
Erden memandangi ke tujuh gadis cantik di depannya .... jika tidak mengingat statusnya sebagai raja yang telah menjajah kerajaan ke tujuh gadis itu sudah dihamburnya semua gadis tersebut. Walau bagaimana pun ia harus bisa bersikap bijaksana layaknya raja yang seharusnya.
" Aku tau maksud kalian di kirim ke mari oleh keluarga kalian, namun walaupun aku adalah seorang raja aku tidak pernah menginginkan wanita lain selain istriku untuk mendampingiku. Kuharap kalian mengerti dengan maksud ku ... pulanglah kembali ke kerajaan kalian masing-masing dan sampaikan permintaan maafku karena tidak bisa mengabulkan keinginan mereka " ucap Erden dengan suara datar
" Paduka raja... tolonglah hamba, hamba akan di hukum jika pulang tidak membawa hasil... kedua orang tua hamba telah memperingatkan hamba, hamba akan di kucilkan ke hutan ... tolonglah hamba paduka raja, walau hanya menjadi datang hamba bersedia asal hamba tidak kembali ke kerajaan kami !!" ucap salah seorang putri sambil berlutut
melihat itu ke enam putri yang lain juga ikut berlutut
" Benar yang mulia... kasihani kami, kami pasti akan di hukum jika tidak berhasil mendampingin paduka !!" ucap mereka membuat Erden mengepal jemarinya dengan kuat
" Mengapa mereka tak bisa mengerti kata tidak !!!?" omel Erden dalam hati
" Sekertaris kerajaan... buatkan aku surat perintah untuk ke tujuh kerajaan !!" titah Erden tanpa menjawab lagi para putri yang tengah bersujud itu... ia malas meladeni hal yang ia akan tau ujungnya ke mana
" Apa yang harus hamba tulis paduka ??" tanya sekertaris kerajaan Mongun
" Tulis dekrit dariku... aku perintahkan pada para raja yang menerima surat ini untuk menerima dan memperlakukan putri mereka dengan baik begitu mereka kembali ke kerajaan masing-masing, di larang memberi hukuman dalam bentuk apapun pada mereka. Jika para raja itu berani menentang perintahku ini aku akan menjatuhkan hukuman gantung pada mereka !" titah Erden membuat ke tujuh putri itu kaget
" Buatkan salinan yang sama untuk ke tujuh putri lalu antar mereka pulang sampai ke kerajaan masing-masing dan berikan langsung pada orang tua mereka. Tunggu sampai mereka membaca suratku itu dan jika mereka sudah mengerti akan perintahku baru kalian boleh kembali ke Mongun !!" titah Erden lagi
" Kalian boleh kembali ke rumah peristirahatan lalu bersiap pulang dan tunggulah setelah surat selesai kalian akan segera di antar kembali ke kerajaan masing-masing!!" titah Erden
" Paduka.... harap memberi kami kesem..."
" Satu kata lagi dari kalian....aku pastikan kalianlah yang akan segera kuhukum gantung !!" potong Erden tak mau mendengar alasan apapun lagi, ke 7 putri itupun akhirnya hanya bisa pasrah... mereka kembali ke rumah peristirahatan dengan lesu
" cepat selesaikan tugas dariku, hari ini mereka semua harus sudah kembali ke asal mereka masing-masing !!" lanjut Erden yang di angguki sekretaris kerajaan
Semua perangkat kerajaan sangat kagum dengan ketegasan raja Erden, gaya kepemimpinan raja Erden sangat jauh berbeda dengan ayahnya dulu. Raja Erden tidak hanya handal di lapangan namun juga sangat tegas menyelesaikan permasalahan kerajaan.
" Yang kemaren belum menyampaikan laporan silahkan ...aku akan meluangkan waktu sampai sore ini saja, besok pagi aku harus pergi ke suatu tempat sebelum ke Sobaria !!" lanjut Erden... para pengurus kerajaan pun segera melapor kan pekerjaan mereka masing-masing
__ADS_1
Aflan yang sudah puas beristirahat segera mencari Erden, hari sudah hampir gelap dan ternyata Erden masih berada di ruang kerjanya bersama beberapa kepala pengurus kerajaan
" Marco.. apa raja Erden ada beristirahat sejak pagi ??" tanya Aflan pada Marco yang matanya sudah busuk karena belum beristirahat semenjak kemaren
" belum Aflan....bisakah kau membawa paduka beristirahat, aku sangat lelah... tak lama lagi aku akan pingsan ini " pinta Marco... Aflan terkekeh melihat Marco yang berdiri saja sudah tidak tegak lagi
" Usia tak bisa bohong Marco....itu sudah yang namanya menua ha ha ha " olok Aflan... tawa Aflan terdengar oleh Erden
" Kau sudah datang paman ??" tanya Erden
" ya raja Erden, mohon maaf saranku sebaiknya raja Erden beristirahat dulu jika besok memang ingin ke vila jendral Saga ... hari sudah malam !!" saran Aflan
Tanpa banyak ba bi bu, Erden segera mengakhiri pertemuannya
" ayo paman kita makan !!" ajak Erden...keduanya pun lalu makan malam bersama
" kau beristirahatlah botak...!!" ucap Aflan pada Marco
" Ha ha ha kalian sesama botak untuk apa ribut, beristirahatlah Marco kulihat kau sangat lelah !!" sahut Erden menengahi keduanya, Marco pun segera pamit.... ia pun akhirnya bisa pulang malam ini ke rumahnya setelah beberapa hari tidak pulang.
Pagi menjelang.....
Pagi-pagi sekali Erden dan Aflan sudah siap untuk berangkat ke vila milik Saga, dengan ditemani mentri pembangunan kerajaan Mongun mereka pun berangkat .
Setelah lewat tengah hari mereka pun sampai ke vila yang di tuju. Vila milik Saga itu masih terawat, namun beberapa bagian sudah mulai rusak.
" Aku ingin kau segera merombak ulang vila ini, buatkan dua buah kamar utama ....3 kamar anak dan beberapa kamar tamu. Jangan pelit untuk ukuran ruangan buatlah yang besar... tanah di tempat ini sangat luas " titah Erden pada Mentri pembangunan
" Maaf paduka... vila ini dulu milik jendral Saga, jika kita membangun ulang apakah kelak jendral Saga tidak keberatan ??" tanya Mentri pembangunan
" tentu saja tidak....aku merombak vila ini karena vila ini terlalu kecil untuk pamanku.. ia kini sudah punya 4 anak jadi harus memiliki banyak kamar... jangan lupa buatka taman Bungan yang luas agar bisa jadi tempat bermain sekalian " sahut Erden
__ADS_1
" Jadi maksud paduka... jendral Saga akan kembalj ke Mongun dan akan tinggal kembali di vila ini ?? " tanyanya senang
" Ya....maka dari itu buat lah vila ini dengan bahan terbaik dan lakukan secepat mungkin, aku ingin pembangunan selesai sebelum hari perayaan pesta pernikahanku dan Sarah di gelar !!"
" baik paduka....hamba akan segera mengerjakan perintah paduka, percayakan pada hamba !!"
" baiklah jika begitu, aku dan paman Aflan kembali dulu ke istana... kau mulailah bekerja !!" titah Erden lagi....walaupun tubuhnya serasa lelah namun Erden harus segera kembali ke istananya... masih ada beberapa permasalahan yang harus di selesaikan olehnya sebelum berangkat ke Sobaria
" Apa tidak sebaiknya kita menginap barang semalam di vila ini raja Erden, aku tau kau ingin cepat menyelesaikan semuanya namun kau harus memperhatikan kesehatanmu juga raja Erden. Jika kau sakin nanti... Sarah pasti akan sangat sedih " rayu Aflan yang sebenarnya merasa lelah....Erden terdiam mendengar nama Sarah, istri pujaannya yang begitu di rindukannya
" Paman... kira-kira Sarah sedang apa saat ini ??" tanyanya sambil menerawang memandangi langit yang mulai menguning tanda hari sebentar lagi akan gelap
" biasanya ia bermain dengan adik-adiknya " jawab Aflan sok tau
pletak....
" Kau mengarang paman, biasanya ia sore begini ke kebun dengan Amara !!" protes Erden membuat Aflan terkekeh...
" dari mana kau tau raja Erden ??" tanyanya sambil terkekeh
" Saat paman melarangku bertemu dengan Sarah, Aku suka mengintip dari atas pohon yang tinggi....jadi saat kesayanganku keluar dari rumah aku bisa melihat apa saja yang di lakukannya " jelas Erden sambil tersenyum ... ia sangat ingat... saat melihat Sarah berlarian mengejar kupu-kupu di taman di rumah Saga
" Buatkan taman dengan seribu macam bunga... semua bunga harus kau tanam di taman itu nanti !!" ucapnya pada Mentri pembangunan
" Baik paduka!!"
" kau akan terkejut nanti saat ke mari paman Saga....aku akan membalas kesalahan yang pernah aku buat padamu dan Amara dulu !!" ucap Erden dalam hati
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya
__ADS_1