Deep Heart

Deep Heart
210. Keselek


__ADS_3

Waktu makan malam pun tiba, Sora yang sudah tak sabar segera menuju ruang makan bersama Anna. Anna sudah melaporkan jika ia melihat Sarah masuk ke kamar Erden dan Sora pun menjawab... ia tetap hanya akan menerima Anna sebagai calon permaisuri Mongun.


10 menit sudah keduanya duduk di meja makan namun Erden dan Sarah tak juga keluar.


" Kepala dayang... apa maksudnya ini ?? " tanya Sora pada kepala dayang


" Maaf permaisuri... hamba baru kembali dari kamar paduka, sebentar lagi paduka akan datang !!" sahut kepala dayang


" Uhh jika permaisuri tau apa yang sedang terjadi di dalam kamar paduka, pasti permaisuri akan mengamuk !!" bisik kepala dayang pada bawahannya


" memangnya apa yang terjadi ??" tanya para dayang penasaran


" Rahasia... hi hi hi " sahut kepala dayang tersenyum pada Marco


Flashback on


Di dalam kamar Erden.....


Selesai acara bercocok tanam, Sarah kembali terdampar lemas di dada Erden...sedangkan Erden tersenyum begitu lebar sehabis mereguk nikmatnya surga dunia itu.


Erden paling suka memandangi wajah Sarah saat ia tergolek lemas di dadanya....ia kadang mencoel bibir sexy itu kadang menyentil hidung mancung Sarah bahkan mengigit jemari Sarah , jika Sarah terbangun dan melenguh manja ia baru merasa puas.


Karena hari sudah gelap, kepala dayang pun masuk karena ingin membantu Sarah berpakaian, betapa kagetnya ia melihat keduanya yang rupanya habis bercinta...


" Maaf paduka... hamba tidak tau, hamba permisi" ucap kepala dayang dengan wajah memerah, baru kali ini ia melihat rajanya itu bersama begitu intim dengan seorang gadis, hatinya ikut senang... ia berharap secepatnya Mongun akan mendapat kabar baik.


" Tunggu bi... bawakan makan malam Sarah ke kamar saja, sepertinya ia tak akan bisa makan bersama ... ia kelelahan " ucap Erden terus mencoel pipi Sarah agar Sarah bangun...


" Kakak... jangan ganggu, Sarah sangat lelah... kakak selalu minta tambah !!" rucaunya dengan mata tertutup membuat kepala dayang terkekeh sambil menutup mulutnya


Kepala dayang segera memerintahkan beberapa dayang membantunya membawa makan malam untuk Sarah dan Erden, namun hanya ia yang masuk ke kamar... para dayang hanya berdiri di luar kamar


Selesai menyusun semua makanan di meja bersamaan dengan Erden selesai keluar dari kamar mandi sambil mengendong Sarah.


Erden lalu duduk di kursi sambil memangku Sarah yang masih terlihat mengantuk...

__ADS_1


" Makan dulu cantik, baru kau tidur lagi !!" ucapnya


" Suapin kak...." pinta Sarah manja....Erden dengan senang hati menyuapi Sarah makan... mata Erden tak berhenti menatap penuh cinta pada Sarah yang mengunyah sambil mengantuk, sesekali Erden mencium pipi Sarah membuat air mata kepala dayang menetes ...


" Bi... katakan pada ibu aku akan keruang makan setelah Sarah selesai makan, jika mereka kelamaan menunggu suruh saja makan duluan !!" titah Erden


" Baik paduka !!" kepala dayang keluar dari kamar sambil menghapus air matanya


" mengapa kau menangis ?? apa paduka memarahimu ??" tanya Marco yang berdiri di depan pintu kamar Erden... kepala dayang menggeleng


" Tidak tuan, saya sangat bahagia melihat betapa paduka begitu menyanyangi nona Sarah hik hik hik akhirnya setelah sekian lama paduka bisa juga jatuh cinta ... semoga mereka cepat di beri momongan " jawab kepala dayang


" Sudah cepat kau ke ruang makan... wajah nenek sihir itu sudah akan meledak sepertinya !!" titah Marco


Flashback off


Brak....


" kurang ajar... apa mau mereka...?? Marco !!" teriak Sora yang kesal karena Erden dan Sarah tak juga datang setelah setengah jam


" ada apa ibu... mengapa kau marah saja !!" terdengar suara Erden yang memasuki ruang makan


" Sarah kelelahan Bu... ia sudah makan di kamar " sahut Erden lalu duduk di depan ibunya tanpa dosa


" Apa...?? sudah makan di kamar ?? mengapa ia begitu tak menghormati aku hah ?? panggil gadis sialan itu kemari !!" habis sudah kesabaran Sora mendengar Sarah malah sudah makan di kamar


" Ibu berhentilah berteriak apa tenggorokanmu tidak sakit ?? Sarah sedang tidur dan jangan mengganggunya. Bibi hidangkan makan malamnya !!" titah Erden , dan begitu makanan terhidang Erden makan dengan begitu lahap.....


Sora sudah tak bisa berkata-kata lagi... ia berdiri sambil membanting sendok di tangannya


" Antar makananku ke kamar saja !!" ucapnya begitu kesal... mengapa putranya kini begitu melawan dirinya ... seakan ia tak ada harganya lagi di mata anaknya itu, apa yang sebenarnya terjadi dengan Erden dan siapa Sarah itu hingga Erden begitu memujanya ??? dengan kesal Sora membanting pintu kamarnya, ia sudah tak memperdulikan di mana Anna saat ini ...hatinya sangat sangat kesal malam ini.


Anna serba salah, apa yang harus dilakukannya ?? apa ia menyusul Sora atau tetap makan menemani Erden....Anna termangu sambil memandangi makan di depannya


" Makanlah Anna... tidak usah kau pikirkan kelakuan ibu " ucap Erden

__ADS_1


" tapi mengapa kakak selalu membuat bunda Sora kesal ??" tanya Anna


" Karena aku tak mau menjadi boneka ibuku lagi Anna, aku sudah memilik Sarah dan tak akan berubah... ku harap kau mengerti keputusanku , jangan sakit hati di luar sana masih banyak pria baik yang tersedia untukmu !!" ucap Erden lalu pergi setelah selesai makan... tinggallah Anna seorang diri yang masih memandangi makanan di depannya


" Jadi aku sebenarnya sejak awal sudah tak ada harapan ?? hanya bunda Sora saja yang memaksakan kehendaknya pada kak Erden ?? oh malunya aku hik hik hik " cicit Anna dalam hati, Anna pun masuk ke kamarnya sambil menangis


🌿🌿🌿🌿


Pagi menjelang... barulah Sarah bangun dengan keadaan segar. 4 orang datang segera melayaninya mandi dan berpakaian, setelah siap Erden pun mengajak Sarah ke ruang makan....tangan kekar Erden tak berhenti mengenggam jemari Sarah.


Di ruang makan belum ada Sora maupun anna


" Panggil mereka !!" titah Erden, tak lama Sora dan Anna pun datang dengan wajah masam melihat Erden dan Sarah yang asik bercanda dan tertawa


" duduklah ibu.. Anna... aku akan memberi tahunkalian kabar penting setelah kita sarapan !!" ucap Erden


" Selamat pagi ibu... kak Anna !!" sapa Sarah, Anna hanya tersenyum kecil sedangkan Sora acuh saja seolah tak menganggap Sarah ada


" Ibu... Sarah menyapamu !!" tegur Erden , Sora tetap diam seribu bahasa membuat wajah Sarah sedikit mengeras


" Makanlah sayang.. bukankah kau sangat ingin memakan ikan yang kubakar kan ini ??" hibur Erden membuat Sarah jadi lupa dengan Sora... wajahnya segera tersenyum cerah melihat ikan bakar di depannya... Sarah segera memakannya dengan menggunakan kedua tangannya bahkan ia menyuapi Erden dengan jemarinya membuat Sora tambah kesal


" apa kau berasal dari pelosok desa ?? hingga tidak mengerti tatacara makan yang baik dan benar ??" tanya Sora sewot


" Sarah bisa makan dengan baik dan benar ibu... namun ikan bakar ini paling enak jika di makan dengan tangan langsung... apa ibu mau juga sini Sarah suapin ??" sahut Sarah tanpa dosa dan hendak menyuapi ikan ke mulut Sora


" sudah kubilang aku bukan ibumu !! panggil aku dengan benar !!" ucap Sora lagi


" ibu... Sarah berhak memanggilmu ibu karena kami sudah menikah jadi Sarah sekarang adalah menantumu dengan kata lain Sarah sekarang adalah permaisuri Mongun !!" potong Erden membuat Sora tersedak ...


" apa....???😱😱😱 kalian sudah me... ni...kah ??? uhuk uhuk uhuk


Kenapa bunda Sora...?? kesedak sendok ??.🀣🀣🀣


Onel lagi liburan jalan2 ke kal-sel ini, jadi kalau up nya bolong-bolong harap maklum ya

__ADS_1


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya


__ADS_2