
" Tuan... anda tidak boleh begitu, mengapa anda ingin menghilang dari istri anda ??" tanya tabib
" Kau lihat sendiri aku tak sempurna lagi, aku sudah tak bisa merasakan kakiku.. aku akan jadi pria cacat. Aku tak ingin menjadi beban bagi istriku " sahut Juan
" Tuan... sakit anda bisa di sembuhkan kelak hanya perlu kesabaran, tapi apa anda tidak kasihan dengan tangisan istri anda itu apalagi kudengar ia tengah mengandung "
" Jika Milea menangis paling hanya beberapa Minggu itu tidak masalah dari pada ia harus menanggung beban pria cacat sepertiku selamanya , katakan aku sudah mati atau aku akan membunuh diriku di hadapanmu tabib !!" pinta Juan sambil mengacungkan pisau kecil ditangannya yang entah di dapatnya dari mana , tabib begitu terkejut melihat pisau itu
" Baik tuan... baik, tapi turunkan dulu pisau itu " pinta tabib itu akhirnya menyerah dengan keinginan Juan
" Ayo... aku akan membantu anda bersembunyi terlebih dahulu " ucap tabib lalu membantu Juan bangun dan membawanya ke ruang rahasia melalui pintu samping . Dengan susah payah tabib membawa Juan ke ruang rahasia dan membaringkannya di lantai karena di situ tak ada ranjang
" Beristirahatlah dulu di sini, setelah aku berhasil membuat istrimu pulang aku akan kembali. Aku akan merawat mu tuan jadi jangan nekat untuk mengakhiri hidupmu , kau masih hidup adalah hal yang harus kau sukuri apa kau tau betapa raja Erden sekarang tengah berjuang untuk bisa hidup ??" nasihat tabib tersebut
" Baik ... pergilah !!" Juan kembali menutup kedua matanya ... air mata jatuh tak berhenti
Betapa hati Juan sangat pedih saat ini, namun ia tak mau membuat istrinya seumur hidup harus menderita bersanding dengan dirinya ... pria yang sudah cacat ini
" Kau masih muda cantik dan kaya Milea, kau masih punya masa depan .. banyak pria tampan , sempurna dan kaya yang cocok untukmu " ucapnya dalam keheningan
Sementara itu Milea masih saja membuat keributan di depan pintu kamar Juan
Krekkk.....
Pintu pun terbuka dan tabib pun keluar
" Tuan izinkan aku masuk, aku hanya ingin melihat Juan... aku istrinya Milea !!" pinta Milea begitu melihat tabib keluar. Sang tabib memperhatikan Milea dengan mata penuh rasa iba, ia bisa melihat betapa Milea begitu mencintai Juan... namun apa yang bisa ia lakukan selain menuruti Juan dari pada Juan nekat
__ADS_1
" Maaf nona... saya takut nona tak bisa bertemu dengan tuan Juan " sahutnya terbata
" Mengapa ?? apa salahku hingga aku tak bisa bertemu dengan suamiku hik hik hik " tanya Milea dengan air mata membasahi pipi nya
" Kuatkan hatimu nak... Juan sudah meninggal , ia terluka begitu parah !!" sahutnya
" Apa...? Juan meninggal ? tidak itu tidak benar kan... kau pasti bohong !! Juanku begitu kuat... tidak mungkin ia meninggal !!" kekeh Milea tak percaya... ia mendorong tabib itu dengan begitu kuat lalu masuk ke kamar
Prajurit berusaha menahan Milea namun tabib melarangnya
" Biarkan ia masuk !!" ucap sang tabib , Milea masuk dan mencari Juan namun di kamar itu kosong melompong tak ada siapapun
" Juan....Juan di mana kau ? dimana Juanku ??" tanyanya pada tabib yang kembali masuk
" Juan tak ada di sini.. tadinya ia hendak kami bawa ke rumah tabib terbaik namun di perjalanan pihak musuh kembali memanah nya dengan panah beracun hingga Juan tak bisa tertolong lagi... bahkan pasukan yang membawanya juga semua mati, hanya kabar burung yang kami terima entah di mana mereka di serang !!" sahut tabib berbohong
Seluruh tubuh Milea bergetar hebat... ia sungguh tak percaya beberapa hari lalu adalah hari terakhir mereka bertemu... hari terakhir mereka bercumbu dan bercinta
" Nona...nona !!" sang tabib pun menangkap Milea dan membaringkannya di ranjang bekas Juan tidur selama beberapa malam
Juan pun mendengar teriakan Milea dari tempat ia berbaring... lagi lagi hanya air mata yang bisa keluar dari kedua mata elangnya yang kini telah meredup itu
" Maafkan aku Milea... maafkan aku pria miskin tak berguna ini ...maafkan aku !!" rintihnya sambil berusaha menahan rasa sesak di dadanya
💐💐💐💐
" Milea....apakah putriku ada ke mari, aku adalah ayahnya !!" terdengar suara seorang pria yang tidak lain adalah ayah Milea yang menyusul Milea begitu mengetahui putrinya itu kabur mencari suaminya
__ADS_1
" Kemarilah tuan... putri anda ada di dalam , ia masih belum sadar!!" panggil tabib
" Apa...? putriku pingsan ? apa yang terjadi " tanya bangsawan Edwin , sang tabib pun menceritakan perihal sebab musabab Milea sampai pingsan
Bangsawan Edwin langsung terduduk lemas begitu mengetahui bahwa menantunya telah meninggal akibat pasukan yang sama yang menyerang raja Erden yang tak lain adalah pasukan Sobaria...
" Kurang ajar... dasar raja brengsek, permaisuri kejam.. kini putriku menjadi korban dia menjadi janda di umurnya yang masih begitu muda ... oh putri ku yang malang, menantuku yang begitu baik harus pergi hik hik hik " tangis Edwin sambil memeluk putrinya
Tabib hanya bisa meremas rambutnya .. bibirnya sudah sangat ingin memberitahu kebenarannya melihat betapa mertua nya juga begitu tulus menyanyangi Juan, namun ia takut Juan akan benar-benar nekat jika ia melanggar janjinya
" Di mana mayat menantuku ? aku ingin menguburkan Juan dengan kayak di Sobaria " tanya Edwin
" Maafkan hamba tuan... hamba hanya tabib dan tidak pernah keluar dari istana, hamba tidak mengetahui di mana kejadian Juan meninggal ... karena semua prajurit yang membawanya juga habis binasa . Silahkan tuan membawa putri tuan jika ia sudah sadar....saya permisi " pamit tabib , lebih baik ia menghindar karena jika terlalu lama di situ ia takut mulutnya akan berbicara karena kasihan
" Kau dengan tangisan keduanya tuan Juan ?? apa kau tak juga paham betapa mereka sangat kehilanganmu karena mereka begitu menyayangi mu ..?" tanya sang tabib , tak ada jawaban dari Juan ia diam seribu bahasa
" Lebih baik seperti ini, tangis mereka tak akan lama dan itulah yang terbaik untuk mereka " ucapnya setelah beberapa saat
" Terserah padamu saja tuan Juan, aku tak bisa berkata apapun lagi " ucap tabib lalu meninggalkan Juan
" aku akan mencari alat agar bisa membawamu dari sini, aku tak kuat mengangkatnya anak muda umurku sudah tak muda lagi !!" ucapnya sebelum menghilang di balik pintu
Tinggal Juan seorang terbaring di lantai sambil mendengarkan tangis Isak mertuanya dan juga istrinya yang sudah sadar dari pingsannya
" Ini semua karena ayah...mengapa ayah harus memberitahu Juan berita itu ? kini Juan ku telah tiada... ayah jahat ayah jahat, aku benci ayah hik hik hik !!" teriak Milea sambil menangis sesegukan
" maafkan ayah nak.. maafkan ayah , jangan membenci ayah... maafkan ayah !!" mohon Edwin berkali-kali
__ADS_1
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote