
" Amara tidak ingat apa yang terjadi semalam... aku mandi dulu " sahut Saga tak memperdulikan keterkejutan bibi dan Isla. Isla pun kemudian memeriksa Amara dengan lebih teliti... tak ada perubahan apapun kecuali warna bola mata Amara dan sepertinya Amara pun belum tau akan hal itu
Selesai memeriksa Amara , bibi pun menemani Amara mandi..Selama Amara mandi bibi menceritakan apa yang terjadi padanya, mendengar itu Amara segera berlari ke kamar dan mencari cermin yang terdapat di kamar...
Amara sampai melotot ... melihat warna bola matanya yang kini sudah berbeda, air matanya menetes karena sedih...
" Mengapa kau menangis Amara ?? apakah ada yang sakit di tubuhmu ??" tanya bibi
" Bi... Jendral sangat menyukai warna bola mataku... katanya seolah melihat air terjun begitu indah dan sejuk, namun kini mataku sudah berbeda warna apakah Jendral akan tetap menyukaiku bi hik hik hik ??" adunya sambil menangis di pangkuan bibi
Bibi membelai rambut panjang Amara...
" Amara... jika jendral tak lagi menyukaimu karena warna matamu yang berubah tak mungkin pagi tadi ia melakukannya padamu sayang, ia sudah mengetahui perubahan warna matamu sejak semalam... sudah berhentilah menangis , Jendral sudah menunggumu di ruang makan... layani Jendral dengan baik !!" ucap Bibi....Amara pun segera berpakaian dan berdandan . walaupun hatinya sedih karena perubahan pada matanya namun ia tak mau memperlihatkannya pada sang jendral. Dengan senyum manis Amara memasuki ruang makan dan memberi salam pada Saga, Saga tertegun melihat Amara yang terlihat begitu cantik dengan pakaian baru dan dandanannya
" Kemari Amara... temani aku makan, aku sangat lapar !!" panggil Saga, Amara segera duduk dan melayani Jendralnya makan
" Bagaimana keadaanmu... apakah ada yang terasa sakit ??" tanya Saga sambil memandangi wajah Amara yang sedari tadi tak berani menatapnya
" Amara baik-baik saja Jendral " sahutnya sambil menunduk
" Mengapa kau tak berani menatapku semenjak tadi Amara ?? apa ada yang salah ??" tanya Saga... Amara kembali menunduk, ia tak mau menatap Saga sama sekali....perubahan warna matanya membuatnya sangat merasa takut, ia takut sang jendral akan kecewa padanya dan akan meninggalkannya kini
Melihat Amara yang terus menunduk, Saga pun berdiri dan menarik tangan Amara agar Amara mengikutinya. Tanpa suara dan tetap menunduk Amara mengikuti kemana saja Saga menariknya. Saga membawa Amara ke taman pribadinya, ia pun duduk dan menarik Amara ke pangkuannya
" Apa karena matamu ??" tanya Saga pelan... Amara mengangguk berlahan
" Kau takut aku akan meninggalkanmu karena warna matamu telah berubah kini ??" lanjut Saga dan Amara kembali mengangguk, Saga menaikkan dagu Amara dengan telunjuknya
" Tatap aku Amara, dengarkan baik-baik... aku tak akan pernah meninggalkanmu hanya karena perubahan warna matamu, kau sudah masuk begitu dalam di dalam hatiku ini dan aku tak akan pernah mengeluarkanmu dari dalam sini..Aku Saga sangat mencintaimu dengan apa adanya dirimu... ingat itu. Jika aku akan pergi itu karena tanggung jawabku sebagai seorang jendral bukan karena perubahan fisikmu... kau sudah paham sekarang, sekarang tersenyumlah kembali...aku rindu dengan senyum indahmu !!" ucap Saga membuat mata Amara kembali bersinar dan senyumnya segera mengembang sempurna
__ADS_1
" Maaf jendral....Amara begitu takut kehilangan anda " ucapnya kemudian membuat Saga tersenyum senang... Amara adalah tipe gadis yang akan menyampaikan isi hatinya dengan gamlang... dan ia suka itu.
" Amara... aku harus kembali ke kerajaan, banyak hal yang harus ku selesaikan ... ingatlah selalu apapun yang terjadi di luar sana, aku hanya mencintaimu.... sabarlah menanti ku " pinta Saga sambil memeluk Amara.
Saga sebenarnya begitu enggan meninggalkan Amara, namun ia tak mau apapun terjadi pada ponakannya Erden, masa depan kerajaan berada di tangan Erden. Ia harus kembali melaksanakan tugasnya sebagai seorang jendral kerajaan.
" Jadi anda akan kembali kekerajaan ??kapan " tanya Amara
" .Ya... aku akan pergi setelah Isla dan Aflan kembali dari hutan " sahut Saga... hidung dan bibirnya mulai mengendus tubuh Amara yang tercium begitu wangi, apalagi Amara terlihat begitu cantik siang ini karena ia memakai pakaian yang begitu sexy dan juga berdandan membuat hasratnya kembali membara
" Mengapa tabib Isla ke hutan Jendral ??" tanya Amara yang belum menyadari sang jendral yang sudah mulai ngos-ngosan di pelukannya
" Nanti kau akan tau... sekarang kita kembali ke kamar... aku menginginkanmu Amara !!" sahut Saga yang langsung mengendong Amara bak pengantin baru dan bergegas membawanya ke atas ranjang
Amara tersenyum begitu bahagia... benar kata bibi, Jendral tak terpengaruh dengan perubahan warna matanya, buktinya kini ia kembali memborbardir dirinya padahal tadi pagi barusan juga melakukannya. Amara melayani Jendral Saga sampai sang jendral begitu puas
Saat bibi menemani Amara mandi dan berdandan .... Saga pun memanggil Isla dan Aflan
" Bagaimana Isla... apa yang harus kulakukan untuk melindungi Amara dari penyihir jahat itu, aku takut penyihir itu akan kembali menyakiti Amara ??" tanya Saga khawatir, bagi Saga lebih baik ia berperang melawan 1000 musuh dari pada Amara yang di sakiti oleh pihak musuh
" Sebenarnya ada satu cara Jendral... kita harus menemukan batu mustika penolak sihir, batu tersebut dapat ditemukan di hutan sana !! namun tak sembarang orang yang bisa mengambilnya" tunjuk Isla pada sebuah hutan di arah Utara
" Apa kau bisa mengambilnya Isla ??" tanya Saga lagi
" Ya Jendral... memang hanya aku yang bisa mengambilnya karena hanya yang menguasai ilmu Sukma dan masih suci yang bisa memasuki tempat di mana batu mustika itu berada " jawab Isla
" Memangnya apa manfaat batu itu Isla ??" tanya Aflan
" Batu itu adalah batu suci yang konon jatuh dari langit , selama batu itu berada di tubuh kita maka ilmu sihir macam apapun tak akan berpengaruh pada kita, dengan kata lain jika Amara memakai batu mustika itu maka ilmu penyihir Maya tak akan berpengaruh padanya sedikitpun " jelas tabib Isla
__ADS_1
" Baiklah Isla... pergilah mencari batu mustika itu, aku akan memberimu imbalan yang sesuai untukmu !!" titah Saga
" Baik Jendral... saya akan bersiap untuk mencari batu mustika itu " pamit Isla
" Tunggu Isla... Aflan akan menemanimu dan melindunginya selama perjalanan... Aflan kawal dan jaga Isla sampai kalian mendapatkan batu mustika itu !!" titah Saga membuat Aflan langsung bersorak dalam hati
" Baik jendral 🥰🥰 " sahut Aflan dengan bahagia
" Maaf jendral... saya bisa melakukannya sendiri tidak perlu merepotkan tuan Aflan !!" tolak Isla kemudian... ia melirik keky pada duda karatan mesum itu
" Tidak Isla... jika terjadi sesuatu padamu, aku akan menyesal... Aflan adalah pria yang baik, ia akan menjagamu pergilah !!" kekeh Saga membuat Isla hanya bisa diam sambil menghembuskan nafas panjang tanda ke tidak berdayanya yang berbanding terbalik dengan Aflan yang begitu bahagia bisa berduaan dengan pujaan hatinya itu.
Sepanjang perjalanan menuju hutan Isla diam saja... ia lagi kesal dengan pria di sebelahnya yang tersenyum tiada henti semenjak meninggalkan vila.
" Berhentilah tersenyum seperti orang gila saja !!" omel Isla akhirnya
" Mengapa aku harus menghentikan senyumku cantik ?? kau tau senyumku ini murni dari hatiku yg sangat bahagia saat ini " sahut Aflan
" Cih... awas ya kalau kau berani mencuri kesempatan di hutan, aku tak akan segan meracunimu 😡😡😤" ancam Isla sambil menarik tali kekang kudanya agar segera berlari cepat
" Terserah padamu saja cantik... mau kau racuni... mau kau bunuh atau mau kau pelet sekalipun aku akan menerimanya dengan senang hati " sahut Aflan membuat bibir Isla tambah monyong karena kesal
" Dasar perayu karatan !!" omelnya dalam hati
Keduanya terus masuk semakin dalam ke hutan dengan perasaan yg bertolak belakang... Aflan yang sangat bahagia vs Isla yang keky karena harus bersama di duda mesum selama di hutan 🤭😁😁
Apakah yang akan terjadi dengan keduanya di hutan belantara...??
Tunggu lanjutannya di episode berikutnya
__ADS_1