Deep Heart

Deep Heart
71. Surat


__ADS_3

Seharian Aflan mengurung Isla di kamar... ia tak memperkenankan Isla turun dari ranjangnya kecuali mau ke kamar mandi, membuat Isla kesal luar biasa


" Apa maumu Aflan ... kau tak boleh menahan aku seperti ini , kita bukan siapa-siapa !!" umpat Isla kesal


" Siapa bilang kita bukan siapa-siapa, kau sekarang adalah kekasihku cantik !!"


" A...apa... kekasih ?? apa kau sudah gila Aflan !!" mata Isla melotot tajam tangannya bergetar begitu hebat saking marahnya


" Ya aku sudah gila.. jadi jangan menolakku atau aku tak akan berhenti bercinta denganmu sampai kau hamil !!" sahut Aflan membuat Isla terdiam.. ia takut Aflan memasukinya lagi, cukup 2 kali dan itu sudah membuat tubuhnya limbung


Isla akhirnya hanya bisa diam... ia membalikkan tubuhnya memunggungi Aflan, air matanya jatuh satu-satu meratapi kesialannya... mengapa ia bisa bertemu dengan seorang Aflan, duda karatan brengsek itu 🤬🤬


" Sudah... jangan menyumpahiku dalam hati... jelek-jelek begini aku adalah calon suamimu " sambung Aflan membuat Isla terbatuk


" Uhuk...uhuk...uhuk...si siapa yang mau menikahimu duda brengsek, aku tak Sudi !!"


" Terserah cantik... tapi mau tak mau kau pasti menjadi istriku nanti , walau aku tidak setampan jendral Saga tapi cintaku tak perlu kau ragukan Isla... aku bersedia mati untukmu "


" Cih... aku tak percaya dengan rayuan Pulau kelapamu itu !!"


" Kalau kau tak percaya... ini ambilah tusukkan saja di mana kau suka aku tak akan melawanmu sayang... selamat malam muah " ucap Aflan lalu memberikan pedangnya ke tangan Isla... Aflan berebah sambil membuka kedua tangannya seolah memberikan tubuhnya untuk Isla


Isla mengenggam erat pedang Aflan... ia pun duduk dan menoleh pada Aflan yang sudah berebah dengan pasrah, di bukanya sarung pedang itu


" Dasar kau duda mesum brengsek... menyesal aku mengenalmu 🤬🤬!! mati saja kau !!" desis Isla sambil mengangkat tangannya yang memegang pedang Aflan , ia mengerakkan tangannya hendak menusuk dada Aflan


Tinggal setipis benang ujung pedang akan menembus kulit Aflan... namun akhirnya Isla menghentikannya, ia menghempaskan pedang itu ke lantai sambil menangis


" Aku benci kau Aflan... aku benciiiii hik hik hik !!" teriak Isla yang tak sanggup melakukannya


" Hei... mengapa kau malah menangis, tusuk saja aku !! bukankah kau sangat membenci aku, jika kau tak membunuhku aku akan terus maju Isla " ucap Aflan


" Sebencu apapun aku padamu Aflan... aku bukan seorang pembunuh aku adalah seorang tabib yang memiliki tanggung jawab menyelamatkan nyawa orang bukan memusnahkannya 😤😤" jawab Isla lalu turun dari ranjang hendak meninggalkan Aflan namun ia lupa betapa miliknya masih begitu sakit akibat perbuatan Aflan. Baru selangkah tubuh Isla sudah goyah dan lemah, Aflan segera menangkap tubuh Isla dan menggendongnya kembali ke ranjang


Aflan lalu menyelimuti Isla dan mengecup keningnya dengan mesra...


" Maafkan aku jika kau merasa tak rela bertemu pria miekin dan jelek ini di dalam hidupmu " bisik Aflan sebelum keduanya tertidur

__ADS_1


Keesokan harinya...


Setelah mandi dan membuatkan sarapan Aflan pun pamit pada Isla


" Aku akan ke vila jendral ... tolong buatkan ramuan obat untuk jendral, aku akan mengambilnya nanti " ucap Aflan lalu keluar dari rumah Isla.


Kedatangan Aflan di sambut gembira oleh bibi


" Selamat datang tuan Aflan, ada perlu apa anda ke mari ??" tanya bibi setelah menyilahkan Aflan minum


" Aku akan kembali ke perbatasan bi... bisakah bibi menolongku !!"


" Tentu saja... katakan apa yang bisa ku lakukan tuan Aflan ??"


" Bisakah Amara menulis sepatah dua patah kata untuk jendral Saga... kurasa Jendral Saga sangat merindukannya ...." pinta Aflan yang di angguki bibi.


Perbatasan.....


Hampir 2 bulan berlalu dan Aflan belum juga kembali, Saga selalu bertanya pada bawahannya tentang kedatangan Aflan jika ia kembali dari Medan perang setiap hari... namun Aflan tak ada kabar


Saga semakin gelisah... ia semakin tak mau beristirahat, luka di tubuhnya semakin banyak bukan hanya itu kumis dan jabis kini sudah tumbuh hingga menutupi wajah tampannya.


Sore ini Saga kembali ke markas mereka setelah 3 hari tak pulang. Ia turun dari kudanya dengan wajah lesu padahal hasil di lapangan sangat memuaskan... mereka sudah hampir menguasai separuh wilayah musuh.


" Ada kabar dari Aflan ??" tanyanya pada prajurit yang memegang tali kudanya


" Tuan Aflan baru saja datang jendral !!" lapor sang prajurit


" Panggilkan dia !!"


" Baik jendral !!" Saga lalu duduk di depan api unggun sambil melepaskan baju zirahnya yang penuh dengan darah


Tak lama Aflan pun datang


" Salam Jendral !!, apakah jendral se..." sapanya


" Tak usah banyak basabasi.. laporkan tugasmu segera !!" potong Saga

__ADS_1


" Baik Jendral... saya sudah berhasil menjalankan misi dan hasilnya sangat menggembirakan..putri Sofia tidak hamil " lapor Aflan senang... segaris senyum segera menghiasi wajah Saga, betapa hatinya begitu lega mendengar berita itu


" Dan satu lagi jendral !!" lanjut Aflan


" Katakan...!!"


" Putri Sofia ternyata serigala berbulu domba !!"


" Maksudmu ??"


" Apa jendral tau, untuk menjebak jendral... ia setiap malam tidur dengan pria berbeda agar ia bisa mengandung , tapi nasip baik masih berpihak padamu jendral... karena bertahun-tahun mengkonsumsi obat penahan hamil dulu sekarang ia susah hamil ha ha ha rasakan kau wanita licik !!" umpat Aflan sambil mengepalkan tangannya


" Lalu mengapa kau begitu lama baru kembali hah ??! lambat sekali kerjamu, kau kan tau di sini kami sedang berperang " tanya Saga


" He he maaf jendral , demi jendral aku memutar dulu ke kerajaan kita Mongun dan membawa ini untuk penawar rindu Jendral " jawab Aflan sambil mengibas kan sebuah surat dengan tangannya


" Penawar rindu...?? apa maksudmu !!"


Aflan segera membaca tulisan di amplop


" Teruntuk bulanku dari bintang....." mata Saga langsung membulat


" Berikan surat itu padaku !!" bentak Saga dan merebutnya dari tangan Aflan


Dengan berdebar Saga membaca tulisan tangan Amara yang begitu indah...


" Teruntuk bulanku dari bintangmu.... Amara ❤️❤️" wajah Saga langsung berubah drastis, senyum lebar segera nampak bahkan sampai membuat giginya terlihat. Dengan tangan bergetar Saga membuka surat di tangannya...ia pun mulai membaca surat tersebut


" Selamat malam jendralku... penguasa hatiku.... apa kabarmu di sana, Amara harap jendral baik-baik saja. Amara di sini sehat dan bertambah gemuk karena bibi selalu melotot sampai biji matanya mau keluar jika Amara tak mau makan 😥😥"


" Ha ha ha bibi..bibi ha ha ha " gelak Saga di sela membaca surat Amara


" Namun Amara sangat merindukan jendral... setiap malam Amara hanya bisa memandangi bulan dari taman agar rindu bisa sedikit berkurang. Apakah Jendral juga merindukan Amara ???...."


" Sangat... Amara, aku sangat merindukanmu...aku merindukanmu sampai aku gila rasanya " ucap Saga lagi , Aflan yang melihatnya tersenyum sendiri


" Oh jendral baru membaca suratnya kau sudah seperti orang gila.... apalagi......"

__ADS_1


Apalagi Aflan.....????


Wess sambung besok sista


__ADS_2