
Sementara Sobaria sedang bersiap mengadakan pernikahan raja mereka dengan permaisuri Sora, kerajaan Mongun gempar.
Berita menikahnya Sora dengan Max sangat membuat seluruh rakyat Mongun kaget terlebih lagi Erden. Bagaimana mungkin seorang permaisuri Mongun kini akan menjadi permaisuri Sobaria...???
Erden sampai tak percaya, ia tau ayah dan ibunya sudah berpisah... yang ia bingung, bagaimana bisa ibunya menikah dengan raja Max dan ada isu ibunya tengah mengandung sedangkan ibunya ke Sobaria katanya untuk menjalani hukuman..???
Karena begitu penasaran akhirnya Erden memutuskan untuk pergi ke Sobaria, ia akan mengambil resiko bentrok dengan raja Max namun itu lebih baik dari pada berdiam diri dengan berita yang tidak jelas itu.
Erden berangkat dengan penyamaran... ia menyamar sebagai rakyat biasa namun tetap di kawal dengan begitu banyak bawahannya. Bagaimanapun Erden kini adalah seorang raja, ia tak bisa seenaknya kemanapun tanpa pengawalan.
Sehari sudah Erden berkuda.. ia memutuskan untuk beristirahat di sebuah penginapan yang lumayan bagus, tubuhnya terasa begitu lelah. Kegiatan sebagai raja begitu menguras tenaganya....apalagi tak ada ayah atau ibu yang mendampinginya.
Selesai bebersih ....Erden turun ke ruang makan, tiba-tiba matanya menangkap siluet tubuh seseorang yang begitu di kenalnya dan begitu di rindukannya.....Malika....
" Apakah dia benar Malika ??" tanya Erden dalam hati melihat seorang wanita dari belakang yang sedang duduk sendirian. Bergegas Erden mendatanginya dan menarik lengannya...
" Malika ??" serunya sang wanita pun menoleh kaget
" What.... Erden ?? " cicitnya kaget
" Jangan panggil aku Malika lagi... kau tau namaku Amara ... Erden !!" protes Amara sambil berusaha melepaskan tangan Erden dari lengannya namun sia-sia, tangan Erden seolah menempel tak bisa di lepaskan
Erden menarik Amara ke pelukannya....
" Aku begitu merindukanmu Amara !" ucapnya memeluk Amara begitu kuat, namun tak lama ia terpaksa Erden melepaskan pelukannya karena kakinya terasa begitu sakit setelah diinjak oleh Amara...
" Auc... sakit !!"
" Jaga sikapmu Erden....kini aku adalah bibimu... jangan macam-macam!!" tegur Amara kesal
" Bibi....no Amara, kau akan tetap menjadi Malika di hatiku...selamanya !!" tolak Erden
" Bersikaplah dewasa Erden, aku tak mau kau dan Saga bertengkar lagi.....Malika sudah tidak ada, aku adalah wanita bersuami dan suamiku adalah pamanmu... aku akan senang sekali jika kau mau memanggilku bibi " pinta Amara membuat Erden menggeleng prustasi
" Apa yang kau lakukan di sini ??di mana paman Saga ??" tanya Erden akhirnya setelah ia memaksa duduk di bangku di depan Amara
__ADS_1
" Kami dalam perjalan kembali ke vila Saga " jawab Amara
" Apa kalian..."
" Ya Erden....kami sudah memutuskan akan menghabiskan hari-hari kami di vila seperti impian Saga " jawab Amara dengan wajah berseri-seri... terlihat sekali ia sangat bahagia kini
" Apa kau begitu bahagia kini Ma...Amara ??" tanya Erden penasaran....Amara tersenyum begitu indah membuat dada Erden serasa berhenti berdetak seketika
Plak.... tiba-tiba saja kepalanya di lepak seseorang...
" Jaga pandangan matamu Erden.. dia bibimu !!" terdengar suara Saga di belakangnya membuat wajah Erden muram seketika...
" Paman...!!" sapanya dingin
" Amara naiklah ke kamar... aku akan menyusul sebentar !!" titah Saga dan Amara pun langsung menurut
" Jangan bertengkar !!" bisiknya pada Saga membuat mata Erden menyipit karena rasa cemburu
" Kau mau kemana Erden ?? bagaimana keadaanmu selama ini apa kau sehat saja ??" tanya Saga sambil menuangkan minuman di depan mereka
" Apa paman tidak mendengar ... masalah ibu ??" tanya Erden balik lalu menghabiskan minuman di depannya
" Lalu mengapa paman diam saja ??"
" Apa yang harus kulakukan, ibumu sudah berpisah dengan kakakku... jadi sah sah saja jika Sora ingin menikah lagi " sahut Saga
" Tapi paman... aku tidak setuju, aku akan ke sana dan berbicara dengan ibu !!" protes Erden
" Terserah padamu Erden, aku sudah tidak mau ikut campur dengan urusan kerajaan ... aku dan Amara akan bertani....beternak dan menghabiskan waktu kami berdua sampai kami tua " ucap Saga tersenyum bahagia membuat Erden semakin gondok, ia langsung meminum minuman dari botol nya dan menengaknya sampai habis...
" Ya bersenang-senang lah paman dengan wanita ku... biarlah aku mati perlahan karena patah hati !!" ucapnya lalu pergi meninggalkan Saga ... hati Erden sudah patah dan hancur kini. Entah apakah ia akan bisa sembuh dari rasa hancur ini ....
" Malikaku ... Malikaku.... " ucap Erden berulang sambil memandangi rembulan yang bersinar begitu terang malam ini.
🌿🌿🌿🌿
__ADS_1
Saga kembali ke kamarnya sambil membawakan makanan untuk Amara.
" Makanlah sayang... aku tau kau tadi belum makan !!" ucap Saga
" Apa yang kalian bincangkan ?? kalian tidak berkelahi lagi kan ??" tanya Amara cemas... ia bahkan tak menyentuh makanannya
" Tidak....hanya saja Erden sepertinya belum bisa menerima kenyataan bahwa kau kini adalah bibinya " sahut Saga sambil memandangi manik mata Amara dengan cemas
" Bagaimana denganmu Amara... apa kau masih menyukainya ??" tanya Saga dengan nada sedikit cemburu, Amara tersenyum manis... ia naik menduduki Saga sambil membelai rambut Saga yang mulai gondrong
" Amara dari dulu hingga kapanpun hanyalah milikmu...jendralku sayang, tak akan ada yang bisa masuk menggantikan mu ... selamanya !!" ucap Amara dengan pandangan penuh cinta, Saga tersenyum bahagia.... tangannya dengan lihai segera melepas gaun tidur Amara nan begitu mini dan tipis...dalam sekejam mata Amara sudah berada di atas ranjang dan Saga mengukungnya dengan penuh hasrat....
" Apakah kau sudah selesai sayang ??" tanya Saga.. Amara segera mengangguk
" Berarti kita bi.... emmmmm!!" ucapan Saga terputus karena Amara mencium bibir Saga dengan mesra....ia baru saja selesai datang bulan, Amara tau suaminya begitu rindu padanya . Keduanya segera memadu kasih menuntaskan hasrat masing-masing nan membara....
sedangkan di luar penginapan...
Erden berdiri menatap ke arah kamar di mana Amara dan Saga menginap....
" Malika... mengapa kau begitu kejam padaku, mengapa kau lebih memilih paman dari pada aku.... tidak bisakah kau menengok ke arahku ??? dan melihat betapa besar cintaku padamu ???
Erden menghabiskan malamnya dengan minum sampai ia tak sadarkan diri... pengawalnya hanya bisa menjaganya karena tak bisa melarang Erden untuk minum.
🌼🌼🌼🌼
Keesokan harinya begitu ia sadar... Erden segera berlari ke kamar Amara, namun ia kecewa mendapati kamar itu telah kosong... Amara dan Saga telah pergi semenjak pagi buta agar tak bertemu dengan Erden
" Mereka sudah pergi paduka !!" lapor pengawalnya
" Ya aku tau.. mataku belum buta !!" sahut Erden kesal
" Kirim mata-mata untuk mengawasi mereka berdua dan beri laporan setiap Minggu padaku!!" titah Erden
" Aku tak akan menyerah Malika... tak akan pernah !!" tekad Erden
__ADS_1
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya