Deep Heart

Deep Heart
172. Jantungku


__ADS_3

" Jendral.....hentikan, raja Erden sungguh tidak menculik istri anda !!" tangan kanan Erden memisahkan keduanya.... Erden tertawa sendiri mendapati ini kali kedua pamannya rela melukainya demi seorang wanita... ternyata pamannya sangatlah mencintai Amara... pamannya yang di kenal begitu dingin bagai batu gunung itu kini telah berubah menjadi pecinta wanita, bisakah aku mencintai Amara sebesar paman mencintainya ??... ya aku kalah dan hanya bisa mengalah kini.


Paman benar...jika aku berkeras mempertahankan Amara di sampingku belum tentu Amara bahagia ..... pergumulan hati dan otak Erden membuatnya melamun sendiri


" Jika memang bukan Erden yang menculiknya, mengapa ia seolah tau apa yang terjadi pada Amara dan di mana ia berada .. mengapa ia tak mau memberitahu di mana istriku berada hah !!" cecar Saga pada tangan kanan Erden


Tangan kanan Erden menarik Saga keluar kamar Erden... ia lalu menceritakan bagaimana Erden memerintahkan bawahannya untuk selalu mengawasi Amara dari kejauhan....itulah sebabnya ia tau di mana Amara di bawa dan siapa yang menculiknya.


Saga kembali ke kamar Erden.....


" Erden.... aku menunggu !!" pinta Saga lagi... Erden berdiri dan memandangi taman di depan kamarnya, apalagi yang bisa di lakukannya kini ??? selain memberitahu pamannya yang tengah menggila


" Amara di culik oleh Kenan....dan kini Amara berada di penjara budak kerajaan Kenan, kita bahkan tidak bisa mendekati tempat itu paman !!" ucap Erden membuat Saga kaget, ia sungguh tak menyangka Kenan yang menculik Amara, ia malah berfikir Max yang melakukannya


" Lalu mengapa kau bilang ingin meminta bantuan Sora ??"


" Kita tak akan bisa menang melawan Kenan jika uncle Max membantunya... maka dari itu aku akan meminta ibu untuk menangani uncle Max... baru kita bisa bergerak menyelamatkan Amara " ucap Erden


" Paman kembalilah dan siapkan pasukan terbaik kita dan pergilah ke perbatasan kerajaan Kenan, aku akan segera ke Sobaria... tunggu kode dariku, baru paman bertindak !!" pinta Erden yang di angguki oleh Saga


" Baiklah Erden... terimakasih atas semua kebaikanmu ini, paman berhutang besar padamu dan paman akan membayarnya suatu saat nanti !!" janji Saga


" Tentu saja paman... suatu saat nanti jika aku meminta sesuatu bantuan pada paman, paman juga tak boleh menolak .... ok !!" sahut Erden sambil menjabat tangan Saga, Saga memeluk Erden dengan erat


" Maafkan paman Erden, paman sungguh tak bisa kehilangan Amara... dia adalah jantungku... aku tak akan bisa hidup tanpa keberadaannya. Seumur hidup aku mencari nya Erden....mencari seorang wanita yang bisa menggetarkan hatiku ini Erden. Dan akhirnya aku menemukannya... 1000 wanita tak akan bisa menggantikan dia Erden....tidak akan bisa , kau masih muda..tampan dan seorang penguasa Erden , lupakanlah Amara... hatimu mungkin akan sakit namun tak akan lama... paman yakin kau akan menemukan jantungmu sendiri kelak !!" ucap Saga sebelum meninggalkan Erden


Erden terkekeh miris ....


" Hatiku sudah patah paman, hal yang patah tak akan bisa kembali baik lagi sampai kapanpun... yah mungkin ini sudah nasipku !!" ucap Erden


Setelah kepergian Saga, Erden segera berangkat ke Sobaria untuk menemui ibunya.


Sora yang mendengar Erden datang begitu senang, ia segera menyambut putranya itu..Pert besarnya tidak menghalanginya berjalan cepat karena hatinya begitu bahagia kini.


" Berlahanlah ibu, bagaimana nanti jika bayi ibu itu terjatuh dari perut ibu !!" ucap Erden khawatir


" Ha ha ha ... kau sangat lucu Erden, mana mungkin dia jatuh dari perut ibu ha ha " gelak Sora sambil memeluk erat putra kesayangannya itu.

__ADS_1


" Bagaimana keadaanmu Erden ?? " tanya Sora sambil membingkai wajah tampan putranya itu


" Seperti yang ibu lihat... aku patah hati " bisik Erden


" Apa... ?? gadis mana yang berani menolak putraku yang begini tampan ?? apa dia buta ??" omel Sora membuat Erden terkekeh


" Ibu bisakah kita bicara di tempat dimana hanya ada kita ??" tanya Erden membuat alis Sora mengkerut


" Apa sangat rahasia nak ??"


" Ya ibu....sangat rahasia " sahut Erden, Sora kemudian membawa Erden ke kamar nya... ya hanya di kamar pribadinya para pengawal Max tak berani mendekat


" Kalian jangan ada yang masuk tanpa ku panggil !!" titah Sora pada para dayang


" Katakan Erden....ada apa ??" tanya Sora


" Ibu... ini saat nya ibu untuk membayar hutang "


" Hutang...?? pada siapa ibu berhutang ?? seingat ibu... ibu tidak berhutang pada siapapun !!" sahut Sora kaget


" Ibu berhutang pada paman Saga dan Amara Bu " ucap Erden membuat Sora terdiam


" Kenan menculik Amara Bu.. dan dia mengurung Amara di penjara budak di kerajaannya "


" Apa...?? why ??"


" Entahlah... mungkin itu permintaan Sofia mengingat Sofia meninggal di kerajaan Kenan....pasti Sofia sudah mencuci otak Kenan dan menganggap Amara adalah sumber penderitaan Sofia " jelas Kenan


Sora menghela nafas panjang


" Ibu sudah hamil besar Erden, apa yang bisa ibu lakukan ??" tanya Sora


" Paman akan menyelamatkan Amara Bu, tugas ibu untuk memastikan suami ibu tidak membantu Kenan, karena jika uncle Max membantu Kenan....kami tak akan bisa menang " ucap Erden mengagetkan Sora


" Kau juga akan turun tangan ?? tidak...!! ibu tidak mengizinkanmu Erden !!" tolak Sora


" Semua sudah di putuskan ibu... sekarang keputusan ada di tangan ibu, jika ibu bersedia melakukannya maka kami akan membebaskan Amara dan Amara akan pergi berdua dengan paman, namun jika ibu menolak maka kami akan tetap menyelamatkan Amara dan aku akan mengerahkan semua prajurit Mongun .....lalu Amara akan menjadi menantu ibu... pilihlah sendiri ibu " ucap Erden

__ADS_1


" Apa kau bilang... jangan bilang kau masih menyukai gadis itu Erden ?!!"


" Ya ibu... aku sangat menyukainya, dan ibu tau betapa patah hatinya aku karena harus mengalah dengan paman... menyerahkan cinta pertamaku pada pria lain..?? namun aku bisa apa ibu, ini sudah nasipku , setidaknya ibu harus bertanggung jawab karena telah memisahkan mereka !!" ucap Erden lagi


Sora memutar keras otaknya, bagaimana mungkin ia bisa merayu Max untuk tidak membantu Kenan... sedangkan Kenan kini adalah satu-satunya anak Max ??


" Bagaimana ibu ?? ibu akan membantu atau tidak ??" tanya Erden lagi


Sora mengelus perut besarnya... air matanya menetes...


" Erden atau kau ....??" ucapnya dalam hati...sambil memandangi perutnya dan Erden bergantian.....


" Ibu.....!!"


" Baiklah... ibu akan membantumu , ingatlah selalu Erden.... ibu sangat mencintaimu melebihi diri ibu sendiri " bisik Sora sambil memeluk Erden dengan erat seolah ini adalah pelukan terakhirnya


Dengan suksesnya perbincangannya dengan ibunya, Erden segera berkabar pada Saga ....Saga segera bersiap untuk membebaskan Amara


Sementara itu Max sedang berada di ruang rahasianya dan menerima laporan dari mata-mata nya


" Raja Erden datang menemui permaisuri Sora...!!" lapornya


" Apa keperluan Erden ?? "


" Kenan menculik istri Jendral Saga, Erden dan Saga akan membebaskan nya dan Erden meminta permaisuri Sora untuk mencegah tuanku raja untuk membantu Kenan !!" lapor mata-mata nya lengkap membuat mata Max melotot


" Lalu apa jawaban Sora...??"


" Permaisuri ....menyanggupinya !!"


" Apa....???" Max begitu kaget sampai-sampai gelas kaca di tangannya terlepas dan hancur berkeping-keping


Nah lho... bagaimana kah kisah selanjutnya ???


Penasaran apa pinisirin ??


See you next eps

__ADS_1


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya


__ADS_2