Deep Heart

Deep Heart
29. Pulang


__ADS_3

Bibi ketakutan melihat seseorang mendekat ke arahnya namun tak terlihat wajahnya karena gelap.


" Katakan siapa kau...!! jika tidak aku akan berteriak !!" ucap bibi langu sudah hendak berteriak, namun ia kalah cepat ... lelaki itu dengan cepat mendekati bibi dan menutup mulut bibi dengan tangannya, bibi sangat takut


" Shuuttt bibi ini aku, jangan ribut... tak seorangpun boleh tau aku di sini !!" terdengar suara bisikan seseorang yang sangat di kenalnya


" Tuan Saga...?? kau kah itu ?? tapi tuan Saga tak punya janggut sepertimu " tanya nya lagi memastikan


" Iya Bi ini aku... lihatlah janggut dan kumis ini palsu, aku menyamar bi agar ta ada siapapun tau jika aku pulang ke mari " jawab Saga sambil menarik perbuluan samarannya 🤭🤭


" Plak.... dasar kau anak nakal, aku sudah setua ini , jantungku tidak sekuat dulu Jendral !!" omel bibi membuat Saga terkekeh, keduanya lalu duduk di bangku taman


" Bagaimana keadaanmu tuan... apakah benar kabar burung yang beredar bahwa kau akan menikah dengan putri dari kerajaan Sobaria ??" tanya bibi penasaran


" Tidak bi... itu ulah Sora, aku tak menyukai gadis itu... gadis manja yang terbiasa mendapatkan apapun keinginannya, sungguh bukan seleraku. Karena itu jangan sampai ada yang tau aku pulang bi... aku sangat lelah aku hanya ingin menghabiskan waktu bersama Amara, bagaimana keadaannya bi ??" tanya Saga


" Bagaimana lagi menurutmu ..?? gadis itu menangis setiap malam, walaupun ia berusaha menyembunyikan kesedihannya di depanku tapi mata tuaku ini tak bisa di bodohi, ia sangat mencintaimu Saga !!" jawab bibi membuat Saga tersenyum senang... hatinya langsung menghangat mendengar Amara juga mencintainya


" Dimana dia sekarang bi... aku sangat rindu padanya ??" tanya Saga


" Dia sedang mandi... seharian ia tak mandi...tak mau makan hanya menangis saja , jika aku tidak melotot selama ia makan... ia pasti tak akan makan tadi " omel bibi

__ADS_1


" Bibi besok sebelum matahari terbit, aku akan membawa Amara ke tebing... jadi siapkan si putih dan nanti antarkan keperluan kami ke tebing, kirimkan 2 orang pekerja saja untuk kami. Ingat sekali lagi bi... jangan biarkan siapapun tau aku di sini paham !!" titah Saga dan bibipun mengangguk paham


Bibi pun pamit, banyak yang harus di kerjakannya malam ini untuk mempersiapkan kepergian Saga dan Amara ke rumah baru Saga di tebing air terjun


Saga berjalan berlahan memasuki kamar nya, ia menuju ke ranjangnya dan duduk dengan santai sambil menunggu Amara keluar dari kamar mandi. Dada Saga semakin dag-dig-dug selama menunggu Amara selesai mandi, jika ia tidak mengerem dirinya ia sudah masuk ke dalam sana dan memeluk gadis yang begitu di rindukannya itu... namun ia tak ingin buru-buru


Amara keluar dari kamar mandi dengan berbalutkan piyama pendek dan dengan rambut di gelung membuatnya terlihat begitu sexy, membuat Saga menelan salifanya berkali-kali .


Amara yang belum menyadari ada Saga di kamar itu duduk di depan cermin dengan santai... ia mengambil ramuan wewangian dan pelembut kulit yang rutin di buatkan oleh Isla dan mengoleskan ke seluruh tubuhnya


Amara lalu membuka lemari dan mengambil gaun tidur putih tanpa lengan dan mengenakannya, Saga bak dapat durian runtuh melihat semua itu. Bagaimana Amara melepas piyamanya hingga menampakkan seluruh tubuh sexynya .... jantung Saga seolah jatuh ke lantai dan terguling entah ke mana kini, ia sampai sulit bernafas melihat pemandangan nan begitu indah


" Kau memang begitu cantik dan sexy Amara... melihatmu sungguh membuatku berasa di rumah, kaulah rumahku Amara.. tempatku berpulang ... tempatku melepas lelah " ucap Saga dalam hati, Saga lalu berdiri mendekati Amara... suara Saga berdiri membuat kaget Amara dengan segera Amara berbalik.....ia terhenyak melihat Jendral Saga berada di kamar itu... Amara terdiam, keduanya saling pandang....


Tak ada kata yang terucap dari bibir keduanya, hanya kaki Saga yang berjalan semakin lama semakin mendekati Amara ... bahkan kini berada tepat di depan Amara , Amara mendongak... Saga menunduk menatap dalam bola mata biru Amara yang begitu di kagumi dan di rindukannya


" Amara... aku pulang...!!" ucapnya segera menarik pinggang Amara dan menahannya hingga menempel padanya, diciumnya bibir manis itu dengan segenap rasa rindu


Amara yang masih kaget sungguh tak menyangka akan melihat Jendral nya di depan matanya, bahkan di depannya dan kini ia sedang memeluk dan menciumnya dengan begitu mesra...


" Apakah aku sedang bermimpi... jika ini mimpi aku tak ingin terbangun !!" cicit Amara dalam hati, ia pun membalas ciuman mesra Saga dengan tak kalah mesra membuat Saga semakin membara ... ia semakin menyesap dalam dan mengexplore isinya dengan begitu bersemangat

__ADS_1


Rasanya begitu nikmat... sangat nikmat, teramat nikmat, keduanya tenggelam dalam rasa rindu yang mendalam. Puas mencium bibir Amara... Saga mengendong Amara dan membawanya ke ranjang. Mata elang Saga menyapu bersih tubuh Amara dari atas sampai bawah.... ia ingin sekali bercinta dengan Amara saat ini namun tubuhnya begitu lelah, berkuda selama seminggu lebih turun naik gunung, bukanlah hal yang mudah


Nafas memburu keduanya menghiasi kamar.....Amara sudah bersiap akan apapun yang akan di lakukan Jendral Saga padanya... ia adalah milik Jendral sejak dulu....sekarang sampai selamanya.


Saga membaringkan wajahnya ke dada Amara, tangannya memeluk pinggang Amara dan kakinya pun menguasai kaki Amara, seolah mengunci dan tak mau Amara kemana


" Biarkan aku berbaring di dadamu malam ini Amara, aku sangat lelah...sayangi aku !!" ucap Saga segera menutup matanya.... ia serasa berada di surga kini, wangi inilah yang sangat di rindukannya... wangi tubuh Amara begitu menenangkan saraf tegang Saga, dengan begitu cepat ia terlelap. Amara memandangi wajah Saga yang berada di dadanya ....wajah itu begitu tampan, ia merasa begitu beruntung bisa menyentuh dan meraba wajah tampan itu. Tangan Amara mengelus rambut Saga sampai Saga terlelap.


Begitu banyak pertanyaan yang ingin disampaikannya pada sang jendral...namun ia tak bisa atau lebih tepatnya ia tak boleh menanyakan apapun pada Jendral. Amara paham ia bukanlah siapa-siapa yang berhak mengajukan pertanyaan itu, ia hanya bisa mengikuti kemanapun angin membawanya..


Amara memberanikan diri mengecup kening Saga berulang kali


" Apa tuan tau betapa Amara begitu rindu pada tuan.... begitu merindu hingga seringkali sulit bernafas , terimakasih tuan... terimakasih sudah menepati janji tuan untuk kembali pulang setelah pekerjaan anda selesai, aku sangat bahagia kini... " ucap Amara dalam hati sambil terus mengelus rambut Saga


Tak lama Amara pun tertidur sambil menarik kepala Saga agar semakin menempel padanya.....


Dua insan manusia yang saling merindu... saling mencinta... apakah cinta mereka akan sampai atau berakhir menjadi cinta tak sampai ??? who know


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya

__ADS_1


__ADS_2