
Keduanya lalu kembali ke vila setelah menuntaskan hasrat mereka di tepi laut sampai puas. Amara dan Saga begitu bahagia... Saga sangat bersyukur akhirnya menemukan wanita yang begitu klik dengannya, seorang wanita yang tidak manja... penyayang dan menyukai alam liar seperti dirinya.
Sesampainya di vila keduanya lalu mandi bersama dan makan malam. Amara sudah bersiap untuk tidur... ia merasa begitu lelah setelah aktifitas mereka tadi sore apalagi saat bercinta Saga memintanya memimpin pertandingan .
Saga pun berbaring di samping Amara , tangannya langsung di rentangkan agar Amara bisa berbaring dengan nyaman di lengan kekarnya. Amara berebah dengan nyaman di lengan Saga dan tentu tak ketinggalan tangannya senantiasa memeluk dada Saga dan mengelusnya berlahan ... Saga sangat suka jika Amara melakukan itu, elusan tangan lembut Amara membuatnya merasa begitu tenang dan bergelora sekaligus.
" Amara., besok pakailah gaun terbaikmu dan berdandanlah, Raja Hadon dan istrinya mengundang kita makan siang " ucap Saga mengagetkan Amara
" Apakah aku pantas mendampingimu , aku bukan istri utamamu sayang ??" tanya Amara tak percaya diri... hal itu membuat Saga tidak suka
" Ingatlah di otak kecilmu itu Amara... bagiku kau adalah istriku bukan selirku ...mengerti !!" ucapnya sambil mencolek kening Amara gemas
" Mengerti sayang... maafkan aku !!" cicit Amara lalu menyembunyikan wajahnya ke ketek Saga
" Hilangkan lah rasa tak percaya dirimu itu Amara, kau adalah wanita satu-satunya di hatiku, ingat itu... percayalah aku akan mencari jalan untuk menceraikan Sofia... bersabarlah " tegas Saga
" Menceraikan putri Sofia ?? mengapa kau harus melakukan itu sayang, sungguh aku tidak keberatan sebagai selir... jangan lakukan itu sayang !!" protes Amara
" Mengapa kau melarangku Amara... kau ini aneh , sebenarnya otakmu ini ada isinya apa tidak sih ?? apa kau senang membagi suamimu dengan wanita lain hah " tanya Saga sambil mengetuk kening Amara dengan telunjuknya beberapa kali
" Maaf sayang bukan begitu maksudku... hanya saja sebagai sesama wanita, aku pun bisa merasakan bagaimana sedihnya jika suami yang kucintai menceraikan aku... aku pasti ingin mati saja " jawab Amara... Saga langsung terkekeh
" Kau bisa berkata seperti itu karena kau belum mengetahui saja bagaimana kelakuan Sofia itu Amara... jika kau mengetahuinya kau tak akan berkata seperti itu, sudah tidurlah hari sudah larut "
" Sayang... jelaskan dulu apa maksud mu dengan kelakuan putri Sofia ??" tanya Amara penasaran
" Tidurlah Amara... jika kau masih saja bergerak-gerak di pelukanku, jangan salahkan aku jika aku memakanmu lagi !!" ancam Saga yang hasratnya mulai naik ....Amara langsung diam, pinggangnya sudahlah encok jika di pakai lagi bisa-bisa besok ia tak bisa bangun
" Baiklah sayang... selamat malam !!" cicitnya dan segera memejamkan kedua matanya dengan patuh....Saga tersenyum senang, yah Amara begitu penurut ... itu adalah salah satu nilai plus yang tidak di ketahui Amara...
Sepasang sejoli itu pun tidur dengan nyenyak dan bahagia.
🌹🌹🌹🌹
Keesokan harinya keduanya berangkat dari vila beberapa jam sebelum makan siang, karena perjalanan dari vila ke istana membutuhkan waktu lumayan lama.
__ADS_1
Sebuah kereta indah sudah menjemput mereka, kereta tersebut memang di sediakan raja Hadon untuk menjemput keduanya. Amara menikmati pemandangan selama di perjalanan... ia memang sangat menyukai jalan-jalan, sementara Saga hanya memeluk pinggang Amara dan memandangi keindahan di depannya tanpa merasa bosan.
Sebenarnya Saga agak menyesal meminta Amara memakai gaun terbaiknya dan berdandan... hal itu membuat kecantikannya begitu terpancar. Semua mata pria pasti tak berkedip memandanginya nanti... berkali-kali Saga menghela nafas panjang merutuki kebodohannya.
Akhirnya kereta yang membawa keduanya memasuki istana Hadon. Istana Hadon begitu indah....walau tak sebesar istana di Mongun , namun begitu indah dan mewah....Amara sampai ternganga begitu turun dari kereta dan melihat bangunan istana Hadon.
" Ya ampun....mewah sekali istana ini sayang !!" celoteh Amara , Saga segera mengandeng lengan Amara dan mengajaknya memasuki bangunan istana ... banyak prajurit dan dayang berbaris untuk menyambut keduanya.
" Selamat datang Jendral Saga dan putri Amara !!" sambut mereka sambil menunduk hormat....Amara langsung melotot mendengar ia di panggil putri
" Maaf....saya bukanlah seorang putri ...sa..."
" Amara... mereka tak perduli dengan itu semua, sudah ayo kita masuk !!" ajak Saga
Seorang pria tampan menyambut mereka dengan senyum lebarnya...
" Sahabatku Saga... selamat datang di rumah kecilku ini , selamat atas pernikahanmu saudaraku ha ha ha" sambutnya sambil memeluk Saga dengan erat, Saga pun memeluk Raja Hadon seperti saudaranya sendiri
" Inikah istrimu....wah ternyata seleramu begitu tinggi, pantas saja kau bisa menaklukkan hati jendral dingin ini nona....??"
" Amara..." sahut Amara sambil menunduk hormat
Setelah sampai di dalam... seorang wanita cantik nampak menanti mereka, namun ia hanya duduk di kursi saja, Hendrik menarik Amara mendekati wanita cantik itu...
" Istriku... lihatlah ini adalah istri jendral Saga, sangat cantik bukan ?? si dingin itu pandai juga memilih istri ha ha ha... Amara perkenalkan ini istriku tercinta ...Ratia " ucap Hendrik memperkenalkan keduanya
" Amara memberi hormat !!" sapa Amara sambil menunduk hormat, Ratia tersenyum manis
" Kau cantik sekali Amara... selamat datang di Hadon, mari silahkan duduk ....Saga selamat datang, istrimu cantik sekali " sapa Ratia... Saga terkekeh senang karena keduanya menyukai istri pilihannya
" Terimakasih Ratia.... Hendrik atas sambutan hangat kalian " sahutnya senang
" Amara kau pasti bertanya-tanya mengapa aku tak berdiri menyambutnya bukan ??" tanya Ratia
" Apakah permaisuri sedang sakit ??" tanya Amara yang di angguki oleh Ratia
__ADS_1
" Istriku baru saja keguguran jadi tubuhnya masih belum kuat untuk beraktifitas seperti biasanya " jelas Hendrik
" Maaf kami tidak mengetahuinya... semoga permaisuri cepat sembuh seperti sedia kala " ucap Amara spontan membuat keduanya tersenyum melihat betapa santun nya Amara
" Apa kau yakin istrimu ini rakyat biasa Saga... ?? mengapa tata bicaranya begitu sopan seperti anak bangsawan saja ??" tanya Hendrik
" Ya saya hanyalah anak yatim piatu yang di selamatkan oleh jendral Saga ... sungguh !!" sahut Amara lagi
" Oh kau sudah yatim piatu ?? " tanya Ratia yang langsung saja merasa iba... Amara hanya tersenyum kecil
" Sudah...sudah sebaiknya kita langsung makan saja , tak usah membicarakan hal yang menyedihkan... kita berkumpul di sini untuk merayakan pernikahan jendral Saga dengan wanita idamannya ....silahkan makan Saga... Amara !!" potong Hendrik
Keempatnya lalu makan dengan gembira... saling bercanda dan tertawa..Tak terasa hari sudah sore, dan Saga pun hendak berpamitan untuk kembali ke vila namun Ratia meminta keduanya untuk menginap barang semalam di istana dengan alasan ingin lebih lama berbincang dengan Amara. Ratia begitu menyukai Amara yang bisa meladeni pembicaraan apapun dan menjawab semua pertanyaannya dengan sopan...
" Please menginaplah di sini setidaknya malam ini ya... aku masih ingin bersama Amara !!" pinta Ratia dan Saga maupun Amara tentu tak bisa menolak keinginan permaisuri yang masih dalam masa penyembuhan itu. Selama 2 hari akhirnya mereka menginap di istana....Ratia semakin akrab dengan Amara sedangkan Hendrik tentu kemana-mana dengan Saga. Banyak masukan di mintanya pada Saga untuk kemajuan kerajaan kecilnya itu terutama di bidang pertahanan dan pembangunan wilayah Hadon karena Saga adalah ahlinya di bidang itu.
Keduanya kembali ke istana setelah berkeliling kerajaan , terlihat Amara sedang berada di taman bersama Ratia sedang merangkai bunga.
" Apa yang sedang kalian lakukan ?? sepertinya begitu asik hingga tak merindukan kami " celetuk Hendrik mengagetkan keduanya
" Suamiku... kau sudah datang ?? ini Amara sedang mengajariku merangkai bunga... cantik bukan ??" sahut Ratia sambil memperlihatkan hasil rangkaian bunga mereka, Hendrik bernafas lega....semenjak Amara datang, istrinya bisa kembali tersenyum dan terlihat begitu bahagia, padahal sebelumnya ia selalu menangis karena ia kembali keguguran. Kondisi kandungan Ratia yang begitu lemah membuatnya selalu keguguran ...ini bahkan sudah yang ke 3 kalinya sepanjang pernikahan mereka. Seringkali Ratia meminta Hendrik untuk mengambil selir untuk mendapatkan keturunan namun Hendrik menolaknya.
" Ya sayang.... cantik sekali seperti kau muah !!" sahut Hendrik lalu mengecup kening istrinya
" Amara bersiaplah... sore ini kita akan kembali ke vila " titah Saga yang di angguki Amara
" Tidak... jangan ke vila dulu, menginaplah lagi beberapa hari... please ??!!" pinta Ratia dengan mata penuh permohonan pada keduanya
" Istriku... mereka kan sedang bulan madu, berilah mereka kebebasan....mereka akan kemari lagi sebelum kembali ke Mongun nanti " ucap Hendrik... membuat Ratia terdiam
" Baiklah... maafkan ke egoisanku Saga....Amara, tapi sebelum kalian pulang ... suamiku bolehkan aku mengangkat Amara sebagai adikku ?? Amara dan aku sama-sama tak punya saudara, aku ingin bersaudara dengan Amara !!" pinta Ratia yang di angguki Hendrik tanpa ragu
" Apapun untuk mu sayang, baiklah... seperti nya kalian harus menunda kepulangan kalian ke vila, karena malam ini kita akan berpesta lagi !!" ucap Hendrik membuat Amara ternganga tak percaya begitu mudahnya raja dan ratu itu ingin mengangkatnya sebagai Saudara... Amara memandang ke arah Saga meminta pendapat
Saga tersenyum tanda ia pun tak keberatan...Air mata Amara mengalir begitu saja...
__ADS_1
See you next eps
Terimakasih sista atas apresiasi kalian yang sudah memberi like komen dan vote untuk karyaku selama ini ❤️❤️