Deep Heart

Deep Heart
22. Strategi


__ADS_3

Sebulan sudah mereka berada di perbatasan... Saga benar-benar serius kali ini, ia mengempur perbatasan siang malam. Prajurit di baginya menjadi 2 shiff hingga kapanpun musuh menyerang , serangan mereka selalu di patahkan.


Kerajaan Sobaria akhirnya membantu dengan memberikan bala bantuan ribuan prajurit ke perbatasan untuk melawan Saga.


Malam hari...


Salah seorang mata-mata yang di utus Saga kembali dengan terburu-buru. Ia menghadap Saga dengan membawa berita gembira.


" Selamat malam jendral Saga.. tuan Aflan , saya membawa berita gembira !!" lapornya dengan mengebu


" Duduklah dulu Roman... minum dulu beritamu tak akan kemana-mana ini sudah tengah malam !!" titah Saga, Roman pun duduk dan meminum kopi yang di hidangkan di depannya dan memakan sepotong roti , ia memang hampir seharian ini tak makan apapun


" Baiklah sekarang katakan apa berita gembira itu !!" sela Aflan yang penasaran


" Saya mendapat kabar bahwa tuan putri kerajaan Sobaria akan pulang ke rajaan mereka dan mereka akan melintas di salah satu wilayah kita Jendral !!" lapornya... Aflan tersenyum senang


" Apakah berita ini bisa di percaya ??" tanya Saga


" Ya Jendral... berita ini sangat bisa di percaya, saya juga sudah menyusuri rute perjalanan mereka... dan mereka setidaknya harus melewati wilayah kita setidaknya setengah hari perjalanan. Tak ada jalan lain karena di halangi gunung Jendral...jadi mereka harus berputar ke sisi gunung " lapor Roman


" Baiklah Roman... berikan laporan tertulis mu pada Aflan, ini bonusmu... istirahatlah kau sudah bekerja keras...!!" titah Saga sambil melemparkan sekantung uang


" Terimakasih Jendral... terimakasih, bolehkan saya pulang sejenak ke kampung untuk memberikan uang ini ... istri saya segera melahirkan Jendral !!" pinta Roman dengan mata penuh pengharapan


" Baiklah Roman... kau kuberi libur selama satu bulan, setelah itu kembalilah ke mari ... mengerti !!" jawab Saga


" Terimakasih Jendral... anda memang pimpinan yang sangat pengertian, saya doakan anda selalu bahagia... terimakasih terimakasih !!" berulang kali Roman mengucapkan terimakasih pada Saga... Saga hanya tersenyum kecil.


Saga memang terkenal bijak sebagai pimpinan di lapangan. Ia tak pernah semena-mena pada para prajuritnya, itulah mengapa semua prajurit begitu setia padanya. Erden yang mengintip dari balik tendanya pun kagum dengan sikap pamannya itu.


" Jendral... mengapa kau memberi izin begitu mudahnya pada Roman, kita di sini bahkan kekurangan orang... kerajaan Sobaria baru saja menambahkan banyak prajurit di perbatasan!!" protes Aflan


" Aflan... kau kan sudah menjadi seorang ayah... sekarang aku tanya, apakah saat istrimu melahirkan kau ingin melihat bagaimana wajah anakmu untuk pertama kali atau tidak ??" tanya Saga


" Tentu saja ...!!" jawab Aflan cepat


" Lalu mengapa kau protes ... aku memberi cuti pada Roman ??"


" Ya kan situasi kita sedang genting Jendral...!!"

__ADS_1


" Masih banyak prajurit yang bisa mengantikan Roman... namun bagi istrinya Roman adalah satu-satunya, sudah jangan cerewet...tidur sana, besok pagi kita akan rapat dengan Erden untuk membahas masalah putri kerajaan Sobaria!!" titah Saga


" Tak perlu menunggu besok paman, aku siap !!" terdengar suara Erden yang keluar dari tendanya


" Kau belum tidur Erden ??"


" Sempat terlelap sebentar paman, baiklah apa yang akan kita diskusikan ??" tantang Erden


" Aflan jelaskan !!" titah Saga, Aflan pun segera duduk bergabung di dekat api unggun


" Begini pangeran... salah satu mata-mata kita mendapatkan informasi bahwa putri kerajaan Sobaria akan melintas di daerah kita beberapa waktu nanti !!" jelas Aflan


" Jadi maksud paman... kita akan menculiknya begitu ??" potong Erden


" Bisa menculiknya atau membunuhnya... yang mana di antara dua pilihan itu yang bisa memukul mundur pihak musuh " sahut Aflan


" Tapi ia seorang perempuan paman... apa paman tega membunuh seorang wanita ?? bukannya itu malah akan memicu peperangan baru " tanya Erden lagi, Saga tersenyum mendengarnya... pola pikir keponakannya ini sudah lebih dewasa namun masih begitu minim pengalaman


" Baiklah... paman ingin dengar solusimu mendengar berita tadi Erden !!" ucap Saga


" Begini paman... menurutku , kita culik saja putri tersebut lalu mengirimkan surat agar mereka mundur jika ingin putri mereka kembali !!" sahut Erden cepat


" Hei mengapa paman malah tertawa ??" tanya Erden


" Itulah Erden mengapa kau perlu ikut berperang sesekali. Apa yang kau usulkan itu benar dan sah sah saja namun tak berseni...bukan begitu Jendral ??" sahut Aflan


dan mendapatkan anggukan dari Saga


" Tak berseni ?? apa maksudnya ?? memangnya mengapa harus berseni ??" tanya Erden lagi


" Baiklah... sekarang kau dengarkan rencana pamanmu dan kau bandingkan dengan rencanamu " ucap Aflan, Erden pun segera menatap pamannya dan memasang kupingnya baik-baik


" Rencanaku adalah... kita tetap menculik sang putri lalu kita kurung dia di suatu tempat yang aman namun terpisah dari kita. Begitu mengetahui putri mereka menghilang.... mereka pasti bingung dan mereka pasti mencarinya kemana-mana hingga perhatiannya pada peperangan ini akan terpecah. Disitulah kita terus maju mengempur dengan kekuatan penuh " bisik Saga


" Lalu bagaimana nasip sang putri ?? apakah paman akan melepaskannya begitu saja jika kita sudah memenangkan peperangan ini ??" tanya Erden lagi


" Sang putri adalah kartu as kita, jika mereka tak juga mau mengalah dan mundur ... baru kita gunakan. Paman tak mau kita di anggap menang karena berlindung di balik seorang wanita... paham !!" ucap Saga... Erden berusaha meresapi semua strategi dari pamannya itu


" Baiklah Paman... jika paman sudah punya rencana seperti itu dari awal lalu untuk apa paman meminta rapat denganku ??"

__ADS_1


" Untuk menentukan siapa yang pergi menculik sang putri dan siapa yang memimpin perang... aku atau kau !!" jawab Saga


" Paman saja yang pergi menculik putri itu, aku tak sampai hati menyakiti seorang wanita... lebih baik aku memimpin pertempuran saja " sahut Erden segera


" Hemmm dasar kau... mengagum wanita ha ha ha " olok Saga


" Ya sudah ... kalau begitu Minggu depan aku akan membawa beberapa orang untuk menculik sang putri...Aflan panggil Roxana ke mari, ia nanti yang bertugas menjaga sang putri !!" titah Saga


" Baik Jendral...!!"


" Dan kau Erden.... selama aku pergi pimpin lah pasukan dengan baik, Aflan akan membantu dan menjagamu ... apa kau sanggup ??"


" Tentu saja paman.... !! " jawab Erden semangat


" Emm paman...!!"


" Ada lagi yang ingin kau tanyakan ??" tanya Saga


" Aku sungguh penasaran dengan kekasih paman... boleh ya aku menemuinya !!" ucap Erden membuat Saga melotot


" Tidak...!! ini kita sedang membahas strategi perang ... kamu kok malah membelokkannya ke masalah pribadi, sudah tidur sana !!" tolak Saga dan ia pun langsung masuk ke kemahnya meninggalkan Erden yang penasaran


" Pangeran sudah saya bilang Jendral itu ngak beda jauh Ama batu gunung... keras sangat keras....begitu keras, rayuan monyet seperti itu tak akan mempan " sahut Aflan sambil terkekeh


" Roman.....sebelum kau pulang kampung, berikan surat ini pada Roxana di ibukota...katakan pada Roxana ia tak bisa menolak karena ini perintah Jendral !!" titah Aflan mendatangi Roman yang sedang berkumpul dengan teman-teman nya.


🌸🌸🌸🌸


Di kemahnya...,


Saga bolak balik begitu resah, ia sangat merindukan Amara


" Amara... jika jarak kita hanya sehari atau 2 hari aku sudah akan berlari mendatangimu... apa kau tau aku begitu merindukanmu !!" keluhnya dalam hati. Masih terngiang di otaknya bagaimana manis dan nikmatnya rasa bibir Amara. Betapa lembut dan wanginya kulit gadis itu, betapa halus dan panjang rambut Amara yang begitu di sukainya... apalagi tatapan mata biru Amara , ia bagaikan menatap air terjun nan begitu sejuk dan menenangkan.


" Aku janji Amara... setelah memenangkan pertempuran dengan kerajaan Sobaria, aku akan pulang dan kita akan bercinta sepuasnya " ucap Saga sambil memejamkan matanya menghayalkan kenikmatan saat berdua saja dengan Amara


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya

__ADS_1


__ADS_2