
Entah memang sangat berkuasa atau kebetulan... Sora pun tak habis fikir. Baru saja tadi siang suaminya berangkat melakukan lawatan ke kerajaan yang berada di bawah kekuasaan mereka dan Sora memang menolak ikut karena nanti tak ada yang menemani Sofia... kini si raja mesum itu sudah berada di kerajaannya lebih tepatnya sekarang sedang berada di kamarnya.
Saat ia selesai mandi....Max sudah berebah di atas ranjang , matanya menikmati pemandangan Sora yang memakai pakaian malamnya . Betapa Sora memang sangat sexy, pinggang ramping dengan pinggul nan menggoda, dada yang begitu montok ditambah kulitnya yang begitu mulus bercahaya... hanya lelaki bodoh yang tak tergoda.
Sora sengaja berlama-lama di depan cermin, hatinya sedang tak enak... ia tau suaminya pasti mengajak selirnya karena ia tak ikut, sungguh membuatnya tak ada selera untuk melayani Max.
Tanpa suara Max berdiri dan menarik tangan Sora lalu mengendongnya menuju ranjang.
" Maxx... aku sungguh sedang tak ingin !!" keluhnya
" Kenapa ?? karena suamimu sedang bersama sel..."
" Hentikan Max... !!" potong Sora bertambah kesal membuat Max terkekeh
" apakah kau patuh ??" tanya Max dengan tangan meraba ladang mini Sora dari luar....Sora diam saja, ia benar-benar sedang kesal saat ini, melihat Sora yang seperti itu tak lantas membuat hasrat Max menjadi surut, di tariknya gaun malam Sora yang memang tak terlalu menutupi tubuhnya .... ia lantas menciumi tubuh polos Sora tanpa jeda, tubuh molek yang sangat di rindukannya itu.
Max bermain agak kasar malam ini membuat Sora mendapati sensasi yang berbeda , entah mengapa ia malah menyukainya. Max kembali menaburkan benihnya ke lahan Sora, Sora mendesah menikmati rasa puas yang di berikan oleh Max malam ini.
" Mengapa kau begitu berbeda malam ini Max, kau sangat..."
" Ada berita yang membuatku stress Sora, kau dan Sofia juga pasti akan stress mendengar berita ini " sahut Max
" Berita apa max ??" Max menghela nafas panjang...
" Aku sudah mendapat kelemahan Astina "
" Benarkah ?? bukannya itu kabar baik Max ??" sambut Sora senang
" Dengarkan dulu Sora... jangan langsung senang, jadi setelah Xoga menikah denganmu.. Astina kembali ke kampung halamannya, ia lalu di jodohkan dan menikah. Beberapa minggu setelah Astina melahirkan , Xoga mengambil Astina kembali dan menyisakan anak dan suaminya
__ADS_1
.Suaminya meninggal beberapa tahun kemudian dan anaknya lalu di pelihara oleh kerabatnya. " jelas Max
" Jadi kelemahan Astina adalah anaknya ??dan kau sudah menemukan anaknya " tanya Sora menggebu-gebu
" Ya. dan kau tau siapa putri Astina ??"
" Mana ku tau botak!! cepat katakan siapa dia ?? jangan membuatku mati penasaran Max !!"
" Putri Astina bernama Amara "
" A... Amara ?? Amara yang itu ?? selirnya Saga 😱😱😱 ya dewa...." Sora ternganga tak percaya
" Dasar wanita-wanita ular, pantasan saja anaknya begitu... ternyata sudah keturunan, cih .... "
" Dan apa kau tau Sora yang paling menyedihkan ??"
" Apa ??"
" Apa ...?? selir itu bahkan sudah mengandung, berani sekali dia. Kasihan sekali Sofia....Saga bahkan tak mau menyentuhnya Max... itu semua karena selir itu !!" omel Sora...
" Apakah Sofia sudah tau ??" tanya Sora...Max mengeleng
" Itulah yang membuat aku stress Sora... aku sangat kasihan dengan putriku!!, aku tau Saga tak mau mengaulinya sampai saat ini..Sebenarnya jika saja Saga bisa memperlakukan putriku dengan adil... aku tak akan semarah ini Sora " keduanya saling pandang... dari pandangan mereka tercipta misi yang sama...yaitu menghancurkan Astina melalui Amara
" Beritahukan hal ini pada Sofia, namun katakan padanya untuk bersabar... jangan melakukan apapun sampai aku memberikan perintah , mengerti !!" titah Max
" Tapi Max..."
" Sora yang kita hadapi ini bukan anak kemaren sore, kau fikir Xoga dan Saga akan diam saja jika wanita mereka kita sakiti, bermainlah dengan cantik !!" ucap Max lagi, Sora terdiam
__ADS_1
" Benar kata Max... jika disuruh memilih pasti Xoga akan membela Astina dari pada dirinya... " ucap Sora dalam hati... air matanya kembali menetes , Max memeluk Sora dari belakang
" Jangan menangis Sora... kau tidak akan bisa menjadi orang besar jika tak berhati kuat.. jangan lupa ada aku di belakangmu " bisik Max di tengkuk Sora... tangannya dengan nakal bermain di dada Sora, setelah puas mer**** si kembar bergantian, Max membalik tubuh Sora dan kembali meluluhlantahkan tubuh Sora sampai ia puas
🍅🍅🍅🍅
" Jendral....keadaan sedang genting, pihak musuh sedang menyerang balik kita habis-habisan, bagaimana jika Isla dan Amara kita amankan dulu kembali ke vila " saran Aflan
" Ya .. aku heran juga, dari mana pihak musuh mendapat bantuan kekuatan begitu besar....bukannya kemarin kita hampir menguasai mereka " sahut Saga
" Menurut penyelidikan... ada pihak kerajaan besar yang menolong mereka, namun katanya mereka hanya membantu sekali saja... jadi jika kita bisa mengalahkan mereka... maka kita harus habis-habisan, benar kata Aflan... sebaiknya nyonya Amara dan Nyonya Isla sebaiknya kita ungsikan agar tak membuat pikiran jendral dan Aflan " ucap salah satu bawahannya
" Siapa yang menolong mereka... ?? baiklah... lusa kita kembalikan mereka ke vila, dan Aflan setelah istrimu kembali segera pergi selidiki siapa orang yang berada di balik ini !!" titah Saga..
" Siap Jendral !!" sahut Aflan... rapat terus di lakukan hingga mereka berhasil menyusun rencana pembalasan yang jitu.
" Amara.... berhati-hati lah selama di perjalanan, jaga anak kita ... aku akan menyusul mu setelah perang berakhir " ucap Saga saat melepas istrinya, betapa berat hati Saga saat ini... jika hatinya ada yang bisa melihat , bagaimana hati Saga serasa di remas-remas saat ini
" Baik suamiku... Amara akan menunggu dengan sabar, jangan sampai terluka " ucap Amara sambil memeluk Saga, entah mengapa hati Amara begitu berat rasanya berpisah dengan Saga saat ini, mengapa ia merasa ini akan menjadi perpisahan mereka selamanya . Namun Amara tak berani menyuarakan isi hatinya, ia tak mau membuat suaminya resah dengan ucapannya. Kereta pun membawa Amara dan Isla menjauh dari markas... Amara terus memandangi Saga sampai Saga menghilang dari pandangan matanya.
" Ada apa Amara.. mengapa kau terlihat begitu sedih ??" tanya Isla
" Entahlah kak... hanya saja Amara merasa... Amara tak akan melihat jendral lagi, Amara merasa akan ada kejadian buruk pada diri Amara !!" ucap Amara membuat Isla pucat seketika... mengapa perasaan kita sama ??
ucap Isla dalam hati
Apakah yang akan terjadi pada mereka...??
See you next eps
__ADS_1
Jangan lupa untuk like komen dan vote