
Amara terkejut saat ada suara seorang lelaki yang meneriakinya...
" Siapa pemuda itu....mengapa ia memintaku menunggunya ??" tanya Amara dalam hati, Amara segera mengangkat embernya yang sudah penuh ikan lalu bergegas berjalan memutar . Amara masih ingat pesan jendral Saga bahwa ia tak boleh bertemu lelaki manapun.
Sementara itu Erden bergegas keluar dari kamarnya dan setengah berlari hendak keluar menuju ke arah sungai
" Pangeran... anda mau kemana??" tanya bibi yang melihatnya
" Aku mau ke sungai... gadis itu benar-benar ada bi !!" sahutnya sambil berlari
" Gadis itu... ?? siapa maksud pangeran ?? " gumam bibi...
" Nyonya besar... ternyata nona Amara tidak ada di kamarnya !!" lapor Duan panik
" Amara tidak ada di kamar....Apa...?? jangan bilang gadis yang dilihat pangeran Erden adalah Amara..... ya ampun ๐ฑ๐ฑ, Duan cepat sembunyikan Amara !!" bibi yang begitu panik
" Siapa lagi yang suka bermain di sungai selain nona Amara ....!!" timpal Duan, Duanpun akhirnya ikut berlari menuju sungai
Dengan terengah-engah Erden berlari sampai di depan sungai.. namun gadis yang di lihatnya tadi tak ada
" Bagaimana mungkin... ia begitu cepat menghilang ?? " ucap Erden tak percaya, ia begitu kecewa karena ia kehilangan gadis itu lagi
Bibi yang melihat Amara sudah tak berada di sungai bisa bernafas lega...
" Duan.... cepat cari Amara dan sembunyikan ke rumah tabib Isla, jangan biarkan ia kembali jika pangeran masih berada di sini , aku akan mengalihkan pangeran !!" titah bibi dengan berbisik
" Baik nyonya besar !!" Duan pun segera berjalan melalui jalan pintas ia tau Amara pasti mengambil jalan memutar agar tak bertemu dengan pangeran.
" Maaf pangeran....ada apa sebenarnya ??" tanya bibi pura-pura bingung
" Tadi saat di kamar aku melihat gadis itu bi...dia keluar dari sungai sehabis menumbak ikan, aku sudah 2 kali melihatnya... tapi ia kemudian menghilang lagi, katakan bi siapa gadis itu !!??" cecar Erden kesal
" Maaf pangeran....bibi tidak mengerti apa yang tuan katakan, gadis mana....tidak ada gadis di sungai ini !!" sahut bibi
" Ada bi... ada, aku tidak gila bi... aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, gadis itu nyata... tak mungkin ada hantu di pagi hari begini , bibi jangan menyembunyikannya dariku !!" omel Erden
" Bibi tak menyembunyikan siapapun pangeran... untuk apa ??" tanya bibi balik membuat Erden terdiam
" Tapi tak mungkin matanya salah .. sudah 2 kali ia melihat gadis cantik itu di vila ini, ataukah ia salah satu pelayan di vila ini ??" tanya Erden dalam hati
" Bi kumpulkan semua pelayan wanita sekarang " titah Erden
__ADS_1
" Apa pangeran tidak mau sarapan dulu ??" tanya bibi
" Se...ka...rang...๐คจ๐ค๐ค!!" titah Erden tak mau di tunda, ia sangat penasaran dengan gadis cantik yang bagaikan hantu di siang bolong itu
Ngak pake lama dengan tergopoh-gopoh semua pelayan wanita berkumpul di depan Erden
" Apa sudah semua ??" tanya Erden sambil memperhatikan satu persatu wajah pelayan yang berbaris di depannya
" Hanya Duan yang belum ada..." jawab bibi
" Duan...?? kemana dia ?? cepat panggil dia " titah Erden tak sabar setelah ia tak menemukan wajah gadis yang di carinya
Sementara itu semua pelayan asik melotot memperhatikan wajah tampan dan tubuh kekar Erden....sungguh pemandangan yang jarang terlihat. Pangeran Erden jika di bandingkan dengan Jendral Saga keduanya bagai pinang di belah dua kini, karena tubuh Erden sudah terbentuk akibat sering melakukan pertempuran kini. Kedua pria itu pantas di jadikan idola kaum hawa.
" Iria... cari lah Duan !!" titah bibi mengagetkan Iria
" Baik nyonya besar...!!" Iriapun segera mencari Duan... bibi merasa gelisah , semoga saja Duan sempat menemukan Amara dan membawanya ke rumah tabib Isla
" Apakah ada lagi gadis lain yang tinggal di sini selain kalian ?? seorang gadis berambut coklat gelombang panjangnya sepunggung... ??" tanya Erden membuat semua terdiam... mereka tau siapa yang di maksud oleh pangeran yaitu Amara namun seperti arahan nyonya besar mereka harus menyembunyikan Amara karena itu adalah perintah dari jendral Saga.. jadi walaupun Erden adalah pangeran kerajaan namun tetap titah jendral Saga yang utama di vila ini.
Bibi melihat semua bawahannya sambil melotot memberi sinyal agar semua tutup mulut
" Maaf pangeran.. namun tak ada gadis dengan ciri-ciri seperti yang pangeran cari itu di sini " jawab bibi
" Aku baru saja melihatnya bi.... shitt...!! " umpat Erden kesal
" Walaupun gadis itu hantu aku akan tetap mencarinya bi...!!!" omelnya lagi
" Mengapa anda berkeras ingin mencarinya pangeran ?? setau bibi anda tak kekurangan wanita di istana ... bahkan di rumah peristirahatan anda sudah di sediakan banyak gadis untuk menemani anda " tanya bibi
" Aku menyukainya bi... aku akan terus mencarinya sampai kapanpun !!" jawab Erden
Deg......
Bibi begitu kaget mendengarnya, bagaimana mungkin paman dan keponakan bisa memiliki selera yang sama...
" Syukurlah pangeran Erden tak bertemu Amara... jika pangeran sampai menemukan Amara, entah apa yang akan terjadi nantinya " ucap bibindalam hati sambil menghela nafas panjang
Tak lama Iria datang bersama Duan
" Salam pangeran....Duan menghadap !!" sapa Duan sambil memberi hormat pada Erden. Erden mengacak rambutnya dengan kesal karena gadis yang di carinya benar-benar tak ada di vila ini
__ADS_1
" Siapkan sarapanku !!" ucapnya lalu berjalan dengan kesal masuk kembali ke dalam vila, bibi menatap semua bawahannya
" Ingat tutup rapat mulut kalian mengenai Amara, jangan sampai membuat Jendral Saga murka !!" tegas bibi yang di angguki semua pelayan
Bibi menemani pangeran Erden sarapan.. Erden hanya menghabiskan sedikit sarapannya pikirannya masih terpusat pada gadis misterius yang memenuhi pikirannya
" Maaf sebelumnya pangeran... ada perlu apa gerangan pangeran datang ke vila ini ?? " tanya bibi mengagetkan Erden yang sedang melamun
" Oh ya... aku sampai lupa karena gadis misterius itu, aku membawa surat dari paman... ini bi, paman memintaku menyerahkan surat ini untuk bibi " jawab Erden lalu menyerahkan sebuah berkas yang terbungkus begitu rapi pada bibi
" Baiklah saya terima surat ini pangeran, ee... pangeran mengapa jendral Saga bisa menikahi putri Sofia ?? setau bibi jendral tak menyukainya ??" tanya bibi memberanikan diri, Erden menghela nafas panjang
" Itulah bi... ayah dan ibu memaksa paman dengan mengeluarkan surat dari nenek, jadi paman tak bisa menolak... dan jika paman menolak bisa terjadi perang dengan kerajaan Sobaria dan itu tak baik untuk rakyat kita. Dengan kata lain.... paman tak berdaya bi " jelas Erden
Bibi terisak....dadanya serasa begitu berat untuk bernafas membayangkan betapa tersiksanya jendral Saga kini.
" Ngomong-ngomong paman bilang dia sudah punya kekasih , apakah bibi tau siapa kekasih paman ??"
" Tidak pangeran... jendral Saga sangat tertutup " sahut bibi sambil membuang muka, ia takut Erden akan melihat kebohongannya
" Baiklah pangeran silahkan beristirahat... bibi masih banyak pekerjaan, panggil saja Duan atau Iria jika pangeran membutuhkan sesuatu " pamit bibi, ia sudah tak sabar untuk membaca surat dari Saga
Bibi segera membuka surat tersebut, namun di dalam surat masih ada surat lagi dengan pesan di atasnya
* Bibi berikan surat ini untuk Amara *
Dengan tergesa-gesa bibi berjalan ke rumah Isla... ia harus menyampaikan surat tersebut secepatnya
" Amara... mengapa kau keluar kamar tadi... untung saja kau tak tertangkap oleh pangeran !!" omel bibi begitu bertemu Amara
" Ohh jadi pria tampan itu adalah pangeran ... keponakan jendral Saga ??"
" Ya... dan ia sangat penasaran , ia terus mencarimu Amara....jadi selama pangeran masih di vila bersembunyilah di sini , mengerti !!"
" Mengerti bi...!!"
" Cepat buka dan bacalah surat dari jendral Saga !!" pinta bibi, dengan tangan bergetar Amara membuka surat dari Jendral Saga itu... apakah isinya ?? apakah isinya akan membuat Amara sedih ataukah bahagia..??
Jumpa lagi di eps berikutnya sista... terus berikan like komen dan vote kalian untuk karyaku ini
Love you All
__ADS_1