
Tubuh kecil Sarah melesat di bawa kuda kesayangannya menuju tanah kelahirannya. Semula tujuannya adalah langsung ke kerajaan Mongun sesuai instruksi kakeknya. Kakeknya meminta Sarah mencari vila ayahnya dan ibunya tinggal dan melihat tempat di mana ia seharusnya di lahirlan dulu.
Kakeknya sudah menceritakan bagaimana ia bisa berakhir di kerajaan naga selama ini. Sarah tidak pernah menyesal di besarkan jauh dari kedua orang tuanya karena semua naga yang merawatnya begitu menyayangi dirinya terutama kakeknya.
Sarah tidak terburu-buru dalam perjalanannya, ia begitu menikmati beragam pemandangan sepanjang jalan karena selama ini ia tak pernah keluar sama sekali dari lingkaran kekuasaan kerajaan naga.
Akhirnya Sarah sampai di kerajaan yang bernama Mongun itu. Menurut kakeknya ayahnya dulu adalah seorang jendral yang sangat di kagumi di kerajaan ini. Seorang pria yang sangat Gagat berani dan juga sakti, terbukti hanya ayahnya yang mampu mengalahkan kakeknya dulu.
Sarah sangat beruntung hari ini adalah hari pasar, keadaan di sepanjang jalan utama kerajaan begitu ramai dengan kegiatan jual beli.
" Rupanya kakak tampanku adalah raja di kerajaan ini, wow kerajaan yang sangat indah dan ramai...." Sarah berceloteh sendiri sambil asik memilih aksesories rambut yang di pajang sepanjang jalan
Sarah begitu senang.....baru kali ini ia melihat begitu banyak barang yang cantik-cantik, untung kakeknya memberinya begitu banyak emas hingga ia bisa berbelanja sepuas hati.
Tanpa di sadari Sarah....sepasang mata elang mengamati dirinya sedari tadi. Mata elang itu tak berkedip menatap ke arah Sarah yang asik berbelanja dan wara-wiri berkeliling pasar..Namun bukan hanya dirinya yang memperhatikan keberadaan seorang gadis nan begitu cantik jelita itu... hampir semua pria meliriknya .
Sarah memasuki sebuah rumah makan yang begitu indah di matanya. tak banyak yang masuk ke rumah makan itu karena rumah makan itu rupanya rumah makan yang harganya lumayan mahal namun sesuai dengan keadaan bangunan yang begitu bersih dan indah.
Sarah memesan makanan sambil mencoba beragam aksesories rambut dan perhiasan yang dibelinya..Bukannya ia tak punya perhiasan , ia memiliki begitu banyak perhiasan yang di berikan oleh kakeknya namun perhiasan yang di jual di pasar begitu cantik dan kekinian.
Begitu asik dengan kegiatannya , Sarah tak menyadari satu persatu pengunjung di minta meninggalkan restoran tersebut.
Si mata elang masuk ke restoran tersebut , matanya langsung tertuju pada Sarah yang asik dengan kegiatannya sendiri tanpa menghiraukan keadaan di sekitarnya.
Pria tersebut berjalan sambil tersenyum ke arah Sarah
" Boleh aku duduk di sini ??" tanyanya sambil duduk di depan Sarah
" Apakah pertanyaan itu perlu kujawab saat kau sudah duduk di situ paman ??" sahut Sarah
" what...?? mengapa kau memanggilku paman , aku tidak setua itu !!" protesnya , Sarah memandangi pria di depannya itu
" Kurasa kau layak kupanggil paman " sahut Sarah lalu kembali asik mematut sebuah hiasan rambutnya dengan berkacakan sebuah cermin kecil yang di belinya tadi di pasar..Wajah sang pria langsung memerah, selama ini tak ada seorang wanita pun yang berani menghinanya....ketampanannya selalu membuat wanita luluh lantah dan memujanya namun gadis di depannya ini seolah tak melihat hal tersebut.
" Siapa namamu ??" tanya sang pria lagi
" Sarah " sahut Sarah tanpa mengalihkan pandangannya
__ADS_1
" nama yang cantik....secantik orangnya, ini untukmu cantik !!" ucapnya lagi lalu menyerahkan sebuah aksesoris rambut yang begitu indah dan mewah ke meja . Mata Sarah melirik hiasan rambut tersebut... ia lalu melihat ke arah sang pria ....
" Mengapa kau memberikannya padaku paman, kita tidak saling mengenal ??" tanya Sarah membuat sang pria tersenyum
" Kuharap kau tak memanggilku paman setelah aku memberikan perhiasan mahal ini padamu !!" sahutnya
" Kau tak perlu memberiku benda itu jika hanya ingin tak kupanggil paman... katakan aku harus memanggilmu apa ?? pak tua mungkin ??" lanjut Sarah membuat nya langsung terbatuk
" gadis ini... sungguh tak memiliki tembolok sepertinya " omelnya dalam hati
" Bagaimana jika kau memanggilku kakak!!" pintanya....Sarah terdiam sesaat
" Tidak...!!"
" what?? why not ??"
" Karena sudah ada seseorang yang kupanggil kakak, yang lain saja !!" tolak Sarah sambil tersenyum karena ia jadi teringat dengan sang kakak tampan yang sudah mencuri hatinya
Senyum Sarah membuat sang pria tertegun.... mengapa senyumnya mengingatkannya pada seseorang ?? cicitnya
" Hidangkan !!" titahnya
" Kau seorang raja ??" tanya Sarah
" Ya... namun rahasiakan ya, aku tak ingin siapapun tau " sahut sang pria
" siapa juga yang akan kuberitahu, aku tak mengenal siapapun di sini " sahut Sarah , namun matanya kemudian membulat melihat begitu banyak makanan enak di hidangkan di meja
" Aku tidak memesan sebanyak ini bibi !!" protesnya pada pengantar makanan
" Izinkan aku mentraktir mu sebagai tanda perkenalan kita !!" potong sang pria, Sarah terdiam... ia jadi teringat pesan sang kakek jika seorang pria tak di kenal baik padanya berarti pria tersebut ada maunya.... dan biasanya niatnya tidak baik
" Apa maksud paman melakukannya, kau punya niat tidak baik padaku ??" tembak Sarah membuat sang pria terbatuk
" what ??.....kau sangat berburuk sangka cantik, sungguh niatku tulus hanya ingin berteman denganmu !!" jawabnya lagi
" Well......di tolak sayang juga, makanan ini sangat enak kelihatannya dan sebagian ia belum pernah memakannya....dan jika dilihat-lihat sepertinya paman ini orang baik " ucap Sarah dalam hati
__ADS_1
" Yakin hanya sebagai tanda pertemanan ??" tanya Sarah lagi
" Yakin sekali..ayo silahkan makan Sarah !!" ucapnya...
Sarah tersenyum sambil melihat ke arah makanan di depannya... air liurnya sudah hampir menetes
" Baiklah paman .. terimakasih atas makanannya !!" ucap Sarah kemudian dan tangannya mulai mengambil makanan
" Sepertinya kau bukan warga di kerajaan ini, dari mana kau berasal ??" tanya sang pria sambil mengunyah
" Ra ha sia !!" jawaban andalan Sarah
" Berapa umurmu ??"
" 20..."
" apakah kau mau menginap di sini....jika kau mau kau bisa menginap di sini tanpa membayar "
" Aku punya banyak uang paman...aku bisa membayar !!" sahut Sarah lagi
" Bisakah kau tak memanggilku paman ...please !!" pintanya mulai merasa gerah di panggil paman
" Ya ya... aku tau kau tidak menikahi bibiku karena aku tak punya bibi " sahut Sarah sambil terkekeh
" Jadi katakan... aku harus memanggilmu apa ??" tanya Sarah sambil memandangi pria di depannya itu
" Sebenarnya paman ini lumayan tampan...ya 11-12.lah dengan kakak tampanku, namun kakak tampanku tetap yang paling tampan he he " ucap Sarah dalam hati
" Panggil saja aku Kenan ! " ucap sang pria sambil tersenyum membuat kadar ketampanannya bertambah-tambah
Bahaya bahaya bahaya....
apakah lagi-lagi keduanya akan memperebutkan gadis yang sama lagi ???
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya
__ADS_1