
Nun jauh di vila .....
" Bibi.... bibi...bibi...." terdengar suara Isla yang berlari mencari bibi
" Ada apa Isla... mengapa wajahmu begitu pucat ??" tanya bibi
" Bibi... ada berita besar, Jendral Saga... "
" Ada apa dengan Jendral Saga ??"
" Jendral Saga akan menikah besok pagi dengan putri dari kerajaan Sobaria bi....!!" jawab Isla sambil mengatur nafasnya
" Apaaaa??? kau serius Isla, dari mana kau dengar berita itu ??" tanya bibi sambil memegang dadanya, bibi begitu kaget mendengarnya padahal baru beberapa hari lalu Saga pergi dari vila dan tidak ada tanda-tanda sama sekali jendral akan menerima lamaran putri dari Sobaria.
" Tadi aku ke pasar bi, ada pedagang dari ibukota yang membawa berita ini... katanya awalnya mereka hanya akan melakukan pertunangan tapi entah mengapa berubah langsung ke pernikahan bi..." bisik Isla
" Mengapa kau berbisik Isla... kuping tua ini tak bisa mendengar dengan jelas !!" protes bibi
" Bukan bi... kasihan Amara jika mendengar berita ini, dia pasti sedih... sebaiknya kita rahasiakan dulu berita ini sampai ada kabar pasti dari jendral " bisik Isla namun terlambat... sejatinya tadinya bibi sedang bercengkrama dengan Amara di kamar dan tentunya semua yang di sampaikan Isla terdengar oleh Amara yang sedang berdiri di depan pintu kamar
Prang..... terdengar bunyi jatuh dari dalam kamar.
Keduanya saling pandang...
" Amara...!!" ucap keduanya bersamaan lalu segera bergegas masuk ke dalam kamar... terlihat Amara sudah terduduk di lantai dengan air mata membanjiri wajah cantiknya
" Amara....!!" panggil bibi
" Mengapa jendral begitu tega bi... mengapa jendral tidak memberitahuku sebelum pergi bahwa ia akan menerima lamaran itu bi... mengapa bi ??ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜" tanyanya sambil memegang dadanya yang serasa hendak pecah..Amara sungguh tak percaya apa yang di dengarnya... saat jendral pergi kemarin jendral malah memastikan ia tak akan mendua, namun apa ini....
__ADS_1
" Amara ... jangan cepat m nyimpulkan dulu, kita tunggu dulu kepastian dari jendral Saga " hibur Isla... Amara hanya diam, ia lalu masuk ke kamarnya dan menangis sepanjang hari
Betapa sedih hati Amara saat ini, terasa di sayat sembilu
" Jendral... apakah kata kata cintamu padaku hanya di mulut saja hik hik hik, mengapa jendral memperlakukan ku dengan begitu manis bahkan memelukku setiap malam... bercinta denganku di segala kesempatan dan akhirnya jendral malah menikahi putri itu ??" tangis Amara terus berlangsung hingga ia lelah dan tertidur selama 2 hari hanya menangis dan menangis yang dilakukan Amara, ia bahkan tak berselera makan... bibi hanya bisa mengawasi sambil berusaha menghibur Amara yang kini begitu terpuruk
Saat Amara sedang melamun tak sengaja ia mendengar percakapan 2 orang pelayan yang sedang asik bergosip
" Duan... mengapa sudah 2 hari ini nona Amara tak terlihat, apakah ia sakit ??"
" Apa kau tak mendengar berita bahwa kemaren jendral Saga menikah dengan putri Sofia dari kerajaan Sobaria ??" sahut rekannya
" Ya aku mendengarnya lantas ??"
" Ya itulah sebabnya nona Amara bersedih, sudah 2 hari ia mengurung diri dan hanya menangis karena Jendral menikah !!" bisik Duan
" Jadi nona Amara menangis mewek karena di tinggal kawin oleh jendral... cih memang nona Amara itu tidak tau diri " sahut Aria
" Nona Amara itu kan dulu sama statusnya dengan kita...lantas hanya karena jendral lebih menyukainya dan memintanya menemaninya selama berada di rumah tebing lantas ia merasa pantas untuk tuan... cih dia itu bagai pungguk merindukan bulan terlalu percaya diri dan tidak berkaca siapa dia dan dari mana asalnya... kau tau itu Duan !!" bisik Aria
Deg.... Amara tertegun mendengarnya
" Benarkah ia bagai pungguk yang merindukan bulan ?? ia terlalu percaya diri bahwa jendral Saga sangat mencintainya hingga merasa ia pantas untuk mendampingi jendral Saga??" air mata Amara kembali mengalir deras.... ia kembali masuk ke kamar dan menangis semakin menjadi
Malam harinya....Amara berjalan ke taman dan duduk di bangku couple di mana ia dan Saga sering duduk sambil memandangi bulan dan bintang
" Ya bulan... mereka benar, aku sempat lupa dari mana asalku... aku sudah lupa daratan, siapalah aku ini di bandingkan seorang putri kerajaan..Aku hanya anak yatim piatu yang diselamatkan oleh jendral... aku patut berterimakasih seumur hidupku, bukannya menuntut untuk menjadi pendamping seorang jendral yang begitu besar, sekarang aku masih bisa bernafas dan hidup dengan enak saja seharusnya sudah bersyukur ... jangan terlalu serakah Amara !!" ucap Amara pada dirinya sendiri sambil menghela nafas panjang
" Tenanglah jendral... mulai malam ini Amara berjanji akan tau diri , aku akan menempatkan diriku sebagai pengabdi untukmu dan akan menanti Jendral di sini sampai kapanpun itu ....Amara akan tetap melayani Jendral, apapun yang jendral inginkan akan Amara lakukan walaupun hanya sebagai penghangat selama jendral ke vila... Amara sudah bersyukur " lanjut Amara sambil berusaha tersenyum menghibur hatinya sendiri
__ADS_1
Keesokan paginya Amara sudah bangun, wajahnya sudah tak mendung lagi....sudah tampak senyum walau masih sedikit di wajah cantiknya..Amara memakai baju renangnya... ia ingin mendinginkan kepala dan hatinya dengan berenang menangkap ikan yang sudah lama tak di lakukannya.
Sementara itu bibi sedang sibuk menyambut pangeran Erden yang tiba-tiba saja datang ke vila.
" Selamat datang pangeran....silahkan masuk, apakah pangeran ingin langsung makan atau mandi dulu ??" sambut bibi ramah
" Aku mau mandi dulu bi... aku sangat lelah,siapkan saja sarapanku bi !!" sahut Erden lalu langsung masuk ke kamar tamu yang di tunjuk bibi, 2 dayang sudah siap untuk melayani Erden mandi
" Bibi... jangan lupa pesan jendral, sembunyikan Amara !!" bisik Duan
" Ya kau jagalah di depan kamar Amara ... jangan sampai ia keluar kamar, lagi pula ia Palingan masih sedih saja di kamarnya... tak mungkin ia keluar " sahut bibi yang tak mengetahui bahwa Amara kini sudah berada di sungai sedang menombak ikan
Setelah mandi dan berpakaian Erden menghirup udara pagi dari jendelanya yang terbuka. Jendela kamar tamu yang di tempatnya tepat menghadap sungai.
" Hemmm indah sekali pemandangan di vila ini... udaranya juga begitu sejuk, pantas saja paman Saga begitu suka tinggal di sini " ucapnya sambil mengisi paru-parunya dengan udara yang begitu sejuk
Tiba-tiba saja matanya melihat seorang gadis cantik yang keluar dari sungai dan di tangannya ada tombak kecil yang rupanya ia habis menombak seekor ikan..Erden begitu terpana melihatnya....gadis itu begitu cantik membuat dadanya berdebar begitu kencang
" Akhirnya aku menemukan tambatan hatiku , Bukankah gadis itu adalah gadis yang tempo hari kulihat... dia benar-benar ada atau kah hantu ??" desis Erden begitu penasaran
" Hei.... gadis.... jangan bergerak , tunggu aku di situ !!!" teriak Erden mengagetkan Amara yang baru keluar dari dalam air
Erden bergegas berlari keluar dari kamarnya, ia harus sampai ke sungai itu secepatnya, ia tak mau kehilangan gadis itu lagi seperti dulu.
Apakah Erden akan bertemu dengan Amara...???
Mau lihat penampakan Amara dengan baju renangnya 🤤🤤 👇👇👇
__ADS_1
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya