
" Katakan padaku siapa kau ?? jawab !! jika kau berbohong aku akan membunuhmu 🤬🤬!!" teriak Sora begitu marah
Sang pria langsung mengenakan jubah dan bersujud di depan Sora
" Hamba adalah pengawal pribadi paduka Erden, semalam paduka merasa kegerahan hingga tak bisa tidur... jadi pangeran memilih untuk tidur di tenda dan pangeran meminta hamba untuk tidur di sini supaya permaisuri tidak curiga...ampuni hamba... hamba hanya menjalankan perintah paduka Erden !!" jelas sang pengawal sesuai dengan instruksi dari Aflan
Sora berusaha menata nafasnya yang kembang kempis akibat merasa begitu marah....
" Panggil dukun siapa itu... kau pergi sana !!" usir Sora kesal, tanpa di perintah 2 kali sang pengawal langsung pergi menuju perkemahan mereka sambil tersenyum senang
" Terimakasih tuan Aflan sungguh baru kali ini dalam hidupku mendapat tugas seenak ini he he ... semalam bisa merasakan 3 orang gadis sekaligus 🤤🤤, enaknya " ucapnya dalam hati membuat wajahnya tersenyum begitu lebar
" Hemmm yang habis keenakan, tersenyum sampai mau putus kupingnya.... dapat berapa gadis kau semalam Juan... satu ?? dua ? enak sekali kau ya " omel rekan sejawatnya, Juan menggeleng sambil terkekeh
" Kalian tau bukan satu bukan dua tapi tiga ha ha ha " sahutnya senang
" what..... beruntung sekali kau duda merana, pasti kau puas sekali semalam... tapi emang kau kuat melayani 3 gadis dalam semalam ?? " tanya seorang lagi
" Tuan Aflan telah memberiku obat kuat... aku bahkan menghajar mereka masing-masing 2 kali dan sekarang bahkan tubuhku tak terasa lelah ... hebat sekali obat kuat dari tuan Aflan itu , sekarang aku mau mandi dulu ya by by !!" jawab Juan begitu bahagia... setelah 6 bulan setelah kematian istrinya baru ini ia melakukannya lagi, itupun semalam sebenarnya ia ingin menolak tapi melihat gadis yang masuk begitu cantik dan begitu saja melepaskan pakaiannya dan menaikinya.... kucing mana yang tak tergiur mendapat ikan segar begitu, tanpa pikir panjang Juan langsung melayani gadis tersebut dan rasanya ternyata sangat lah nikmat. Apalagi kemudian datang lagi gadis ke dua dan ke tiga... Juan dengan semangat menuntaskan hasratnya yang terpendam selama ini. Rezeki memang tak kemana, Juan tau sebenarnya gadis-gadis itu di peruntukkan untuk paduka Erden... namun mengapa paduka menolak dan lebih memilih untuk tidur di kemah yang sederhana. Padahal jika pun paduka melakukannya toh istrinya nun jauh di sana juga tak akan tau . Juan sangat salut dengan kesetiaan dari paduka Erden pada istrinya.
Kita kembali ke lap top Yo 🤣
Tak lama sang dukun pun masuk dengan mata sembab akibat semalaman tidak tidur
" hamba melapor permaisuri !!" sembah nya sambil tersenyum lebar, di fikirnya permaisuri akan menghadiahinya banyak emas lagi
" Kau ini bagaimana sih kerjanya hah 😡😡, apa kau tau ke tiga gadis itu bukannya melayani putraku tapi malah melayani pengawalnya... kau kan peramal seharusnya tau jika misimu itu gagal !!" protes Sora sambil berkacak pinggang
" Apa ?? tapi hamba terus berdiri di depan kamar paduka sepanjang malam , paduka sungguh tidak ada keluar dari kamarnya permaisuri... hamba berani bersumpah !!" sahut sang dukun
" Memangnya dia hanya bisa keluar dari pintu itu... itu kau lihat, betapa luas jendela-jendela itu jangankan putraku , naga saja bisa keluar lewat situ ... dasar kau bodoh kau sangat lah bodoh 🤬🤬!!" keluar semua sumpah serapah Sora sungguh membakar kuping siapa saja yang mendengarnya.
" Ampun... maafkan hamba permaisuri, hamba sungguh tak menyangka jika paduka keluar melalui jendela itu... hamba hanya berkonsentrasi agar gadis yang masuk membuat paduka terpana " sang dukun memohon sejadi-jadinya agar Sora tak menjatuhkan hukuman karena keteledorannya
" Kurung dia dulu... aku akan memikirkan hukumannya nanti !!" titah Sora tak menggubris permohonan sang dukun peramal tersebut
" Permaisuri ampuni hamba permaisuri... jangan tolong !!" teriak dukun tersebut namun tak ada yang mengubrisnya...dua pengawal segera menariknya dan membawanya untuk di kurung .
Setelah nafasnya bisa tenang , Sora pun mencari keberadaan putranya itu
" Dimana Erden sekarang ? cari dia !!" titahnya sambil berdiri memandang ke arah luar kamar... sungguh ia benar-benar kalah set pagi ini, Erden sudah sukses mengerjai nya
" Pasti otak semua ini si Aflan botak itu , semenjak melihatnya kemaren perasaanku sudah tidak enak....dasar botak jelek, aku akan membalasmu botak !!" omel Sora dalam hati
__ADS_1
" Lapor permaisuri... raja Erden sekarang tengah bersama raja Max di ruang makan... mereka menunggu permaisuri untuk sarapan bersama !!" lapor seorang prajurit yang di tugasi mencari keberadaan Erden
Dengan wajah sangar dan langkah penuh kemarahan Sora berjalan menuju ruang makan.... sungguh wajah Sora begitu menakutkan kini, wajah cantiknya bahkan tak terlihat lagi tertutupi kemarahan bercampur kekesalannya yang menggunung
Terlihat di ruang makan Erden tengah berbincang santai dengan Max, Sora masuk dan langsung duduk dengan kesal tanpa menyapa keduanya
" Kemana saja kau Sora, kami menunggumu sampai kelaparan...??" tanya Max , Sora diam saja
" Hidangkan sarapannya !!" titahnya sambil memandang kesal pada putranya
" Mengapa kau memandangi putramu dengan tatapan kesal seperti itu Sora ?? ada apa sebenarnya ?? " tanya Max lagi bingung
" Mengapa kau tidak tidur di kamarmu Erden ??" tanya Sora tanpa mengindahkan pertanyaan suaminya
" Kau tidak tidur di kamar yang kami sediakan Erden ?? mengapa ??" beo Max kaget
" Tidak apa-apa paman, hanya saja aku merasa ke gerahan semalam jadi dari pada aku tak bisa tidur aku pindah tidur ke kemah ku, lagi pula mengapa ibu harus marah aku tetap saja sarapan di sini bukan ??" sahut Erden tanpa dosa
" Ya ... Erden benar Sora, sudah hilangkan wajah mengkerutmu itu... kau sungguh tak terlihat cantik lagi jika sudah cemberut begitu " timpal Max , mata Sora langsung saja melotot ke arah Aflan yang tersenyum simpul
" Apa yang kau lakukan di sini... keluar sana !!" usir ya pada Aflan
" ibu.... Aflan adalah pengawal pribadiku, ibu tak bisa mengusirnya !!" protes Erden
" Disini bukan di Medan perang, kau sedang berada di depan ibu dan Max... tak perlu memerlukan pengawalan, kubilang pergi kau dari sini !!" kembali Sora mengusir Aflan bahkan ia sampai berdiri saking kesalnya melihat si botak Aflan
Aflan yang keluar dari ruang makan mendatangi para pengawal Mongun di kemah... begitu sampai ia langsung tertawa ngakak sangat ngakak , ia sangat puas sudah berhasil melawan Sora sudah berhasil mematahkan serangan fajar Sora dan ia begitu luas melihat wajah Sora tadi yang bagaikan kepiting rebus
" ha ha ha hi hi hi Sora Sora, rasakan pembalasanku ha ha ha !!" gelaknya sangat puas .
Para prajurit yang melihat Aflan tertawa macam orang gila hanya menggelengkan kepala mereka
" Tuan Aflan hati-hati nanti lalat beserta pasukannya masuk ke mulutmu !!" olok mereka karena Aflan sungguh tak bisa menghentikan tawanya
" Kalian tak melihat sih bagaimana bentuk wajah Sora setelah mengetahui raja Erden tidak tidur di kamar itu dan para gadis itu menaiki pria yang salah wkwkwkwk ha ha ha hi hi 🤣🤣" Aflan kembali tertawa terbahak-bahak
" Sepertinya tuan senang sekali sudah bisa membuat Permaisuri Sora kesal "
" Tentu saja... aku punya dendam pribadi dengan wanita jahat itu, dan akhirnya dendamku terbalaskan hari ini... dan sebentar lagi ia juga bakalan nangis bombai begitu membaca surat dari putranya... oh ya mana suratnya, aku harus segera menyerahkannya pada paduka Erden !!" pinta Aflan
Seorang prajurit segera membawakan surat yang di tulis langsung oleh Erden itu. Dengan semangat Aflan membawa surat itu kembali ke istana. Posisi Erden dan Sora sudah tidak berada di ruang makan. Erden ingin berbicara serius dengan Sora dan Max jadi Max membawa Erden ke ruang keluarga.
" Permisi... maaf menganggu perbincangan kalian, raja Erden ini surat yang anda minta !!" sapa Aflan begitu sampai
__ADS_1
" Berikan pada ibuku !!" titah Erden... Aflan pun memberikan surat tersebut pada Sora, Sora membacanya .... tak lama matanya membulat, memerah .....
" Apa maksudmu dengan melarang aku datang ke Mongun Erden ??" cecar Sora setelah membaca surat tersebut... Max yang kaget mengambil surat tersebut dan membacanya
Isinya yang berisi larangan bagi Sora untuk datang ke Mongun selama sisa hidupnya dan jika Sora melanggar maka ia akan di hukum kurungan seumur hidup di penjara bawah tanah kerajaan Mongun
" Apa maksud suratmu ini Erden ??" tanya Max juga kaget
" ibu aku akan menikah bulan depan, larangan ibu ke Mongun adalah syarat yang harus kulakukan agar mertuaku menerima ku sebagai menantunya. Aku harap ibu bisa menerima hal ini. "
" Bagaimana mungkin aku bisa menerima hal ini Erden ?? kau tega mengusir ibumu sendiri hanya untuk memuaskan orang lain?? apa kau sudah gila ??" cecar Sora dengan suara bergetar
" Aku tidak mengusir ibu.. ibu sudah bahagia di sini dengan keluarga baru ibu... jika ibu rindu dengan anak-anak ibu... ibu tinggal berkirim surat , kami akan datang. Aku hanya meminta ibu tidak ke Mongun karena aku tak mau rumah tanggaku kelak di recoki , mohon ibu mengerti " lanjut Erden
" Di bagian mana aku harus mengerti Erden ?? di bagian aku tak boleh menginjakkan kaki di tanah kelahiranku ?? dan aku harus menerimanya begitu saja agar calon mertuamu memberi restu ....siapa memangnya calon mertuamu itu hah ?? sehebat apa memang dia hingga kau berani membuang ibumu demi dia hah 😡😡??" cecar Sora berderai air mata... ia sungguh tak menyangka jika putra kesayangannya menyakitinya sedemikian jauh
Max mendekati Sora dan memeluknya... ia juga bingung apa yang sebenarnya terjadi ??
" Baiklah ibu... aku tak akan menyembunyikan apapun agar ibu mengerti dan paham mengapa aku melakukan ini pada ibu. Aku sudah menikah ibu dengan seorang gadis bernama Sarah. Sarah adalah putri pertama paman Saga dan Amara. Putrinya yang masih berada di kandungan Amara saat 10 tahun lalu ibu memerintahkan Roxana untuk membunuhnya. Bayi itu selamat ibu dan di pelihara oleh kaum naga selama 10 tahun. namun karena ia di pelihara di dunia naga pertumbuhannya jadi 2 kali lebih cepat dari dunia manusia. Aku sangat mencintai Sarah ibu dan Sarah kini sudah mengandung anakku... paman Saga tak mau hal serupa akan terjadi pada Sarah seperti yang ibu lakukan pada Amara. Maka dari itu paman Saga memberi syarat itu , ia tak ingin ibu menyakiti Sarah.... ibu mengerti sekarang bukan ??" panjang lebar Erden memberitahu semua yang mendasari keputusannya itu
Air mata Sora mengalir deras... ia tak menyangka putranya lebih membela Saga dari pada dirinya
" kau jahat Erden... kau sungguh menyakiti hati ibu ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜" ucapnya terengah-engah tubuhnya bahkan bergetar begitu hebat, Max terdiam mendengar cerita dari Erden... ia tak bisa berkata-kata lagi....jadi ini yang namanya hukum karma ?? cicitnya dalam hati
" Paman Max....kurasa paman sudah mengerti maksud dari suratku, jadi kumohon kerja sama paman untuk menjaga gerak ibuku... jika suatu saat paman lengah dan ibu tertangkap di Mongun jangan harap paman bisa bertemu dengan ibu lagi. Paman tak akan bisa membawa ibu lagi walaupun perang taruhannya...." ucap Erden lalu berdiri setelah merasa semua yang ingin di sampaikannya telah selesai.
" Bohong semua itu bohong , mana ada dunia naga itu... mana ada orang yang tumbuh begitu cepat... jangan bohongi ibu, ibu bukan anak kecil... pasti gadis yang kau nikahi adalah gadis sebarangan yang kau temukan di pinggir jalan , makanya kau mengarang cerita ... bukankah begitu Erden ??" cecar Sora masih tak terima
" hentikan ibu... terserah ibu mau percaya atau tidak, yang jelas aku ataupun paman Saga bukanlah seorang pembohong. Maaf paman Max aku tidak mengundang Kerajaan Sobaria dan kerajaan di bawah Sobaria di pernikahanku bulan depan. Kuharap paman mengerti dan tidak marah....." ucap Erden lagi
" baiklah Erden ... aku mengerti !!" sahut Max
" Jika begitu aku permisi paman....tolong jaga ibuku dengan baik... bahagiakan dia , aku permisi !!" pamit Erden dan segera meninggalkan ruangan.
Sora berontak dari pelukan Max....
" tidak... Erden jangan pergi, jangan usir ibu .... ibu tidak bersalah, Saga berbohong ... ibu tidak pernah memerintahkan apapun pada Roxana ... Erden !!!!" teriaknya namun tangannya di tahan oleh Max
Erden bergegas meninggalkan istana Sobaria, walaupun ia mendengar panggilan, teriakan makian dan tangisan ibunya ... ia hanya bisa terus berjalan dan tak berpaling lagi....
" maafkan aku ibu... aku sangat menyanyangi mu !!" cicitnya dalam hati
Wesss dah kesemutan jari jemari onel... dah 1900 kata anggaplah ini 2 eps jadi satu ya.
__ADS_1
Di nanti selalu like komen dan vote dari kalian
Love you all