
Selesai dengan acara cuci mencuci tongkat saktinya , rombongan pun melanjutkan perjalanan mereka. Amara yang merasa lelah tertidur di kereta sementara Sarah asik mengobrol dengan Isla.
" Bibi Isla .... apakah bibi mengenal nenekku ? benarkah nenekku menikah dengan ayah mertuaku ? apakah boleh dan bagaimana ceritanya ? " tanyanya yang penasaran mengenai hubungan neneknya dan ayah mertuanya Xoga
" Bibi pernah beberapa kali bertemu dengannya jika ke istana karena nenekmu dulu bekerja sebagai kepala dayang rumah peristirahatan kerajaan Mongun, ceritanya lumayan panjang Sarah... kau yakin ingin mendengarnya ??" tanya Isla balik
" Kenapa tidak bibi... perjalanan kita baru saja di mulai bukan ? "
" Baiklah ... jadi dulu saat nenekmu muda dia adalah kekasih pertama raja Xoga, mereka saling mencinta. Namun seperti biasa hubungan cinta beda kasta itu tak akan di restui. Raja Xoga menikah dengan permaisuri Sora sedangkan nenekmu pulang kampung dan menikah di kampungnya. " jabar Isla
" Oh begitu... lalu ??"
" Lalu.... beberapa tahun kemudian Xoga yang masih tak bisa melupakan Astina memerintahkan bawahannya untuk mencari Astina dan ia pun menemukannya. Saat itu Astina sudah berpisah dengan suaminya yang kerap memukulinya. Xoga menjemput Astina dan membawanya ke istana dan menyembunyikannya sebagai dayang di rumah peristirahatan "
" Lalu bagaimana dengan ibuku ?? apakah ia di bawa ke istana dan di sanalah ia bertemu dengan ayah ?" tanya Sarah lagi
" Tidak....saat itu ibumu di titipkan pada adik nenekmu dan ibumu selalu mengirimi uang setiap bulan. Namun karena sakit adik nenekmu meninggal tanpa sempat memberitahu ibumu. Jadi Amara di pelihara oleh sepupu nenekmu dan selama itu ia selalu di perlakukan seperti pembantu bahkan suatu saat mereka hendak membunuhnya karena di anggap beban saat itu umur ibumu kalau tidak salah 15 tahun. Tepat saat ibumu di dorong ke jurang tubuhnya di selamatkan oleh ayahmu. Itulah pertemuan pertama mereka , ayahmu lalu membawa ibumu ke villanya dan menjadikannya pekerja di sana sampai akhirnya suatu hari ayahmu jatuh cinta pada kecantikan ibumu dan akhirnya menikahinya. " papar Isla
" Lalu bagaimana nenekku bisa menikahi mertuaku apakah permaisuri Sora atau ibu mertua ku menyetujui hubungan itu ??" tanya Sarah lagi, Isla menarik nafas panjang
" Kisah ini sangat rumit Sarah, saat ayahmu menikahi ibumu tak ada yang tau ....sedangkan ayahmu di jodohkan juga oleh putri dari Sobaria. Ayahmu menolak namun mau tak mau tetap menikahinya karena tekanan dari Sora. Ayahmu tak pernah menjamah putri dari Sobaria itu karena ia begitu mencintai ibumu. Karenanya Permaisuri memerintahkan seseorang untuk melenyapkan ibumu yang saat itu tengah mengandung dirimu. Aku dan ibumu terjatuh dari tebing air terjun yang begitu tinggi.... selanjutnya kau tau kan ceritamu. Sedangkan Sora yang mengetahui bahwa raja Xoga masih menjalin hubungan dengan kekasih lamanya membalasnya .. ia pun menjalin hubungan dengan raja Max... mertua ayahmu. Akhirnya Xoga dan Sora berpisah dan keduanya pun menikahi pasangan masing-masing meninggalkan Erden menjadi raja Mongun, begitulah kisahnya Sarah " lanjut Isla lagi
" Lalu bagaimana kakak tampan bisa jatuh cinta dengan ibuku dulu bibi ??" tanya Sarah mengagetkan Isla
" kau tau ??" Sarah mengangguk
" Jadi setelah ibumu melahirkan mu di dunia para naga, ia di antar ke perbatasan antara Mongun dan Sobaria oleh kaum naga saat itu ibumu
mengalami lupa ingatan . Saat itulah ia bertemu dengan Erden , Erden juga tidak tau jika gadis yang di tolongnya adalah istri pamannya Saga . Saat itu mereka sempat saling jatuh cinta sampai Saga menemukan Amara . Amara yang semula tidak mengingat suaminya akhirnya ingat di saat Saga dan Erden tengah bertempur karena merebutkan ibumu.
Pada akhirnya karena ibumu ingat dengan ayahmu , mau tak mau Erden mengalah. Rasa sakit hatinya itu membuat Erden tak mau mengenal wanita lagi....selama 10 tahun kerjanya hanya berperang saja memperluas area kerajaan Mongun sampai akhirnya ia bertemu denganmu dan jatuh cinta padamu Sarah. " jelas Isla
" Itulah sebabnya ayah dan ibu tinggal begitu jauh di pulau ? untuk menghindari kakak tampan ?" tanya Sarah lagi
" Ayahmu ingin hidup dengan tenang Sarah, selain untuk menghindari Erden terutama adalah untuk menjauh dari Sora... ibu mertuamu itu. Maaf jika bibi mengatakan ini namun itu lah kenyataannya, ibu mertuamu itu sangat tidak menyukaimu karena kau adalah cucu dari saingannya yaitu nenekmu. Makanya ayahmu meminta Sora di jauhkan dari mu jika Erden serius ingin menikah denganmu karena ayahmu tak mau kau akan mengalami hal yang sama seperti ibumu dulu " ucap Isla, Sarah memandangi ibunya yang tertidur begitu lelap ... ia mengelus rambut panjang ibunya yang masih terlihat begitu cantik
" Kasihan ibu... jalannya begitu berliku, Sarah janji Sarah akan membahagiakan ibu " ucapnya pada Isla..
__ADS_1
" Tentu saja Sarah, ibumu sudah begitu sabar menjalani hidup yang terkurung di sebuah pulau selama ini. Sudah saatnya ia hidup dengan bebas dan bisa kemana saja tanpa rasa takut " lanjut Isla
💐💐💐💐
Sobaria....
Sedari tadi Sora bolak balik tidak tenang di kamarnya, ia mencari suaminya namun kata pengawal.Max sedang rapat rahasia di ruangannya dan tak boleh di ganggu.
Akhirnya setelah seribukali bolak balik Max masuk ke kamarnya.
" Max....bagaimana ini ??" tanyanya manja
" Bagaimana apanya, ada apa ??" tanya Max
" Kau bilang akan mengurus masalah istri Erden itu ? pesta pernikahan mereka tak lama lagi tapi kulihat kau sama sekali tak ada pergerakan Max !!" protes Sora kesal
" Sora aku sudah bilang, janjiku tak pernah ku ingkari. Tadi aku baru saja memerintahkan bawahan terhebat ku untuk melenyapkan menantimu itu seperti yang kau inginkan " jawab Max
" Sungguh?? siapa yang kau kirim ??" tanya Sora senang
" Kuni... pemanah terbaikku, ia akan berangkat ke Mongun dan melakukan permintaanmu Sora, kini kau puas ??" sahut Max....
" Sabar saja Sora kau tidak perlu tau kapan dan bagaimana hal itu terjadi yang perlu kau tau , apapun keinginanmu pasti tercapai itu janjiku " ucap Max
Senyum Sora mengembang lebar, ia segera memeluk suaminya dan memberikan hadiah berupa ciuman mesra nan tiada duanya
" Aku tak akan kalah darimu Astina, jangan salahkan aku... jangan kau harap keturunan darah kotor mu itu bisa bersatu dengan putraku , cih lebih Erden membenciku seumur hidup dari pada aku harus menanggung rasa malu karena darah kita bercampur . Selama aku memiliki Max yang bisa ku pergunakan untuk melakukan apapun yang kuinginkan, maka kau tak akan pernah menang Astina ha ha ha " gelak tawa Sora dalam hati
Sora menarik Max ke ranjang mereka dan menservis suaminya itu dengan segenap tenaganya. Itu tentu saja balasan atas semua yang telah Max lakukan untuknya , Max tentu tidak keberatan dengan itu... memang itulah yang di harapkan dengan memenuhi keinginan wanita yang begitu di cintainya sepenuh hati
" Sora asal bisa membuatmu tersenyum dan bahagia jangankan hanya menghilangkan sebuah nyawa melakukan perjanjian dengan iblis pun pasti aku lakoni asal kau tetap setia padaku " ucap Max dalam hati sambil memasuki Sora dengan segenap kekuatan yang dimilikinya
🍓🍓🍓🍓
Hari demi hari berlalu begitu lambat bagi Erden, walau setiap hari ia menerima surat mengenai perkembangan perjalanan rombongan istrinya namun ia tetap merasa tidak tenang sebelum Sarah ada di pelukannya.
Setiap hari Erden selalu memandangi kamar barunya , ia memindah kamarnya yang semula di lantai 2 ke lantai satu agar ia bisa membuatkan kolam renang di dalam kamar untuk istrinya tercinta juga membuat taman pribadi di kamar mereka. Erden ingin membuat Sarah se betah mungkin di kamar mereka.
__ADS_1
Ranjang yang begitu luas dan empuk pun di pesan Erden dari kerajaan sebelah. Kamar di dominasi warna putih dan merah muda karena Erden tau Sarah sangat menyukai warna itu.
lemari sudah di penuhi dengan gaun terbaik yang di kumpulkan ya dari berbagai tempat belum lagi perhiasan untuk Sarah dari ujung kaki hingga ujung rambut tersedia. Jika Erden merasa masih ada yang kurang ia pun segera memerintahkan bawahannya untuk mencarinya.
" Paduka Erden surat terbaru sudah datang !!" lapor seorang prajurit sambil berlari kencang, ia tau betapa rajanya sangat menanti surat tersebut setiap harinya
Erden segera membuka surat tersebut dan membacanya, senyumnya segera mengembang sempurna.....
" Siapkan kereta yang baru saja datang ... aku akan segera menjemput istriku di perbatasan !!" titahnya senang, Erden sudah menyiapkan sebuah kereta mewah khusus untuk membawa istrinya dari perbatasan menuju istana... ia ingin berduaan saja dengan Sarah di dalam kereta itu untuk apa lagi jika bukan untuk melepas rasa rindu yang sudah menggunung .
" Baik paduka !!" sahut prajurit dan mereka segera berlarian melaksanakan perintah rajanya itu
" Bibi...bibiiii !!" teriak Erden lagi sambil menganti pakaiannya
" Ya paduka !!"
" Istriku sudah dekat perbatasan... begitu istriku datang jangan lupa taburi ranjang kami dengan semua bunga yang telah kupesan, penuhi ruang makan kami dengan semua makanan kesukaannya !!" titah Erden begitu bahagia
" Baik paduka !!" sahut Bibi sambil tersenyum senang
Rasa uforia kebahagiaan raja mereka menyebar hingga ke pelosok Mongun. Semua rumah rakyat Mongun berhiaskan bunga berwarna merah muda begitu mereka mendengar raja mereka menghiasi istana dengan bunga berwarna putih dan merah muda.
Bahkan banyak wanita yang memakai pakaian berwarna putih kombinasi merah muda untuk merayakan kebahagiaan kerajaan Mongun.
Dada Erden berdetak begitu kencang, akhirnya... akhirnya penantiannya selama beberapa puluh hari ini telah berakhir. Dengan semangat membara Erden memacu kudanya menuju perbatasan, kereta mewah menyusul di belakang di ikuti banyak prajurit berkuda.
" Sarah... sayangku , aku sungguh sudah tak sabar untuk bertemu denganmu . Apa kau tak tau dadaku kini serasa mau pecah saking senang dan bahagianya " ucap Erden dalam hati
Di kejauhan di ketinggian gunung , beberapa orang nampak mengawasi perjalanan raja Erden yang meninggalkan istana menuju ke arah perbatasan
" Bagaimana ... kita serang sekarang ??" tanya salah satunya
" Jangan terburu-buru, lihat dulu sebesar apa pengawalan mereka. Jika kita gegabah tidak ada kesempatan ke dua untuk menyerang mereka !!" sahut salah satunya
Bahaya... bahaya....bahaya...
Erden hati hati bahaya mengintai kalian !!
__ADS_1
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya