Deep Heart

Deep Heart
125. Dendam


__ADS_3

" Mengapa kau menatapku begitu suamiku ??" tanya Sofia gugup


" Mengapa wajahmu begitu pucat Sofia ??" tanya Saga balik


" Oh... he he ...bagaimana tidak pucat , melihat kepala tanpa tubuh yang kau bawa suamiku !!" sahut Sofia lagi dengan senyum palsunya


Keduanya lalu berjalan ke kamar mereka.... sesampainya di kamar Saga lalu mandi dan berebah di ranjang guna mengistirahatkan tubuhnya yang begitu lelah


Sofia mendekat lalu memijiti lengan Saga


" Sepertinya kau lelah sekali suamiku.. aku turut berduka atas apa yang menimpa selirmu !!" ucapnya sambil memijati Saga


" Apakah kau terlibat atas apa yang terjadi pada Amara ... Sofia ??" tanya Saga sambil memandangi Sofia...Sofia tersentak namun dengan cepat ia menguasai dirinya, ia memandang Saga sambil menjawab


" Terlibat ..?? bagaimana mungkin aku melakukan hal sekeji itu suamiku... kau anggap apa aku hingga harus melakukan hal seperti itu ??" sahutnya pura-pura sedih


" Apa aku bisa mempercayaimu Sofia ??" tanya Saga lagi


" Percayalah padaku suamiku , aku berani bersumpah !!" ucapnya tanpa dosa


" Baiklah... namun ingatlah Sofia, jika suatu saat aku menemukan bukti yang sebaliknya maka jangan salahkan aku jika nasipmu nanti tak jauh beda dengan Roxana... camkan itu !! sekarang jangan ganggu aku, aku mau tidur !!" ucap Saga pelan namun mampu membuat sekujur tubuh Sofia bergetar.


" Baiklah suamiku... aku tak akan menganggumu, tidurlah !!" sahutnya lalu segera ngacir meninggalkan kamar mencari Sora


" Kakak... aku takut !!!" cicit Sofia begitu mendapati Sora yang sedang menyiapkan makan untuk Xoga


Sora segera menarik tangan Sofia untuk menjauh dari para dayang


" Shutt... Sofia tutup mulutmu rapat-rapat, jangan sampai ada siapapun yang curiga.. ingat lupakan apa yang sudah terjadi, fokus untuk melayani suami kita sekarang... Saksi hidup semua sudah mati... kita aman , mengerti !!" bisik Sora

__ADS_1


" Tapi kak...bagaimana jika Amara dan Isla di temukan...mereka pasti akan memberitahu keberadaanku di sana !!" lanjut Sofia


" Pikirkanlah Sofia, mereka jatuh dari ketinggian dan sudah sekian hari tak di temukan, jika di temukan pasti mereka sudah membusuk atau tinggal tulang belulang... sudah tenang saja !! " ucap Sora lagi , akhirnya Sofia pun bisa tenang.


" Benar juga kata kakak, Roxana sudah mati tanpa membuka mulutnya, begitu juga Amara dan Isla... untuk apa aku ketakutan seperti ini....dasar bodoh !!" rutuk Sofia dalam hati


" Baiklah kak... kalau begitu aku kembali ke kamarku, terimakasih kak !!" ucapnya riang lalu kembali ke kamarnya.


Sementara itu Aflan memindahkan Isla ke vila Saga, ia akan merawat Isla sambil menunggu laporan prajurit mereka yang mencari Amara setiap hari. Prajurit yang mencari bahkan sudah di tambah lagi, namun keberadaan Amara masih juga tak di ketahui.


Aflan juga memanggil tabib paling sakti dari kampungnya untuk mengobati Isla..Sang tabib memeriksa Isla dengan seksama... baru kali ini ia mendapati seorang pasien yang begitu lama tak sadarkan diri.


" Tuanku Aflan...setelah hamba memeriksa dengan teliti, istri anda masih ada kemungkinan untuk sadarkan diri . Maka sembari menunggu sadar kita lakukan perawatan pada tubuhnya agar nanti saat ia sadarkan diri tubuhnya tidak terlalu kaku !!" papar sang tabib


" Baik tabib.. katakan apa yang harus aku lakukan !!"


" Aku akan membuatkan ramuan mandi....mandikan istrimu dengan ramuan ini setiap hari, saat memandikan jangan lupa kau pijat pelan kaki dan tangannya ... berlahan saja, tapi nanti saja kau lakukan jika semua tulangnya yang patah telah sembuh !!"


" Aku akan mengawasi selama satu bulan di sini... jika selama satu bulan ini istrimu belum sadar juga, aku kembali dulu ke kampung , kau bisa memanggilku lagi jika istrimu sadarkan diri !!"


" Baik tabib ... terimakasih !!" ucap Aflan sambil terus memandangi wajah Isla


" Tuanku Aflan !!" panggil sang tabib


" Ya... !!"


" Jangan terlalu bersedih, di mana ada pertemuan pasti ada perpisahan....saranku jangan terlalu berharap mengenai istrimu ini....hanya keajaiban yang akan bisa membuat istrimu sadar kembali !!" vonis sang tabib membuat Aflan bertambah sedih.


Aflan berebah dengan memeluk tubuh Isla, ia menangis tanpa suara kini

__ADS_1


" Isla ... jangan tinggalkan aku sayang, bertahanlah please...!! bisik Aflan berulang kali... tanpa di sadari Aflan....setetes air mata jatuh dari ujung mata Isla....


🏵️🏵️🏵️🏵️


Saga kembali ke vila setelah beberapa hari di kerajaan, ia tak sabar ingin mengetahui kabar istrinya.


" Bagaimana Aflan ?? apa ada kabar??" tanya Saga sudah tak sabar... Aflan hanya menggeleng lemah, bukan hanya karena Amara tak ada kabar namun juga karena istrinya tak ada kemajuan


" Maaf jendral !!" sahutnya lemah....Saga juga terdiam, apa yang harus di lakukannya kini ??? jika memang Amara sudah meninggal setidaknya mereka akan menemukan tubuhnya....pakaiannya atau apalah yang menunjukkan kalau Amara telah tiada....Saga menghembuskan nafas panjang berulang kali


" Aflan.. keadaan di perbatasan sudah kritis, musuh semakin kuat... salah satu di antara kita harus kembali untuk memimpin perang, menurutmu siapa yang harus ke sana ??" tanya Saga ... Aflan tertunduk lesu


" Terserah jendral saja, namun jika boleh saya meminta....saya tidak akan kembali ke lapangan, saya ingin menjaga Isla sampai ia tersadar nanti jendral !!" ucap Aflan penuh harap


" Baiklah Aflan, aku ada waktu 3 hari di sini... aku akan mencari Amara sampai harinya tiba !!" Saga lalu pergi kembali menyusuri aliran sungai...ia terus mencari keadaan Amara siang malam tanpa henti


" Amara... dimanakah kau berada sayang ?? jangan pernah menyerah Amara... aku akan selalu menantimu sampai kapanpun !!" ucap Saga sambil memandangi bulan yang bersinar terang malam ini. Malam ini adalah malam terakhir ia bisa mencari Amara, besok pagi ia harus kembali ke perbatasan... bahkan sampai terbit matahari , usaha Saga dan semua prajurit tak membuahkan hasil apapun... Amara bagai lenyap di telan bumi


" Aflan... terus awasi perkembangan pencarian Amara, selalu beri aku kabar seminggu sekali !!" pesan Saga sebelum berangkat


" Baik jendral... berhati-hati lah, aku akan bekerja keras untuk mencari nyonya Amara sambil menjaga istriku... terimakasih atas kebaikan jendral memberiku izin untuk tinggal !!"


" Rawatlah Isla dengan baik... aku yakin Isla tau di mana Amara ..Aku pergi Aflan, saranku panggillah anakmu Miriam ke sini, siapa tau celotehan Miriam bisa membuat Isla tersadar !!" saran Saga


" Baik jendral...!! hati-hati selalu , doaku menyertaimu jendral !!" teriak Aflan entah Saga mendengar atau tidak.


Saga berkuda kembali ke perbatasan dengan membawa kepedihan yang mendalam dan keinginan balas dendam yang begitu besar


" Tunggulah prajurit Sobaria... aku kembali, aku akan melibas habis kalian semua , karena telan membuatku berpisah dengan Amara... raja Max tunggulah, tak ada satupun prajurit mu yang kuizinkan kembali ke Sobaria dalam keadaan hidup... itu janjiku !! 🤬🤬" sumpah Saga dalam hati .....

__ADS_1


Nitizen tercinta... terimakasih atas semua feed back kalian selama ini, mohon maaf jika alur cerita tidak sesuai dengan keinginan kalian... namun author memang benar-benar ingin menyampaikan apa yang ada di fikiran Author dari awal sampai ending ya sista... dukung selalu novel ini dengan memberi like komen vote dan hadiah ...


Love you all ❤️❤️


__ADS_2