Deep Heart

Deep Heart
250. Ngak Kuat


__ADS_3

Tak sia-sia rasanya Aflan terus memacu kudanya siang malam....di tengah perjalanan ia malah sampai berganti kuda agar kuda yang di tungganginya tetap prima.


Akhirnya ia bisa sampai kembali ke pulau milik Saga lebih cepat beberapa hari daripada rombongan penjemput.


Selain ingin segera menyampaikan kabar gembira pada Saga dan Sarah, ia bergegas juga tentu karena sudah sangat rindu pada istrinya tercinta.... Isla.


Walaupun selama pernikahan mereka , keduanya tak di karunia seorang anak atau keturunan namun tak melunturkan cintanya pada tabib cantik itu. Ia ingat dulu bagaimana Isla selalu menolaknya dengan alasan jika menikah ia tak akan bisa hamil... itu bukan masalah untuk Aflan karena ia juga sudah punya seorang putri hasil pernikahannya terdahulu.


Apalagi sekarang putrinya dan Isla memiliki hubungan yang sangat baik. Isla memperlakukan putri sambungnya seperti putri kandung membuat putrinya juga sangat menyanyangi Isla seperti ibunya sendiri.


Hari sudah lah tengah malam namun semangat Aflan untuk segera sampai di vila Saga tidak lah surut. Semalam apapun ia harus sampai... malam ini ia ingin tidur sambil memeluk Isla.


Kudanya yang kelelahan akhirnya sampai di pintu gerbang, prajurit yang berjaga segera membukakan pagar begitu mengenali Aflan.


" Apa istriku ada di sini ??" tanya Aflan memastikan


" Ya tuan Aflan... tabib Isla ada di rumah tamu, tabib Isla baru saja kembali 2 hari yang lalu setelah mengantar nona ke sekolahnya di ibukota " lapor prajurit... Aflan berjalan ke rumah tamu dengan senyum lebar di bibirnya. Putrinya sudah berangkat kembali ke sekolah... berarti Isla sendirian saja


" Ahh sungguh tak sia-sia perjalananku sekian hari ini , Isla... aku datang hehehe" ucapnya riang... berlahan tangannya membuka pintu rumah dan berjalan menuju kamar. Dengan berlahan ia pun kembali membuka pintu kamar di mana Isla berada.


Terlihat siluet tubuh sexy istrinya di atas ranjang yang hanya di terangi lilin malam, sebelum menganggu Isla malam ini....Aflan berjalan menuju kamar mandi, berhari-hari ia tidak mandi badannya sudah bau jalanan.


Aflan pun mandi walaupun dengan air yang begitu dingin karena ia malas membuat air panas, bibi juga sudah tidur semua ... ia tak enak membangunkan mereka. Selesai mandi sampai bersih....Aflan berjalan kembali ke kamar Isla sambil menggigil . Ia sangat kedinginan padahal sudah memakai piyama mandi yang tebal


" Uhh dingin banget ... Isla aku datang sayang !!" ucapnya pelan sambil membuka pintu kamar namun baru melangkah sekali


buk..... sebuah kayu di pukulkan ke kakinya membuat Aflan kaget untung ia lihai dan sempat menghindar, tangan Aflan langsung meraih tangan Isla yang mengenggam kayu itu


" Ini aku sayangku !!" bisiknya setelah berhasil menarik Isla ke pelukannya


"Lepaskan aku botak, kau membuatku takut saja.. aku kira pencuri tadi !!" omel Isla membuat Aflan terkekeh


" Apa kau tau apa yang paling kurindukan darimu cantik !!" bisiknya sambil mengendong Isla


" Aflan... turunkan aku !!"


" Aku sangat merindukan omelan merdu mu ini, tanpa omelan mu hidupku serasa hampa " lanjut Aflan

__ADS_1


" Tak usah menyindirku botak, cepat turunkan aku tubuhmu sangat dingin !!" protes Isla , Aflan segera menurunkan Isla di atas ranjang dan mengukungnya dengan erat membuat Isla tak bisa bergerak


" Aku tau tubuhku dingin, makanya kau harus menghangatkan aku Isla !!" pinta Aflan sudah mulai mengendus tubuh Isla di sana sini


" Aflan... turun dari tubuhku !!" pinta Isla lagi


" Tidak... aku mau minta jatah !!" kekeh Aflan


" Aku tidak bisa memberimu jatah, aku sedang datang bulan !!" sahut Isla membuat Aflan seakan tersambar petir


" Apa....?? ya ampun Isla, kasihan banget dia... lihat dia sudah menggeliat mencari sarangnya " cicit Aflan langsung saja pusing, Aflan langsung berebah sambil memejamkan kedua matanya terlihat sekali dia begitu prustasi


" Isla....Isla...oh Isla mengapa kau harus datang bulan , ya ampun. Apa kau tau betapa lelah aku berkuda berhari-hari tanpa henti agar bisa bertemu denganmu " ucapnya lagi


" Kan kita sudah bertemu sekarang, lalu mengapa kau masih marah ??" tanya Isla dengan senyum di kulum melihat Aflan yang berebah sambil menutupi wajahnya, senyum Isla semakin lebar bahkan ia nyaris tertawa melihat si tongkat sakti yang tengah bangun itu terlihat di balik piyama mandinya


" Kau rindu padaku atau pada ******ku ??" lanjut Isla


" Katanya kau cinta padaku, kalau hanya itu yang kau cari namanya kau itu bukan cinta padaku tapi nafsu saja !!" ucap Isla


" aku sungguh cinta mati padamu Isla... kalau tak percaya belah saja dadaku ini, tapikan dia juga rindu pada sarangnya . Apa masih lama ?? " sahut Aflan membuat Isla mati-matian menahan tawanya


" Sudah jepit aja di pintu sana... aku mau tidur !!" ucap Isla lalu berebah membelakangi Aflan, Aflan menghela nafas berkali-kali.... walau tubuhnya begitu lelah dan hari sudah begitu malam namun jika hasratnya tak tersalurkan ia merasa begitu merana.


Namun mau di apa, mau tak mau ia harus berusaha untuk tidur. Aflan memeluk Isla dari belakang, setidaknya ia dapat menghangatkan tubuhnya dengan memeluk istrinya itu. Tangannya berjalan ke mana-mana sesukanya di tubuh Isla, Isla diam saja .... ia pura-pura tidur. Sampai tangan nakal itu karena begitu penasaran turun ke bawah meraba milik Isla dari luar ...lho kok ?? Aflan segera membalik tubuh Isla


" Kau sudah pintar berbohong ya ??!" ucapnya kesal-kesal gemas karena ia menyadari Isla tak memakai pelapis penahan darah


" Ha ha ha hi hi hi aku tidak berbohong hanya saja datang bulannya baru selesai tadi pagi, kau sangat beruntung botak " akhirnya pecah tawa Isla, ia begitu puas sudah bisa membuat suami mesumnya itu prustasi berat karena tak dapat menyalurkan hasratnya


" Istri nakal... aku akan menghukum mu malam ini Isla, dengan sangat-sangat berat !!" ucap Aflan penuh nafsu... kedua tangan kekarnya dengan lincah menarik semua kain yang menutupi tubuh istrinya. Selesai melempar lembar terakhir ... senyum usil Aflan terlihat, kedua tangannya menggelitik tubuh Isla membuat Isla tertawa sambil meronta-ronta karena geli


" Hentikan Aflan....geli ha ha hi hi !!" pintanya namun melihat si kembar yang turun naik akibat tawa Isla membuat Aflan bukannya berhenti namun tambah menggelitik Isla


" Botakkkkk hentikan sudah... ampunnn!!" mohon Isla , Aflan pun menghentikan gelitikan nya . Kedua tangannya meraih tangan Isla dan menggenggamnya dan kedua lututnya mengunci paha Isla membuat Isla tak bisa bergerak kini. Deru nafas keduanya terdengar dengan jelas di keheningan malam


" Bersiaplah cantik... aku akan menggempur mu sampai puas ahhh !!" Aflan pun memborbardir Isla dengan kekuatan penuh

__ADS_1


Kamar keduanya bak kamar pengantin baru malam ini. Si botak yang kelaparan me-rapel jatahnya sampai puas. Menjelang matahari terbit Aflan pun terkulai lemas di pelukan Isla. Isla membelai kepala botak Aflan sambil tersenyum


" Terimakasih karena begitu mencintai aku Aflan, walau kau tau aku tak akan bisa memberikan keturunan padamu kau tetap saja mencintai aku tanpa batas " ucapnya lalu mengecup kening Aflan sebelum bergabung tidur .


Pagi hari Saga melihat kuda yang di tambahkan di depan rumah tamu, ia pun bertanya pada penjaga pintu


" Siapa yang datang ??" tanyanya


" Tuan Aflan datang tengah malam tadi tuan " sahut penjaga pintu


" Apa ?? Aflan sudah datang , mengapa ia tak segera melapor padaku ??" protes Saga, padahal kedatangan Aflan sangat di nanti putrinya. Siang malam Sarah selalu menangis jika sudah rindu pada suaminya ..Dengan langkah besar Saga segera mendatangi rumah tamu.


" Mana Aflan ??" tanya Saga pada bibi


" Tuan Aflan masih tidur , kata nyonya jangan di ganggu tuan sangat lelah " sahut bibi


" Isla dimana ??"


" Nyonya baru saja masuk ke kamar mandi " jawab bibi lagi, mendengar Isla tidak berada di kamar Saga segara berjalan dan membuka kamar Aflan


Terlihat Aflan yang tengah bergelung di bawah selimut sambil memeluk guling


" Dasar kau botak... enak-enakan kau tidur 😡😡" omelnya sambil menarik selimut dengan begitu keras. Saking kerasnya Aflan sampai terjatuh dari ranjang


Gubrak !!!


" Aduh... sakit !! Isla mengapa kau mem...eh jendral he he " Aflan yang semula hendak marah , terkekeh malu melihat jendral Saga yang berdiri sambil berkacak pinggang dengan wajah marah.


Ia berdiri sambil menarik selimut untuk melindungi tubuhnya yang tak memakai apapun


" Bagus ya....datang bulannya melapor padaku malah bulan madu....dasar kau botak !!!" omel Saga membuat Aflan tersipu malu


" Maaf jendral....habisnya sudah ngak kuat he he " sahutnya tanpa dosa


Jiahhhh botak botak 🤣🤣🤣


See you next eps

__ADS_1


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya


__ADS_2