Deep Heart

Deep Heart
236. Mati aku


__ADS_3

ke esokan harinya setelah acara drama perpisahan yang lumayan alot akhirnya Erden pun pergi meninggalkan pulau untuk kembali ke Mongun terlebih dahulu sebelum ke Sobaria. Ia di dampingi oleh Aflan, begitu naik ke atas kudanya Erden segera menarik kekang kudanya tanpa menoleh lagi... ia takut jika ia menoleh, ia pasti tak akan jadi pergi begitu melihat wajah sedih Sarah.


Erden melesat di atas kuda dengan perasaan nan begitu hampa, hatinya bagai hilang separuh kini... begitu sunyi... sedih dan gelap rasanya, mengapa rasanya begitu menyiksa ?? cicitnya dalam hati


Sepanjang siang sampai Sore Erden terus memacu kudanya tanpa henti... tubuh mudanya tak merasa lelah sama sekali kalah dengan rasa sedih di hati. Aflan hanya bisa mengikuti saja ... ia faham betul apa yang kini sedang di rasakan oleh Erden..Bahkan ia masih ingat dulu ia juga pernah mengikuti Saga dengan kondisi serupa saat terpisah dengan Amara. Yah begitulah besarnya rasa cinta mempengaruhi seseorang.


Saat hari mulai gelap....Aflan menyalip Erden dan menghadangnya di tepi sebuah sungai agar berhenti


" ada apa paman...? aku belum lelah ataupun lapar " tanya Erden


" Kau mungkin tak merasa lelah atau lapar tapi tidak dengan kudamu... kita berhenti di sini malam ini kita berkemah di sini saja !!" ucap Aflan membuat Erden terdiam... ia melihat di sekitarnya


" rupanya sudah sore...?? jadi ia berkuda semenjak pagi hingga Sore tanpa henti ??" tanyanya dalam hati kaget sendiri. Erden lalu turun dari kuda dan menambatkan kudanya di pohon terdekat


Tanpa suara Aflan menyalakan api dan menghamparkan 2 lembar alas yang di bawanya untuk tempat tidur


" Seperti nya malam ini tidak akan hujan kita tak perlu membuat atap darurat , silahkan beristirahat raja Erden aku akan mencari buruan sebentar " pamit Aflan dan menghilang ke dalam hutan


Erden duduk di depan api sambil melamun, mengapa hatinya begitu kosong saat ini.. apakah karena baru berpisah dengan istrinya ?? apakah perasaan ini akan selalu di rasakan ya selama berpisah dengan Sarah ??


Sampai Aflan datang kembali dengan membawa beberapa buah dan seekor anak kijang posisi Erden tidak berubah. Aflan hanya menghela nafas melihat raja Erden yang macam anak hilang begitu 🤭🤣


Setelah hidungnya mencium bau kijang bakar baru perut Erden terasa bergejolak, ia pun menoleh dan melihat Aflan yang memandanginya sambil cengengesan


" Sudah selesai melamunnya ? sudah turun lagi ke bumi ha ha ha raja Erden....raja Erden " olok Aflan sambil melemparkan sebuah apel pada Erden


Melihat apel di tangannya , Erden bukannya memakannya... ia malah kembali melamun mengingat pertemuannya dengan Sarah pertama kali dulu , ia tersenyum mengingat semua kejadian lucu saat Sarah berada di atas pohon dan jatuh menimpa dirinya


" Raja Erden kau tak akan kenyang hanya dengan memandangi buah apel itu !!" celetuk Aflan... dengan menghela nafasnya Erden pun mulai memakan buah di tangannya


" Paman... kira-kira Sarah merindukan aku tidak ya ??" tanyanya


" Tentu saja raja Erden, ia pasti merindukan mu sebagaimana kau merindukan dia saat ini " sahut Aflan lalu meletakkan anak kijang yang sudah masak itu di depan Erden

__ADS_1


" makanlah yang banyak raja Erden, kau perlu tenaga yang banyak agar kita cepat menyelesaikan semua permasalahan dan kau bisa cepat berkumpul lagi dengan Sarah " ucap Aflan


" Paman benar aku harus tetap kuat agar cepat berkumpul lagi dengan kesayanganku " Erden segera makan dengan lahap, ngak pake lama anak kijang itu pun ludes di lahap keduanya


" Paman... apakah paman pernah berpisah dengan istri paman seperti aku sekarang ini ??" tanya Erden sambil berebah menatap bintang


" Tentu saja kadang bahkan sampai berbulan-bulan"


" Apa paman tidak rindu atau sedih ??"


" Tentu saja rindu ... sangat rindu, tapi saat yang paling penyedihkan adalah saat dulu Isla terluka parah dan tidak sadarkan diri lumayan lama setelah menyelamatkan Amara saat terjatuh dari air terjun , saat itu Amara tengah mengandung Sarah " jawab Aflan


" Apa kau tau raja Erden, hatiku serasa mati saat melihat Isla tak sadarkan diri, entah berapa ratus kali aku berdoa agar aku bisa mengantikan posisi Isla ... lebih baik aku yang terluka dari pada melihat orang yang aku cintai menderita seperti itu..Saat itu perasaanku bagaikan di atas awan bisa di bilang hidup segan mati juga tak mau, namun sesedihnya aku lebih sedih lagi jendral Saga "


" Ada apa dengan paman ??" tanya Erden


" Saat keduanya terjatuh ke dasar air terjun kami hanya menemukan Isla dan Amara tak di temukan di manapun, jendral Saga seperti orang gila mencari keberadaan Amara yang tak bisa di temukan di manapun... ia bahkan sampai meninggalkan perang dan mencari keberadaan Amara kemana-mana, setelah Isla sadar baru Isla menceritakan bahwa ia melihat tubuh Amara di selamatkan oleh para naga , berita itu membuat harapan Saga datang lagi... bahwa kemungkinan besar Amara masih hidup " Jabar Aflan


" Ya lumayan lama... itulah sebabnya mengapa Saga tak bisa memaafkan ibumu raja Erden , ibumu lah yang menyuruh Roxana untuk melenyapkan Amara.... hal itu di sebabkan karena Amara adalah anak dari selir ayahmu. Jadi nasihatku Erden... jangan beri celah bagi ibumu untuk menyakiti Sarah, karena begitu ibumu tau bahwa Sarah adalah cucu dari rivalnya .... ia tak akan segan melakukan hal sama pada Sarah seperti yang ia lakukan pada Amara. Kini kau tau mengapa Saga begitu keras menentang hubungan kau dan Sarah bukan ??"


Erden terdiam mendapati cerita dari Aflan... ia hanya bisa meraup wajahnya


" Ibu oh ibu....." kesahnya lagi


" Paman apa menurutmu aku terlalu kejam melarang ibu ke Mongun ?? tidak kan ??" tanya Erden lagi


" Tentu tidak jika kau sudah memilih Sarah, namun jika kau tak bisa menghadapi ibumu sebaiknya mundurlah dari Sarah sekarang juga . Aku dan Saga tidak main-main mengenai kekejaman ibumu raja Erden, bersyukur kami tidak membalas dendam pada ibumu... padahal jika kami ingin melenyapkan ibumu itu sangatlah murah !!" ucap Aflan dengan tegas


" Aku akan memilih Sarah paman....selalu dan selalu, walau aku akan di cap sebagai anak durhaka....anak tidak tau diri atau apalah , aku tak perduli. Aku akan melindungi Sarah dengan jiwa ragaku !!" janji Erden.. keduanya pun langsung tertidur tak lama kemudian, lelah berkuda seharian membuat keduanya tertidur dengan cepat.


Setelah beberapa hari perjalanan , keduanya akhirnya sampai ke perbatasan Mongun. Keduanya memasuki sebuah warung untuk makan siang... keadaan di warung begitu ramai hingga tak ada yang memperhatikan bahwa raja mereka sedang memasuki warung tersebut bersama Aflan dan duduk di pojok ruangan. Sambil menunggu pesanan mereka datang keduanya teralihkan oleh obrolan beberapa orang yang tengah melahap makanan mereka


" Bukan main raja kita ya... hebat sekali, begitu mendengar raja mempersiapkan pernikahannya... permaisuri Sora langsung mengirimkan 20 gadis tercantik ke istana untuk di pilih raja kita " celoteh salah seorangnya

__ADS_1


" Tapi kurasa wajar saja jika raja kita mendapat pilihan calon istri sebanyak itu... raja kita begitu tampan dan juga sangat lah hebat, jika aku menjadi raja Erden tak ada yang kutolak akan ku pilih semua gadis itu untuk memenuhi haremku ha ha ha " jawab seorang lagi


Erden dan Aflan saling pandang begitu kaget mendengar perbincangan rakyat mereka


" Sebenarnya apa yang terjadi selama aku pergi ?? mengapa katanya ibuku mengirimkan 20 orang gadis ke istana... apa aku tidak salah dengar paman ??" tanya Erden pada Aflan


" Kau tidak salah dengar raja Erden... itulah sifat asli ibumu, permaisuri Sora... ia akan selalu memaksakan kehendaknya dan akan selalu mengatur segalanya sesuai keinginannya walaupun ia kini begitu jauh di Sobaria " sahut Aflan


" Cepat habiskan makanmu paman... kita harus secepatnya sampai ke istana, bagaimana mungkin ibuku bisa-bisanya mengirimkan 20 gadis ke istana... apa ibu sudah gila ??" omel Erden kesal


Selesai makan ... keduanya melanjutkan perjalanan ke istana, Marco yang mendengar laporan bahwa raja Erden tengah mendekati Istana berlari tergopoh-gopoh untuk menyambut raja nya itu. Begitu banyak laporan yang ingin di sampaikan ya selama rajanya itu menghilang begitu saja . Adaikan rajanya tau bagaimana ia pontang panting mengurusi permasalahan kerajaan hufff , namun ia tak akan mengeluh... itulah fungsi dirinya di kerajaan .


Terlihat dari kejauhan 2 ekor kuda membawa tuannya masing-masing memasuki istana. Penjaga pintu segera membukakan pintu istana dan memberi hormat penuh pada rajanya yang baru datang


" Selamat datang tuanku raja Erden , semoga tuanku raja panjang umur dan sehat selalu !!" sambut Marco diikuti semua dayang dan perangkat kerajaan yang menyambut kedatangannya.


Erden segera turun dari kudanya dan berjalan dengan gagahnya memasuki istana


" Tuanku raja apakah tuanku mau membersihkan diri dulu atau makan ??" tanya hulubalang istana


" Tidak... berkumpul semuanya di ruang rapat... sekarang !!" titahnya dengan wajah dingin, begitu memasuki lorong istana ke dua puluh gadis berlarian berbaris menyambut Erden dengan pakaian sexy mereka


" Selamat datang paduka raja !!" sambut mereka sambil menunduk membuat gunung kembar mereka berhamburan memenuhi pandangan mata... Aflan hanya bisa menggaruk kepala botaknya melihat pemandangan di depannya itu sedangkan wajah Erden semakin keram


" Marcoooo !! apa kau sudah bosan hidup ???" bentak Erden sangat marah... Marco tambah pucat mendengar gelegar kemarahan raja Erden


" Mati aku... mengapa aku merasa ajalku sudah begitu dekat mendengar panggilan raja Erden itu ??" ucap Marco pada hulubalang kerajaan


Nah lho kena getahnya kan dirimu Marco 🤪🤪


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya

__ADS_1


__ADS_2