah... ayo kita pamit pada ayahmu dulu !!" ajak Saga, keduanya lalu pamit pada Xoga yang sedang makan di temani oleh Astina.


Erden sama sekali tidak curiga padahal Xoga sudah berganti pakaian, hanya Saga yang berdehem beberapa kali sambil mengolok Astina..Astina hanya diam pura-pura tak mengerti, mana mungkin ia bisa membalas olokan Saga saat ada Erden di situ.


Keduanya lalu meninggalkan rumah peristirahatan menuju vila Erden di tengah kota.


" Seperti nya gadis itu sangat spesial Erden, wajahmu begitu berseri-seri ??" goda Saga membuat wajah Erden semakin sumringah


" Ternyata begini rasanya jatuh paman.., hatiku begitu berdebar-debar dan aku selalu merindukannya " sahut Erden


" Ya ... kau benar Erden, paman juga merasakan hal sama saat baru menyadari betapa aku menyukainya !! paman tak bisa tidur jikantak melihatnya , jadi kau tau sekarang betapa sakit dan hancurnya hati paman ini saat ini bukan ??" tanya Saga, Erden mengangguk tanda mengerti...


" Jendral.....jendral Saga !!" seseorang memanggil Saga membuat keduanya berhenti


" Kau...?? bagaimana ada kabar mengenai keberadaan Amara ??" tanya Saga


" Benar jendral, ada yang melihat nyonya Amara berada di perbatasan antara Mongun dan Sobaria.. semua mata-mata kini sedang memasuki Sobaria untuk mencari keberadaan Nyonya !!" lapor bawahan Saga


" Baiklah... ayo kita kesana juga !!, Erden maaf paman harus pergi... ini sangat mendesak, sampaikan salam paman pada kekasihmu, jika istriku sudah di temukan kami akan mendatangimu... paman janji !!" pamit Saga dan langsung menarik tali kekang kudanya tanpa menunggu jawaban dari Erden


Erden sedikit kecewa bahwa pamannya tidak sempat bertemu Malika namun hanya sejenak, wajahknya kembali berseri saat melihat penjual boneka....Erden segera menghampirinya dan membelikan sebuah boneka untuk Malika.


" Malika.... di mana kau ?? " panggil Erden begitu sampai di vilanya kembali


" Nona Malika sedang bermain di taman belakang pangeran !!" sahut dayang , Erden pun menyusul ke kebun belakang


" Pangeran Erden datang !!" teriak pengawal ... mengagetkan Malika yang sedang memetik beberapa tangkai bunga, Malika pun segera menunduk bersam para dayang


" Selamat datang... pangeran !!" ucap mereka bersamaan, Erden segera menarik tangan Malika dan memeluknya

__ADS_1


" Aku begitu merindukanmu cantik !!" bisiknya membuat Malika tertunduk malu


" Pangeran... hamba jadi malu!! " sahutnya sambil mendorong pelan tubuh Erden


" Aku membawakan hadiah untukmu Malika , ayo kita lihat di kamar !!" ajak Erden, keduanya lalu memasuki kamar


" Bo....boneka ??" tanyanya tak percaya melihat boneka besar yang berada di atas tempat tidur, Malika segera mengambil dan memeluk boneka besar yang berbentuk seperti kelinci itu


" Terimakasih pangeran... hamba sangat bahagia !!" ucapnya sambil memeluk boneka itu begitu erat


" Jika kau begitu suka... bukankah seharusnya kau m ngucapkan terimakasih dengan menciumku di sini ??" tanya Erden sambil menunjuk pipinya, Malika segera mendekat dan mencium pipi Erden singkat


" Terimakasih !!" bisiknya kemudian


" Apa...?? mengapa ciumanku begitu singkat... ulang !!" titahnya membuat Malika terkekeh, ia kemudian berjinjit lagi dan hendak mencium pipi Erden namun Erden segera memalingkan wajahnya hingga bibir Malika malah bertemu dengan bibir Erden.


Erden segera menyambar bibir manis itu dan memagutnya dengan mesra, mata Malika membulat kaget, namun sudah terlambat saat ia hendak melepaskan diri, kedua tangan kekar Erden telah menarik tubuhnya hingga keduanya menempel. Erden begitu menikmati saat mencicipi bibir manis Malika, libidonya kembali bangkit dengan begitu mudahnya


" Malika... aku sangat menginginkanmu... bolehkah ??" pintanya setelah melepas kan ciuman nya....Malika memandangi wajah tampan Erden sambil mengatur nafasnya , dadanya berdetak lebih cepat akibat ciuman Erden


" Malika... Malika ... apa yang terjadi padamu ??" tanya Erden panik namun Malika tak juga sadarkan diri


Erden segera memanggil tabib, setelah setengah jam baru Malika sadar kembali


" Jadi apa yang terjadi pada Malika ??" tanya Erden, tabib pun meminta izin untuk membahasnya di luar


Erden pun mengikuti tabib ke luar kamar


" Pangeran.... seperti nya sesuatu yang mengerikan pernah terjadi pada pitri Malika, bukannya pangeran mengatakan saat ini putri Malika tengah lupa ingatan ??" tanya tabib


" Iya...Malika lupa ingatan namun aku tak tau apa penyebab nya " sahut Erden


" Sepertinya rasa trauma terjadi jika putri merasa sedikit saja tertekan, maka hamba sarankan jangan membuat putri Malika tertekan dulu untuk sementara, karena kita tidak tau apa yang dulu terjadi padanya hingga meninggalkan rasa trauma yang begitu besar " jabar sang tabib

__ADS_1


" Baiklah tabib... terimakasih , aku akan lebih berhati-hati " ucap Erden lalu kembali ke kamarnya


" Malika maafkan aku, karena begitu egois ....aku tak akan memintamu untuk melakukan hal itu lagi, yang penting kau ada di sampingku... itu sudah cukup !!" ucap Erden sambil mengenggam kedua tangan Malika


" Maafkan Malika pangeran, hamba tidak tau mengapa tiba-tiba saja pingsan " jawab Malika


" Tidak... aku yang salah, sekarang tidurlah... aku akan menemanimu , tenanglah aku hanya menemanimu tidur....tidak yang lain ok !!" Erden pun menyelimuti Malika dan berebah di sebelahnya dan memandanginya sampai keduanya tertidur.....


SOBARIA....


kedatanga Sofia sangat membuat Soraya senang, ia langsung terlihat sehat padahal sebelumnya ia selalu sakit-sakitan. sedangkan Sora langsung masuk ke kamar yang di sediakan setelah menyapa permaisuri Soraya... ia merasa sangat lelah.


Setelah mandi dan berganti pakaian Sora segera merebahkan dirinya untuk beristirahat, tak ada yang bisa di lakukannya di luar kamar karena ternyata Erden sudah kembali ke Mongun... mereka selisih di jalan .


Saat ranjangnya berderit karena seseorang menaiki ranjangnya pun Sora bahkan tak bisa membuka kedua matanya... ia sungguh merasa kelelahan.


Max yang melihat kedatangan Sora... tak sanggup menahan rasa rindu yang telah di tahannya selama beberapa bulan ini. Max mengendus seluruh tubuh Sora yang sedang tergolek lemah. Tak memakan waktu lama pakai Sora sudah terlepas dari tubuhnya.... suhu tubuh Max memanas seketika saat melihat tubuh polos nan sexy di depannya


" Ohh Sora aku begitu merindukanmu !!" bisik nya sambil terus menciumi tubuh Sora, Sora yang akhirnya merasa terganggu pun membuka kedua matanya...


" Max.... apa yang kau lakukan ??" tanyanya kaget


" Apalagi menurutmu... aku sangat merindukanmu dan juga desahanmu Sora " sahutnya sambil membuka pakaiannya sendiri dengan tidak sabar


" Oh Max... aku begitu lelah hari ini, nanti saja " tolak Sora namun Max tak menggubris permintaan Sora


" Kau hanya tinggal menerima Sora, aku akan memberikan kenikmatan untukmu" bisik Max tak mau di tolak, Max segera memasuki Sora dengan segala hasrat terpendamnya.....


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya


Terimakasih untuk semua pembaca yang sudah mendukung novel ini...

__ADS_1


love you all ❤️😘


__ADS_2