
" Katakan siapa kalian ? mengapa kalian menghalangi perjalanan kami ??" tanya Aflan
Seorang pria tengah baya yang memakai pakaian bagus maju dan memberi hormat, rupanya mereka termasuk golongan bangsawan jika di lihat dari penampilannya
" Paduka raja Erden yang terhormat, hamba bangsawan Edwin meminta keadilan terhadap putri hamba Milea !!" ucapnya dengan mata berkaca-kaca
" Memangnya apa yang terjadi dengan putri mu hingga kau dengan lancangnya berani menghalangi perjalanan raja Mongun ?? perlu ku tegaskan selama semalam berada di Sobaria... aku selalu berada di samping raja Erden , Raja Erden tak ada menyentuh satupun dari gadis Sobaria..Jadi jika kau ingin menyebar fitnah... ku sarankan berhenti saja sampai di sini !!" sahut Aflan tegas
" Ampun paduka raja... hamba tidak mengatakan jika paduka raja Erden yang melakukannya pada putri hamba, tetapi salah seorang dari pasukan yang mulia raja. Milea adalah satu-satunya putri kami... ia gadis yang sangat cantik dan bermasa depan cerah. Namun perintah dari permaisuri Sora yang meminta semua gadis tercantik di Sobaria harus berkumpul dan melakukan apapun yang di perintahkan oleh Permaisuri tak bisa kami tolak . Kini kegadisan putri kami telah ternoda....siapa yang mau menikahinya , tolonglah beri keadilan bagi putri kami !!" jelas pria itu kemudian ia dan seluruh rombongannya bersujud di depan pasukan Erden.
Erden memandang ke arah Juan, Juan menunduk malu... memang semalam ia merasakan salah seorang dari ke tiga gadis itu masihlah seorang perawan dan ia merengut nya dengan begitu nikmat semalam
" Seharusnya kau meminta keadilan terhadap permaisuri Sora , orang yang memerintahkan hal itu... bukan pada kami, kami hanya tamu !!" kekeh Aflan
" tapi tuan....putri kami semalam di minta untuk masuk ke kamar raja Erden, bagaimana kami bisa meminta keadilan pada permaisuri yang sudah terkenal tak punya belas kasih itu ?? bahkan kemarin jika kami tak menyerahkan putri kami ada hukuman mati menunggu kami... kasihani kami paduka... kasihani masa depan putri kami yang tercinta, bagaimana jika kelak ia hamil ?? siapa yang akan menjadi ayah dari cucuku ??" sahut ayah Milea lagi membuat hati Erden tergerak... ia langsung teringat dengan pujaan hatinya yang juga sedang hamil
" Kau yakin salah satu pengawal atau prajuritku yang melakukannya pada putrimu ??" tanya Erden akhirnya turun tangan
" yakin sekali paduka, karena putriku sudah pernah melihat paduka saat di Mongun dan tadi pagi pria yang bersamanya semalam bukanlah paduka raja !! pria tersebut mengatakan bahwa ia hanya mengikuti perintah yang mulia Erden " jawab Edwin jujur
Erden pun memerintahkan pasukannya agar berhenti
" Jika permasalahan ini mau di selesaikan... sebaiknya kita ke tempat lain !!" ucap Erden lagi
" Jika berkenan... paduka dan rombongan bisa mampir dulu ke kediaman hamba sambil menyelesaikan masalah ini !!" ajak Edwin
" Baiklah....tunjukkan kami jalan !!" sahut Erden lagi
" Tapi raja Erden.... bukannya kau hendak bergegas kembali ke Mongun untuk menyelesaikan masalah pernikahan yang mulia sendiri ??" protes Aflan
" Masa depan seorang gadis juga penting Aflan... bukankah kau yang menyusun rencana semalam dan akibat rencana itu aku selamat namun tidak dengan gadis itu, sedikit banyak kita ikut bertanggung jawab " sahut Erden bijak, akhirnya Aflan pun menurut dan ikut ke kediaman sang bangsawan.
Kediaman sang bangsawan memang lah sangat mewah, artinya Edwin bukanlah orang sembarangan
" Apa kegiatanmu bangsawan Edwin ??" tanya Erden penasaran
" Hamba mendatangkan hewan ternak dan kain dari segala penjuru dunia ke Sobaria !!" jawabnya membuat Erden paham mengapa bangsawan satu ini begitu kaya.
Erden dan pasukannya diterima di sebuah aula yang lumayan luas dan nyaman. Walau mereka duduk lesehan namun lantai begitu empuk karena dilapisi permadani nan begitu indah dan tebal juga di lengkapi dengan banyak bantal
Tuan rumah segera menghidangkan minuman dan banyak camilan untuk tamu mereka.
" Jadi ... apa yang kau inginkan bangsawan Edwin, kami tak bisa lama....raja kami akan mempersiapkan pernikahannya !!" ucap Aflan setelah menghabiskan segelas minuman yang di hidangkan
__ADS_1
" Sebelum kau memberitahu apa yang kau inginkan... panggilkan dulu putrimu , aku ingin dia menunjuk yang mana di antara prajuritku ini yang bersamanya semalam ??" pinta Erden
" Baik yang mulia... istriku bawa Milea kemari !!" titah Edwin ....istri Edwin pun masuk dan tak lama istri Edwin keluar sambil mengandeng seorang gadis cantik. Gadis tersebut menunduk saja, mungkin ia malu atau apalah
" Sekarang tunjukkan padaku Milea... mana pria yang bersamamu semalam ??" tanya Erden penuh wibawa, Milea menatap pada kedua orang tuanya meminta persetujuan... keduanya pun mengangguk tanda setuju.
Mata indah itu mulai menyusuri satu persatu wajah pria yang duduk berjejer di depan mereka....dan pandangannya terhenti pada Juan, ia sangat hapal dengan otot kekar lengan itu... lengan pria yang menyentuhnya pertama kali... yang membuatnya merasa kesakitan dan bahagia secara bersama semalam... ia tak akan lupa pada kehangatan dan kekuatan pria itu karena semalam lengan pria itu memeluknya erat
" Dia.....!!" ucap Milea derajat menunjuk Juan, kedua orang tua Mile segera memperhatikan pria tampan nan kekar yang duduk tak jauh dari Raja Erden itu.
Erden tersenyum....
" Ya benar... semalam memang Juan yang tidur di ranjangku. Aku sengaja menghindar dan tidur di kemah karena aku tau apa yang akan dilakukan ibuku . Aku sudah punya istri dan sangat mencintainya juga setia pada pujaan hatiku itu. Juan hanya mengikuti perintahku, maaf jika itu merugikan putrimu pada akhirnya. Jadi apa yang kau inginkan bangsawan Edwin... katakan berapa kau minta sebagai ganti rugi ??" tanya Erden
" Seperti yang paduka lihat, kami tak kekurangan harta... semua yang kami miliki kelak adalah milik Milea karena hanya dia harta kami paling berharga " tolak Edwin
" Jadi... apa yang kau inginkan ??" tanya Erden bingung
" Kami ingin pria itu bertanggung jawab dan dapat di hukum seumur hidup !!" sahut Edwin ambigu
" Dihukum seumur hidup ?? " beo Erden
" Ya...!!"
" Maaf bangsawan Edwin aku tak bisa menyerahkan pengawal terbaikku untuk menjalani hukuman atas apa yang sudah berlaku... Juan adalah pria yang baik, ia melakukannya murni karena melakukan perintahku !!" tolak Erden
" Apa....??" Erden dan Aflan saling pandang... sedangkan wajah Juan langsung saja memucat, ia sungguh tak menyangka bahwa mereka ingin dia menikahi putri mereka dengannya
" Bagaimana ini paman ?? " bisik Erden
" Entahlah... kau rajanya , jika aku ... aku tak akan menikahkan mereka " sahut Aflan
" mengapa paman ??" tanya Erden bingung
" Kau lihat sendiri raja Erden... mereka sangat kaya, sedangkan Juan rakyat biasa bahkan ia yatim piatu semenjak kecil... apa mereka akan memperlakukan Juan dengan baik sebagaimana kita memperlakukan nya selama ini ?? aku meragukannya ... sangat meragukannya, saranku lebih baik cari solusi lain " bisik Aflan lagi
Erden diam sesaat... ia berfikir keras, apa yang harus dilakukannya ?? jika sebagai raja Mongun kehilangan seorang seperti Juan sangatlah di sayangkan... namun jika menolak permintaan mereka, kasihan putri mereka... ahhh Erden sungguh bingung 😕😕😕
Erden melihat ke arah Milea ... terlihat Milea sedang menatap Juan dengan pandangan jatuh cinta sedangkan Juan hanya menunduk sedari tadi... entah apa yang sedang di pikirkan pemuda itu saat ini ??
" Juan... mereka meminangmu, kau ada pendapat ??" tanya Erden pada Juan
" Paduka... hamba hanyalah rakyat jelata sedangkan mereka dari kaum berada, sungguh hamba tidak pantas .....!!" jawab Juan dan di dengar oleh pihak bangsawan Edwin
__ADS_1
" Anda mendengar sendiri jawaban Juan bukan ?? Juan adalah rakyat biasa dia bahkan yatim piatu semenjak kecil... bisa di bilang Juan besar di medan perang bersama kami. Jadi menurut Juan ia sangat tidak pantas untuk menjadi menantu anda yang merupakan kaum bangsawan . Jadi seperti tawaran awal kami....katakan berapa ganti rugi yang kalian inginkan, kami akan....."
" Paduka... tolonglah jangan katakan hal itu, kami berjanji akan menerima Juan menjadi bagian dari keluarga kami tanpa syarat... asal Juan membahagiakan putri kami itu sudah cukup. Untuk apa harta yang banyak jika putri kami tak bisa tersenyum menghadapi masa depannya ??" potong bangsawan Edwin
" Bagaimana Juan ?? aku serahkan padamu mengenai keputusan ini, walaupun aku bisa saja memerintahkan mu untuk menikah dengan Milea namun pernikahan yang di paksa itu juga tidak enak " tanya Erden... Erden sudah tak bisa berfikir, ia hanya bisa menyerahkan keputusan ini sepenuhnya pada Juan
" Paduka... bolehkan hamba di beri kesempatan untuk berbicara secara pribadi dengan Milea terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan ??" pinta Juan
" Bangsawan Edwin ....apakah anda berkenan memberi waktu untuk Juan berbicara pribadi dengan Milea terlebih dahulu ??" pinta Erden
" Baiklah raja Erden... Istriku bawa Milea dan Juan ke taman pribadi Milea... biarkan mereka berbicara dari hati ke hati " titah Edwar
Juan berjalan mengikuti ibu Milea dan Milea masuk ke dalam rumah mewah nan besar itu. Ibu Milea meninggalkan keduanya di taman pribadi Milea. Juan berdiri sementara Milea duduk di kursi... keduanya saling diam beberapa saat
" Maafkan aku... apakah aku menyakitimu semalam ??" tanya Juan akhirnya ... Milea mengangkat wajahnya dan memandang Juan dengan tatapan yang tak bisa di artikan oleh Juan
" Ya ... sedikit namun lebih banyak bahagianya " sahutnya
" apa...?? " ucap Juan kaget, Milea berjalan mendekati Juan , ia memberanikan diri menyentuh jemari Juan dan menggenggamnya
" Juan... jangan menolakku, sejak pertama kau menyentuhku semalam... aku sudah jatuh cinta dengan kehangatan dan kelembutanmu, kau pria pertama yang pernah menyentuh tubuhku dan aku ingin kau menjadi pria terakhir yang memilikiku... selamanya " pinta Milea sambil membawa tangan Juan ke dadanya... sungguh dada Juan terasa hendak pecah saat ini...nafasnya bahkan menderu tak karuan
" Tapi ... aku hanyalah seorang pengawal Milea, aku bukan orang berpunya ataupun berpangkat... sungguh aku tak pantas menjadi pendampingmu " ucap Juan merasa insecure
" Apakah kepantasan bisa membahagiakan Juan ??" tanya Milea membuat Juan terdiam... Milea menarik Juan ke kursi, Juan pun duduk terdiam... ia tak bisa menjawab pertanyaan Milea tadi
" Jangan menjawab apapun dulu... bisakah kita merasakannya saja ??" tanya Milea membuat Juan menatap manik mata gadis yang begitu cantik di depannya itu
" Merasakan ?? apa maksudmu ??" tanya Juan bingung....Milea duduk di pangkuan Juan, ia melingkarkan kedua tangannya di leher Juan dan Milea mempertemukan bibir mereka dan berlahan menyesap bibir Juan ... Juan menutup kedua matanya, ia merasakan sesapan dari Milea dan ia sangat suka... tanpa aba-aba Juan membalas sesapan Milea, tangan kekarnya tanpa di sadari melingkar di pinggang Milea... keduanya terhanyut oleh rasa menggebu dan nikmat dari pertemuan bibir mereka
Hanya dengan ciuman itu... tanpa perlu banyak kata-kata, kini Juan mengerti maksud Milea
Keduanya mengakhiri ciuman mereka dengan senyum di wajah masing-masing
" Kita keluar sekarang ??" tanya Milea... Juan mengangguk mantap
Semua yang sedang menunggu kaget melihat keduanya keluar sambil bergandengan tangan dan senyum di wajah masing-masing... wajah bangsawan Edgar dan istrinya pun langsung bahagia melihat putri semata wayang mereka terlihat begitu bahagia
" Baiklah ... kami rasa kita semua sudah tau jawaban nya. Jika begitu kami titipkan Juan pada kalian ... tolong jaga Juan sebagaimana kami menjaganya selama ini !!" ucap Erden senang
" Bisakah kami dinikahkan sekarang... agar paduka Erden bisa menyaksikannya ??" pinta Juan mengagetkan semua
Waduh... Juan malu-malu harimau ya dirimu ðŸ¤ðŸ¤£ðŸ¤£
__ADS_1
bagaimanakah kisah selanjutnya ??
Pantengin terus up date berikutnya .. jangan lupa untuk selalu memberi like komen dan vote kalian Yo 🥰🥰