
Dengan semangat 45 Erden membawa Sarah ke ranjangnya, bibirnya tak berhenti berkelana begitupun kedua tangannya ... tubuh Sarah memang sangat cocok untuknya , betapa ia sangat tergila-gila dengan tubuh sexy istrinya itu
Sementara Erden terus mencumbu ....Sarah hanya memejamkan matanya menandakan betapa ia sangat menikmati nya...sesekali ia mendesah memanggil kakak tampannya sesekali ia menggeliat bahkan sesekali ia mengigit bibirnya karena merasakan betapa bibir dan tangan suaminya membuatnya melayang
Puas dengan cumbuannya... Erden pun bersiap memasuki Sarah yang sedari tadi sudah memberi kode agar Erden segera memasukinya... dengan sekali dorongan Erden pun berhasil memasuki Sarah walau sedikit susah
Keduanya saling pandang dengan penuh rasa yang tak bisa di jabarkan lagi dengan kata-kata, apalagi saat Erden mulai bergerak ....
bibir Sarah tak berhenti mendesah... rasanya super sekali
krek..krek..krek...
terdengar bunyi decitan ranjang setiap kali Erden memompa membuat Erden merasa terganggu 🤣
" Ohh ranjang sialan !!" umpatnya...Erden pun berhenti
" ada apa kak ??" tanya Sarah yang sedang enak-enak nya, Erden segera berdiri dan mengangkat tubuh Sarah dari ranjang....ia memilih membaringkan Sarah di atas karpet tebal di depan perapian ....
" Ranjang itu akan rubuh sebelum kita selesai sayang, di sini lebih baik " sahut Erden dan kembali memasuki Sarah dengan kekuatan penuh...
Malam yang sangat indah bagi Erden dan Sarah.. sangat sangat indah....keduanya sangat berharap malam indah ini tak akan berakhir terutama Erden.
Selesai dengan kegiatan berkebun Erden hanya memandangi wajah cantik Sarah yang terkulai lemah di dada bidangnya usai 2 kali pertempuran panas mereka .
" Bagaimana jika kita pergi saja malam ini Sarah....kita pulang ke Mongun ...ya !!" pinta Erden membuat Sarah membuka kedua matanya yang sedari tadi terpejam
" Kakak ingin kita kabur ??" tanya Sarah
" Ya Sarah... kufikir itu lebih baik karena ku tau ayahmu tak akan pernah merestui kita sedangkan aku tak sanggup berpisah denganmu...maukah kau mengalah untukku Sarah ?? aku berjanji akan membahagiakanmu selamanya " pinta Erden sambil memeluk tubuh Sarah dengan begitu eratnya seolah menyalurkan rasa sayangnya yang begitu berlimpah untuk Sarah
__ADS_1
Sarah terdiam..... ia juga rasanya tak akan bisa berpisah dengan kakak tampannya itu, ia sangat menyukai kakak tampannya ... namun bayangan wajah ibu, ayah dan ke tiga adiknya membuatnya bimbang.
Ia baru berkumpul dengan keluarganya... jika ia pergi dengan cara seperti itu bisa jadi ia tak akan bisa menemui ibu dan adik-adiknya karena ayahnya pasti sangatlah marah
" Sarah....please !!" bisik Erden dengan penuh pengharapan
" Kak....Sarah sangat menyukai kakak.. sungguh, tapi ibu berjanji akan membantu kita, kakak sabar dulu ya... Sarah baru berjumpa dengan keluarga Sarah, kakak bisa bersabar kan ??" pinta Sarah dengan sungguh-sungguh membuat Erden tak bisa menolaknya
" Oh Sarah apa kau tau...kau sungguh akan membunuhku dengan tatapanmu itu ?? baiklah sayangku... aku akan bersabar, ucapkan terimakasih untuk ibumu karena telah membantu kita " ucap Erden ... keduanya lalu tidur sambil saling memberi kehangatan....
❤️🔥❤️🔥❤️🔥❤️🔥
Tubuhnya serasa begitu lemas, namun cahaya matahari yang mengenai matanya membuat Sarah teringat perkataan bibi... ia harus siap saat bibi menjemput.
" Ahhh padahal pelukan kakak tampan begitu nyaman, mengapa harus di akhiri hik hik hik " sungut Sarah sedih saat harus melepaskan perlahan lengan kokoh itu dari perutnya.
Dengan berjalan berlahan Sarah akhirnya sampai juga di kamar mandi....ia pun mau tak mau mandi walau pun hanya dengan air dingin padahal udaranya juga sangatlah dingin.
" Tak mungkin kan Sarah pergi tanpa pamit ??" tanyanya dalam hati... namun pendengaran tajamnya mendengar pergerakan di kamar mandi....senyumnya segera muncul, bergegas Erden menyusul ke kamar mandi bertepatan dengan Sarah yang akan keluar karena sudah selesai mandi
Keduanya bertemu di pintu kamar mandi....
Erden terpukau melihat betapa Sarah terlihat begitu cantik dengan rambut setengah keringnya dan wajah polos habis mandi... wangi tubuhnya menyeruak memasuki Indra penciumannya membuat seluruh pembuluh darahnya berdenyut serentak membuat Sarah Erden panas seketika....
Tanpa basa basi Erden menarik pinggang Sarah dan menunduk guna mempertemukan bibir mereka, hanya lenguhan yang terdengar kemudian.....Erden kemudian mengangkat Sarah dan membawanya ke Sofa....
" Kakak... jangan lagi, sebentar lagi bibi datang menjemput !!" protes Sarah saat Erden duduk di sofa dan posisinya kini di atas Erden
" Kita belum melakukan gaya yang satu ini....hanya sebentar ya , kita tak tau kapan akan bertemu lagi hemmm !!" pinta Erden sambil menarik handuk dari tubuh Sarah dan membenarkan posisi mereka, mau tak mau Sarah menuruti saja ... karena jika menolak malah akan lebih lama lagi nanti
__ADS_1
🐉🐉🐉🐉
Saga pun juga mulai membuka kedua matanya... ia tersenyum bahagia melihat istrinya tergolek lemas di pelukannya, di ciuminya kening Amara dengan gemas... ia bahagia sangat bahagia, walau sekarang ia bukan siapa-siapa... bukan seorang jendral yang di agung-agungkan banyak orang lagi namun sungguh ia sangat bahagia dengan kehidupannya saat ini... dengan istrinya yang begitu cantik dan sempurna dengan ketiga anaknya dan juga dengan putri sulungnya yang baru berkumpul.
Amara sangat menggoda semalam, bahkan semalam Amara meminta tambah....tumben biasanya istrinya itu menolak jika merasa kelelahan namun semalam tidak. Berulang kali Amara berkata mereka bisa di kamar sampai siang jadi tak usah keluar untuk mengurusi anak-anak... biasanya tidak begitu , apakah ada yang di sembunyikan oleh Amara ?? apa itu...?? atau kah Sarah ..??? Saga bergegas mengenakan pakaiannya
Entah mengapa ia merasa curiga
" Suamiku... kau mau ke mana ?? belum juga siang apakah kau sudah lapar ?? aku akan membawa sarapan ke kamar " tanya Amara melihat Saga yang bergegas mengenakan pakaiannya
" Aku tidak lapar Amara... aku hanya ingin memeriksa sesuatu !!" ucapnya lalu keluar dari kamar.... Saga segera memeriksa kamar Sarah.... deg ...
kamar itu kosong...
" Mengapa aku bisa lengah ??" rutuk Saga , Saga pun pindah ke kamar anaknya yang lain namun semua tak ada ....
" Sudah kubilang mereka pergi berenang ke kolam air panas bersama bibi " ucap Amara dengan wajah sedikit pucat sambil mengikuti Saga yang segera berjalan menuju ke pemandian air hangat yang berjarak sekitar 5 menit dari rumah utama
" Jangan sampai Sarah bertemu dengan cecunguk itu... jika sampai mereka bertemu aku akan segera mengusir nya dari sini 😡😡" ucap Saga dalam hati... ia tak memperdulikan panggilan Amara yang mengikutinya dari belakang
Terdengar riuh suara anak-anak nya dari kejauhan....Amara sangat takut kini, bagaimana jika suaminya tau ia mengizinkan pertemuan Sarah dan Erden...?? apa yang akan dilakukan suaminya padanya ??
Ketiga anak nya nampak sedang bermain bersama bibi di kolam air hangat tersebut... riuh tawa dan canda mereka membuat sedikit tenang hati Saga ... namun...
" Di mana kakak kalian ...Sarah ??" tanya Saga melihat Sarah tidak berada di dalam kolam ...
Jeng..jeng..jeng..jeng...
Bakalan ketahuan ngak yah si Amara ???
__ADS_1
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya