
Semua langsung mengerubuti Sarah dengan rasa cemas... apalagi Erden, jantungnya serasa lepas dari dadanya saat melihat Sarah terkulai lemas di pelukannya. Erden segera berlari membawa Sarah ke dalam rumah utama dan membaringkannya di kamarnya setelah bibi menunjukkan kamar Sarah
Isla segera memeriksa nadi Sarah... ia pun mengambil sebotol kecil obat miliknya yang berupa aroma terapi agar Sarah cepat sadar. Namun Sarah tak juga sadarkan diri, Isla sekali lagi mencoba memeriksa nadi Sarah dan ia pun terkejut.
Tangannya berjalan menuju ke perut Sarah dan menyentuh lubang pusar Sarah... ia menekannya beberapa saat sampai akhirnya ia tersenyum.
" Kak Isla... putriku pingsan mengapa kau malah tersenyum ??" tanya Amara bingung
" Bagaimana keadaan istriku bi ??" tanya Erden tak sabar, wajah Erden begitu pucat
" Sabar... tenang... persiapkan diri kalian untuk mendengar kabar ini ya !!" jawab Isla
" Cepatlah Isla... jangan menyiksa kami !!" Saga akhirnya bersuara
" baiklah... dengarkan baik-baik, Amara.. Saga.. kalian akan segera menjadi kakek dan nenek..."
" Maksudnya ??" sahut Amara dan Saga bersamaan
" Sarah tengah mengandung... jika sesuai perhitunganku sudah sekitar 6 minggu, selamat Erden ... kerajaanmu sudah punya calon penerus" jawab Isla membuat semua langsung menarik nafas lega, apalagi Sarah pun mulai membuka matanya berlahan
" Kakak... apa yang terjadi ??" tanya Sarah pelan, Erden langsung menciumi kening pipi bahkan kedua tangan Sarah dengan begitu bahagianya....
" Sarah... sayangku, kita akan segera memiliki anak... kau sudah mengandung sayang " sahut Erden begitu bahagianya ... Sarah yang masih pusing langsung menutup hidungnya
" Mengapa kamar ini bau sekali... kakak pergilah mandi dulu !!" ucap Sarah kembali merasa pusing
" Ya positif hamil... kau dengar Erden bersihkan dulu tubuhmu , kau juga jendral Saga... penciuman ibu hamil sangatlah peka !!" ucap Isla membuat ketiga pria di kamar itu langsung pergi ke kamar mandi termasuk Aflan.
Amara dan Isla pun merawat Sarah yang masih sedikit pusing
__ADS_1
" Kau pusing mungkin karena belum makan nona Sarah....ini bibi buatkan bubur ayam untuk nona !!" bibipun meletakkan semangkuk bubur di meja
Amara mengambil bubur tersebut dan Isla mendudukkan Sarah, Sarah tersenyum senang mendapat perhatian dari keduanya... dalam sekejap bubur pun habis
" Tambah lagi bu..." pintanya, Amara dan Isla terkekeh melihat Sarah yang minta tambah
" Seperti nya cucuku nanti seorang putra kak Isla, belum apa-apa ibunya sudah begitu lahap makan nya ha ha " gelak Amara senang
" Itu malah bagus Amara, Erden akan memiliki seorang putra mahkota " sahut Isla
" Ibu... bibi... anak pertama kami tidak bisa kami besarkan ..." potong Sarah
" Apa maksudmu Sarah ??" tanya Saga yang baru masuk kembali bersama Erden. Erden duduk di sisi ranjang dan mengenggam kedua tangan Sarah
" anak pertama kami harus di besarkan di dunia naga... ia akan menjadi pemimpin klan naga dan selamanya tidak akan keluar dari dunia naga " jawab Erden
" apa...?? bagaimana bisa begitu ?? tidak cukupkah mereka sudah mengambilmu selama 20 tahun Sarah ??" protes Amara dengan mata berkaca-kaca
" mengapa mereka begitu kejam suka sekali memisahkan anak dengan kedua orang tuanya hik hik hik " Amara menangis di pelukan suaminya....Saga tak bisa berkata apapun, semua sudah terjadi.....
" Ibu jangan bersedih, anak kami tidak akan bersedih walau di besarkan bukan oleh kedua orang tuanya. Sarah sudah merasakan tinggal begitu lama di dunia naga bu...mereka memperlakukan Sarah dengan begitu baik, Sarah tidak kekurangan kasih sayang ... kakek, nenek, dan para dayang semua menyanyangi Sarah..Jika bukan karena Sarah harus menikah dan mengandung agar bisa panjang umur, kakek dan nenek tidak akan melepaskan Sarah dari dunia naga " jabar Sarah panjang lebar
" Dan kau serta suamimu tak keberatan memberikan anak pertama kalian pada para naga begitu ?? apa kalian tidak punya sedikitpun rasa sayang pada anak kalian itu ?? begitu ??" cecar Amara masih tak terima
" ibu.... ibu tak usah khawatir, anak kami memang tak bisa keluar dari dunia para naga... tapi kami bisa mengunjunginya kapanpun kamu ingin , bahkan Sarah dan Erden bisa tinggal di dunia naga untuk merawat anak kami di sana Bu " lanjut Sarah lagi
" Benarkah ?? lalu bagaimana dengan kami... bagaimana jika kami ingin melihat cucu kami ....apa bisa ??" tanya Amara lagi, Sarah tersenyum lalu menghapus air mata Amara dengan jempol nya
" Bisa ibu pasti bisa dan boleh....kakek dan nenek sangat baik , mereka pasti mengizinkan ibu dan ayah untuk melihat anak kami kelak ....sudah ya ibu jangan menangis lagi " rayu Sarah
__ADS_1
" Amara .... tenanglah, lihatlah putrimu malah jauh lebih tenang darimu, ia sudah mengalami tinggal di dunia naga selama 20 tahun... jika dia bilang di sana aman maka pasti aman, lihatlah buktinya Amara tumbuh dengan sehat dan menjadi seorang gadis yang begitu cantik " hibur Isla namun Amara masih saja menangis
" Kasihan putriku .....sudah dia tidak di besarkan oleh kedua orang tuanya kini ia tak bisa membesarkan anak pertama mereka juga, mengapa jalan hidupmu begitu menyedihkan Sarah hik hik hik " sedu Amara
" Sudah jangan menangis... ini sudah jalan yang harus Sarah tempuh Amara , bersabarlah.... toh kita masih bisa melihat dan berkunjung jika kita merindukan cucu kita kelak !!" Saga pun ikut menghibur Amara
" Kau bisa bilang begitu suamiku... kau bukan seorang ibu. Kau fikir selama 10 tahun ini aku bisa tidur dengan nyenyak...?? tidak ... aku selalu terbangun tengah malam dan mendoakan putri kita , sungguh hal itu tidaklah enak ... dan kini Sarah pun harus merasakan hal ini ??" jawab Amara lagi
" Ibu....Sarah tidak akan seperti itu karena Sarah bisa bertemu dengan anak Sarah bu, sungguh .... jadi ibu jangan bersedih lagi " kembali Sarah menghibur Amara
" Kau yakin tidak apa-apa putriku ??" tanya Amara lagi....Sarah tersenyum sambil mengangguk berkali-kali
" Dan kau juga tau hal itu Erden ??" tanya Saga memastikan
" ya paman.... itu adalah salah satu syarat yang harus aku sanggupi sebelum menikahi Sarah, bukan berarti aku lebih memilih Sarah di banding anak pertama kami kelak...tapi jika Sarah tidak segera menikah dan melahirkan penerus klan naga... Sarah bisa tak panjang umur karena di besarkan di dunia yang berbeda " jelas Erden
Kamar seketika hening mendapati kenyataan pahit di balik kedatangan Sarah.
" Aku pasti jarang bisa menimang cucuku kelak... oh sedihnya " cicit Amara
" Tidak ibu... ibu bisa kapanpun menengok cucu ibu, kan Sarah sudah bilang kakek dan nenek naga tidak akan keberatan " sahut Sarah
" ya ibu tau itu Sarah... tapi jarak dari pulau ini ke gua para naga sangat jauh, untuk sampai ke sana saja butuh waktu seminggu... ibu tak bisa meninggalkan rumah begitu lama " cicit Amara sedih
" Ee... begini... paman Amara, aku dan Sarah kan sudah menikah , aku sangat berharap perselisihan kita dahulu berakhir sampai di sini saja, jadi... mengapa kalian tidak kembali ke Mongun saja. Kalian bisa tinggal di kerajaan atau di vila terserah kalian saja... Sarah juga pasti sangat senang jika kedua orang tuanya dekat " usul Erden membuat Amara dan Saga saling pandang
Nah lho dah damai kan enak
See you next eps
__ADS_1
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya