Deep Heart

Deep Heart
69. Katakan


__ADS_3

" Aflan.... Aflan....!!" panggil Erden namun sungguh Aflan menghilang tanpa bekas


" Bagaimana mungkin kalian bisa menahan pangeran Erden....apa kalian tidak tau bahwa Erden adalah keponakan menantuku hah !!" terdengar suara raja Max yang marah pada bawahannya


" Maaf raja... kami tak akan mengulanginya !!" sahut semua pengurus sekolah


" Erden... maaf atas ketidak nyamanan ini, kau baik-baik saja kan ??" tanya Raja Sobaria sambil memerintahkan agar Erden di lepaskan


" Tidak masalah ... hanya saja sepertinya saya tidak cocok untuk belajar di sekolah ini, sebaiknya saya kembali saja ke kerajaan Mongun" jawab Erden


" Kembali ?? oh tidak... jangan, kau tidak bisa kembali jika pelajaranmu belum selesai Erden, aku tidak enak pada kedua orang tuamu. Kau harus tetap menyelesaikan pelajaranmu namun aku akan melonggarkan peraturan khusus untukmu " sahut Raja Sobaria


" Peraturan khusus...?? bagaimana maksudnya ??"


" Kau tak perlu belajar di sekolah ini.. kau tinggal di istana dengan kami dan biar guru yang datang ke istana mengajarimu " ucap Raja membuat Erden diam sejenak untuk berfikir


" Tapi saya boleh kan jika ingin berlatih pedang sesekali di sasana latihan ??" pinta Erden


" Tentu saja anak muda, kau boleh berlatih sepuasmu selama kau sudah selesai belajar.... bagaimana ??"


" Baiklah... saya setuju, terimakasih Raja !!" ucap Erden senang karena ia tak terkurung lagi... Raja Max juga senang bisa membuat Erden mau menyelesaikan pelajarannya, bagaimanapun Raja dan ratu Mongun telah menitipkan anak mereka padanya... ia harus bertanggung jawab mengawasi Erden sampai selesai


Aflan yang mendengar perbincangan itupun segera bergegas keluar dari asrama dan kembali ke perbatasan. Banyak informasi penting yang harus di sampaikan ya pada jendral Saga.


Aflan pun menaiki kudanya dan berkuda mengarah ke perbatasan. Setelah 2 hari ia berkuda... ia sampai di persimpangan antara ke perbatasan atau ke kerajaan Mongun.


Sejenak Aflan berfikir dan ia pun segera menarik kekang kudanya menuju arah yang telah di putuskannya. Berhari-hari Aflan berkuda akhirnya ia pun sampai ke tempat yang di tujunya


Aflan begitu lelah, ia pun mengetuk pintu di depannya dengan sisa tenaganya.


Tok...tok...tok...


Tak ada jawaban....


Tok...tok...tok...


Aflan terus mengetuk pintu sampai akhirnya pintu pun terbuka

__ADS_1


" Siapa sih mengetuk pintu malam-malam begini ??" terdengar suara kesal wanita dari dalam


" Kau....??? apa yang kau lakukan di rumahku brengsek ??!!" tanya Isla begitu kesal begitu mengetahui orang yang menganggunya malam-malam begini ternyata adalah Aflan.


" Hai cantik.... " sapa Aflan sambil tersenyum lega... betapa ia sangat rindu pada wanita cantik di depannya itu


" Pergi...!! jangan pernah berani kau datang ke sini lagi duda brengsek !!" maki Isla namun bukannya pergi Aflan malah masuk ke dalam ruang tamu Isla, sekuat tenaga Isla menarik lengan Aflan ke luar namun Aflan malah terjatuh ke kursi panjang di ruang tamu Isla


" Aflan... Aflan...pergi kataku !!" teriak Isla lagi namun Aflan sudah tak sadarkan diri... ia tertidur begitu saja karena kelelahan


Isla hanya bisa menarik nafas panjang, percuma saja biar ia mengomel sepanjang malam jika yang di omeli tak sadarkan diri. Akhirnya Isla kembali masuk ke kamarnya dan mengunci pintu kamarnya dengan rapat... ia tak mau kecolongan lagi.


Isla bangun kesiangan karena semalam susah tidur ... ia berharap Aflan sudah menghilang dari rumahnya


" Ya semoga saja semalam itu hanya mimpi !!" ucapnya menguatkan dirinya, berlahan Isla membuka pintu kamarnya dan menengok ke arah ruang tamu dan Aflan sudah tak ada di situ


" Ahh leganya... ternyata memang hanya mimpi !!" ucapnya senang, dengan santai Isla berjalan ke dapurnya... ia ingin membuat kopi dulu agar matanya lebih sehat


" A.. apa ... apa yang kau lakukan di dapur Aflan..?? mengapa kau masih di sini 😡😡" tanya Isla kaget melihat Aflan ternyata malah berada di dapurnya


Melihat Isla yang dia tak bergerak.. Aflan menarik tangan Isla dan menarik kan kursi agar Isla duduk, tenaga kuat Aflan membuat Isla hanya bisa menurut apalagi kepalanya masih agak pusing


Aflan menghidangkan telur orak-arik dengan roti tipis buatannya sendiri tak ketinggalan secangkir teh susu.


" Makanlah cantik... aku spesial memasakkannya untukmu !!" ucap Aflan , Aflan lalu makan dengan lahap ... ia memang sangatlah lapar, sedangkan Isla hanya mengaduk-aduk makanannya


" Mengapa kau tidak makan ??"


" Mengapa kau kemari ??" keduanya bertanya bersamaan , Aflan tersenyum simpul mendengar pertanyaan Isla... ingin sekali ia berteriak bahwa ia sangat merindukannya saat ini dan memeluknya erat namun melihat wajah jutek Isla ia hanya bisa menahan diri


" Aku akan menjawabnya jika makananmu sudah kau habiskan !!" sahut Aflan kemudian


" Sudah habis... sekarang jawablah pertanyaan ku !!" pinta Isla


" Aku rindu padamu !!" jawab Aflan


" Aflan.... aku serius !!" gerutu Isla sambil berdiri dan berkacak pinggang di depan Aflan... ia sungguh-sungguh kesal dengan kelakuan duda karatan itu. Aflan pun berdiri dan berjalan mendekati Isla... Isla yang melihat Aflan mendekatinya pun mundur berlahan... sampai ...

__ADS_1


Deg.... ia sudah tak bisa mundur lagi karena tersandar di dinding dan sialnya kini Aflan juga sudah mengurungnya dengan kedua tangan kekarnya


" Aku sangat-sangat serius Isla... aku sangat rindu denganmu, dengan wangi tubuhmu dan halusnya kulitmu Isla...." bisik Aflan ke kuping Isla... dengan sekuat tenaga kedua tangan Isla mendorong dada Aflan


" Jangan coba-coba menyentuhku Aflan, aku tak Sudi !!" desis Isla


" Oh ya....??"


" Ya... kau per....ummmm" suara Isla tak terdengar lagi saat Aflan menyatukan bibir mereka... dengan rakus Aflan menguasai bibir sexy yang sedari tadi sudah mengoda Aflan, Isla tambah tak berdaya saat kedua tangannya di tahan oleh tangan Aflan di atas kepalanya, belum lagi tubuh kekar itu memepetnya di dinding.


" Lepaskan aku Af...ahhhh" ******* Isla tak tertahankan saat bibir Aflan dengan leluasa berselancar di lehernya... sungguh tubuh Isla tak bisa singkron lagi dengan hatinya yang menolak Aflan... tubuhnya seolah ingin terus di sentuh dan di cumbu oleh Aflan


Aflan mengangkat Isla dan membawanya ke kamar, dengan sedikit kasar Aflan melepaskan kain yang menutupi tubuh Isla hingga tampaklah tubuh putih mulus nan sexy yang begitu di rindukan Aflan


" Aflan... kubilang henti....ahhh...ahhh" ******* kembali terdengar karena Aflan langsung menciumi ladang mininya.... OMG... Isla serasa terbang ke langit saat ini, mengapa duda karatan ini begitu pandai membuatnya panas


" Hentikan Aflan... kau menyiksaku !!" cicit Isla karena Aflan terus berlama-lama mencumbunya di bawah sana membuatnya prustasi karena ia ingin lebih dari itu


Aflan kini kembali naik menindih Isla dan memandangi wajah cantik itu sambil tersenyum...


" Katakan kau menginginkan ku Isla..."


" Tidak....!!" sahut Isla membuat Aflan kembali mencium bibir manisnya kali ini dengan gaya berbeda... Aflan menguasai bibir Isla dengan hasratnya yang begitu mengebu.... bibir Aflan turun mengunjungi si kembar


" Berhentilah menyiksaku Aflan ah ah....!!" jerit Isla lagi tubuh Isla sudah panas dingin kini menahan cumbuan yang silih berganti di tubuhnya


" Katakan jika kau tak menginginkanku Isla... aku akan berhenti Isla....." pinta Aflan lagi yang sebenarnya juga sudah tak tahan lagi karena tornadonya sudah mengeras sedari tadi minta pelampiasan....


" Aflan.....!!"


" Ya....katakan cantik... katakan....."


Nungguin ya ??🤭🤭


sabar tunggu besok ya...


Ngak tau tuh Isla lanjut apa ngak ml ama di duda karatan....🤤🤤

__ADS_1


__ADS_2