
Hari yang di nanti pun tiba, setelah mata-mata memberi kabar tentang kapan pastinya rombongan sang putri akan melintas di wilayah mereka , Saga dan pasukannya pun bersiap.
Saga membawa 100 pasukannya untuk menculik putri. Mereka harus datang lebih dulu di lokasi agar bisa mempersiapkan Medan . Keuntungan mereka adalah rombongan putri akan lewat pada sore hari dimana berarti kondisi para pengawal putri sedang kelelahan setelah menempuh perjalanan sedari pagi.
Dengan penuh semangat Saga memacu kuda kesayangannya menuju sisi gunung di mana mereka akan melakukan eksekusi penculikan.
Setelah sampai di lokasi dan beristirahat selama semalam tiba-tiba salah satu mata-matanya datang melapor dengan panik
" Lapor Jendral !!" ucapnya dengan wajah penuh peluh
" Ya katakan ada apa ??" tanya Saga
" Kita salah perhitungan Jendral, kemarin saat rombongan putri meninggalkan kerajaan hanya membawa 500 pengawal kini ternyata kembalinya mereka di kawal lebih dari 1000 tentara, bagaimana ini Jendral... ??" lapornya panik, bagaimana tidak panik Saga hanya membawa 100 orang prajurit
Saga dia sejenak... jika meminta tambahan pasukan, waktunya tidak akan sempat karena sore ini rombongan putri akan melintas.
" Kau kembali ke arah mereka, cari tau tuan putri di kereta yang mana agar mudah dalam penyergapan. Apa ada ciri khas dari sang putri agar kita mudah mengenalinya ??" tanya Saga
" Kalau tak salah sang putri berambut coklat kepirangan dan matanya berwarna biru Jendral !!" jawab si mata-mata
" Baiklah cepatlah kembali jika kau sudah mendapatkan infonya !!" titah Saga lagi
" Baik Jendral... saya berangkat !!" si mata-mata pun kembali ke arah datangnya rombongan putri Sobaria
Saga melihat ke arah tebing gunung dan memerintahkan beberapa prajurit ikut dengannya.
" Roxana ... kau dan prajurit yang tersisa buatlah jebakan di daerah sini sedangkan Andre bawa 20 prajurit dan ikut dengan ku ke tebing itu !!" titahnya sambil menunjuk ke arah tebing
Setelah sampai di tebing, Saga memerintahkan para prajurit segera menyiapkan batu besar yang banyak terdapat di area tebing dan mendorongnya hingga ke sisi tebing... selama berjam-jam lamanya mereka mempersiapkan batu besar tersebut agar mudah saat di dorong nanti
" Kalian 10 orang tinggal di atas sini untuk mendorong batu batu ini hingga bisa mengenai pasukan yang melintas, ingat kalian mendorongnya setelah sepertiga bagian lewat setelah semua batu ini sudah di dorong... di posisi batu ini kalian langsung memanah mereka dari atas sini. Ingat jangan sampai anak panah terbuang percuma... jika satu dari kalian bisa memanah 20 orang saja maka sudah berkurang 200 prajurit , belum lagi di kurangi yang tertimpa batu dan yang terkena jebakan di bawah. Ingat konsentrasi... Andre , pimpin mereka !! aku percaya padamu !!" titah Saga tanpa rasa takut, ia tetap optimis bisa melakukan misinya walau mereka kalah jumlah.
Saga dan 10 prajurit sisanya lalu turun kembali ke arena. Saga segera memeriksa semua jebakan yang sudah di persiapkan oleh Roxana .
" Buat lebih banyak ....selagi masih ada waktu, setelah itu kita makan dulu dan beristirahat sejenak... kita harus dalam kondisi prima saat menghadapi musuh nanti !!" titah Saga
__ADS_1
" Baik Jendral...!!" jawab Roxana dan segera kembali bekerja.
Saga naik ke sebuah pohon tertinggi yang ada di hutan tersebut, ia lalu memandang jauh ke arah di mana vila nya berada
" Amara .... aku sangat rindu padamu, doakan agar aku berhasil hari ini agar aku bisa segera bertemu denganmu !!" ucap Saga sambil memejamkan matanya membayangkan wajah cantik Amara. Entah mengapa bisa ia begitu merindukan gadis itu ?? namun apakah Amara juga merindukan dirinya seperti ia yang kini begitu merindu
Mata Roxana sesekali menatap Saga yang sedang berada di atas pohon, apa yang di lakukan Jendral Saga di atas sana ?? cicitnya dalam hati
" Nona Anda pasti bertanya-tanya apa yang di lakukan Jendral di atas sana ??" sapa seorang prajurit
" Ya kau benar.....aku hanya heran rombongan tuan putri kan datangnya dari arah barat , tapi mengapa Jendral memandang ke arah yang berlawanan... ke arah timur ??" tanyanya penasaran
" Jendral kita bukannya sedang mengawasi musuh nona... dia sedang memandang ke arah kerajaan kita, semenjak datang dari vilanya Jendral sering begitu sepertinya ia sangat merindukan kekasihnya " jelas si prajurit membuat dada Roxana terasa di tuauk beribu jarum
" Apa benar Jendral sudah memiliki seorang kekasih ?? dari mana berita itu berasal ??" tanya Roxana lagi
" Dari pangeran... kata pangeran banyak orang yang melihat Jendral berjalan dengan seorang wanita yang begitu cantik... Jendral membelikan banyak barang pada gadis itu dan gadis itu menemani Jendral membeli pakaian ...bahkan gadis itu yang memilihkan pakaian Jendral " jelas si lemes dengan lengkap
Roxana terdiam sambil kembali menatap Saga dari kejauhan....
Roxana hanya bisa mengelus dada , ia tak bisa melakukan apapun untuk mengubah keadaan itu... namun setidaknya ia bersyukur masih bisa melihat dan berada dekat dengan pujaan hatinya itu.
Matahari sudah mulai condong ke arah barat... semua sudah bersiap saat mata-mata kembali dan memberi kabar bahwa sang putri berasa di kereta nomor 3 . Saga lalu memberi perintah pada pasukan di tebing agar mendorong batu setelah ke lima kereta lewat hingga menyisakan setengah prajurit untuk mereka eksekusi dari atas.
Terdengar suara derap kaki kuda merangkap suara kaki manusia. Semua sudah bersiap ... mereka tinggal menunggu perintah dari Jendral mereka yang sudah berada di atas pohon sedari tadi.
Ketika sepertiga rombongan sudah melewati titik yang di tentukan , Saga bersiul seperti burung. Mendengar kode dari sang Jendral pasukan di tebing pun melakukan pekerjaannya , mereka pun langsung mendorong batu batu besar yang sudah di beri sungkit agar mudah jatuh menimpa rombongan prajurit di bawahnya.
Bersamaan dengan jatuhnya batu batu besar dari tebing gunung ... pasukan yang berada di bawah langsung menyerang juga membuat rombongan pasukan Sobaria terkejut bukan main. Saga langsung turun dari pohon dan menyerang kepala pasukan..Ia bertempur melawan kepala pasukan yang ternyata adalah jendral dari kerajaan Sobaria yang menyamar menjadi kepala prajurit .
Saga sengaja langsung menyerang kepala prajurit agar para prajuritnya yang bingung tambah bingung karena ketua mereka tak bisa memberikan perintah apapun hingga pasukan Sobaria tambah kocar kacir.
Sedangkan Roxana membabat pengawal yang mengawal kereta tuan putri. Kelihaian Roxana membuat pengawal kereta dengan mudah di babatnya habis . Roxana lalu membantu pasukannya yang kalah jumlah dari pasukan Sobaria.
Cukup lama pertempuran berlangsung, akhirnya Saga bisa mengalahkan Jendral dari Sobaria padahal sang Jendral di bantu 2 orang wakilnya mengeroyok Saga.
__ADS_1
" Menyerahlah...!!" ucap Saga sambil mengarahkan ujung pedangnya ke leher Jendral Sobaria yang tengah terjatuh
" Tidak akan... lebih baik kau membunuhku !!" tolak Jendral Sobaria.... tanpa di sadari Saga kedua wakil Jendral tengah mengarahkan pedang mereka dari belakang Saga
" Jendral Saga... awassss !!" teriak Roxana dari kejauhan , Saga pun berbalik dan menangkis pedang yang hampir mengenai nya dan menyerang balik.
Tanpa rasa takut Saga kembali menghadapi ke tiganya , walau tubuhnya sudah mulai berdarah ia tak menyerah... keinginannya bertemu Amara membuat semangatnya berkobar kobar.
Hingga akhirnya Saga benar-benar menusukkan pedangnya ke dada Jendral Sobaria.
" Akhhhhhh!!" jerit nyaring sang jendral Sobaria
" Menyerahlah kalian semua.... jendral kalian sudah tumbang !!!" teriak Saga nyaring membuat semua pertempuran langsung terhenti. Pasukan Sobaria langsung berhenti dan melemparkan pedang mereka begitu pimpinan mereka sudah takluk.
Saga hanya melukai jendral Sobaria, ia memang tak mau membunuhnya... ia akan mengunakan si jendral sebagai penyampai pesan agar kerajaan Sobaria menarik pasukannya dari perbatasan dan berhenti mambantu para pemberontak.
Roxana membawa semua gadis yang berada di kereta. Ia bingung yang mana tuan putri sesungguhnya karena ke empatnya memakai pakaian yang sama yaitu pakaian rakyat jelata.
" Yang mana putri kalian ??" tanya Roxana namun tak ada yang mau bersuara ... mereka menutup rapat mulut mereka.
Saga pun mendekat, ia membuka satu persatu penutup kepala gadis-gadis tersebut dengan ujung pedangnya. Mata Saga tak bisa di bohongi... ia bisa melihat mana sang putri mana dayang-dayangnya karena aura seorang putri tak bisa di bohongi.
Ujung pedang Saga sudah akan membuka penutup kepala gadis terakhir...
" Jendral anda terluka parah!!" ucap Roxana membawakan kain hendak menyeka luka Saga namun Saga melarangnya, ia mengambil kain dari tangan Roxana dan membersihkannya sendiri membuat Roxana kecewa namun apa daya ia hanya bisa diam
Saga lalu melanjutkan kegiatannya tadi, begitu tudung kepala terangkat.... Saga terhenyak.... saat bertatapan dengan seorang gadis cantik bermata biru nan begitu indah, begitupun dengan sang gadis....ia langsung terpana melihat Jendral Saga yang begitu tampan
Bagaimana kah kelanjutan pertemuan Jendral Saga dan Putri dari kerajaan Sobaria, apakah keduanya akan jatuh cinta...???
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote
Putri Sophia dari kerajaan Sobaria
__ADS_1