
Gelas sudah menyentuh bibir merah Sora.....Max dengan cepat merampas gelas tersebut dan melemparnya ke sembarang arah...
" Apa kau sudah gila Sora, kau ingin meminum racun dengan janin di perutmu....kau bahkan tak segan untuk membunuh bayi kita untuk Erden 😡🤬🤬 !!" amuk Max
" Anak ini adalah anakku juga, untuk apa aku meninggalkannya di dunia ini dengan ayah yang hanya akan menyanyanginya setengah hati saja" sahut Sora
" Siapa bilang aku akan menyanyangi anak kita setengah hati saja??!!"
" Kau sendiri yang bilang, bahwa kami tak se-berharga itu untuk kau bela " sahut Sora membuat Max terdiam
" Sora bukan itu maksud ku "
" Lalu apa maksudmu ?? aku tau aku bukan siapa-siapa di hatimu Max, aku punya hutang yang harus kubayar... jika kau tak mau menolongku maka biar aku membayarnya sendiri . " ucap Sora sambil meninggalkan Max
Max menyusul Sora dan mendekapnya dari belakang
" Please Sora... jangan korbankan anak kita... dia adalah buah cinta kita , apa kau lebih mencintai Erden daripada anak kita ??" tanya Max sambil terus memeluk Sora
" Aku mencintai semua anak-anak ku Max, aku juga mencintai dirimu melebihi diriku sendiri makanya aku lebih memilih meminum racun itu bukannya meracunimu... kini tinggal kau yang membuktikan cintamu padaku dan anak kita Max... pilihlah, membantu Kenan atau membantu ku melunasi hutangku, kuberi kau waktu untuk berfikir sampai besok pagi Max!!" ucap Sora lalu melepaskan kedua tangan Max yang melingkar di atas nya yang sudah membesar itu.
Max memandangi tubuh Sora yang semakin menjauh.... Max terduduk di pusara Soraya dengan hati yang begitu galau....
" Soraya... katakan apa yang harus aku lakukan ??" tanya Max berulang kali
Sora masuk ke kamarnya dan kembali menyiapkan racun di gelas dan meletakkannya di meja di samping ranjangnya.
" Aku tau kau tak akan menurutiku Max.... !!" ucapnya lalu berebah mengistirahatkan tubuhnya yang terasa semakin cepat lelah, kedua tangannya mengelus perut nya sambil bersenandung ... menyanyikan sebuah lagu tidur untuk anaknya yang masih berada di dalam perutnya, air matanya menetes dan terus menetes sampai ia tertidur.
Tengah malam baru Max masuk ke kamar mereka, ia duduk di sisi ranjang dan mendekati Sora yang telah tertidur... lama ia berfikir di pusara Soraya... Max melihat bias air mata Sora yang masih tersisa lalu menghapusnya... matanya juga melihat gelas di meja Sora yang telah di siapkan Sora yang Max yakini adalah racun.
__ADS_1
Max mengambil gelas itu....lalu membuang nya...
Max naik ke ranjang dan menarik Sora ke pelukannya
" Mengapa kau lakukan ini padaku Sora... oh Sora... kau mencabik-cabik jantungku , apa kau tau itu ??" ucap Max dalam hati
💕💕💕💕
Matahari pagi menyambut hari nan indah, namun tidak bagi Sora.... Sora bangun di pelukan Max.. ia memandangi wajah tampan Max sambil tersenyum miris. Berlahan Sora bangun dan memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya, ia berhias secantik mungkin...
" Walau aku akan mati pagi ini aku tetap akan mati dengan cantik ... bukankah begitu anakku ha ha " canda Sora sambil mengelus perut nya. Sora sarapan seorang diri... dia memesan sarapan yang paling di sukainya dan memakannya dengan lahap. Selesai makan Sora berjalan mengelilingi taman bunga kesukaannya sambil bernyanyi untuk anak di perut nya....
" Ibu bahagia nak... apakah kau juga bahagia di dalam sana ?? sekarang sudah waktunya bagi kita untuk pergi, kau masukan ikut ibu ??" tanya Sora pada perutnya... Sora kembali ke kamarnya untuk mengambil racun nya... namun gelas itu sudah tidak ada, Sora yakin Max yang membuangnya
" Mengapa Max membuang racun tersebut, apakah ia akan mengabulkan permintaanku ?? mana mungkin !!" cicit Sora dalam hati, Sora kembali mengambil racun terakhir yang di simpannya dan menuangkannya ke gelas dan mencampurnya dengan air.....Sora lalu duduk menunggu Max selesai mandi....
Max yang sudah selesai mandi dan berpakaian menghela nafas panjang melihat Sora kembali menyiapkan racun...
" Berapa banyak stok racun yang kau miliki Sora ??" tanya nya kesal
" Cukup untuk menyelesaikan hutangku Max, bagaimana keputusanmu Max... kamu menunggu !!" ucap Sora sambil tersenyum manis pada Max, Max tercengang melihat Sora yang begitu cantik lagi ini.... Max mendekat dan meraba perut Sora
" Sora kurasa anak kita pasti perempuan.... karena kau terlihat semakin cantik " ucapnya lalu mencium perut Sora dengan penuh kasih sayang... keduanya terkekeh saat sang bayi bergerak seolah membalas sapaan mereka
" Kau sudah memutuskan Max ?? " tanya Sora harap cemas...
" Katakan apa harapanmu Sora ??"
" Kuharap kau mau memenuhi permintaanku, agar kita bisa melihat bayi kita bersama !!" sahut Sora cepat... karena memang itulah keinginannya sesungguhnya saat ini
__ADS_1
" Baiklah Sora... kau menang, aku tidak akan membantu Kenan dengan perjanjian Erden tak akan membunuh putraku tapi dengan syarat....kau selamanya adalah milikku dan seutuhnya menjadi seorang Sobarian... kau tak boleh lagi menginjakkan kakiku ke Mongun ... selamanya !! berjanjilah !!" jawab Max , wajah Sora langsung ceria... ia berdiri dan memeluk Max dengan hati yang begitu lega
" Terimakasih Max... terimakasih, kami sangat mencintaimu... dan kami akan selalu menemanimu.... sampai mau memisahkan kita !!" janji Sora yang kini merasa begitu bahagia.
Ia bahagia bukan hanya karena bisa memenuhi keinginan Erden, ia bahagia juga bukan hanya karena bisa membayar hutangnya pada Amara dan Saga, namun ia sangat bahagia karena Max sudah membuktikan betapa Max sangat mencintai nya dan anak di kandungannya.
" I love you Max... so much !!" bisik Sora
" I love you More Sora... you know that !!" balas Max lalu mencium bibir Sora yang semenjak tadi begitu mengodanya, Sora mengenggam tangan Max dan menariknya ke kamar...
" I want you Max....!!" pinta Sora dan gaunnya pun meluncur ke lantai menyisakan tubuh polos Sora nan mengiurkan, tak dapat di pungkiri...walaupun Sora tengah berbadan 2 namun tubuhnya masih begitu sexy... Max tersenyum senang melihat keindahan di depannya ... tanpa suara ia pun mengangkat Sora ke ranjang dan mengeksekusi Sora dengan penuh hasrat. 2 orang manusia yang saling mencinta itu menghabiskan pagi nan indah dengan percintaan nan panas . Selama berhari-hari keduanya mengurung diri di kamar bagai remaja yang sedang berbulan madu .
🍅🍅🍅🍅
Sementara di Sobaria tengah berbahagia... di Malta....
Amara yang kian hari kian mendapat pekerjaan yang semakin banyak membuatnya tak kuasa menahan siksaan lagi. Amara jatuh pingsan di siang bolong karena kepanasan... kelelahan dan kelaparan.
" Lapor yang mulia.. gadis itu akhirnya pingsan !!" lapor sang tangan kanan... Kenan tersenyum senang
" Bawa ia ke istana dan taruh di sebelah kamarku... rawat sampai sembuh, jika ia sudah lebih baik .... lapor padaku !! gadis itu akan menjadi selir pertamaku " titah nya
" Baik paduka !!"
" Amara... Amara akhirnya aku bisa menguasaimu... aku yakin kau akan menyerah... dan aku akan dengan mudah menikmati tubuh molekmu ha ha ha !!!" tawa Kenan senang karena rencananya bisa berjalan dengan lancar
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya
__ADS_1