Deep Heart

Deep Heart
34. Ikatan


__ADS_3

Pamanpun segera melaksanakan perintah Jendral Saga, ia senang karena tuannya sekarang lebih menikmati hidupnya. Selama ini Jendral Saga hanya selalu berperang dan berperang dan jika ia mengambil libur juga Jendral Saga hanya mengurung diri di vila ataupun bertapa di hutan.


Melihat aura wajah tuannya yang begitu bahagia membuat paman juga ikut merasa bahagia. Ia berharap Amara bisa membuat tuannya selalu tersenyum, dengan semangat paman memacu kereta kudanya menuju kembali ke vila.


🌹🌹🌹🌹


Saga kembali ke kamar... entah mengapa ia tak bisa meninggalkan Amara berlama-lama kini. Amara terlihat sedang tertidur, ia meringkuk di bawah selimut seperti kedinginan. Memang suhu di tebing ini jauh lebih dingin dari pada di vila..Saga pun naik ke ranjang dan ikut bergabung ke bawah selimut.


Dengan sekali tarik, tubuh Amara pun kini berbalik menghadap Saga, Saga menarik tangan Amara agar memeluk pinggangnya. Dipandanginya berlama-lama wajah cantik yang nampak kelelahan itu.... Saga tersenyum mengingat bagaimana panasnya permainan mereka.


" Oh shitt bagaimana mungkin hanya dengan memandangi wajahnya saja membuat milikku kembali berdenyut-denyut 😱🤦" keluh Saga yang merasakan miliknya yang mulai mencari musuh lagi.


Berlahan di kecupi nya kening Amara berkali-kali sampai Amara terbangun karena merasa terganggu...


" Jendral......." cicitnya sambil tersenyum manis


" Bagaimana keadaanmu ?? apa masih sakit ??" tanya Saga , Amara menggeleng pelan


" Tapi Amara merasa lemas " sahutnya, tangan Saga kembali meraba-raba membuat Amara merasa geli, dan betapa kagetnya Amara begitu merasakan tornado Saga yang kembali mengeras


" Jendral.... jangan bilang..."


" Boleh ya... sebentarrrr saja, janji ngak akan lama he he maklum lama menganggur ...boleh ya !!" ucap Saga dengan senyum mesum dan tanpa menunggu jawaban dari Amara ia segera menarik piyama yang di kenakan Amara


Saga kembali beraksi menuntaskan hasratnya yang begitu mengebu kini....Amara hanya bisa diam pasrah ...sesekali ia mengigit bibirnya menahan rasa sakit yang bercampur nikmat yang kini di rasakan ya


De***** kembali memenuhi kamar tersebut, jika bisa berucap ingin Amara minta ampun...ngak kuku dengan keganasan sang Jendral, namun ngak mungkin kan 🤣🤣, ia hanya bisa memejamkan mata dan menikmati apa yang di berikan oleh Saga di atas ranjang untuk yang kesekian kalinya.

__ADS_1


Deru nafas Saga masihlah terdengar ... ia puas sekali pagi ini, senyum lebarnya yang terlihat jelas menandakan hal itu. Amara kembali terkapar tak berdaya menandingi kekuatan seorang Jendral Saga... jika ini adalah peperangan maka Amara hanya bisa mengibarkan bendera putih tanda menyerah 🤭😂😂


Saga memeluk Amara sambil memejamkan matanya... senyum lebar tak hilang dari wajah tampan itu


" Terimakasih Amara... aku sangat bahagia " bisiknya sebelum tertidur, Amara tersenyum mendengar pengakuan Saga yang merasa puas dengannya. Seandainya ia adalah gadis bangsawan pastilah Amara ingin meminta Jendral Saga menikahinya , namun ia sadar diri ia hanyalah anak yatim piatu dari kalangan rakyat jelata.... bisa menjadi penghangat ranjang seorang jendral Saga saja sudah merupakan kehormatan luar biasa untuknya.


Sementara Saga sedang mabok...menggarap ladang mininya 🤭🤭... malamnya paman sudah sampai kembali ke vila. Kedatangannya di sambut oleh bibi dengan heboh.


Bibi bertanya-tanya apa yang terjadi hingga orang yang di perintahkannya untuk melayani Saga kembali begitu cepat, apakah ada masalah di tebing ?? dengan segera bibi menarik Papo ke dalam ruang rahasia agar tak ada yang mendengarkan perbincangan mereka


" Papo... mengapa kau kembali, apakah ada masalah di tebing ?? " tanya bibi segera


" Tidak ada masalah nyonya besar, jendral memerintahkan saya kembali untuk membawa lebih banyak persediaan karena Jendral akan tinggal di tebing lebih lama dari rencana semula katanya " sahut Papo


" Oh ya... berarti Jendral sangat betah berada di tebing, ha ha ha senangnya hatiku. Memang sudah saatnya jendral Saga menyenangkan dirinya sendiri, sejak dulu ia tak pernah mengurusi masalah pribadinya... hanya mengurusi kerajaan saja, padahal kalau di fikir siapa juga yang untung...??" ucap bibi panjang lebar


" Siapa yang untung nyonya besar ??" beo Papo


" Oh ya Papo... katakan padaku apa menurutmu mereka sudah melakukannya 😱😱🤭🥰??" tanya bibi begitu kepo... wajah Papo memerah mendengar pertanyaan itu


" Nyonya besar.... kok bertanya hal itu pada saya... mana saya tau, memangnya saya mengintip " jawab Papo


" Kan ngak mesti mengintip Papo, dari aura wajahnya saja sudah ketahuan ... kamu itu kayak ngak pernah melakukannya saja 😤😤" sahut bibi mengomel


Papo terdiam.... sebenarnya ia tau, namun untuk membicarakannya ia merasa tabu


" katakan...!! kok malah melamun !!" bentak bibi kesal

__ADS_1


" Anu.... nyonya... saya rasa tabu membicarakan masalah itu " kekeh nya


" Tabu dari mana..?? aku hanya bertanya ...menurutmu mereka itu sudah apa belum ??" protes bibi dengan mata melotot, melihat mata bibi Papo akhirnya menyerah


" Ee...menurut saya sih sudah nyonya besar hehehe" jawabnya sambil tersenyum


" Nah begitu.... dari mana kau tau kalau mereka sudah melakukannya ??" tanya bibi lagi... ia begitu senang bahkan bibi sampai duduk bersila seperti anak kecil yang hendak mendengarkan dongeng


" Tapi nyonya besar jangan sampai Jendral tau kalau saya mengatakan ini, nanti Jendral bisa marah " ucap Papo ketakutan


" Iya... ini hanya antara aku dan kau, tak akan kemana-mana... aku tau bagaimana caranya menjaga mulut tuaku ini Papo !!, kapan mereka melakukannya pertama kali....apa tadi malam ??" ucap bibi menyakinkan Papo sekaligus bertanya dengan penuh rasa penasaran


Paman yang bernama Papo ini pun menghela nafas panjang...


" Menjelang sore... Jendral dan nona Amara bermain sampai ke dekat air terjun dan tak lama hujan pun turun, saat kami kembali menuju tempat kami... Jendral dan Amara terlihat berlari sambil bergandengan tangan kembali ke rumah... dan mereka tak keluar kamar lagi sampai tadi pagi. Bahkan mereka tak menyentuh makan malam yang kami siapkan " jabar Papo... bibi mendengarkan dengan sabar


" Tadi pagi Jendral Saga keluar dari kamar dengan wajah yang begitu bahagia... nyonya besar"


" Lalu ia memerintahkan mu untuk kemari dan menambah persediaan !! ohhh Papo... itu artinya Saga sangat menyukai Amara dan mereka akan lama berada di sana... ahhh senangnya hati wanita tua ini hik hik hik " ucap bibi begitu senang campur haru


" Ya nyonya besar....saya harap nona Amara segera memberikan bayi untuk jendral Saga, ahh vila ini pasti ramai dengan suara tangis bayi " timpal Papo


" Amara tak bisa hamil selama ia meminum obat dari tabib Isla ....aku memang memintanya, agar Jendral puas berdua dulu dengan Amara " kata-kata itu membuat kaget Papo


" Jadi..... tapi mengapa nyonya, akan lebih baik jika ada anak di antara mereka ??" protes Papo


" Kita lihat saja nanti Papo, karena Saga belum jelas apakah ia akan menikahi putri yang melamarnya atau tidak. Kasihan Amara jika ia hamil tanpa ikatan yang jelas..." papar bibi yang di angguki oleh Papo

__ADS_1


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya


__ADS_2