Deep Heart

Deep Heart
209. Nenek Sihir


__ADS_3

Semua mata langsung tertuju pada Sora yang tengah berdiri sambil berkacak pinggang .... terlihat sekali betapa marah Sora dari sorot matanya yang melotot dan berwarna kemerahan


Bagaimana Sora tidak marah...betapa senang ia mendengar berita bahwa putranya akan kembali , ia sudah mempersiapkan Anna dengan secantik dan semenarik mungkin agar begitu Erden melihatnya ia akan terpikat namun apa ini ?? matanya di hidangkan pemandangan kemesraan putranya dengan seorang gadis yang tak tau malu menempel pada putra kesayangannya, entah dari mana gadis itu berasal .. ia begitu biasa saja 😡😡😡


Erden menurunkan Sarah sejenak, Sarah berdiri di samping Erden yang mengenggam jemarinya dengan begitu kuat....seakan memberi sinyal agar Sarah tidak takut, namun Sarah sudah mendengar dari kakak tampannya bagaimana sepak terjang seorang Sora... jadi ia hanya tersenyum saja.


" Sarah perkenalkan ini ibuku dan dia Anna adik ipar saudara tiri ku , ibu perkenalkan ini Sarah !!" ucap Erden memperkenalkan ketiganya, mata Sora nanar melihat bagaimana tangan Erden mengenggam erat tangan gadis biasa itu .... ingin sekali ia mencincang tangan gadis yang berani menyentuh putranya itu, namun gelarannya sebagai permaisuri dan saat ini di lihat banyak orang membuatnya urung....


" Salam ibu....salam kakak !!" sapa Sarah ramah sambil sedikit membungkuk memberi hormat


" Aku bukan ibumu !! beri salam dengan benar !!" tolak Sora


" Ibu Sarah sedang lelah, ia akan berkenalan denganmu lebih baik nanti saat makan malam....Marco antar Sarah ke kamar dan perintahkan datang untuk melayaninya ... aku akan menyusul ...pergilah dengan Marco !!" ucap Erden begitu lembut pada Sarah


" Baik kakak... permisi !!" pamit Sarah lalu mengikuti Marco dan kepala dayang yang akan melayani Sarah langsung


" Berhenti... siapa yang memberi izin kau masuk ke istana ini !!" larang Sora membuat langkah kaki Sarah terhenti seketika...Erden langsung melangkah ke depan ibunya


" Aku... raja Mongun yang memerintahkan hal itu , ibu tidak punya hak untuk melarang perintahku.... pergilah !!" ucap Erden sambil meletakkan kedua tangannya di atas perutnya


" Erden !! kau...."


" Kita bicara di ruanganku ibu, dan kau Anna.... kembali ke kamarmu !!" titah Erden lalu berjalan ke ruangan pribadinya... mau tak mau Sora mengikuti langkah kaki Erden, sedangkan Anna segera kembali ke kamarnya.... ia mengikuti Sarah yang juga mengikuti kepala dayang dan juga Marco.


Hatinya bertanya-tanya mengapa Sarah di bawa ke lantai yang sama di mana kamarnya berada dan ia lebih kaget lagi saat Marco membukakan kamar raja Erden dan mempersilahkan Sarah masuk ke dalam kamar Erden


" Tunggu !!" ucapnya membuat Sarah pun tak jadi masuk


" Ya kakak...??" sahutnya


" Mengapa kau masuk ke kamar kak Erden ??" tanya Anna


" Oh ini kamar kak Erden ?? apa benar begitu paman tua ??" tanya Sarah sambil mengedipkan matanya pada Marco


" Ini perintah paduka Erden nona Anna !!" sahut Marco

__ADS_1


" tapi ...."


" Jika kau ingin protes ... silahkan protes langsung dengan kakak tampan, ayo bibi aku sangat lelah dan gerah... aku ingin mandi " sahut Sarah lalu masuk ke kamar dengan cueknya


Dayang segera memanggil 4 dayang terbaik untuk melayani Sarah mandi membuat Anna melotot....selama ini ia hanya di layani 2 dayang saja dan mengapa Sarah di beri 4 dayang ?? apakah hubungan Sarah dengan kak Erden...??


Dengan seribu tanya Anna pun kembali namun ia tak masuk ke kamarnya ...ia masuk ke kamar Sora karena banyak yg ingin di tanyakannya pada Sora.


Di ruangan Erden.....


" Katakan Erden... siapa gadis itu ?? dari keluarga mana ia berasal dan apa hubunganmu dengannya hah ?? mengapa kau mengendongnya begitu mesra di depan semua orang hah...?? bahkan kau tau ada Anna di sini dan kau malah membawa gadis sialan itu ??" cecar Sora tanpa titik koma lagi


" Jaga ucapanmu ibu...!! kau sendiri yang memintaku untuk mencari seorang pendamping , aku sudah mendapatkannya dan mengapa ibu sendiri yang protes ??" sahut Erden


" ya memang aku menyuruhmu tapi setidaknya carilah gadis yang sesuai dengan derajatmu bukan gadis biasa seperti itu , putuskan dia... beri saja uang yang banyak dan suruh dia kembali ke asalnya . Ibu sudah memilihkan seorang calon permaisuri yang terbaik untukmu !!" lanjut Sora membuat Erden tertawa


" ibu... ibu... aku bukan anak kemaren sore yang bisa kau atur lagi Bu, Sarah adalah pilihanku dan aku tak akan menggantinya dengan seribu Anna sekalipun.. "


" Erden aku ibumu .. kau harus menuruti ibu, bagaimana mungkin gadis biasa itu bisa menjadi permaisuri Mongun ?? apa kau mau ditertawakan semua rakyatmu ??"


" Semua rakyat sudah melihat aku mengandeng Sarah dan tidak satupun di antara mereka yang tertawa seperti yang ibu katakan, mereka malah sangat menyukai Sarah , jadi tak usah membuat banyak alasan hanya untuk mempertahankan keinginan ibu padaku....bawa pulang Anna sebelum aku mengusirnya " lanjut Erden


" Jangan bersikap seolah kau orang yang suci ibu !!" banyak Erden


" Apa maksud perkataan mu itu Erden ?? kau berani menghina ibu ??" tanya Sora semakin kesal


" sekarang aku bertanya padamu ibu ?? apa maksudmu memantrai aku dengan sihir pembenci begitu lama ?? apa harus seperti itu agar aku membenci wanita yang kusukai begitu ??" tanya Erden menohok Sora ....Sora bahkan sampai terbatuk karena ia tak menyangka bahwa putranya mengetahui perbuatannya


" A... apa maksudmu nak...?? memantrai apanya ??"


" Sudahlah ibu... yang perlu ibu tau ... sihir itu sudah hilang dari tubuhku itulah mengapa kini aku sudah bisa menerima seseorang lagi dalam hatiku dan dia adalah Sarah, aku tak akan merubah pilihanku sampai kapanpun... jadi ibu silahkan membawa kembali Anna " ucap Erden tegas


" Tak apa jika kau ingin mempertahankan Sarah, tapi Anna tetap harus menjadi istri utamamu , ia sangat pantas untuk menjadi permaisuri Mongun !!" kekeh Sora namun Erden tak menghiraukannya


" Kembalilah ke kamarmu ibu....kita bertemu lagi saat makan malam, Sarah akan berkenalan dengan benar nanti malam jadi ingat... hargai dia jika ibu ingin aku menghargai ibu juga !!" titah Erden lalu meninggalkan Sora yang masih belum selesai...

__ADS_1


" Erden....Erden... jangan pergi Erdeennnnn !!" teriak Sora begitu kesal namun Erden sudah menghilang.


Entah mengapa baru saja beberapa saat ia berpisah dengan Sarah ia sudah begitu merindukannya, dengan cepat Erden sudah memasuki kamarnya... matanya nanar mencari keberadaan istrinya itu...


Belum sempat bertanya... pintu kamar mandi terbuka, Sarah berjalan dengan memakai baju mandi sutra yang begitu pantas di tubuhnya... rupanya ia baru selesai mandi, sesuatu segera bangkit dengan sendirinya melihat pemandangan indah di depannya itu....


Tanpa kata-kata Erden menarik Sarah kepelukannya, kulit halus dan dingin milik Sarah serasa bagaimana air terjun di gurun yang tandus membuat Erden ingin sekali mencicipinya


" beri kami waktu berdua....!!" titahnya pada dayang dan dayang pun segera menyingkir


" Kakak.... rambutku belum lagi ker....ehmmmm !!" Erden tak akan membiarkan Sarah menyelesaikan perkataannya, ia segera mengangkat Sarah ke ranjangnya dan mengukungnya tak memberi celah bagi Sarah untuk bergerak...


" Kakakkkkk.....!!" protes Sarah


" Shuttt.... diamlah kita hanya akan mencoba ranjangku ini untuk di bandingkan dengan ranjangku di dunia naga sana... aku ingin tau mana yang lebih bagus " bisik Erden membuat Sarah terkekeh geli


" alasan saja, awww....kakak......!!!" dan terjadilah apa yang harus terjadi 🤭🤭🤭


Sementara itu di luar kamar....


" Katakan di mana kamar gadis sialan itu, aku mau bicara dengannya ??!" tanya Sora pada kepala dayang


" nona Sarah satu kamar dengan paduka Erden ....permaisuri !!" sahut kepala dayang apa adanya , mata Sora langsung melotot seolah akan lepas dari tempatnya..


" apa....?? mereka sekamar?? apa Erden sudah gila, panggil gadis sialan itu.. keluarkan dia dari kamar putraku !!" titah Sora begitu kesal, ia bahkan berjalan menuju pintu kamar Erden namun belum juga sampai...


Marco dan beberapa pengawal menghadang Sora


" Paduka sedang tak ingin di ganggu sampai waktu makan malam tiba... permaisuri silahkan beristirahat !!" ucap Marco


" Kau berani membantahku Marcooo.. apa kau sudah bosan hidup ??!!" suara Sora tambah melengking saking kesalnya


" Tentu saja permaisuri...hanya perintah paduka Erden seorang yang akan kami turuti...!!" sahut Marco penuh percaya diri


" brengsek kalian semua... awas saja kalian !!" caci Sora sambil kembali ke kamarnya, Marco dan kepala dayang hanya saling pandang sambil terkekeh geli melihat Sora yang bak nenek sihir yang tak bisa menyihir lagi 🤣🤣🤣

__ADS_1


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya


__ADS_2