Deep Heart

Deep Heart
76. Rasa


__ADS_3

Sementara itu di Sobaria


Kedatangan Sora di sambut hangat oleh keluarga raja Sobaria. Apalagi Sofia... ia sangat senang dengan kedatangan Sora. Ia dan Sora sangatlah cocok... keduanya memiliki hoby dan kesukaan yang sama.


Erden juga senang ibunya datang menjenguknya... kedatangan ibunya membuat waktu belajarnya jadi lebih longgar. Ia bisa sering keluar dari istana dan berjalan sesukanya. Raja Max tak berani terlalu melarangnya dengan adanya ibunya di Sobaria.


Sora lebih sering bersama Sofia dari pada istri raja Max... permaisuri Lila, karena permaisuri Lila sudah cukup lama mengidap penyakit tekanan darah tinggi yang parah hingga ia seringkali hanya berada di rumah peristirahatan. Lila tak bisa terlalu lelah... tak bisa banyak pikiran dan juga tak bisa sembarang makan.


Hari ini Sofia mengajak Sora untuk berkuda. Keduanya berkuda di sekeliling taman kerajaan. Raja Max pun menemani karena keduanya karena sedang senggang.


Diam-diam raja Max sangat mengagumi Sora. Sejak pertama kali melihatnya di kerajaan Mongun. Padahal urut Sora dengan istrinya hanya berbeda sekitar 5 tahun, Sora yang kini berumur sekitar 44 tahun namun tubuhnya masih begitu sexy dan kencang, masih seperti berusia kepala 3.


" Kakak Sora... ayo kita berlomba !!" ajak Sofia, Sora pun menuruti keinginan Sofia... keduanya memacu kuda mereka semakin laju padahal Sora tak begitu pandai berkuda.


Tiba-tiba saja kuda yang di tunggangi Sora lepas kendali, entah apa yang menjadi penyebabnya


" Ahhh tolong !!!" teriak Sora karena tak bisa mengendalikan kudanya dan kuda berlari keluar dari daerah taman menuju hutan


Raja Max yang melihat langsung memacu kudanya mengejar kuda Sora .


" Sora.... pegang tanganku dan melompatlah !!" ucap Max ketika bisa mengejar Sora


" Aku takut....!!" cicit Sora


" Lepaskan kakimu dari injakan Sora... cepat, lihatlah di depan itu jurang !!" teriak raja Max khawatir


Sora memandang ke depan dan memang di depannya adalah jurang... Sora menjadi tambah panik, namun ia tak berani melakukan apapun selain berpegangan kuat pada kudanya yang berlari begitu kencang


" Soraaaa...!!" teriakan raja Max mengagetkan Sora, tangan Raja Max memegang tangan Sora dan menariknya begitu kuat hingga Sora berpindah ke kuda Max dengan posisi mereka saling berhadapan, namun kuda raja Max menjadi kaget dan berhenti mendadak membuat keduanya terjatuh dari kuda dan berguling sambil saling berpelukan


Setelah beberapa kali berguling akhirnya mereka berhenti juga dengan posisi Sora yang menindih tubuh raja Max. Sora tak sadar ia memeluk tubuh raja Max dengan begitu erat. Nafas keduanya masih terdengar tersengal-sengal

__ADS_1


" Apa kau terluka Sora ??" tanya Max membuka suara membuat Sora tersentak, Sora membuka kedua matanya dan betapa kagetnya ia begitu menyadari di mana ia berada


" Maaf... raja Max, aku..." bergegas Sora bergerak , ia hendak bangun dari atas Max namun bukannya berpindah tempat.. ia malah oleng dan kembali jatuh ke atas tubuh Max membuat Max mendesah karena tangan Sora tanpa sengaja malah menyentuh sesuatu di bawah sana


Mata Sora tambah membulat menyadari kesalahannya...wajahnya langsung memerah karena malu


" Maaf raja Max... ya ampun ... malunya aku sungguh aku tak bermaksud seperti itu !!" ucapnya terbata namun ia tak punya tenaga untuk bangun dari tubuh kekar itu, Max segera bergerak menganti posisi mereka... ia tersenyum melihat bagaimana Sora begitu gugup, wajah memerahnya membuat kadar kecantikan Sora semakin terlihat


" Hati-hati dengan tanganmu Sora... jika ia bangun apa kau mau bertanggung jawab ??" tanya Max sambil tersenyum, tangannya menahan kedua tangan Sora di atas kepalanya dan kini posisi mereka begitu mesra dengan Max yang berada di atas Sora


" Maafkan aku... sungguh aku tak bermaksud begitu, lepaskan aku raja Max !!" cicit Sora, jarak wajah keduanya yang begitu dekat membuat gugup Sora... bahkan hembusan nafas raja Max menyentuh wajah Sora


Sedangkan Max jangan di tanya lagi, saat ini begitu ingin ia ******* bibir sexy di depannya itu... menyapunya bersih dan memasuki Sora....pasti rasanya begitu nikmat.


Keadaan istrinya yang sering sakit membuat raja Max jarang menyentuh Istrinya, walaupun Lila sudah menyuruh Max untuk mengambil selir namun belum ada yang cocok di hatinya


" Mengapa...?? mengapa aku malah menyukai istri orang lain ??" tanya Max dalam hati, Sora pun sudah merasa panas dan gelisah kini....suaminya yang begitu jarang menyentuhnya membuat hasratnya cepat naik saat bersentuhan dengan pria lain


" Tolong ....raja Max, lepaskan aku !!" cicitnya lagi dengan sekuat tenaga


" Please.... Max !!" pintanya dengan suara hampir mendesah... seolah meminta Max untuk mencumbunya bukan melepaskannya


Max sudah tak tahan lagi....suara mendesah Sora membuatnya gelap mata, di ciumnya bibir Sora dengan penuh perasaan, Mata Sora melebar mendapati raja Max yang malah menciumnya ... Sora menjadi panik, seumur hidupnya tak pernah ada yang menyentuhnya kecuali suaminya


Sora ingin menolak namun tubuhnya malah menjadi begitu lemas, ia tak berdaya kecuali menerima ciuman maut itu dengan pasrah.


Merasakan tanah bergetar membuat Max terpaksa melepaskan bibir Sora, ia tau banyak orang akan datang mencari mereka


Max segera duduk dan membantu Sora untuk duduk juga, namun....


Plakkkk......

__ADS_1


Sebuah tamparan keras di layangkan Sora ke wajah Max


" Ibu...... ibu....!!" terdengar suara Erden memanggil Sora


" Ayah.....!!" tak lama suara Sofia juga terdengar... tak ada kata-kata yang keluar dari keduanya, hanya saling pandang dengan mata Sora yang begitu nanar menandakan betapa marahnya ia pada Max


" Tak perlu marah Sora, anggaplah itu balasan karena aku telah menyelamatkan nyawamu !!" bisik Max sebelum berdiri dan menyahuti panggilan anaknya


" Ibu... ibu baik-baik saja ?? mengapa juga ibu berkuda... ibu kan tidak mahir ??" cecar Erden yang begitu cemas dengan keadaan ibunya yang nampak kotor


" Ibumu baik-baik saja Erden, untunglah aku cepat menariknya dari kuda... jika tidak maka ibumu akan masuk jurang bersama kudanya " sahut Max karena Sora masih tak bisa mengeluarkan suaranya


" Terimakasih Raja Max...!!" ucap Erden sopan, ia lalu mengangkat ibunya dan memangkunya di atas kuda dan membawanya ke istana


" Ayah.. apa ayah terluka ??" tanya Sofia tak kalah kuatir, Max segera tersenyum


" Ayah baik-baik saja putriku, jangan khawatir... ini hanya luka kecil, ayo kita kembali " sahut Max


Setelah sehari... keadaan Sora pun membaik, Sofia mengajak adik Erden ... agar tidur bersamanya saja supaya Sora bisa beristirahat lebih tenang.


" Ibu... Sheren ke kamar tante Sofia ya, selamat malam !! " pamit Sheren


" Jangan nakal sayang, Sofia jangan kau ladeni jika Sheren ingin bergadang ya !!" pesan Sora


" Serahkan saja semua padaku kakak.. yang penting kakak beristirahat saja ya, nanti kalau sudah sembuh aku mau membawa kakak ke danau terindah di Sobaria, kita bisa berenang sepuasnya di sana.... pemandangan di sana sangat indah kakak !!" sahut Sofia yang di angguki Sora


Sebenarnya Sora bermaksud akan segera pulang begitu keadaannya membaik, ia bingung harus bersikap seperti apa pada raja Max... antara marah dan malu bersatu padu di dadanya kini.


" Mengapa malam ini begitu panas ??" ucap Sora lalu bangun dan membuka gaun malamnya yang tebal dan menggantinya dengan gaun tidur tipis , baru saja ia duduk kembali di ranjangnya terdengar suara pintu terbuka namun bukan dari pintu depan... karena ia sudah menguncinya


Betapa kagetnya Sora melihat seorang pria keluar dari samping kamarnya

__ADS_1


" Malam Sora.....!!" suara bariton yang sangat di kenal Sora...


Deg......


__ADS_2