Deep Heart

Deep Heart
158. Katakan


__ADS_3

Karena weeked onel perpanjang edisi sengkleknya Yo , yang belum cukup umur ataupun jomnes sebaiknya skipp aja deh 🀭🀭


🌿🌿🌿🌿


" Kau habis makan stroberi Sora? siapa yang memberikannya padamu ??" tanya Max membuat Sora kaget....bukannya itu memang jatah makannya ?? pikir Sora


" Siapa lagi kau fikir ??" sahut Sora membuat Max berfikir jika Sora kembali memetik stroberi liar di sekitar makam.


" Bisakah kau nyalakan lilin nya Max... aku takut gelap " pinta Sora, Max lalu menyalakan lilin bukan karena Sora yang meminta namun ia mau memeriksa isi kemah Sora... dan ternyata masih ada 2 buah stroberi di simpan Sora . Max mengambilnya...


" Tumben kau suka buah yang asam ini Sora ??" tanyanya membuat Sora terdiam sesaat


" Berikan buah itu Max , itu untuk sarapan besok !!" pintanya... Max tersenyum miring melihat wajah Sora yang begitu menginginkan buah asam tersebut dan hap... kedua buah itu masuk ke mulut Max dan Max mengunyahnya dengan cepat, membuat Sora melotot kesal... Akhirnya Sora memilih berebah sambil memunggungi Max, ia malas mencari masalah dengannya


Namun tiba-tiba saja Max menarik lengan Sora hingga Sora terduduk di hadapan Max, Max mencium bibir Sora dengan mulutnya yang penuh dengan kunyahan stroberi lalu memberikan stroberi itu ke mulut Sora dengan ciuman mereka...


rasa asamnya menjadi sangatlah manis, tanpa ada kata-kata keduanya kembali menghabiskan malam dengan panas, ya tubuh Sora memang yang paling pas untuknya.... Max tak bisa memungkiri hal itu. Entah mengapa kekesalannya selama ini menghilang begitu saja saat ia menyentuh kulit halus Sora, apalagi Sora juga membalas ciuman dan cumbuannya... seolah Sora juga menginginkan hal yang sama dengannya, Max begitu puas malam ini begitupun Sora .. berkali-kali mereka mencapai ******* hingga kelelahan.


🌼🌼🌼🌼


Cahaya matahari membuat Sora terganggu, berlahan ia membuka kedua matanya...


" Hemm si botak sudah tak ada !!" ucapnya pelan, ia ingin bangun namun tubuhnya masih begitu lemas, akhirnya Sora kembali berebah.


Tak lama Darla datang, Darla fikir Sora masihlah tidur... dengan cepat ia menyalin bubur dingin Sora dan mengatur sarapan jatahnya ke piring Sora. Darla lalu keluar dari kemah dan memakan bubur gandum dingin itu di luar kemah.


Sora yang mengintip sangat terkejut... rupanya selama ini dayang itu yang menukar isi makanannya dan selama ini ternyata ia tetaplah mendapat jatah bubur dingin itu... mengapa dayang itu melakukannya ?? apakah Max yang menyuruhnya ?? namun jika Max menyuruhnya untuk apa sembunyi-sembunyi ??


Karena penasaran Sora pun keluar dan mendatangi Darla


" Jadi selama ini kau menukar makananmu dengan makananku Darla ??" tanya Sora mengagetkan Darla yang sedang mengunyah hingga Darla terbatuk


" Ya nyonya !!" sahut Darla pasrah

__ADS_1


" Mengapa kau lakukan itu... nanti jika Max tau kau bisa dihukum Darla " tanya Sora


" Tidak apa-apa nyonya, andakan tidak bisa memakan bubur gandum ini... kalau saya sudah biasa memakannya he he " jawab Darla ... ia tak mau Sora tau kalau ia mengetahui kehamilannya, Darla lalu berlari meninggalkan Sora.


Sora kembali ke kemahnya dan melihat sarapannya pagi ini, sangat enak... Sora sampai menjilati jemarinya, ia sangat kelaparan akibat kegiatannya semalam


" Mengapa Darla begitu baik padaku, jika suatu saat aku memiliki uang aku pasti membayar semua kebaikanmu ini Darla !!" ucap Sora dalam hati


Kerajaan Sobaria...


Pagi ini Max makan begitu lahap, hal tersebut tentu berhubungan dengan kegiatannya semalam yang sangat menguras tenaga.


" Dimana Sofia ??" tanya Max pada pengawal pribadinya


" Nona Sofia belum bangun lagi paduka, semalam ... paduka tau sendiri " sahut pengawalnya pelan


Max hanya bisa menghela nafas panjang, mau apa lagi... ia tak mungkin melarang putrinya menyalurkan hasratnya karena ia tau jika tidak tersalurkan akan begitu menyiksa. Bagi Max semua sah sah saja selama putrinya bahagia.


" Ada perlu apa ??"


" Katanya ingin melaporkan sesuatu mengenai permaisuri Sora " mata Max melebar mendengarnya....


" Suruh dia masuk !!" titah Max


Kepala dayang adalah seorang janda dan semenjak dulu begitu mengidolakan raja Max. Ia sangat senang saat permaisuri Soraya meninggal dengan begitu maka jalannya untuk mendekati raja Max akan terbuka lebar..Namun ternyata hal itu tak terjadi, raja Max tetap begitu dingin padanya padahal ia sudah beberapa kali memberi sinyal bersedia melayani segala kebutuhan raja Max.


Kini ia berusaha mencari muka dengan harapan raja Max akan melihat padanya.


" Hamba menghadap paduka !!" sapa nya sambil tersenyum manis....leher bajunya di turunkan sedemikian rendah hingga menampakkan belahan dadanya...


" Katakan apa yang ingin kau laporkan !!" titah Max tanpa menghiraukan penampilan kepala dayang


" Begini paduka, bukankah paduka sudah memerintahkan agar Sora hanya di beri bubur gandum dan air putih namun ternyata dayang Darla melanggar perintah paduka !!" lapornya lagi

__ADS_1


" Apa maksudmu ??"


" Dayang Darla menukar jatah makannya dengan jatah makan Sora dan ia melakukannya selama sebulan ini , bukankah berarti Darla dan Sora bersalah karena sudah berani menentang perintah raja ??" papar kepala dayang


" Apa...?? berani sekali dia , panggil dayang itu ke mari !!" titah Max marah .... tak lama Darla pun datang


" Darla menghadap paduka raja !!" ucapnya sambil menunduk


" Benarkah apa yang di laporkan kepala dayang bahwa kau menukar jatah makanmu dengan jatah makan Sora ??" tanya Max ... Darla tergugu... mengapa kepala dayang mengadukannya padahal ia sudah memohon agar di rahasiakan


" Jawab !!" bentak pengawal pribadi Max


" I...iya paduka... hamba melakukannya " sahut Darla pasrah


" Mengapa?? apa yang di janjikan Sora hingga kau mau melakukan hal tersebut ?? apa kau tau apa akibatnya jika kau berani melawan perintahku hah ??😑😑" cecar Max marah


" Nyonya Sora tidak tau apapun masalah ini, hamba sendiri yang melakukannya karena hamba merasa kasihan melihat nyonya Sora selalu muntah jika melihat bubur tersebut " jawab Darla


Plakkk.... kepala dayang menampar Darla dengan begitu keras


" Kau sungguh berani melawan paduka raja, kau bahkan masih memanggil Sora dengan panggilan nyonya !!" tegur kepala dayang


" Maafkan hamba paduka, hamba tidak bermaksud menentang paduka!!" mohon Darla sambil menunduk


" Kau harus dihukum Darla....biarkan hamba yang menghukum nya paduka !!" pinta kepala dayang , Max memencet kepalanya ... pantasan saja tubuh Sora tetap sexy berisi ternyata dayang itu yang membantunya... namun mengapa ??


" Katakan dengan jujur Darla, mengapa kau melakukannya ??" tanya Max lagi...Darla menoleh ke arah bibinya, bibinya mengangguk memberi kode agar Darla memberitahu perihal kehamilan Sora... membuat Darla bingung haruskah ia mengatakannya ???


" Saya......"


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya

__ADS_1


__ADS_2