Deep Heart

Deep Heart
59. Muak


__ADS_3

Erden memeriksa semua ruangan di rumah Isla... namun lagi-lagi ia harus kecewa , tak ada siapapun di dalam rumah itu.


Tapi mengapa mereka semua begitu pucat dan gugup seolah ada yang di sembunyikan ?? tapi apa ??


Dengan penuh tanda tanya Erden pun keluar dari rumah Isla sambil memandangi satu persatu wanita yang berada di depan rumah Isla


" Katakan ... sebenarnya apa yang kalian sembunyikan ??" tanyanya lagi sambil berkacak pinggang


" Kami tak menyembunyikan apapun pangeran... kami hanya khawatir karena pangeran mencari seseorang yang tidak ada " jawab bibi yang sudah merasa lega karena Erden keluar dengan tangan kosong, Erden hanya bisa pasrah ...


" Baiklah Bi.. aku akan kembali ke ibukota, siapkan perlengkapan ku !!" ucapnya kemudian yang di angguki bibi


" Duan kau tinggallah di sini bantu tabib Isla membersihkan rumahnya dulu ya, jika sudah selesai baru kau kembali !!" titah bibi sambil memainkan sebelah matanya


" Baik nyonya besar !!" sahut Duan, Duan dan Isla bergegas masuk ke dalam


" Bersembunyi di mana nona Amara, hingga pangeran tak menemukannya ??" tanya Duan


" Entahlah Duan... aku juga tak tau terakhir tadi Amara sedang mandi, Amara... Amara di mana kau ??" panggil Isla khawatir


" Nona... nona Amara !!" keduanya pun mencari Amara, sampai Amara terlihat sedang berdiri di samping rumah bersender hanya memakai handuk di tubuhnya


" Amara...!!"


" Nona Amara...!!" panggil keduanya bersamaan


" Apakah sudah aman ??" tanya Amara yang mengigil kedinginan


" Sudah... ayo masuk, bagaimana kau bisa berada di situ ?" tanya Isla sambil.memberikan selimut tebal pada Amara


" Ya aku melompat dari jendela... ini kakiku berdarah tabib Isla !!" lapor Amara lalu memperlihatkan kakinya yang tergores hingga berdarah


" Duduk sini ... biar kuobati, Duan ambilkan kotak obatku di kamar !!" Isla lalu mengobati kaki Amara


" Apakah Pangeran sampai kemari mencariku tabib Isla ? mengapa ia begitu ngotot mencariku ??" tanya Amara


" Dia bilang dia menyukaimu Amara, makanya kau harus berhati-hati jangan sampai bertemu dengan Pangeran ... aku takut nanti ramalanku dulu bisa jadi kenyataan !!" pesan Isla


" Ramalan ..??


" Ya dulu saat aku masih bisa meramal, aku di panggil oleh raja. Raja ingin tau siapa jodoh Jendral Saga... akupun meramal masa depan Jendral Saga...." jawab Isla

__ADS_1


" Lalu ??"


" Dan hasilnya jodoh jendral Amara adalah gadis berambut coklat dan bermata biru....waktu itu belum pernah melihat bola matamu, jadi aku bingung gadis yang dimaksud di ramalan. Dan yang menakutkan adalah adanya pertumpahan darah dalam percintaan jendral Saga dan itu adalah pertumpahan darah dengan pangeran Erden "


" Apa...???" Amara dan Duan begitu kaget mendengarnya


" Makanya Amara... kau tak boleh bertemu dengan pangeran Erden... mengerti !!" tegas tabib Isla


" Baik tabib Isla... Amara mengerti " sahut Amara


🌸🌸🌸🌸


Sementara itu selama seminggu setelah pernikahan putri Sofia belum juga bisa menaklukkan Saga, Saga selalu melakukan semedi jika berada di kamar membuat putri Sofia begitu prustasi


" Kakak Sora... tolonglah aku !!" pinta putri Sofia akhirnya


" Ada apa Sofia... apa yang bisa ku bantu , katakan kakak akan membantumu dengan senang hati " sahut Sora


" Begini kak... tapi ini rahasia ya kak πŸ˜₯πŸ˜₯"


" Ya katakan saja... hanya kita berdua di sini !!"


" Begini kak... aku tau jika jendral Saga terpaksa menikahiku, makanya aku bersabar saat malam pertama Jendral Saga tak mau menyentuhku... tapi ini sudah satu minggu kak, sampai kapan aku harus menunggu... kakak tolonglah bicara dengannya agar ia mau tidur denganku hik hik hik " adu putri Sofia mengagetkan Sora


" Shuuttt kak... pelan-pelan 😭😭" pinta Sofia dengan wajah memerah menahan malu


" Ehemmm maaf... aku sangat terkejut, mengapa kau baru bilang sekarang ?? jadi apa yang di lakukan Saga di kamarmu, setauku setiap malam Saga tidur di kamarmu bukan ??" selidik Sora


" Dia terus bersemedi... " sahut Sofia tertunduk


" Semalaman ??"


" Iya kak... katanya ia bermalam hanya untuk menjaga harga diriku dan begitu matahari terbit ... jendral Saga langsung meninggalkan kamar, kami bahkan tak pernah makan bersama kak hoa hoa hoa 😭😭" tangis Sofia lagi


Sora menarik nafas panjang


" Benar-benar kau Saga... mengapa sih keras kepala sekali ?? 😀😀" omel Sora dalam hati


" Sudah kau tenang saja... aku akan berbicara dengan Saga , aku akan mencarinya dulu.... sabar ya cantik !!" janji Sora membuat senyum Sofia mengembang seketika


Sora pun mencari keberadaan Saga yang ternyata sedang berlatih dengan para prajurit. Dengan sabar Sora menunggu di pinggir lapangan, ia memandangi Saga yang asik berlatih pedang sambil memikirkan bagaimana caranya mengatasi masalah ranjang Saga dan Sofia

__ADS_1


Dulu ia dan Xoga juga di jodohkan seperti mereka... namun Xoga memperlakukannya dengan baik, mengapa Saga tak bisa seperti kakaknya ?? apa juga sih ruginya meniduri gadis seperti Sofia yang begitu cantik dan sexy ?? tak ada juga ruginya pikir Sora dalam hati


" Jendral.... sepertinya permaisuri sedang menunggu anda !!" bisik lawan latihannya, ekor mata Saga melirik ke arah Sora yang sedang memandanginya dari kejauhan


" Apa lagi yang diinginkannya kali ini huh..." omel Saga


" Biarkan saja... kita lanjutkan latihannya " Saga terus berlatih tanpa menghiraukan Sora


" Kurang ajar... tak mungkin Saga tak tau aku menunggunya " omel Sora yang sudah kepanasan karena menunggu Saga begitu lama, Sora lalu menemui suaminya dan menceritakan masalah yang terjadi di antara keduanya.


Xoga lalu memerintahkan pengawal untuk memanggil Saga ke ruangannya... dimana Sora dan Xoga menunggunya


" Kau harus bisa memberitahu adikmu itu suamiku, ia tak boleh menyiksa istrinya seperti itu !!" pesan Sora kesal


" Salam kakak.. kakak ipar !!" sapa Saga begitu sampai


" Kemarilah Saga.. aku dengar sampai sekarang kau belum pernah meniduri istrimu , apa benar begitu ??" tanya Xoga tanpa basa basi


" Kenapa memangnya ??" sahut Saga dingin


" Saga... kau sudah berjanji akan menuruti perintahku, tapi kena....."


" Aku sudah menuruti perintah kakak... kakak menginginkan aku menikahi nya aku sudah lakukan, apa lagi kak ??" potong Saga meradang


" Apa lagi katamu... karena kau sudah menikahinya maka laksanakan lah kewajibanmu sebagai suami... sudah seminggu kau bahkan tak pernah tidur seranjang dengan istrimu !!" tegur Xoga lagi


" Itu urusanku dengan Sofia.. bukan urusan kalian "


" Tentu saja ini urusan kami Saga... Sofia sudah kau nikahi maka mau tak mau kau harus menidurinya Saga . Bagaimana jika hal ini di dengar orang hah !!!" bentak Sora


" Aku tak bisa melakukannya pada gadis yang tidak kucintai... jangan memaksaku !!"


" Bagaimana mungkin tak bisa Saga, kakakmu dan aku dulu juga di jodohkan... malam pertama ia memperlakukan aku sebagaimana mestinya walau awalnya tak ada cinta di antara kami... !!" ucap Sora ngotot membuat Saga gerah


" Jika memang demikian ya sudah... suruh saja suamimu itu untuk meniduri Sofia, jika kakak bisa sekali melakukannya padamu dulu maka tak akan sulit baginya untuk melakukannya lagi !!" balas Saga membuat Sora terperangah


" Jaga mulutmu Saga !!" bentak Xoga


" Kau sangat kurang ajar Saga 😱😱" desis Sora dengan mata melotot


" Sampai kapanpun aku tak akan mengadaikan cintaku... terserah jika kakak bisa, itu urusan kakak. Besok aku akan pergi menyusul Aflan ke perbatasan , aku sudah muak dengan ini semua... dan beritahu putri Sofia kesayangan kalian itu malam ini aku tak akan ke kamarnya.... permisi !!" ucap Saga sambil membanting pintu begitu keras hingga mengagetkan semua orang di sekitar nya

__ADS_1


" Kurang aja.... Xoga mengapa adikmu itu begitu kurang ajar sekali ....ahhhhhh " teriak Sora begitu kesal


__ADS_2