
" Akulah yang bersalah atas semua yang terjadi... bukan Xoga, bukan Saga dan bukan rakyat Mongun.... maka jika Sobaria ingin menghukum seseorang , orang itu adalah aku !!" ucap Sora dengan suara bergetar
" Apaaaa...??" seru Xoga
" Ibu.....?!" tanya Erden
Kenan dan Max tersenyum miring mendengarnya
" Apa maksudmu Sora ?? kau yang bersalah ... dimana letak salahmu ?? " tanya Xoga bingung setelah kelimanya masuk ke sebuah kemah agar pembicaraan mereka tak terdengar banyak prajurit
" Erden... keluarlah dulu, ini pembicaraan orang tua !! Xoga perintahkan Erden untuk keluar !!" pinta Sora sambil memandangi manik mata putranya yang juga memandanginya dengan penuh tanda tanya
" Ibu...!!"
" Keluarlah Erden....!!" titah Xoga melihat mata Sora yang sudah memerah ... ia tau tak lama lagi air mata itu akan jatuh dari mata Sora...
" Akhirnya Erdenpun keluar dari tenda dan menunggu di luar "
" Jadi katakan Sora ....ada apa ini ??" ulang Xoga
" Kau sungguh tak tau atau berlagak bodoh Xoga, apa kau tak tau orang yang memerintahkan Roxana untuk membunuh Amara adalah istrimu ini !!" potong Max
" Apa...?? Sora mengapa kau harus bertindak sejauh itu , apa salah Amara padamu hingga kau begitu membencinya ?? " tanya Xoga lagi
" Amara tidak bersalah apapun padaku, tapi ia adalah putri dari wanita simpanan mu Xoga... putri dari seorang wanita yang sangat kubenci karena ia telah mengambil kau dan seluruh cintamu... aku sangat membenci Astina dan aku tak akan membiarkan ia bahagia , itulah alasannya Xoga !!" jawab Sora setengah berteriak... puas sudah ia bisa meluapkan segala yang ingin ia teriakkan setelah sekian lama memendamnya... Mata Xoga nanar menatap Sora tak percaya...
" Jadi Sora sudah tau mengenai Astina ?? itukah yang membuat nya begitu kejam pada Amara ?? tapi dari mana ia tau bahwa Amara adalah putri Astina ??" seribu tanya menghampiri Xoga namun mulutnya seolah terkunci tak bisa mengeluarkan suara apapun.... Ingin marah ia tak bisa, walau bagaimana pun dirinya lah yang mendua
" Jika kau marah... marahlah padaku Sora, jangan orang lain karena akulah yang bersalah !!" ucap Xoga akhirnya
Prok...prok..prok...
__ADS_1
" Wah wah wah... sungguh drama keluarga yang sangat mengharukan, cukup !! kami kemari bukan untuk mendengar semua drama kalian, sekarang kami hanya ingin Saga kembali pada Sofia atau perang akan terjadi !!" potong Max sambil bertepuk tangan
" Xoga sudah mengatakan pada kalian, kami sudah tak punya kekuasaan untuk mengatur Saga !!" potong Sora
" Jadi....Saga tak bisa kami dapatkan, lalu siapa yang harus mendapatkan hukuman dari Sobaria ??" desak Max kesal
" Aku yang akan bertanggung jawab, kalian boleh menghukum aku sesuka kalian dengan satu syarat ... Xoga harus mundur dan membiarkan Erden menjadi raja dan kalian berjanji tak akan menganggu Mongun " pinta Sora
Semua terdiam mendengar usul Sora
" Tidak... jika bisa menghentikan perang, kalian boleh menghukum ku... biarkan Sora pulang, anak anak sangat membutuhkan ibunya !!" pinta Xoga
Kenan dan Max saling pandang
" Terserah padamu ayah... Xoga atau Sora yang ingin ayah hukum... biar Saga nanti menjadi urusanku !!" bisik Kenan , Max menimbang dan menimbang.....
" Bawa Sora ke Sobaria untuk menjalani hukumannya, dan kau Xoga mundurlah sebagai raja dan angkat Erden secepatnya !!" titah Max lalu berlalu dari depan Sora begitu saja
.. sebuah rencana sudah di susunnya untuk menghukum Sora
Erden yang melihat ibunya di bawa berusaha mencegahnya
" Ibu.... ibu....lepaskan ibuku !!" teriak Erden menghadang kereta Sora
" Beri aku waktu untuk berbicara dengan putraku !!" pinta Sora
" Ibu... mengapa ibu ikut mereka ?? ibu salah apa Bu ??" tanya Erden begitu cemas apalagi melihat tangan ibunya di ikat, Sora tersenyum manis di depan Erden
" Ibu harus mempertanggungjawabkan semua yang telah ibu lakukan anakku... namun ingatlah, ibu sangat mencintaimu dan ibu melakukan ini semua demi masa depanmu !! jaga kedua adikmu... jika kita tak bertemu lagi jangan pernah membenci ibu ðŸ˜ðŸ˜" pesan Sora yang sudah tak bisa membendung air matanya, di pandanginya wajah tampan putranya itu untuk terakhir kalinya... ia tau kecil kemungkinan ia bisa melihat putra kesayangannya itu lagi
Sepanjang jalan menuju Sobaria Sora hanya bisa melamun, hanya dengan jalan ini putranya akan selamat dari pembantaian Sobaria dan hanya dengan jalan ini ia bisa meninggalkan Mongun tanpa di ketahui bahwa di perutnya telah tumbuh janin dari seorang Max, Sora tak bisa menghadapi Erden jika anaknya itu tau mengenai kehamilannya dengan pria lain ini dan Sora juga tak ingin Xoga tau dia telah berselingkuh walaupun terpaksa.
__ADS_1
Sora tak ada keinginan untuk memberitahu Max mengenai kehamilannya ini, bahkan jika ada kesempatan ia ingin mengugurkan bayi di perutnya ....
Sesampainya di Sobaria, Max membawa Sora ke kuburan Soraya
Krek..krek..krek... pakaian mewah Sora di robek oleh Max hingga terlepas dari tubuh moleknya
" Kenakan pakaian budak ini !!" titah Max... Sora menurut saja tanpa suara
" Mulai sekarang kau tinggal di kuburan ini menemani Soraya , bersihkan kuburan istriku 2 kali sehari ...jangan coba-coba melarikan diri, nasip Mongun berada di tanganmu Sora ... mengerti !!" titah Max ... Sora mengangguk pasrah
" Jawab aku budak !!" bentak Max sambil meremas dagu Sora agar menatapnya... terlihat mata Sora yang nampak berkaca namun tak menggoyahkan kebencian Max
" Hamba mengerti yang mulia !!" sahut Sora pelan
" Bagus !....berikan makanan budak padanya, jangan ada yang membantunya... jika ada yang membantunya maka nyawa kalian taruhannya !!" titah Max lalu pergi meninggalkan Sora di area kuburan Soraya.
Hari sudah gelap....di tempat yang dingin dan hanya di temani sebuah lilin kecil inilah kini Sora berada, sepiring bubur dingin dan segelas air putih di hidangkan untuk makan malamnya.
Sora memandangi makanan di depannya sambil tersenyum miris
" Apapun yang kau lakukan padaku Max... aku tak akan mengeluh, demi Erden dan masa depannya ... putraku berhak untuk menjadi seorang raja dan hidup enak sepanjang hidupnya, kau adalah hasil dari cinta ibu nak !!" ucap Sora dengan air mata menetes, tangannya kemudian mengelus perutnya yang masihlah rata itu....
" Dan kau... apakah kau juga hasil dari kasih sayang ?? atau karena keterpaksaan ?? apakah kita akan bertemu kelak ?? ibu tak tau... ibu serahkan semua pada kehendak alam !!" bisik Sora dan ia pun tertidur sambil mengelus perutnya
Byur....Sora langsung terbangun saat seember air menguyur tubuhnya
" Bangun budak...segera bersihkan kuburan istriku !!" bentakan Max terdengar begitu memekakkan telinga Sora, dengan tubuh menggigil Sora membersihkan kuburan Soraya, tangannya sampai lecet karena Max menyuruhnya menggosok batu nisa Soraya berulang kali sampai mengkilat
Max melihat Sora tak memakan bubur semalam
" Jika ia tak memakan sarapannya, jangan beri makan apapun lagi hari ini !!" titahnya lalu pergi meninggalkan Sora
__ADS_1
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote