Deep Heart

Deep Heart
88. Penculikan


__ADS_3

" Ibu..... " Aflan memandangi ibu mertuanya dengan sedikit tegang


" Aflan... jika kau menikah ibu lebih senang jika ibu yang tetap memelihara dan membesarkan anakmu, karena anakmu adalah cucuku satu-satunya. Menikahlah dengan tenang, anakmu akan baik-baik saja dengan ibu " jawab mertuanya membuat kaget Aflan


" Sungguh ibu tidak keberatan ??" tanya Aflan sekali lagi... wanita tua itupun tersenyum... ya Aflan, kau sudah begitu lama berduka kini sudah saatnya kau menikmati hidupmu " sahutnya dengan senyum di wajahnya... Aflan berdiri dan memeluk mertua yang sudah seperti ibunya sendiri


" Terimakasih ibu... kau memang yang terbaik!!" ucap Aflan dengan mata berkaca


Sementara itu di sekitaran Vila Saga....


" Kau yakin mau pulang Isla... hari sudah malam ?" tanya bibi pada Isla yang sudah bersiap meninggalkan vila setelah bibi mengundangnya makan malam


" Tidak apa-apa bi... rumahku tidak lah jauh, kelinciku belum kuberi makan tadi kasihan nanti kelaparan " sahut Isla lalu ia pun berjalan meninggalkan vila. Hari memang sudah malam namun Isla yang terbiasa hidup sendiri tidaklah takut. Kaki jenjangnya berjalan berlahan menyusuri jalan setapak menuju rumahnya


" Maaf permisi... apakah kau tabib Isla ??" seseorang tiba-tiba menghentikan jalannya


" Ya... ada apa ??" tanya Isla namun tiba-tiba saja semburan asap mengenai wajahnya , ia pun menghirupnya tanpa sengaja dan tak makan waktu lama Isla langsung pingsan... begitu Isla pingsan ke tiga pria yang mencegatnya langsung mengangkatnya dan memasukkannya ke sebuah kereta dan langsung meninggalkan desa itu... malam itu juga


Entah berapa lama Isla tak sadarkan diri...begitu ia bisa membuka kedua matanya terlihat cahaya begitu terang dari luar kereta membuat matanya terasa silau. Berlahan Isla bangun namun ia baru menyadari kedua tangannya di ikat begitupun kakinya, sayup-sayup terdengar suara beberapa lelaki yang asik berbincang bahkan sampai tertawa terbahak-bahak membuat Isla merinding


" Apa...?? apa aku di culik , tapi siapa yang menculikku ?? siapa lelaki di luar itu... ya dewa tolonglah aku hik hik hik " air mata Isla meleleh tanpa suara, ia begitu takut mendapati dirinya kini tak berdaya , di culik entah oleh siapa dan mau di bawa ke mana ... Isla sungguh takut


Tak lama kereta berhenti, tirai kereta di buka dan masuklah salah seorang lelaki yang menculiknya... Isla pun beringsut ke belakang kereta hingga tubuhnya tak bisa bergerak lagi


" Siapa kalian ?? mengapa kalian menculikku ??" tanya Isla sambil memandangi si penculik... siapa tau ia mengenalnya


Lelaki itu tak menyahut...ia malah masuk ke dalam kereta dan sebelah tangannya mengeluarkan belati...


" Jangan.. jangan bunuh aku !!" cicit Isla... kedua tangannya terangkat berusaha menjauh dari lelaki itu, Isla merasa tangannya di tarik


" Lepaskan aku.... jangannnn!!, tolong... tolong akuuuu " ucapnya setengah berteriak..kressss , terdengar bunyi tali yang di putus. Isla langsung membuka kedua matanya setelah merasa tangannya sudah bisa bergerak, rupanya lelaki itu melepaskan ikatan tangannya dan memberikan sepiring makanan dan sekantung air


" Apa kau mau melakukan hal lain ??" tanya lelaki itu, Isla terdiam...otaknya masih mencerna semua ini....mengapa penculik itu memperlakukan dirinya dengan baik ??


" Jika tidak.. makanlah, perjalanan kita masih jauh dan tak usah repot-repot berusaha melarikan diri... semua yang kita lewati hanyalah hutan rimba, melarikan diri di hutan sama saja dengan bunuh diri... mengerti !!" tanya lelaki itu dan Isla hanya bisa mengangguk


Kereta pun kembali berjalan, lama Isla memandangi makanan di depannya... ia lapar namun takut memakannya, bagaimana jika makanan itu di beri racun atau obat hingga dia akan pingsan lagi ?? namun jika ia tidak makan ia tak punya tenaga untuk melepaskan diri dari para penculik itu... pergolakan pikiran Isla terjadi cukup lama hingga perutnya berbunyi nyaring...

__ADS_1


Akhirnya Isla pun memakan makanan yang di berikan padanya namun hanya minum sedikit karena ia takut jika akan buang air kecil jika terlalu banyak minum sedangkan ia berada di hutan dengan para penculik yang entah baik atau tidak.


Setelah kenyang lagi-lagi Isla mulai tak sadarkan diri, rupanya air minum atau makanan itu telah di beri obat tidur.


" Periksa dia !!" titah salah seorang dan lelaki tadi masuk kembali ke dalam kereta dan memeriksa Isla


" Aman ... dia sudah tidur , kita bila melanjutkan perjalanan tanpa kendala ... bos bos... aneh juga begitu banyak gadis cantik di tempat kita mengapa malah menculik gadis lagi " terdengar gerutu salah satunya yang di angguki rekan lainnya


" Mungkin bos kurang puas dengan gadis-gadis kita dan ingin gadis baru yang lebih segar ha ha ha !!!" ketiganya tertawa lepas tanpa menyadari Isla yang sebenarnya mendengar walau tubuhnya sudah lemas


" Bos.. bos siapa yang mereka maksud ?? apa aku di culik untuk di persembahkan pada bos mereka ?? tolonglah aku... oh siapa yang bisa menolongku... jendral Saga ... Aflan, apakah kalian mendengar suara hatiku 🙄😭😭😭" cicit Isla sebelum ia benar-benar tak sadarkan diri


Dua hari dua malam lamanya mereka di perjalanan, kereta bergerak siang malam tak berhenti... mereka bertiga bergantian menjadi kusir kereta tersebut. Dan setelah melewati banyak hutan akhirnya mereka mulai memasuki kawasan berpenghuni, Isla dapat melihatnya dari celah jendela kereta.


" Permisi......!!" teriak Isla membuat salah satu pria di kereta menengok ke dalam


" Ada apa ??" tanyanya


" Bolehkah saya menumpang ke kamar mandi salah satu rumah penduduk, saya... saya sakit perut " ucap Isla takut-takut


" Jangan mencoba melarikan diri nona !! " pesan nya lalu menunggu di depan kamar mandi


Isla pun menyelesaikan hajatnya ... ia bahkan memberanikan diri membilas badannya dengan air yang tersedia


" Ahh segarnya.... " ucapnya setelah 2 hari tidak mandi


" Nona mengapa kau begitu lama ??" tanya lelaki dari luar


" Aku mandi sekalian...!!" sahut Isla dan lelaki itupun tak curiga, ia tak memeriksa dulu sebelum memasukkan Isla ke sana dan ternyata di kamar mandi itu ada pintu keluar lain yang mengarah ke belakang rumah. Berlahan Isla membuka pintu itu dan ia pun bergegas berlari arah rumah penduduk lain... ia ingin meminta perlindungan dari penduduk sekitar namun jarak antar rumah yang lumayan jauh membuatnya tak segera bisa mendapat bantuan.


Akhirnya ia menemukan sebuah rumah agak besar dan mengetuk rumah tersebut


" Tuan... tuan... tolonglah saya..." ucap Isla sambil mengetuk pintu rumah tersebut


Kletek... pintu pun terbuka, seorang lelaki dan istrinya keluar


" Tuan.... nyonya... tolonglah saya, saya di culik... tolong sembunyikan saya !!" pinta Isla dengan suara bergetar namun keduanya tak ada yang berani bersuara , mata keduanya malah melihat ke arah belakang Isla membuat Isla pun menoleh dan betapa kagetnya Isla melihat ke tiga pria yang menculiknya sudah berdiri di belakangnya sambil memegang tali

__ADS_1


" Tolong...tolong...!!" teriak Isla namun keduanya tetap diam saja melihat ketiganya mendekat dan mengikat kedua tangan Isla... salah seorangnya lalu membawa Isla bagai sekarung beras kembali ke kereta mereka


" Lepaskan aku ... lepas... tolong !!" teriak Isla sambil meronta-ronta


Bruk.... bunyi tubuhnya yang di masukkan kembali ke dalam kereta


" Sudah kukatakan jangan berani melarikan diri nona !!" ucap lelaki itu.. tangannya sudah mulai naik saat Isla meludahi wajahnya


" Roberto.... ingat pesan bos, jangan berani menyakitinya jika kau masih sayang dengan nyawamu !!" terdengar suara rekannya dari luar dan itu mampu menghentikannya, Isla bernafas lega saat lelaki tersebut akhirnya keluar tanpa suara


" Entah apa yang bis sukai dari gadis itu...??" ucapnya kemudian


" Ya tentu saja karena ia sangat cantik "


" Cantik...?? kulihat ia biasa saja " sahutnya lagi


" Ya tentu saja kau lihat dia biasa saja Roberto... kau kan katarak ha ha ha " gelak tawa rekan-rekan nya terdengar nyaring


Setelah beberapa jam akhirnya kereta kembali berhenti , Isla pun di suruh keluar dengan tangan terikat. Nampak begitu banyak orang berkumpul di tempat ia di turunkan....dan ratusan pasang mata itu memperhatikan Isla dari atas sampai bawah saat Isla berjalan ke sebuah panggung yang di sediakan . Pandangan tajam mereka membuat Isla takut... ia hanya bisa menunduk sambil terus berjalan


" Ya dewa.... di manakah aku berada, apakah aku akan di korbankan oleh warga kampung ini 😭😭😭" cicit Isla dalam hati sampai ia menabrak dada seorang pria yang entah kapan berada di depannya


" Aduh... maaf !!" cicitnya tanpa berani mengangkat wajahnya, pria tersebut memegang tangannya dan membuka tali pengikat nya lalu mengangkat sebelah tangan Isla ke atas


" Perkenalkan... wanita ini bernama Isla, dia adalah calon istriku... pernikahan kami akan segera di laksanakan dalam 2 hari kedepan... sambutlah ia dengan semangat !!" terdengar suara pria yang mengenggam tangannya itu....lalu terdengar gemuruh sambutan selamat dari semua yang hadir


Isla mendengar suara pria itu....dan ia mengenalnya


" Apa...??? jangan bilang ..." bergegas Isla mengangkat wajahnya dan memandang pria yang sedang mengenggam sebelah tangannya


" Kauuuu....??!!" ucapnya sambil memegang dadanya yang seolah mau meledak kini


Siapakah lelaki itu ???


Hemm see you next eps sista


Othor haus nih, ada yang punya kopi ???🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2