Deep Heart

Deep Heart
160. I love you


__ADS_3

Dah Senin lagi sista... time to give vote untuk karyaku, goyangkan jarimu untuk mendukung DEEP HEART...😘😘


❤️❤️❤️❤️


" Sora bangunlah .... jangan menakutiku , panggil tabib dan bebaskan juga dayang itu !!!" titah Max membuat kepala dayang langsung pucat, bibi dan para dayang langsung melepaskan Darla dan mengangkatnya ke kamar untuk di obati


Sedangkan Max membawa Sora ke kamarnya... beberapa tabib istana langsung datang mendengar raja mereka memanggilnya...


" Kami mengha....!!"


" Cepat obati dia... lihat Sora sangat banyak berdarah !!!" titah Max saat menyadari darah Sora bahkan sampai membuat pakaiannya memerah


" Maaf paduka kami harus membuka semua pakaian nya !!" izin tabib membuat Max melotot


" Tabib wanita saja yang mengobatinya... kalian keluar semua !!" titahnya pada tabib lelaki, Max membantu membuka pakaian budak yang di pakai Sora yang sudah compang-camping akibat terkena cambuk


Tubuh bagian belakang Sora sungguh banyak terluka membuat dada Max langsung terasa di remas.... dengan gesit tabib wanita segera mengobati luka tersebut dan yang seorang membersihkan luka di telapak kaki Sora


" Coba periksa apa benar dia hamil ??" titah Max lagi, seorang tabib langsung bergerak memegang urat nadi Sora dan mendengarkannya dengan seksama......


Ia lalu menyentuh perut Sora berlahan... memeriksa area dadanya


" Lapor paduka....nyonya Sora benar tengah mengandung jika benar perhitungan saya maka nyonya sudah hamil kurang lebih 4 bulan !!" lapor nya membuat Max tersentak


" 4 bulan... berarti.....??"


" apakah kandungannya baik-baik saja ??" tanya Max lagi


" Sejauh ini tidak ada pendarahan tuanku paduka.. namun nyonya belum sadar sama sekali... kita akan mengetahuinya jika nyonya sudah sadar nanti !! semoga nyonya bisa sadar " ucap tabib pesimis karena nadi keduanya sangatlah lemah


" Lakukan apapun untuk menyelamatkan Sora... jika ia sampai mati maka kalian akan menyertainya !!!" ucap Max dengan wajah dingin... terlihat sekali ia sedang menahan amarahnya kini


Max melangkah ke luar kamar dan mendatangi rumah dayang


" Panggil bibi !!" titahnya...


" Baik paduka...!!" bibi pun segera datang


" Hamba menghadap Tuanku raja!!" ucap bibi sambil menunduk... baju yang di kenakannya juga sama seperti Max penuh dengan darah

__ADS_1


" Bagaimana keadaan dayang itu ?? " tanya nya


" Darla belum sadarkan diri tuanku... semoga ia baik-baik saja !!" jawab bibi cepat


" Sekarang ceritakan... dari mana kalian tau Sora tengah hamil ??" tanya Max lagi


" Yang mengetahuinya adalah Darla... pada saat paduka memerintahkan untuk membakar semua pohon blueberry itu....paduka pergi dan nyonya Sora memandangi anda tanpa menyadari ada Darla di belakangnya. Darla mendengar sendiri nyonya Sora berkata...


nak...lihatlah itu ayahmu, kau tau nak... ayahmu sebenarnya baik , ia hanya sedang marah dengan ibu. Jika kau mau bertemu dengan ayahmu...kuatlah kau di dalam sana...


begitulah kira-kira perkataan nyonya Sora saat itu ...paduka !!" jelas bibi


Dada Max rasa di remas-remas mendengarnya


" Jadi karena itu Darla menukar makanannya dengan makanan Sora ?? " tanya Max lagi


" Ya tuanku raja... karena menurut Darla mungkin nyonya Sora ada salah namun bayi itu tidak berdosa, ia layak untuk mendapat makanan yang enak selama berada di perut ibunya ... maafkan kamu tuanku, kami sungguh hanya kasihan dengan bayi itu !!" ucap bibi lagi


" Lalu mengapa Darla tak mau mengatakannya padaku jika Sora tengah hamil ?? ia malah lebih memilih tutup mulut dan mendapat hukuman " tanya Max lagi


" Mungkin Darla takut ... paduka malah nanti menyuruh nyonya mengugurkannya... Darla pernah kehilangan bayinya tuanku... itulah sebabnya ia mati-matian melindunginya ....sungguh kami bukan mata-mata ataupun musuh kerajaan " sahut bibi lagi


" Kepala dayang sedang berada di kamarnya !!" lapor prajurit


" Seret dan bawa ia ke lapangan , sekarang !! " titah Max


" Baik paduka !!" sekelompok prajurit segera menuju kamar kepala dayang dan membawanya ke lapangan di mana raja Max tengah menanti dengan wajah kejamnya


" Ikat dia !!" titah Max membuat kepala dayang semakin pucat


" Kau.... mengapa kau melukai Sora ?? siapa yang memerintahkan mu hah ??" tanya Max


" Tapi memang Sora sendiri yang berkeras melindungi Darla ... tuanku raja " sahut kepala dayang


" Lalu mengapa kau yang melakukan hukuman ?? bukankah di situ ada yang bertugas melakukannya , dan kulihat kau begitu senang saat melukai Sora " tanya Max membuat kepala dayang mati kutu


" Hamba.....hanya membantu " sahutnya pelan


" Sora adalah milikku..... hanya aku yang berhak untuk menghukumnya bukan orang lain , kau sudah lancang .... sangat lancang, tanganmu sudah berani melukai Sora membuat Sora sampai tak sadarkan diri.... rentangkan tangannya !!" titah Max

__ADS_1


" Tidak paduka... ampuni hamba, hamba akan melakukan apapun... tolong jangan !!!" rintih kepala dayang berulang kali saat prajurit merentangkan kedua tangannya , Max menarik pedangnya .....


" Ampun paduka....ampuni hamba.... ampunnnn!!!" kepala dayang berulang kali memohon kemurahan hati raja Max namun Max tak bergeming, bayangan tubuh Sora yang penuh luka membuatnya sangat marah saat ini...


" Dengan tangan yang mana ia memecut Sora ??" tanyanya pada pengawalnya


" Kanan yang mulia !!" dengan sekali tebasan tangan kepala dayang pun terlepas diiringi teriakan kesakitan kepala dayang


" Lemparkan dia ke penjara bawah tanah.... !!" titah Max sambil berjalan meninggalkan lapangan


" Sampai berapa lama tuanku raja ??" tanya pengawalnya


" Selamanya....!!" sahut Max ... kepala dayang hanya bisa menangis dan menangis.... habislah dia kini 😭😭😭


💦💦💦💦


Sesampainya di kamarnya, Max segera duduk di sisi ranjang... terlihat Sora masihlah terpejam, dalam posisi di miringkan karena ia tak bisa di rebahkan , luka di punggungnya begitu parah


" Bagaimana keadaannya ??" tanya Max


" Tadi nyonya Sora sudah sempat siuman....namun karena kesakitan kami memberinya obat penenang yang aman untuk wanita hamil....jadi nyonya kembali tertidur. Kami juga telah mengoleskan obat luka terbaik , agar besok pagi saat nyonya bangun lukanya sudah agak kering !!" lapor kepala tabib membuat Max sedikit lega


" Keluarlah kalian... aku akan menjaganya malam ini !!" titah Max....para tabib pun langsung menyingkir


Max memandangi wajah Sora yang terpejam


" Maafkan aku Sora aku sangat menyesal.... terimakasih sudah mau merawatnya, aku tau jika kau ingin dengan mudah kau bisa membuang bayi itu... " bisik Max ,


" Anakku... maafkan ayah, ayah janji mulai sekarang ayah akan menjaga kalian berdua " bisiknya di perut Sora


Max lalu naik keranjang dan berebah di depan Sora... di rentangkan tangannya agar bisa menjadi bantal untuk kepala Sora.


Max mengecup pelan kening Sora dan bibirnya sekilas


" I love you Sora... I love you so much " bisiknya berulang kali sampai ia mengantuk dan tertidur dengan memeluk Sora


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya

__ADS_1


__ADS_2