Deep Heart

Deep Heart
159. Pucat


__ADS_3

" Katakan dengan jujur Darla..mengapa kau melakukannya ??" tanya Max sekali lagi... Darla menengok ke arah bibinya, bibinya mengangguk memberi kode agar Darla memberitahu perihal kehamilan Sora ... membuat Darla bingung haruskah ia mengatakannya ???


" Saya....." kata-kata Darla terhenti, ia berfikir lagi


" Bagaimana jika ia mengatakannya dan raja Max tidak menyukai bayi tersebut lalu menyuruh nyonya Sora untuk mengugurkannya sedangkan bayi tersebut tidaklah bersalah.... " cicitnya dalam hati


" Sungguh saya melakukannya hanya karena kasihan dengan nyonya... nyonya Sora bahkan tidak tau jika saya melakukannya " ucap Darla dengan air mata menetes di pipinya, ia sudah tau konsekuensi dari ucapannya ini


" Baiklah jika itu jawabanmu, kuserahkan dia padamu kepala dayang !!" jawab Max lalu pergi meninggalkan ruangan dengan perasaan galau


" Bawa dia ke lapangan... ikat di tiang hukuman, dia akan menerima hukuman cambuk sampai mati !!" titah kepala dayang membuat bibi begitu sedih... ia tak bisa berbuat apapun, jika ia membela Darla... dirinya pun pasti akan menerima nasip yang sama dengan Darla


Langkah gontai bibi sampai juga akhirnya ke tenda Sora, bibi lalu meletakkan sepiring bubur gandum dan sebotol air putih di meja Sora.


" Mengapa kau yang mengantarnya bi... di mana Darla ?? apakah ia sakit ??" tanya Sora


" Darla...hik hik hik ..." bibi Darla menangis tak bisa di bendung


" Ada apa bi... katakan !!" pinta Sora , bibi pun menceritakan apa yang terjadi


" Apa...?? jadi Darla akan di hukum cambuk sampai mati karena aku ??" tanya Sora... Sora segera keluar dari kemahnya... ia berlari menuju lapangan di mana Darla berada...kaki mulusnya sampai berdarah terkena bebatuan di sepanjang jalan karena Sora tak di beri alas kaki, bibi yang melihatnya pun langsung mengejar


" Nyonya...nyonya... anda mau kemana, berlahan nyonya jangan berlari !!" teriak bibi yang mengingat bahwa Sora tengah hamil..Sora yang panik bahkan tak mengingat hal itu, ia terus berlari hingga sampai ke lapangan di mana Darla sedang di ikat dan di cambuk oleh seorang prajurit...di saksikan kepala dayang dan dayang lainnya, tak sedikit yang menangis melihat hal tersebut karena Darla adalah wanita yang baik.


" Hentikan !!!" gelegar suara Sora membuat semua berhenti dan menoleh ke arahnya, kepala dayang langsung berkacak pinggang


" Memang nya siapa dirimu hah... berani memerintah di sini ?? disini aku yang berkuasa , Darla di hukum karena bersalah telah menentang perintah raja !!" sahut kepala dayang dengan congkaknya


" Tapi Darla hanya menolongku... jika ingin menghukum, hukumlah aku !!" ucap Sora sambil mendekati Darla... bibi segera menarik Sora


" Nyonya....jaga perkataan anda, kepala dayang itu sangat kejam nanti anda bisa dihukum juga....sia sia saja pengorbanan Darla nanti !!" bisik bibi... Sora terhenyak mendengarnya, di saat seperti ini masih ada orang yang begitu tulus padanya... ia sangat terharu, air matanya menetes sambil memandangi tubuh Darla yang berdarah akibat cambukan


Prajurit mulai menaikkan tangannya tanda ia akan segera memulai kembali cambukannya....


" Tidak... aku tak akan membiarkan orang lain menderita karena ku !! aku sudah cukup hidup enak tidak seperti Darla yang hanya seorang dayang " pikir Sora , Sora pun melepas kan tangan bibi lalu berlari dan memeluk tubuh Darla untuk melindunginya dari cambukan

__ADS_1


" Jangan nyonya !!" teriak bibi melihat Sora menempel pada Darla... sedangkan kepala dayang malah tersenyum senang, hal ini memang yang di nantinya... semalam ia mengikuti raja Max dan betapa geramnya ia bisa-bisanya raja Max malah mendatangi Sora dan bercinta dengannya ... begitu lama ia menanti di luar tenda dan raja Max baru keluar menjelang pagi... sungguh ia sangat sakit hati.


" OOO jadi kau mau merasakan juga cambukan ini budak ?? tidak masalah !! " ucapnya lalu mengambil cambuk dari tangan prajurit


" Aku akan melakukannya dengan senang hati ha ha ha !!" ucap nya lalu mulai memecut cambuk itu ke tubuh keduanya


" Akhhhh..." jerit Sora


" Nyonya... pergilah nyonya, kasihanilah bayi anda ....!!" bisik Darla membuat kaget Sora


" Kau tau ??" tanyanya


" Tentu saja nyonya... jika tidak untuk apa saya melakukan itu semua, bayi anda tidak bersalah nyonya !!pergilah nyonya saya mohon !! " pinta Darla lagi


" Terimakasih atas kebaikanmu Darla... jika aku tak dapat membalasnya di saat ini maka aku akan membalasnya di kehidupan yang lain...akhhhhh!!" Sora kembali menjerit kesakitan... Darla hanya bisa menangis 😭😭


Bibi yang tidak tahan melihatnya langsung berlari... ia sudah bertekad akan menolong keduanya walau nyawanya menjadi taruhannya....


" Raja Max... tolong hentikan hukuman Darla, jika tidak nyonya Sora bisa ikut mati karena cambukan paduka....!!" mohon bibi sambil menunduk


" Apa maksudmu bi ??" tanya Max, wakil raja Max segera berbisik memberitahu kejadian di lapangan


" Itu salah mereka sendiri bi...kau tidak usah ikut campur !!" sahut Max akhirnya


" Paduka tolonglah... kasihanilah nyonya Sora hik hik hik !!" mohon bibi berulang kali membuat Max kesal


" Mengapa kau dan Darla begitu memperdulikan Sora hah ?? apa yang sudah di berikan Sora pada kalian... apa kalian mata-mata kerajaan Mongun ??" selidik Max kesal


" Paduka hamba seumur hidup sudah menjadi dayang di sini... mana mungkin hamba menjadi mata-mata " sahut bibi


" Jika begitu katakan ... apa alasan kalian begitu memperdulikan Sora ?!" desak Max lagi


" Karena....karena... " bibi ragu apakah harus mengatakannya atau tidak


" Prajurit seret dia keluar... menganggu saja!!" titah Max , prajurit pun menarik bibi agar keluar dari ruangan tersebut... namun bibi berhasil mendorong prajurit tersebut dan kembali ke hadapan raja Max

__ADS_1


" Alasannya adalah karena nyonya Sora sedang mengandung paduka.... kami tak ingin bayi yang tak berdosa itu kenapa-napa!!" jawab bibi dengan keras membuat semua yang mendengarnya terkaget-kaget, apalagi Max


" Apa....??? Sora hamil ?? apa kau tidak berbohong ??" beo Max ia bahkan sambil berdiri....


" Saya berani bersumpah tuan.. Darla mendengar sendiri perkataan nyonya Sora bahwa ia mengandung anak ...." bibi menggantung kalimatnya


" Jika Sora hamil makan anak itu adalah.....!!!" Max segera berlari ke lapangan... dadanya berdegup begitu kencang


" **** Sora mengapa kau diam saja.. apakah bayi itu anakku ?? oh Sora... apa yang kau pikirkan , mengapa kau begitu bodoh ??" seribu tanya di lontarkan Max dalam hati...


Di lapangan...


Bunyi cambukan yang diiringin teriakan kesakitan Sora dan Darla terus berlanjut....Sora bahkan sudah tak bisa berdiri... lututnya sudah menyentuh tanah... tubuh bagian belakangnya sudah mengeluarkan banyak darah akibat cambukan namun ia tetap memeluk Darla...


Kepala dayang bagai kesetanan terus memecut cambuk sambil tertawa senang


" Rasakan kau wanita hina !!" ucapnya berulang kali


Akhirnya Max sampai ke lapangan... matanya nanar melihat pemandangan mengerikan di depannya


" Rasakan kau wanita hina ha ha ha !!" gelak kepala dayang sambil mengangkat tangannya yang memegang cambuk itu....


" Hentikan....!! " teriakan Max membahana membuat semua kaget termasuk kepala dayang.... cambuk di tangannya pun sampai terlepas....


Sedangkan Sora sudah tak tahan lagi...


" Maafkan aku Darla, aku sudah tak kuat !!" ucapnya lalu...bruk....


Sora ambruk tak sadarkan diri....


" Nyonya.......!!!" lirih Darla pelan dan ikut pingsan dengan tubuh masih terikat


" Sora... Sora....!!" cicit Max , Max lalu mengangkat tubuh Sora dan berlari membawanya ke kamarnya


" Sora bangunlah... jangan menakutiku !! panggil tabib, bebaskan juga dayang itu !!!" titahnya membuat kepala dayang langsung pucat.

__ADS_1


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya


__ADS_2