
Matahari sudah nampak menerangi bumi....Amara berlahan membuka ke dua matanya saat merasakan angin sepoi-sepoi di wajahnya, rupanya Saga telah membuka jendela. Saga terlihat sudah mandi dan berpakaian rapi
" Kau sudah mandi sayang ?? apakah sudah siang ?" tanya Amara dengan suara serak khas bangun tidur
" Ya... sudah waktunya sarapan, bangunlah aku akan menunggumu !!" sahut Saga... namun Amara masih begitu lemas, aktifitas semalam membuatnya sangat lemas bahkan seluruh tubuhnya terasa sakit semua
" Maaf ... aku masih lemas sekali sayang, sebaiknya aku sarapan di kamar saja !!" sahut Amara yang berusaha bangun namun akhirnya terebah lagi....Saga tersenyum senang melihat Amara yang kelelahan, ia memang sengaja agar Amara tak usah sarapan bersama dengan yang lain, enak saja nanti Hansen akan menikmati kecantikan Amara....π‘π‘
Saga mengangkat Amara ke kamar mandi dan meletakkannya di dalam bak mandi yang sudah di beri banyak bunga dan daun-daunan yang harum
" Baiklah ....kau mandi saja dengan santai, nanti aku akan membawakan sarapanmu , selesai mandi jangan kemana-mana jangan keluar kamar... mengerti !!" titah Saga yang di angguki Amara
Saga berjalan menuju ruang makan kerajaan di mana semua sudah berkumpul
" Dimana putri Amara ??" tanya Ratia melihat Saga datang seorang diri
" Amara masih tidur... ia kelelahan semalam " sahut Saga sambil tersenyum membuat Ratia menggeleng
" Mentang-mentang pengantin baru, jangan terlalu ganas Saga... kasihan adikku !!" omel Ratia membuat Hendrik dan Saga terkekeh, Hansen terdiam....sebenarnya hatinya merasa panas mendengarnya namun ia harus bisa menyembunyikan perasaannya dengan baik karena Jendral Saga bukanlah orang sembarangan
" Hendrik... aku pamit sekalian, setelah Amara sarapan kami akan segera kembali ke vila... kurasa sudah cukup lama kami di sini " ucap Saga mengagetkan Ratia
" Tapi Saga...."
" Istriku... jangan menahan mereka lagi, mereka masih berbulan madu... tentu ingin berdua saja !!" potong Hendrik membuat Ratia terdiam
" Hufff... baiklah, tapi Saga berjanjilah sebelum kalian kembali ke Mongun kalian akan menginap lagi di sini !!" pinta Ratia yang di angguki Saga
" Baiklah Ratia aku berjanji, sekarang aku pamit dulu mau membawakan sarapan untuk istriku" pamit Saga tanpa menoleh sedikit pun pada Hansen
" Istriku ....beristirahatlah dulu , Hansen ikut aku ke ruang kerjaku !!" titah Hendrik
Sesampainya di ruangan Hendrik.....
" Ada apa kak ??" tanya Hansen... Hendrik menghela nafas panjang
" Hansen.... kau tau aku dan Saga berhubungan baik, jika Saga tak menyelamatkan aku dan Ratia dulu kami sudah tinggal nama dan kerajaan kita sudah musnah... kau tau hal itu ??" tanya Hendrik
" Tentu aku tau kak ?? lalu ??"
__ADS_1
" Jadi ... jangan merusaknya Hansen !!"
" Apa maksud kakak..?? aku ti..."
" Aku mengenal Saga dengan baik Hansen , sulit bagi nya untuk membuka hati namun begitu sudah menyukai seorang wanita ia akan sungguh-sungguh mencintainya melebihi dirinya sendiri " jelas Hendrik
" Lalu apa hubungannya denganku kak ??"
" Selain mengenal Saga tentu aku lebih mengenalmu Hansen... aku tau kau menyukai istri Saga " tembak Hendrik
" Aku hanya mengaguminya kak... tidak lebih !!"
" Apapun itu Hendrik... hentikan, kau sudah membuat seorang Saga cemburu. Hansen... kau pria yang tampan dan juga seorang pangeran, begitu banyak gadis di kerajaan kita ini, pilihlah satu dan menikahlah... usiamu sudah cukup matang " ucap Hendrik... kini giliran Hansen yang menghela nafas
" Baik kak....aku mengerti !! terimakasih atas saranmu " ucap Hansen lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut
π’π’π’π’
Amara sarapan dengan lahap, perutnya memang lapar sekali....Saga sangat memanjakannya pagi ini, ia menyuapi Amara makan sampai habis .
" Apalagi yang kau inginkan ??" tanya Saga
" Sudah sayang, terimakasih muah " sahut Amara lalu mengecup pipi Saga
" Mengapa kau diam saja ? berterimakasih lah dengan benar !!" protes Saga melihat Amara diam saja
Amara terkekeh... senang sudah membuat Saga kesal, dengan sekali gerakan Amara duduk di pangkuan Saga, kedua tangannya melingkar di leher suaminya
" Baiklah sayang... aku akan berterimakasih dengan benar , tapi janji ya hanya ciuman tidak lebih... aku masih lemas !!" ucap Amara lalu mencium bibir Saga dengan mesra. Saga menyambut bibir Amara dengan senang, lidahnya dengan lihai berkelana mengabsen setiap isi mulut Amara
Ciuman panas pun tercipta di pagi itu, Saga membalik posisi mereka hingga Amara kini berada di bawahnya, dengan susah payah Amara pun berhasil melepas ciuman mereka
" Sayang... sudah... sudah...!!" ucapnya sambil menarik nafas
" Tapi aku ingin lagi Amara !!" sahut Saga yang sudah terlanjur on
" Nanti malam saja ya... tubuhku masih lemas, please !!" mohon Amara , jika di medan perang ia kini sudah mengibarkan bendera putih tanda ia sudah menyerah rah rah π€π€... membuat Saga mau tak mau mengalah
" Baiklah... begitu kita sampai vila beristirahatlah .. agar nanti malam segar kembali , ayo kita berpamitan " ucap Saga setelah meremas si kembar dengan gemas
__ADS_1
" Ohhh akhirnya bisa bebas juga " cicit Amara
" Ingat Saga... jangan terlalu ganas !! " pesan Ratia berulang kali melihat wajah Amara yang sedikit pucat dan masih sedikit lemas ... Saga hanya tersenyum simpul
" Aku tidak apa-apa kak... sungguh !!" sahut Amara
" Jangan terlalu kau turuti hasrat suamimu itu Amara.... bisa-bisa patah pinggang mu nanti , ingat nanti sebelum kalian kembali ke Mongun... kalian harus menginap lagi di sini !!" kembali Ratia berpesan
" Ya kakak... sampai jumpa lagi, jaga juga kesehatan kakak muah muah " pamit Amara
Hansen hanya melihat dari kejauhan, sebenarnya apakah salah jika ia sekedar mengagumi seorang wanita... toh tidak lebih ?? tanyanya dalam hati.
πΌπΌπΌπΌ
Sementara itu....di Sobaria
" Selamat malam tuanku raja....hamba menghadap !!"
" Katakan apakah ada berita penting dari Mongun ??" tanya raja Max, semenjak kepulangan Sora dari kerajaannya.... diam-diam Max menyusupkan mata-mata di dalam istana Mongun. Rasa ketertarikannya yang besar terhadap Sora lah yang menjadi alasan Max melakukannya. Dan ini adalah laporan pertama semenjak mata-mata nya di kirim ke Mongun.
" Ada tuanku Raja mengenai jendral Saga !!" lapor lelaki tersebut
" Sebelumnya beri aku laporan tentang Sora!!" pinta Max
" Permaisuri Sora sampai dengan selamat dan keadaan beliau sehat saja sampai sekarang, namun para dayang di sana bergosip bahwa permaisuri memberikan obat perangsang pada raja Xoga beberapa kali ... maaf jika berita ini terlalu pribadi " Jabar pria di depan Max
" Apa... obat perangsang ha ha ha ... Sora - Sora, entah siapa yang gila suaminya ataukah Sora" sahut Max menggelengkan kepalanya sambil mengusap kepala plontosnya
" Ternyata kau se prustasi itu Sora... sampai harus memberikan obat perangsang agar suamimu mau menyentuhmu... positif Xoga pasti memiliki wanita lain " ucap Max dalam hati
" Apa berita selanjutnya !!??" lanjut Max
" Sebelumnya maaf tuanku raja... emmmm"
" katakan !! apakah berita buruk ??"
" Ya tuanku... Jendral Saga baru saja menikah lagi di Medan perang sehabis memenangkan ekspansinya, jadi jendral Saga sudah memiliki selir sekarang !!" lapor nya dengan tubuh bergetar
" Apaaaaa π±π±π±???"
__ADS_1
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya π₯°π₯°π₯°