
Spesial buat malam jum'atan ya sista... yang juomlooo mohon maaf bingits ya ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
Pesta malam itu berlangsung begitu meriah, kini Amara di panggil putri Amara di kerajaan Hadon karena ia sudah sah menjadi adik angkat permaisuri Ratia. Ratia memperkenalkan Amara ke semua bawahan suaminya termasuk adik suaminya yang baru saja tadi sore datang setelah selesai belajar di kerajaan sebelah.
" Amara perkenalkan ini adik iparku ....namanya Hansen, dia baru pulang dari kerajaan sebelah... Hansen ini putri Amara istri jendral Saga sekaligus menjadi adik angkat ku sekarang, jadi otomatis kalian menjadi saudara angkat " jelas Ratia begitu bersemangat.... Hansen memberi hormat pada Amara dengan menyalami nya dan mengecup punggung tangan Amara sambil membungkuk
" Selamat datang di keluarga kami putri Amara !!" sambutnya hangat, sesungguhnya sedari tadi mata Hansen tak lepas dari Amara, seorang gadis yang begitu cantik dengan auranya yang begitu bersinar... apalagi malam ini Amara mengenakan pakaian khas kerajaan mereka ia terlihat begitu cantik membuat hati Hansen bergetar namun ternyata gadis cantik itu ada yang punya. Namun Hansen begitu pandai menutupi rasa kecewanya dengan senyum ramah nan manis di depan semua orang.
" Hufff mengapa semua gadis cantik selalu ada yang punya !!" ucapnya dalam hati begitu kecewa. Usia Hansen sama dengan Saga sudah memasuki kepala 3 namun sampai saat ini belum ada gadis yang menarik minatnya. Ternyata gadis yang menarik minatnya malah sudah bersuami... nasip nasip ...🤦🤦
Pesta berlangsung hingga larut malam, saat ada acara berdansa... Hansen mencari celah agar bisa berdansa dengan Amara, Saga mau tak mau memberi izin saat Hansen mengajak Amara berdansa... karena Saga sedang asik berbincang dengan Hendrik.
Hansen begitu menikmati berdansa dengan Amara... wangi, bentuk tubuh dan suara Amara begitu mengodanya
" Sudah berapa lama kau menikah dengan jendral Saga ??" tanya Hendrik penasaran
" Baru saja... kami ke mari untuk berbulan madu " sahut Amara membuat mata Hansen membulat
" Shiitt... aku terlambat hanya beberapa saat " ucapnya dalam hati
" Selama ini tinggal di mana gadis secantikmu... aku tak pernah bertemu denganmu, jika saja kita bertemu lebih dulu...." ucap Hansen menggantung membuat Amara penasaran..
" Jika ... apa kakak !!" panggil Amara pada Hansen... Hansen langsung terkekeh mendengar panggilan kakak padanya
__ADS_1
" Tidak... tidak apa-apa cantik, aku hanya bercanda ha ha ha !!" sahut Hansen tertawa saat menyadari pikirannya yang mulai kemana-mana
Mata elang Saga menatap tajam keduanya dari tempatnya duduk. Dari gestur tubuh Hansen terlihat sekali ia menyukai Amara, membuat darah Saga langsung mendidih... dengan cepat Saga pamit dari perbincangannya dan mendatangi di mana istrinya berada
" Boleh aku berdansa dengan istriku Hansen ??" suara bariton Saga terdengar mengagetkan keduanya....
" Tentu... tentu saja jendral Saga silahkan, senang berbincang denganmu Amara....sampai jumpa lagi !!" pamit Hansen kikuk karena mendapat pelototan dari Saga
" Apa saja yang kalian bicangkan seperti nya asik sekali ?? " selidik Saga dengan suara cemburu yang begitu kentara, tangan kekarnya menarik pinggang Amara dengan posesif hingga Amara menempel padanya...sedari tadi sebenarnya ia sudah tak tahan melihat tangan Hansen melingkar di pinggang istrinya , jika saja Hansen tak meminta untuk berdansa di depan Hendrik... Saga pastilah menolaknya , tak seorang pun boleh menyentuh istrinya 😡😡
" Tidak terlalu penting sayang... dia hanya bertanya berapa lama kita menikah dan selama ini aku tinggal di mana ... itu saja " sahut Amara santui yang tak menyadari dada Saga yang sudah mau pecah rasanya
" Memangnya apa urusannya mau tau di mana kau tinggal selama ini hah ??!!" protes Saga
" Entahlah sayang... aku juga tak tau, mungkin hanya basa basi saja " sahut Amara lagi... tak lama Saga pun menarik Amara dan berpamitan untuk istirahat.
Sesampainya di kamar tanpa suara Saga mendorong Amara ke atas kasur dan mengukungnya ... nafasnya ngos-ngosan menahan rasa cemburu
" Sayang... biar aku berganti pakaian dulu !!" cicit Amara melihat suaminya yang langsung saja menyerangnya begitu menutup pintu
" Tidak... biar aku saja yang melakukannya..." titahnya tak mau di larang... Amara bertanya dalam hati ada apa dengan suaminya itu... tak ada angin tak ada hujan kok sepertinya petir siap menyambarnya...
Namun Amara yang sudah mengerti dengan tipikal seorang Saga diam saja... ia membiarkan Saga mencopoti semua yang menempel di tubuhnya tanpa suara ...
__ADS_1
Tangan Saga dengan cekatan melepaskan atasan Amara hingga terlihatlah dada indah yang begitu di kaguminya. Bagai bayi yang kehausan ....Saga menikmati hidangan gunung kembar di depannya tanpa ragu...
Amara merintih pelan saat Saga sesekali mengigit si kembar dengan gemas dan setelah puas bermain-main dengan sekali hentakan kuat Saga pun memasukinya tanpa ampun...
" Ahhh sayang berlahan...." cicit Amara, Saga memandangi wajah Amara lama....sebelum mulai bergerak menikmati rasa yang begitu .....tak bisa di gambarkan dengan kata-kata
malam ini Saga bak singa yang mengamuk di medan perang...Amara habis luluh lantak di bombardir Saga bolak balik...
" Sayang.. aku sudah mau sampai lagi... apakah kau belum ??" cicit Amara karena ia sudah akan sampai dan melakukan pelepasan untuk ke lima kalinya namun Saga masih terus menggila di atasnya... Amara sudah begitu lemas kini... tanpa menjawab Amara.. Saga terus bergerak, tubuh keduanya sudah banjir keringat.....
" Ahhhhh....ahhhhh...ahhhhh " erangan panjang Saga akhirnya mengakhiri percintaan mereka yang begitu panjang... Akhirnya penyatuan mereka berakhir dengan kepuasan dan rasa yang begitu nikmat
" Ingatlah Amara... kau adalah milikku seorang, tak ada seorang lelaki pun yang boleh menyentuhmu ....!! hah..hah...hah..." ucapnya sambil menyatukan kening mereka.... Amara akhirnya paham ternyata suaminya cemburu berat karena ia berdansa dengan Hansen tadi, tapi itu kan bukan salahnya....????
" Apakah kau cemburu sayang ?? tapi tadi kau yang mengizinkan kami berdansa ??mengapa aku yang kena getahnya " protes Amara ... Saga tak menyahut, ia begitu merasa lelah setelah durasi panjang mereka... tak lama ia pun tertidur sambil memeluk Amara....Amara tersenyum sambil memandangi wajah tampan suaminya itu... di rabanya kedua pipi dan bibir sexy suaminya berlahan...
" Kau sangat lucu suamiku ...mengizinkan aku berdansa dengan lelaki lain namun begitu cemburu, tapi aku senang artinya aku sangat berarti di hatimu sayang... selamat malam, mimpi indah muah muah muah " bisik Amara lalu bergabung bersama suaminya ke alam mimpi.
See you next eps sista
jangan lupa untuk like komen dan vote ya
Terimakasih atas segala apresiasi kalian untuk karyaku ini
__ADS_1
Amara dengan gaun kerajaan Hadon