
Erden melotot melihat ke arah Kenan...
" Kakak... dia milikku, jangan bilang kakak juga mau 😡😡" omel Erden
" Bukannya kau bilang tadi tidak mau ??"
" Kan itu tadi sebelum aku melihat wajahnya..."
" Ahh kau Erden, aku menyukainya....sudah buatku saja !!" ucap Kenan dan mulai menawar dengan harga tinggi
" Kak... kau sudah punya 2 istri, mengalah lah pada ku ... aku bahkan tidak punya kekasih dan juga ....."
" Memangnya kenapa kalau aku mau menambah lagi, bukan masalah ...dan juga apa ?? " tanya Kenan kesal
" Aku sudah menyukainya sejak lebih dari setahun lalu, aku sudah pernah melihatnya 2 kali namun tak ada kesempatan untuk berkenalan.... ya kak, tepati janjimu !!" todong Erden....Kenan menarik nafas panjang, sungguh ia pun sangat menyukai gadis di depannya itu.... kedua istrinya di nikahinya tanpa rasa suka hanya sebatas untuk membuat kerajaan jajahannya tetap tunduk padanya, namun mengapa harus berbarengan dengan Erden ???
Kenan pun akhirnya mengalah, bukan karena apapun namun ia seorang kesatria... ucapannya di atas segalanya dan ia sudah berjanji akan memberikan hadiah berupa seorang budak pada Erden
Setelah beberapa saat tawaran di menangkan oleh Erden tentunya, karena ia menawar tanpa perlu melihat isi kantongnya ... kantong bolong adalah nasip Kenan si pembayar
Dengan bergetar... Erden maju untuk menjemput gadis idamannya itu, di gengamnya tangan gadis itu dan di tariknya untuk turun dari atas panggung
" Siapa namamu ?? " tanya Erden setelah mencium punggung tangan gadis itu, gadis itu menggeleng
" Hamba tidak tau !!" sahutnya
" Apa kau benar-benar lupa ingatan ??" tanya Erden ... lagi-lagi gadis itu mengangguk
" Baiklah karena kau sekarang milikku, boleh aku memberimu nama... ??"
" Silahkan tuanku !!" ucapnya sambil menunduk... Erden mengangkat wajah gadis itu dengan ujung telunjuknya
" Kau kuberi nama....Malika , kau suka?" tanya Erden ....gadis itu tersenyum tanda setuju, sungguh senyumnya begitu indah membuat rontok hati Erden
__ADS_1
" Baiklah... namaku Erden, kau bisa memanggil namaku sekarang " titahnya
" Baik tuan Erden!!" sahutnya lagi, Erden tersenyum puas... akhirnya ia bisa bertemu dengan gadis cantik yang telah lama mengusik hatinya dan tambah bahagia lagi karena ia bisa melakukan apapun pada gadis itu karena ia sekarang miliknya.
" Aku tak akan melepaskanmu selamanya cantik !!" ucapnya dalam hati
Erden membawa Malika ke kudanya, di ambilnya jubah miliknya yang disimpannya di kantung kuda lalu memakaikannya ke tubuh Malika, karena gadis itu hanya memakai pakaian tipis nan sexy
" Pakailah agar kau tak kedinginan !!" titah Erden, tanpa suara Malika memakai jubah Erden dan memang jubah itu membuat tubuhnya menjadi hangat
" Terimakasih tuanku !!" ucapnya sungguh-sungguh , ia sungguh bersyukur karena mendapat tuan yang begitu baik....semalam ia tak bisa tidur karena menurut cerita sesama budak... biasanya gadis cantik akan di beli oleh lelaki hidung belang yang sudah tua... gemuk dan jelek, tapi pembelinya ternyata seorang pria tampan dan juga sangat baik bahkan memberinya nama yang begitu bagus... Malika... ia sangat suka
Erden begitu terpukau melihat Malika yang berterimakasih sambil memberinya senyum yang begitu manis....
" Ya ampun....di rampoknya habis jantung beserta hatiku oleh gadis ini !!!" cicit Erden
" Ehem... ehem... yang sudah dapat gadis cantik langsung lupa daratan, tak mengingat aku lagi yang habis kerampokan !!" tegur Kenan mengagetkan Erden dan Malika
" He he .... ya maaf, terimakasih kakak Kenan yang baik hati dan tidak sombong atas hadiahnya hehe he " sahut Erden sambil cengengesan membuat kesal Kenan....bagaimana tidak kesal Erden begitu beruntung mendapatkan budak yang begitu cantik
" Siapa namamu ??" tanya Kenan sambil memegang tangan Malika dan mencium punggung tangannya
" Ma...lika tuan !!" sahutnya pelan sambil menarik tangannya
" Berani sekali kau menarik tanganmu Malika ??" ucap Kenan kesal
" Maaf .... tuan Malika adalah tuan Erden, hanya tuan Erden yang boleh memerintah Malika !!" ucapnya takut-takut, sungguh Malika sampai gemetaran melihat bagaimana Kenan memandanginya seperti garong yang kelaparan. Malika bergeser bersembunyi di belakang Erden membuat bibir Erden tambah tersenyum lebar
" Kau memang budak yang pintar, ayo kita pulang !!" ucap Erden lalu menarik Malika ke atas kudanya sambil tertawa senang
" Dadah kakak... aku sangat suka hadiahmu, pegangan Malika !!" ucap Erden lalu segera menarik kekang kudanya
" Brengsek kau Erden... dasar bocah yang sangat beruntung kau 😡😡" komen Kenan
__ADS_1
Tak berapa lama Kenan menyusulnya
" Kapan kau akan pulang ke Mongun ??" tanyanya sambil mensejajarkan kuda mereka agar ia lebih mudah menikmati kecantikan wajah Malika
" Aku akan langsung pulang sekarang, tadi pagi aku sudah pamit pada raja dan permaisuri... barangku akan segera di bawa oleh pengawal ku... jadi sampai jumpa lagi kakak....!!" sahut Erden dan langsung berbelok untuk keluar dari kerajaan Sobaria menuju Mongun...
" Sialan... cerdik juga dia !!" omel Kenan dan terpaksa kembali ke kerajaannya seorang diri
" Kau fikir aku tak tau apa yang ada di otak mu itu dasar mata keranjang, aku tak akan memberimu kesempatan untuk mendekati Malika " ucap Erden dalam hati
" Memangnya kita mau kemana tuan ??" tanya Malika
" Kita akan pulang ke kerajaanku , Mongun... aku di sini belajar dan pelajaranku sudah selesai " jelas Erden... Malika pun hanya bisa ber o ria sambil menikmati pemandangan si sepanjang jalan, entah mengapa ia merasa Dejavu.
Sepertinya ia pernah melakukan hal ini juga dulu namun entah dengan siapa kapan dan di mana ??.
Saat hari gelap keduanya telah sampai di perbatasan, Erden mencari sebuah penginapan terbaik di perbatasan dan ia pun akhirnya mendapatkan sebuah kamar terbaik. keduanya lalu makan terlebih dahulu, Malika makan dengan begitu lahap, rasanya sudah begitu lama ia tak makan...
" Makanlah yang banyak.. agar kuat nanti malam !!" bisik Erden membuat Malika tersedak
" Nanti malam...?? apakah hamba mulai bekerja nanti malam, pekerjaan apa tuan? apakah pekerjaan nya berat ? " tanya Malika sambil mengunyah
" Tidak... pekerjaan mu hanya memijatku..ok !!" sahut Erden sambil senyum-senyum.
Selesai makan...keduanya lalu masuk ke kamar, Erden pun mempersilahkan Malika untuk mandi lebih dulu.
Selesai lalu Erden pun masuk ke kamar mandi, Erden mandi sambil tersenyum lebar... ia sedang membayangkan betapa panasnya malam keintiman mereka. Malika sekarang miliknya dan ia bisa melakukan apapun pada Malika termasuk bercinta tentunya.
Senyum pun tak lekang sampai Erden selesai mandi... dengan hanya memakai piyama mandinya bergegas Erden keluar untuk mencari Malika dan akan menghabiskan malam yang panas bersama nya
Namun ternyata harapan tinggal harapan, Malika berbaring di lantai dan sudah tertidur begitu pulas membuat Erden ternganga tak percaya
" Ya.... kok tidur??" cicitnya
__ADS_1
Wkwkwkwk kelamaan menghayal sih di kamar mandi ... musuhnya sampe ketiduran ðŸ¤ðŸ¤
See you next eps sista