
Setelah tabib datang, Sora berdiri dari tubuh Max dan berjalan menjauh
" Mau kemana kau Sora ??" tanya Max sambil menahan sakit
" Aku mau melihat Erden, aku tidak percaya putraku telah tiada... mereka pasti berbohong aku harus pergi !!" ucap Sora membuat Max geram
Bagaimana tidak di saat suaminya ini tengah terluka parah , ia malah ingin meninggalkannya
" Tahan Sora di kamar... ikat kakinya dengan rantai besi hingga ia tak bisa ke manapun!!" titah Max membuat pengawal segera menangkap Sora dan menariknya paksa ke dalam kamar
" Tidak... lepaskan aku, tidak.. aku mau melihat putraku, lepaskan aku lepassss . Dasar kalian prajurit sialan, aku ini permaisuri kalian mengapa kalian berani sekali menahanku... lepaskannnnn !!!" Sora berteriak macam orang kehilangan kesadaran, sekuat apapun ia memberontak dan berteriak para prajurit tak menghiraukan karena yang mereka turuti adalah raja mereka , raja Max
Prajurit baru berhenti setelah mereka berhasil merantai sebelah kaki Sora dan mengikatnya di kepala ranjang hingga Sora tak akan bisa keluar dari kamar walaupun kamar tak di tutup
" Lepaskan aku... lepaskan akuuuu, Maxxx lepaskan aku ... aku mau melihat putraku , Maxxxxx brengsek kalian semua pergi kalian dari sini. Maxxxx jika kau tak melepaskan aku aku akan membunuhmu Max!!!" teriak Sora tanpa henti membuat pusing semua yang mendengarnya sementara itu di ruang sebelah Max sedang di obati oleh para tabib istana
" Panah dari Xoga tertancap di dada Max dan mengenai jantungnya walau tidak begitu dalam, namun bekas racun yang masih menempel di ujung anak panah tetap masuk ke dalam tubuh Max membuat Max gemetaran dan langsung demam.
Setelah dengan sudah payah akhirnya anak panah bisa di cabut dan membuat raja Max pingsan membuat para tabib tambah kalang kabut.
" Bagaimana ini kepala tabib, tangan kanan raja Max mulai berubah warna ??" tanya salah seorang tabib
" Ini karena racun dari anak panah yang menyebar ke pembuluh darah raja Max, padahal ini adalah panah bekas namun efeknya masih begitu dahsyat, bagaimana dengan raja Erden yang terkena lebih dulu... kurasa benar beliau akan tewas " jawab kepala tabib
" Kabarnya panah ini di buat dengan racun terhebat atas perintah raja Max karena permintaan permaisuri Sora untuk membunuh istri raja Erden menantu permaisuri Sora dan akhirnya malah mencelakai putranya sendir lalu kini mendarat di dada raja Max .....apakah ini yang di namakan karma ??" tanya tabib itu membuat semua terdiam .....
💐💐💐💐
" Raja Xoga mengapa anda begitu berani menantang raja Max dan anda ternyata tuanku raja tidak bisa bertempur ?" tanya Aflan penasaran di perjalanan mereka kembali pulang ke Mongun
" Selama 5 tahun ini aku belajar bertempur Aflan dan kau lihat sendiri hasilnya, entah aku sendiri tidak tau mengapa aku belajar hal itu di usiaku yang tidak muda lagi. Mengenai Max ... sebenarnya lebih karena aku sangat marah pada Sora atas apa yang terjadi pada Erden, tak mungkin kan aku menantang Sora untuk berduel tentu saja suaminya yang harus bertanggung jawab " sahut Xoga
" Bagaimana jika tadi tuanku yang terluka ?" tanya Aflan lagi
" Aku sudah siap mati Aflan, putraku layak mendapat keadilan atas apa yang terjadi... ia masih muda baru menikah baru saja merasakan bahagia lagi dan istrinya tengah mengandung, namun Sora begitu tega hendak memisahkan mereka....sungguh Aflan, aku rela mati untuk Menganti kebahagiaan putraku itu , entah apa yang terjadi pada Erden saat ini namun aku hanya berharap ia bisa selamat dan berkumpul lagi dengan istrinya " ucap Xoga lagi... selanjutnya hanya ada keheningan di sepanjang perjalanan mereka kembali
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️
Kerajaan Mongun....
" Kakek ... Sarah sudah memutuskan !!" ucap Sarah
" Katakan cucuku !!"
" Selamatkan suamiku, berikan ia mutiara naga kakek... aku rela anakku berada di dunia naga selamanya asal suamiku selamat " ucap Sarah
" Kau rela tak memelihara mereka ??" tanya kakek naga lagi
" Mereka ??" beo Sarah, Amara dan Saga bersamaan
" Ya cucuku... kamu mengandung anak kembar, kau akan melahirkan 2 anak nanti....yakin kau rela berpisah dengan mereka , dan kau harus melahirkan di dunia naga tidak bisa di sini jika aku harus menyerahkan mutiara nagaku pada suamimu " jawab raja naga , air mata menetes dari ujung mata Sarah....sungguh ia sangat di lema saat ini
" Sarah....!!" panggil Amara juga dengan mata berkaca-kaca, mengapa kejadian dulu harus terjadi lagi pada putrinya... Amara sangat sedih
" Oh putri ku yang malang, mengajak kau harus mengalami ini hik hik hik " ucap Amara sambil memeluk sedih putrinya , Sarah memeluk balik Amara namun ia tersenyum walau air matanya tetap menetes
" Maksudmu Sarah ??" tanya Saga
" Ayah ... aku harus melahirkan di dunia naga tentu aku akan merawat mereka setelah melahirkan mereka, aku tak akan meninggalkan mereka di sana .."
" Jadi kau akan kembali ke dunia naga nak ??" tanya Amara, Sarah mengangguk pelan membuat Amara kembali menangis sedih
" Kita baru saja berkumpul lagi putriku... mengapa kita harus berpisah seperti ini hik hik hik " tangis Amara di pelukan putrinya
" Baiklah jika kau sudah memutuskan Sarah... aku akan segera memberikan mutiara naga terakhirku pada suamimu !!" ucap raja naga ... raja naga lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam mulutnya sebuah batu bercahaya yang menyilaukan mata , batu itu melayang dan berputar di sekitar kepala Erden yang tengah terbaring tak sadarkan diri lalu masuk begitu saya ke kening Erden dan menghilang
" Suamimu tak akan langsung sadar cucuku, butuh beberapa bulan baginya untuk bisa sadar kembali tapi ia akan selamat... selama itu bersabarlah, kakek akan menjemputmu beberapa bulan lagi " ucap raja naga sebelum menghilang kembali ke dunia naga.
Sarah tersenyum lega, ia lalu berebah di sebelah Erden dan memeluk sebelah tangan suaminya itu setelah memastikan Erden telah kembali normal.
Wajah kakak tampannya sudah tidak pucat lagi, bibirnya juga tidak membiru lagi, tubuhnya tidak demam lagi dan nafasnya sudah normal... Sarah tertidur dengan nyenyak di sebelah suaminya yang masih belum sadar .
__ADS_1
Amara mengamati dari ujung kamar sambil menangis, ia sangat sedih melihat putrinya itu
" Ayo kita beristirahat juga ke kamar Amara !!" ajak Saga
" Tidak suamiku... aku ingin menjaga anak dan menantu kita di sini " tolak Amara
" Amara... !!"
" Tidak aku ingin men..."
" Aku yang akan menjaga mereka Amara, beristirahat lah.. "
" Tapi..."
" Aku janji memberitahu mu jika terjadi sesuatu !!" janji Isla membuat Amara pun mengikuti Saga yang mengandeng tangannya keluar dari kamar Erden
3 Bulan Kemudian......
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Selama Erden belum sadarkan diri, Xoga mengangkat Saga sebagaj raja penganti selama di perlukan. Xoga dan Astina kembali ke kerajaan mereka dengan janji akan ke Mongun jika Erden ada kemajuan.
Setelah 3 bulan akhirnya Erden menunjukkan kemajuan, suatu pagi ia pun membuka kedua matanya.Betapa bahagianya Sarah juga yang lain. Surat segera di layangkan ke kerajaan Xoga meminta agar Xoga segera ke Mongun.
Isla mendudukkan Erden setelah memastikan tubuh Erden sudah membaik. Erden memandangi semua yang berada di kamar... namun ia diam saja tak ada satupun perkataan keluar dari bibirnya... wajahnya nampak bingung
" Kakak... akhirnya kakak sadar juga hik hik hik " ucap Sarah lalu memeluk Erden dengan perutnya yang sudah membesar , Erden memandangi Sarah... kedua tangannya mendorong pelan tubuh Sarah agar pelukan mereka terlepas
" Maaf siapa kau ??" tanya Erden membuat seisi kamar tersentak
" Apaaaa...???"
Nah lho Erden lupa ingatan ???
See you next eps
__ADS_1
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya